chapter 2

Watashi No Onii-san

By Ameyukio2

Naruto by Masashi Kishimoto

[SasuHina—SasuSaku NaruHina]

Romance, Family, Drama

AU, OOC, Typos, Multipair, etc

...

Previous Chap :

Sasuke melihat seorang perempuan berambut panjang mengenakan gaun tidur berwarna putih sedang menggeledah isi kulkas milik. Dengan sekali gerak Sasuke menghidupkan lampu dapur ingin melihat wajah perempuan tersebut.

" SIAPA KAU! "

Hinata yang kaget karena lampu dapur tiba-tiba saja menyala dan mendengar suar seseorang yang berteriak padanya kontan membuat gelas dan roti ditangannya terjatuh.

" KYAAAA! "

karna kaget juga yang membuat Hinata berteriak. Hinata membalikan badannya dan melihat siapa yang ada di belakangnya.

" Kau! "

...

Hinata dan Sasuke masih belum lepas dari rasa terkejut saat suara ribut di lantai dua mendekat.

" Ada apa? Ada apa?!"

" Mikoto biar aku yang periksa, lebih baik kau diam disini."

" Tidak, aku ikut. Itu suara teriakan Hinata."

" Ayah, ibu lebih baik membawa senjata. "

Lalu derap langkah terdengar mendekati dapur.

" Ada apa ini?!."

Hinata dan Sasuke tersadar dari rasa terkejutnya saat mereka mendengar suara Fugaku.

" Ehh, ayah. Aku baik-baik saja hanya terkejut."

Karna lampu dapur yang sudah terang benerang Hinata dan Sasuke dapat melihat Ayah, ibu dan kakaknya yang berada di ambang puintu dapur. Alis Sasuke mengerut saat dilihat apa yang di bawa ayah dan kakaknya. Itachi dengan tongkat bisbol dan fukagu dengan katana milik keluarga Uchiha.

...

" Jadi, bisa tolong jelaskan apa yang baru saja terjadi?."

Hinata meringis mendengar suara dingin ayahnya, setelah membereskan kekacauan yang Hinata buat, sekarang ia dan Sasuke sedang duduk di ruang tamu, di kelilingi oleh ayah, ibu, dan kakaknya.

" etoo, tadi aku terbangun karena haus jadi pergi kedapur untuk minum." Hinata menunduk sambil meremas rok tidurnya.

" Dan kau Sasuke? "

Sasuke duduk bersandar disofa sambil membuang muka.

" Aku baru pulang dan melihat dia sedang menggeledah kulkas tampa menyalakan lampu dapur, jadi kukira dia maling."

" Dan apa alasan mu baru pulang dini hari seperti ini? Bukankah aku sudah mengingatkan mu jika hari ini ibu dan adik mu kembali kerumah. Bisa bisanya kau.. " teguran Fugaku berhenti saat lengan kanannya dipegang oleh sang istri.

" kau sudah makan malam Sasuke?. Ibu bisa memasakan mu sesuatu."

" Aku lelah dan ingin segera tidur. " Sasuke beranjak meninggalkan ruang tamu tampa menjawab pertanyaan Mikoto.

" Sasuke dimana sopan santunmu!."

" Sudah tidak apa-apa, mungkin dia memang lelah dan kau Hinata, kembalilah ke kamarmu. Besok hari pertama mu sekolah bukan." Mikoto menatap punggung sasuke yang bejalan menjauh dengan ekspresi sedih.

" Baik ibu."

Hinata beranjak menuju kamarnya di ikuti oleh yang lainnya. Satu yang ia sadari mungkin bukan hanya ia yang berubah tapi Sasuke juga. Dan mungkin semua tidak akan sama lagi seperti dulu.

...

Suara kicauan burung terdengar dari luar jendela kamar Hinata, melirik jam beker di samping tempat tidur yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Hinata mulai bangun dan meregangkan tubuhnya lalu berjalan menuju kamar mandi, hari ini adalah hari pertamanya sekolah dan ia harus bergegas jika tidak ingin terlambat.

