Kau Siapa?
Warning : Gak serem, abal, gaje, anrh, typo(mungkin), dan segala sesuatunya yang berlabel 'WARNING'
.
.
.
Chapter 2 : Jangan menangis ya, Kaiko sayang...
.
.
"Huaaa.."
Kaito menutup telinganya rapat-rapat. Ia pusing. Kaiko menangis lagi. Padahal sudah jam setengah sepuluh dan adiknya belum juga mau tidur. Tugas skripsinya belum selesai dan deadline terus membuntutinya. Mau tidak mau, ia menghampiri ranjang berpagar Kaiko―adiknya yang baru berusia 6 bulan―yang ada dikamar orangtuanya.
"Uuh.. Kaiko.. Tidur, ya, sayang.. Sudah malam... Ssst..." Kaito menimang-nimang Kaiko. Kaiko tetap menangis, malah tambah keras.
"Uaaa!" Kaiko menambahkan volume suaranya.
Pusing. Kaito duduk diranjang kaa-san dan tou-sannya dan menaruh Kaiko disitu. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Aissh... Kaa-san dan tou-san kapan pulang?.. Huhh... PUSING!" gerutu Kaito.
Yang benar saja, tugasnya masih banyak, belum lagi deadline mepet, dia ngantuk;pake banget, harus mengurus Kaiko, tangisan Kaiko yang membuat telinga pengang, belum nanti kalau Kaiko pipis atau membuang kotorannya, harus membuat susu, mencari bahan untuk tugas, harus menatap layar laptop semalaman, bisa-bisa dia benar-benar tidak tidur sedetik pun!
Kaito menghela nafas berat. Berharap ada tante, paman, sepupu, atau tetangga juga boleh yang datang membantunya malam ini. Ia tidak tau, kenapa orang tuanya pergi dan sampai kapan mereka pergi.
"Huaaa... aaa..." Kaiko terus menangis. Kaito kembali menimang-nimang Kaiko dengan setengah hati.
Ponsel Kaito berdering. Kaito menghela nafas dan kembali menaruh Kaiko keatas ranjang king size kaa-san dan tou-sannya. Tangis Kaiko menjadi-jadi. Sebenarnya Kaito kasihan melihat adiknya menangis seperti itu.
"Halo Kaito, maaf, Kaa-san baru memberitahumu sekarang. Soalnya tadi siang kau kuliah dan sudah kaa-san coba telfon berkali-kali tapi tidak menyambung. Hari ini Ka―"
"Kaa-san! Kapan kaa-san dan tou-san pulang? Uhh, aku pusing sekali! Cepat pulang, ya? Tugasku menumpuk! Deadline sedikit lagi dan tugasku belum selesai! Huaaahh... Aku bisa gila! Kaiko tidak mau berhenti menangis! Aku sudah menggendongnya dan dia tidak mau diam! Dengar, suara tangisannya kencang sekali. Kaa-san pasti mendengarnya, kan? Keras sekali kan? Aku bisa stress!" oceh Kaito menumpahkan segalanya.
Ada jeda 3 detik sebelum kaa-san Kaito kembali berbicara.
Setelah mendengar kaa-sannya menjelaskan, wajahnya pucat. Ia menatap bayi perempuan berambut biru yang tergeletak diatas ranjang tepat didepannya. Kaiko menangis sangat keras. Kaito berlari keluar kamar dan mengunci pintu kamar tempat Kaiko menangis.
Buru-buru ia masuk kekamarnya, mengunci pintunya rapat-rapat dan memasang headphone ditelinganya. Ia menyetel musik dengan volume yang keras dan melanjutkan menyelesaikan tugasnya dengan tidak tenang. Tangannya bergetar. Takut dan sedih. Ia harus melewati malam yang panjang dengan rasa takut menyelubungi seluruh tubuhnya. Biar volumenya sudah dikeraskan, suara tangis Kaiko masih terdengar. Kaito menambah volume musiknya dan merilekskan dirinya.
.
.
"Kamu bicara apa Kaito? Dengarkan dulu kaa-san bicara. Kaiko? Kamu berhalusinasi, ya? Kaa-san ingin menyampaikan, kaa-san dan tou-san pergi dan pulang besok pagi untuk mengurus pemakaman Kaiko... Tabah ya, Kaito.. Dia.. sudah.. pergi.."
Yang udah ngereview, makasih banyak ya... X3
Mikan akan membalas review untuk yang nggak log in. Untuk yang punya account, udah Mikan balas lewat PM
To unnamed
Iya, Len kasian.. :"
Iya, ada chap 2-nya. Setiap chapter, karakternya beda-beda kok
Makasih reviewnya~ :3
To Guest
Kecepetan? Maaaaaaafff! X"(
Semoga chapter sekarang gak kecepetan, ya? Niatnya pengen bikin short chapter tapi malah kecepetan...
Makasih buat review dan peringatannyaa~ X3
Chapter 3 will coming soon...
Mind to Review, Favorite or Follow?
