AUTHOR BEGO INI UPDATE~! Yeye! BACA JANGAN LUPA REVIEW! MAAF KALAU CERITA GAJE AND ABAL TRUS MAAF LAMA UPDATE YAAA~!
WARNING : ABAL, GAJE, LAMA UPDATE, BANYAK KESALAHAN, AGAK OOC (BACA : SANGAT OOC)
PARING : RIZA X ROY~
.
.
"Kolonel.., kolonel," ucap seorang gadis bermata tajam.
"Eh,? Letnan.., apa yang kau lakukan.?" Tanya Kolonel itu pada Letnannya.
"Ini suda malam., sebaiknya Kolonel pulang," ucap sang Letnan dengan bijak.
"Malam? Pulang? AHHHH TUGASKU!" teriak si Kolonel panik.
"Tenang saja, sekarang lebih baik anda pulang," ucap sang Letnan.
"Eh? Lalu kau?" tanya Kolonel heran.
"Aku akan disini sekarang pulanglah," ucap sang Letnan sambil mendorong Kolonelnya keluar.
"BLAM!" pintu ruangan itu ditutup. Sang Kolonel hanya dapat terbengong-bengong melihat dirinya diusir oleh Letnannya sendiri. 'Sudahlah lebih baik aku pulang..,' pikir sang Kolonel sambil berjalan pulang.
.
.
RUANG RINDU
.
.
Didaunnya itu mengalir lembut
Terbawa sungaiku ujung mata
.
Roy Mustang seorang Kolonel kharismatik yang sangat digilai oleh para wanita. Tak ada wanita yang menolaknya. Tak percaya? Apa? Riza Hawkeye? Ya hanya wanita itu yang menolaknya. Riza Hawkeye, Letnan yang disiplin dan cantik ini memiliki tatapan tajam. Pasangan Kolonel dan Letnan ini benar-benar terlihat tidak cocok. Mereka sering bertengkar bagaikan Api dan Air.
"Selamat Pa—"
"KOLONEL!" teriak semua anak buah Roy Mustang.
"Ada apa ini?" tanya sang Kolonel panik.
"Pintu ruangan terkunci! Harusnya Letnan sudah datang! Kami hubungi kerumahnya tidak diangkat.., gimana ini?" ucap Havoc panik.
"Kunci? Memang Letnan yang membawanya?" tanya Roy dengan muka blo'onnya.
"LETNAN SELALU PULANG TERAKHIR DAN MENGUNCI PINTU! LALU DIA SELALU DATANG PERTAMA DAN MEMBUKA PINTU!" teriak semua anak buah Kolonel itu dengan wajah menangis panik.
"Baiklah., kalian istirahat saja dulu sambil menunggu Letnan datang," ucap Roy yang tak mau ambil pusing.
"ASYIIK!" ucap mereka semua sambil berlari kesana kemari meninggalkan Roy didepan pintu.
'Apa benar Ri.. Letnan belum datang?' batin Roy.
Ia pegang gagang pintu tersebut. Ia dorong tidak terbuka. Ia tarik juga tidak terbuka. Akhirnya ia putuskan untuk meminta kunci cadangan. Entah apa yang dipikirkan bawahannya.., kenapa mereka tidak meminta kunci cadangan? Haaaaaah. Setelah mendapatkan kunci cadangan Roy langsung segera menuju ke ruang kerjanya itu. Akhirnya ia berhasil membuka pintu yang terkunci itu. Saat ia mendorong pintu itu.., betapa kagetnya dia.. melihat sang Letnan tertidur pulas diatas meja kerja. Tumpukan kertas yang tadinya ada dimeja Roy., berpindah ke meja sang Letnan. Letnannya hanya memakai kemeja dan celana biru seragam militer itu. Wajahnya yang sedang tidur sungguh manis. Roy mendekati gadis yang menjadi Letnannya itu. Ia buka jaket seragam militernya dan ia jadikan selimut untuk Letnannya itu.
"Selamat tidur., tuan putri," ucap Roy pelan ditelinga Riza.
"Yak., sebaiknya pintu ini kukunci lagi. Dan mereka semua kuliburkan," ucap Roy sambil berjalan keluar ruang dan mengunci pintu kembali.
"KLEK" suara pintu terkunci.
"Dasar bodoh.., mana mungkin aku tidur mendengar pintu terbuka," ucap Riza yang ternyata dari tadi sudah bangun.
"Dasar Kolonel Ba—" ucapannya terhenti. Ia kembali terlelap kedalam alam mimpinya.
.
.
"Enng?"
"Jam berapa ini?" pertanyaan itulah yang pertama kali diucapkan Riza saat terbangun.
Ia lihat jam tangannya yang menunjukan pukul 15.02.
"GAWAT! Aku tertidur berapa jam?" ucapnya panik tak kepalang.
"Sudah bangun?"
"Eh?"