Pukul 7 pagi Hinata sudah rapi dengan seragam sekolahnya, karena ini hari pertama jadi Hinata akan membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas. Setelah di rasa penampilannya cukup rapi Hinata mengambil tasnya dan keluar menuju meja makan.

" Selamat pagi." Hinata duduk di samping Itachi yang memang sudah berada lebih dulu di meja makan.

" Hmm, pagi." balas Fugaku sambil tetap berfokus dengan koran yang ia baca.

" pagi juga Hina-tan." balas Itachi sambil tersenyum.

" Jangan memanggilku seperti itu nii-san." Hinata cemberut mendengar panggilan Itachi.

" kenapa? Dulu kau suka jika aku panggil seperti itu."

" aku bukan anak kecil lagi."

Itachi terkekeh lalu mengacak rambut Hinata.

" Kau ini baru 17 tahun jadi masih di bawah umur."

Mendengar itu Hinata memutar bola matanya kesal, di luar sana pasti tidak ada yang tau sikap kakaknya yg konyol ini karena jika selain dengan keluarganya Itachi selalu menunjukan wajah datar dan dingin.

" makanan sudah siap"

Mikoto muncul dari dapur sambil membawa beberapa potong roti bakar, Hinata mencomot 2 buat roti bakar, manaruh di piringnya lalu mulai memakan sarapannya. Walaupun di kediaman Uchiha memiliki banyak pelayan tapi untuk urusan memasak Mikoto lebih suka untuk memasak sendiri dari pada harus menyuruh pelayan.

" Dimana Sasuke? Apa dia masih belum bangun?"

Mikoto duduk di sebelah Fugaku. Saat itulah Sasuke terlihat menuruni tangga sambil membawa tas sekolahnya.

" Pagi Sasuke, sarapan dulu."

Sasuke melirik sekilas lalu melanjutkan langkahnya. Hinata bisa lihat senyum lembut ibunya perlahan berubah menjadi ekspresi sedih.

" Sasuke." terdengar suara Fugaku yang ternyata sudah menaruh koran paginya membuat Sasuke menghentikan langkahnya.

" Sarapan." Hanya dengan satu kata dan itu membuat Sasuke membalikan badannya dan duduk di samping Hinata. Mikoto tersenyum senang lalu menaruh dua potong roti bakar di piring Sasuke.

Suasana dimeja makan di isi oleh keheningan.

" Aku selsai." Sasuke mengambil tasnya dan bangkit dari tempat duduk.

" Sasuke, ajak Hinata sekalian." Sasuke menoleh ke arah Hinata yang masih duduk disampingnya.

" Ayah, aku bisa.. " melihat Fugaku yang sedang menatap nya membuat Hinata mengurungkan niatnya.

" Ayah benar Hinata, lagi pula kalian kan satu sekolah jadi akan lebih baik jika kalian berangkat bersama".

" Baiklah."

Hinata mengambil tasnya lalu dan mengikuti Sasuke yang sudah lebih dulu pergi menuju garasi.

Hanya ada keheningan yang sangat canggung di dalam mobil sport berwarna lightblue milik Sasuke. Baik Sasuke maupun Hinata tidak ada yang memulai percakapan walau pun sebenarnya, dalam hati mereka ada banyak pertanyaan yang ingin disampaikan. Lalu tiba-tiba saja Sasuke menepikan mobilnya membuat Hinata menatapnya dengan bingung.

" Aku ingin mengatakan sesuatu."

Hinata diam. Masih menunggu ucapan Sasuke selanjutnya.

" Aku tidak ingin sampai ada yang tau jika kita saudara."

" Hah?"

Apa baru saja kakanya ini mengatakan jika ia tidak ingin ada yang tau bahwa mereka punya hubungan keluarga?. Hinata memandang Sasuke seasakan Sasuke mengatakan hal yang paling gila yang pernah ia dengar.

