BSD © Asagiri Kafuka & Harukawa Sango
Aku tidak mengambil keuntungan apapun kecuali kesenangan jiwa semata (?)
Dazai Osamu, Nakahara Chuuya
.
0o0o0o0
.
Setelah membaca pesan singkat di ponselnya, mata Dazai mulai menyeleksi setiap orang yang bergerak mendekat ke arah swalayan besar tempatnya menunggu. Dari arah barat daya, sosok dengan mantel hitam dan topi eksentrik muncul.
"Chuuya!" ia berteriak sambil melambai.
"Tidak perlu teriak, aku tetap bisa melihatmu." Ada rona merah yang tertangkap matanya, tapi Dazai tidak ambil pusing hal seperti itu, sedikit malu tidak masalah selama bisa membuat Chuuya menemukannya dengan mudah.
Setelah mengambil satu troli di pintu masuk, keduanya langsung berjalan ke arah jejeran sabun dan sampo. Tentu saja Dazai yang mendorong troli, dan Chuuya yang sibuk memilih ini-itunya. Peran ini tidak pernah berubah sejak mereka memutuskan untuk tinggal bersama dan menyisikan waktu untuk belanja bersama—setidaknya sebulan sekali.
Ini adalah peran yang paling Dazai suka setiap kali pergi belanja bersama dengan Chuuya. Diam, mengikuti langkah sang kekasih, berkomentar jika dibutuhkan, dan meminta jika bertemu dengan yang diinginkan. Sesekali akan ada cekcok kecil, tapi itu yang membuat Dazai tidak pernah ingin kehilangan momen seperti ini.
"Ini produk baru, kau suka baunya?" satu botol sampo yang tutupnya terbuka di sodorkan padanya. Ini catatan penting, salah satu alasan kenapa Chuuya tidak bisa (tidak boleh) belanja sendiri, untuk beberapa benda yang mereka gunakan bersama, terutama sabun dan sampo, aromanya harus sesuai dengan selera Dazai.
"Yang lebih lembut lagi tidak ada? Yang ini terlalu menyengat."
"Kalau begitu yang ini."
"Yang ini lumayan."
"Ok, kita ambil yang ini." Satu botol besar sampo dan sabun dari merk yang sama masuk ke dalam troli mereka. Sebelum berpindah tempat Chuuya tidak lupa mengambil satu kantung sabun cuci pakaian beserta pelembutnya.
"Minggu depan aku pergi ke Akita."
"Lagi?"
"Iya, kali ini aku hanya menjadi ajudan menemani Bos saat negosiasi."
"Berapa lama?"
"Kalau cepat dua hari, paling lama tiga hari." Obrolan seperti ini yang biasanya menemani mereka ketika berkeliling. Kadang tentang rencana kerja, kadang tentang apa yang terjadi di tempat kerja mereka, atau kadang juga tentang rencana kencan yang akan datang.
Hal seperti ini hanya terjadi sebulan sekali, kalau beruntung bisa sebulan dua kali, tapi tidak akan pernah lebih. Mengingat jadwal kerja mereka yang padat, pulang cepat adalah hal yang sangat sulit untuk mereka, jadi momen sederhana seperti ini bisa membuat Dazai jatuh pada perasaan bahagia yang luar biasa.
Memperhatikan Chuuya yang sibuk memilih ini-itu untuk mereka, sesekali bertanya padanya, sesekali mengomelinya, dan kadang mengeluhkan bertapa borosnya mereka, Dazai masih belum bosan melihat semua ekspresi Chuuya disaat seperti ini—masih belum puas tepatnya, dan mungkin tidak akan pernah puas.
.
0o0o0o0o0
.
16/06/2019
Terima kasih untuk yang meninggalkan jejaknya.
Sesuai janjiku, ini dia drabble kedua series ini, momen manis mereka berdua yang terbayang di kepalaku~ silahkan dinikmati.
Segitu aja dariku.
Bye~