"Sudah bangun tuan putri?"
"Ko.. KOLONEL!"
"Sudah bangun LETNAN?"
Wajah Riza memerah.., sungguh memalukan wajahnya saat tertidur dilihat oleh KOLONELnya.
"Kenapa Letnan? Kau takut wajah tidurmu terlihat olehku?" ucap Roy yang menebak pikiran Letnannya.
"Bu.. bukan begitu!" ucap Riza berusaha tegas.
Tapi apa mau dikata.., Kolonelnya yang si raja gombal ini bisa mengalahkannya. Roy mendekati meja Riza. Kemudian Roy mendekatkan wajahnya ke wajah Riza sambil memegang rambut Riza. Wajah Riza yang tadi memerah karena malu tak terulang lagi. Wajah Riza kini memerah karena menahan rasa kesalnya dipermainkan oleh atasannya ini.
"Riza kau can—"
"DUAK!" Riza mendorong Kolonelnya itu dan menodongkan senjatanya kearah kepala sang Kolonel.
"Kau sudah membuatku kesal.., aku tak akan segan-segan Kolonel!" ucap Riza sambil menatap tajam.
"Hey., Hey., sudahlah!" ucap Roy yang sok tenang (padahal sudah ketakutan setengah mati).
"Kalau begitu selesaikan tugasmu!" ucap Riza dengan tatapan setajam golok itu.
"Aku mau ke toilet dulu!" ucap Roy sambil berlari kearah pintu keluar.
"BLAM!" suara pintu ditutup.
"Awas saja kalau ka—" ucapan Riza terhenti.. melihat dipundaknya terdapat jaket militer berwarna biru yang cukup besar. Terdapat nama 'Roy Mustang' di jaket itu. Riza tersenyum kecil lalu berkata..
"Dasar bodoh,"
.
.
Saat Roy hendak kembali dari toilet.., dikoridor ia bertemu dengan si pendek dan si besar. Ya., Edward bersaudara. Ku dengar saat ini.., Al yang sudah kembali ke wujud asalnya sedang berhubungan dengan gadis Xing., dan Edward sudah pasti dengan si maniak automail itu.
"Ah! ROY!" teriak Edward sambil berlari kearah Roy.
"Oy., Oy., gini-gini aku masih atasanmu!" ucap Roy kesal.
"Maaf maaf.., kapan kau dilantik jadi Fuhrer? Lalu.., mana Nona Hawkeye?" ejek Edward sambil menyenggol-nyenggol badan Roy.
"Entahlah., sekitar 3 bulan lagi menunggu kondisi stabil dan juga.. masih banyak yang harus diperbaiki. Sementara jabatan itu dipegang oleh si perempuan dari es utara itu!" ucap Roy dengan nada kesal.
"Ohh.., si Olivier itu ya.," ucap Al polos.
"Bagai mana dengan keadaan Mey-Chan, Al?" tanya Roy iseng.
"Baik., baru tadi pagi kami telepon-teleponan.," jawab Al riang.
"Sssttt Ed., adikmu ini ga peka ya?" tanya Roy dengan nada berbisik-bisik.
"Begitulah Kolonel.," jawab Ed sambil berbisik-bisik juga.
"Kalian ngomong apa sih?" tanya Al penasaran.
"Bu.. bukan apa-apa.," ucap Roy dan Edward berbarengan.
"Lalu., mana Letnanmu?" tanya Edward celingak-celinguk.
"Ah., dia sedang tidur diruang kerja.." ucap Roy singkat.
"Apa? Letnan yang super disiplin itu bisa tidur diruang kerja?" ejek Edward.
"Hoy., hoy., dia juga manusia.." ucap Roy membela Letnannya.
"Biarpun dia manusia.., dia itu bukan cewek!" ejek Edward lagi.
"Nah! Kalau itu baru benar!" timpal Roy.
"Anoo., Onii-san ayo kita pulang.., kata Winry dirumah ada May dan Ling," ucap Al.
"Okeeh! Kolonel! Kami pulang dulu!" ucap Edward sambil berjalan melewati Roy.
"Yo, Bocah Fullmetal," ucap Roy sambil kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya.
.
Saat Roy sedang berjalan menuju ruangnya.., ia bertemu denga Olivier, sang Armstorng cewek ini langsung menatapnya tajam. Bulu kuduk Roy langsung berdiri.. Olivier mendekati Roy lalu..
"Roy Mustang, kutugaskan kau untuk membenahi ruang bawah tanah tempat Homonculus.., sekalian kau cari tahu apa masih ada barang-barang atau tanda-tanda mereka," perintah Olivier.
"Hey., kenapa harus aku? Kau bisa menyuruh dua boca Full—"
"LAK-SA-NA-KAN!" bentak Olivier.
"Ba.. Baik..," ucap Roy yang takut setengah mati.
.
"Apa? Jadi kau menerimanya?"