" Mungkin para guru sudah tau kita saudara, tapi aku tidak ingin sampai ada siswa yang tau bahwa kau adalah kembaranku. Aku tidak perduli kau akan di tempatkan di kelas apa tapi.. "

" Tunggu dulu. Apa kau menyuruhku untuk menyembunyikan hubungan kita?"

'kau?'

Sasuke menaikan sebelah alisnya saat mendengar Hinata memanggilnya dengan sebutan kau bukan nii-san seperti dulu. Hei bagaimana pun Sasuke tetap kakak Hinata walau hanya berbeda delapan menit.

" Ya. Jadi sebaiknya kau turun disini, aku tidak ingin ada yang melihat kita berangkat bersama."

Hinata tediam. Banyak perasaan yang tercampur aduk di hatinya. Marah, tersinggung dan kecewa.

" Hah! Baiklah, aku juga tidak ingin berangkat bersama mu!."

Hinata mengambil tasnya yang berada di jok belakang mobil lalu keluar dan membanting pintu mobil mewah Sasuke dengan keras.

Sasuke masih melihat Hinata yang berjalan menyusuri trotoar dengan muka merah padam, dengan muka datar Sasuke kembali menghidupkan mobilnya dan melaju dengan cepat menuju sekolah.

Hinata menghentikan jalannya saat mobil Sasuke melaju cepat melewatinya. Hinata menatap tidak percaya.

" Dia benar-benar meninggalkan ku?." entah kenapa tiba-tiba saja air mata Hinata menetes. Cepat-cepat Hinata menghapus air matanya dan melanjutkan jalannya.

" Menyebalkan."

...

Hinata berjalan mengikuti seorang guru yang baru di ketahuinya bernama Kurenai menuju kelasnya, lorong sekolah sudah mulai sepi karena memang jam pelajar sudah di mulai 10 menit lalu, tadi Hinata sempat mengunjungi kepala sekolah untuk melapor sekaligus meminta agar hubungannya dan Sasuke dirahasiakan.

Hinata diam di depan pintu kelas yang masih tertutup, dari sini Hinata bisa mendengar suara ribut yang ada di dalam kelas mungkin masih belum ada guru. Hinata melirik kepapan yang ada di atas pintu kelan yang bertuliskan kelas 2-3.

" Hyuuga-san."

Merasa di panggil, Hinata melihat ternyata Kurenai-sensei sudah berada di dalam kelas bersama seorang guru yang Hinata masih belum tau namanya. Kurenai tampak berbincang sebentar dengan guru berambut silver itu lalu pergi meninggalkan kelas.

" Apa yang kau lakukan? Masuklah dan perkenalkan dirimu". Hinata memasuki kelas. Seketika kelas yang awalnya berisik berubah menjadi sunyi. Hinata sedikit menunduk, gugup karena banyaknya pasang mata yang menatapnya penuh perhatian.

Menghembuskan nafas pelan lalu mendongak dan sedikit tersenyum.

" Ohayougozaimasu Hyuuga Hinata desu yorushiku o negai shimasu."

Hinata membungkuk selama beberapa saat lalu kembali menegakan badannya.

" Hyuuga? " guru di sebelah Hinata mengerutkan alis sambil kembali mengecek absen baru yang ia pegang. Mengerti maksud dari gurunya itu, Hinata menghampiri gurunya dan menjelaskan jika dia menggunakan marga ibunya bukan memggunakan marga Uchiha seperti yang tertulis di buku absen dan sudah mendapat persetujuan dari kepala sekolah.

" Baiklah, kau bisa duduk di belakang Haruno. Haruno angkat tangan mu."

Seorang gadis berambut pendek mengangkat tangannya. Hinata berjalan menuju tempat duduknya, tersenyum sekilah pada gadis yang duduk didepannya lalu duduk dibangkunya sambil mengamati guru yang belakangan Hinata tau bernama Kakashi.

...

Tbc

Jangan lupa tinggalkan jejak ya

Jejak kalian penyemangat ku hehe