"Mau bagaimana lagi Letnan,"
"Dasar pengecut,"
"HOY! Begini-begini aku KOLONELmu!"
Begitulah awal pembicaraan mereka setelah mendengar cerita sang Kolonel. Riza sudah pasti kaget karena tak menyangka Kolonelnya begitu pengecut. Riza memasang muaka 'DANGER'nya.
"Let.. Letnan?" panggil Roy takut-takut.
"APA?" jawab Letnan dengan wajah sangarnya.
"E.. eto..," Roy masih bingung apa yang mau diucapkannya.
"Kapan kita melaksanakan tugas itu?" tanya Riza kesal.
Padahal ia ingin beristirahat dengan Anjingnya, Black Hayate. Tapi, Kolonelnya menghancurkan semua rencana yang ia susun rapih.. seperti kertas yang sudah ditulis lalu terbakar. Kini api amarah benar-benar menyelimuti Riza. Rasa capeknya harus ditambah lagi.. lagi.. dan lagi.
"Apa sebaiknya ku tolak sa—"
"Tidak jangan kau tolak pekerjaan ini., kau sudah menerimanya jadi harus kau laksanakan," potong Riza sambil memberes-bereskan dokumen-dokumen yang berserakan.
"Baik," jawab Roy patuh.
"Kalau begitu.., bolehkan aku meminta libur kalau tugas ini selesai?" tanya Riza.
"Iya., itu tentu," jawab Roy dengan senyum diwajahnya.
"Arigatou," ucap Riza sambil kembali berkutat dengan berkas-berkasnya.
'Jarang-jarang Riz- ., maksudku Letnan meminta libur,' pikir Roy.
'Aku tak ingin liburku batal seperti esok lagi,' pikir Riza.
.
.
Keesokan paginya Roy dan Riza sudah siap untuk pergi ke tempat tinggal Homonculus dulu. Riza mempersiapkan pistolnya dan Roy mempersiapkan sarung tangannya. Wajah Riza terlihat letih sekali.. bahkan Roy saja yang biasanya tak dapat menebak kondisi fisik Riza sekarang bisa dengan mudahnya menebak.
"Letnan., kau sakit?" tanya Roy sambil menempelkan dahinya didahi Riza.
"Tidak Kolonel.," wajah Riza memerah dan menjauhkan dirinya dari sang Kolonel.
'Wa.. wajah Letnan memerah! Mungkikah dia sudah jatuh hati padaku?' pikir Roy PeDe.
"Ayo berangkat., Kolonel," ajak Riza sambil memasuki mobil.
"Baik, Letnan," jawab sang Kolonel mengikuti langkah sang Letnan.
Merekapun pergi dengan mobil yang dikendarai seorang Roy Mustang. Mencolok? Pastinya.. seluruh gadis di kota berteriak histeris melihat Roy lewat dengan mobilnya. Sedangkan Riza hanya diam dan berusaha menahan kantuknya.. Roy yang melihat sikap Riza aneh menjadi semakin yakin kalau Letnannya itu telah jatuh cinta pada dirinya.
.
"Kita sudah sampai..." ucap Roy yang seketikamembangunkan Riza dari tidurnya.
"Ah., maaf aku tertidur," ucap Riza sambil mengambil barang-barangnya dan keluar dari mobil.
"Tak papa.," ucap Roy santai.
'Hemm.,! badanku sudah lebih enak walau hanya tidur sebentar.,' batin Riza dengan senyum sumringah.
"Ayo turun Letnan," ucap Roy sambil turun dari mobilnya.
"Baik.," ucap Riza sambil turun dari mobil Roy.
Mood Riza yang masih sedikit jelek karena rencana liburnya gagal.., kembali menatap tajam sang Kolonel.
"Kenapa?" tanya Roy yang merasa ditatap dengan hawa-hawa menusuk.
"Kolonel., laksanakan tugas dengan cepat!" ucap Riza sambil menatap tajam Roy
"Tak usah menatapku setajam itu Letnan," ucap Roy yang merasa ditatap sangat tajam
"Baik., ayo kita selesaikan," ucap Riza sambil menyiapkan isi pistolnya dan berjalan mendahului Roy.
"Baik., ayo selesaikan dengan cepat!" ucap Roy sambil memakai sarung tangannya.
.
.
.
TBC
1 bait lagu sudah jadi~! Uhuy~! *abaikan..,*
Nah.., SEMOGA KALIAN MENIKMATI YA!
Ruang Author :
Author: Horeeeee! Akhirnya chap 1 selesai~
Riza : ZZZZZzzZZzz
Roy : *mandangi muka Riza*
Author : e.. saya ganggu ya.
Roy : Ganggu pake banget.
Author : JLEB banget ngomongnya.,
Roy : PERGI!
*Author diusir dan akhirnya tak jadi berbincang-bincang*.
RnR Please?
