Huwee.. maafkan author yang telat update! Ini aja nyolong waktu buat upload di laptop nii-san(moga-moga ga ketahuan..)! Yui Hoshina nee-chan, semoga puas yah!

Yuppie, RnR pliz!


Amu in Wonderland!

Disclaimer: Persik berjalan*plak* ehm, Peach-Pit sensei..

Perhatian: OOC, gaje, cerita ancur, tapi review yah~!

Warning: Persiapkan diri sebelum membaca fic ini, jangan sampe jantungan di tengah cerita sebelum mereview! Tapi kalau udah review yah terserah*plok!*… Dan satu lagi, jangan gunakan akal sehat kalian dalam membaca fic ini, karena kemungkinan endingnya akan beda jauh dengan cerita asli(dasar author payah..)!


~oOo~

KRIEET! Pintu dibuka, dan Amu sampai di terminal para banci, eh salah.. Maksudnya sebuah tempat yang nggak bisa dibilang bagus(gimana sih?).. Kalau bisa dibilang jujur tempat itu ACAK-ACAKAN! Ikan-ikan berjalan di darat, burung-burung berenang di kali, dan author melayang(?) di udara. Pemandangan yang lumayan mengerikan sebenarnya(masa sih?).

"Tempat macam apa ini? Kalau gini aku bisa makin nyasar!" Amu berniat kembali menuju ke pintu masuk, yang tanpa ia sadari pintunya menghilang.

"Ini pintunya kemana lagi? Aku terpaksa mesti keliling tempat ini dulu deh.." kata Amu males-malesan. Tiba-tiba dia mendengar suara tawa kecil dari atas pohon. Dia menengok dan menemukan sosok itu, seorang cowok, tapi dengan kuping & ekor kucing?

Amu menggosok-gosok, mengucek-ngucek, hingga mencolok-colok(?) matanya, mengira ia salah liat. Begitu ia melihat lagi, cowok itu menghilang.

"Tuh kan.. Ternyata emang salah liat!" kata Amu pada dirinya sendiri.

"Masa?" kata sebuah suara dari sebelah Amu.

Amu langsung menoleh dan melihatnya lagi, cowok dengan kuping & ekor kucing itu. Amu tiba-tiba mengulurkan tangan untuk…

"Ini kuping & ekor asli?" kata Amu sambil menarik-narik kuping cowok itu.

"ADUDUUH, hentikan itu!" teriak cowok itu sambil meringis, lalu menghilang tiba-tiba.

"Kyaa! Dia hilang!" Amu kaget karena cowok itu hilang lagi.

"Disini, bocah.." dan cowok itu sudah ada di atas pohon lagi.

"Eh, maaf, aku tadi kaget! Aku Amu, tadi aku ngikutin kelinci masuk ke lubang yang ada di sebuah pohon. Dan entah kenapa aku ada di sini!" Amu pun memperkenalkan dirinya.

Cowok itu melihat Amu, dia menghilang dan muncul lagi di dekat Amu. Dia melihat wajah Amu dari dekat.

"A-APA?" Amu kaget & blushing karena muka cowok itu dekat sekali.

" Sepertinya gak bohong.." ujar cowok itu sebelum menghilang dan muncul di samping Amu. "Baiklah kalau begitu Amu.. Aku Ikuto, atau ada juga yang menyebutku Chessire Cat. Selamat datang di Wonderland!" kata cowok bernama Ikuto itu sambil tersenyum yang mampu bikin Author cengok, pingsan & nosebleed sekaligus, sehingga fic ini tidak bisa dilanjutkan*digebuk massa*…

"Wonderland? Lalu bagaimana caranya aku keluar dari sini?" tanya Amu panik sambil teriak-teriak gaje.

"Ayolah, selagi kau disini ayo kita bersenang-senang! Sebentar lagi acara minum teh dimulai, kau mau ikut?" Ikuto menggandeng tangan Amu. Amu yang sedang dilanda desperado(halah) ngikut aja.


Sebentar kemudian, mereka sampai di sebuah bangunan. "Seperti rumah kaca.." pikir Amu. Readers bisa menebak bangunan itu? :3

Di dalam bangunan itu terdapat sebuah meja panjang, beberapa orang, err.. ada beberapa yang entah hewan entah manusia ikut duduk juga sih…

"Ah, Chessire! Akhirnya kau datang juga!" sebuah suara terdengar begitu Amu & Ikuto memasuki bangunan itu. Amu penasaran, setelah Ikuto, seperti apa lagi penghuni di Wonderland ini.

"Kenapa acaranya belum mulai?" Ikuto bertanya pada suara tadi. "Acara ini tidak mungkin dimulai sebelum kau datang." sang pemilik suara tadi mendekat. Amu pun bisa melihatnya dengan jelas.

DHEG!

"Chessire, apakah dia temanmu?" kata sosok itu.

"Iya, namanya Amu. Manusia yang nyasar ke Wonderland" kata Ikuto memperkenalkan Amu. Sementara Amu sejak tadi cuma bisa mematung, membisu, terpesona, atau bahasa sederhananya, cengok(halah). Soalnya sosok itu… PANGERAN IMPIANNYA!

"Perkenalkan, aku Tadase.. Atau kau bisa memanggilku Mad Hatter" kata cowok bernama Tadase itu menundukkan kepala sambil memperkenalkan diri. Amu cuma bisa ber ho-oh ho-oh (ngangguk-nggangguk maksudnya) sambil cengok dengan iler menetes, eh, ralat! Cengok aja!

Sementara yang lain udah duduk, Amu masih cengok sehingga Ikuto harus nyeret Amu ke kursi dulu. "Ayo kita mulai pesta minum tehnya!" kata Tadase sambil mengeluarkan cangkir dan teko dari topinya, readers yang susah membayangkan, pikirkan aja kantong Doraemon, ga usah susah-susah*plak!*!

Amu udah nggak cengok lagi sih, tapi dia jadi mikir, "Mad Hatter itu kan artinya orang gila bertopi, kenapa Tadase yang kayak pangeran ragunan kesasar(?) itu dipanggil Mad Hatter?". Saat sedang berpikir demikian, Amu ditegur oleh Tadase.

"Amu, kenapa tidak minum? Apakah tehnya tidak enak? Apakah kau ingin mencoba teh istimewaku, es teh panas?" tanya Tadase dengan wajah (sok) khawatir sementara author tersepona, eh terpesona akan ajaibnya Wonderland, bahkan minuman yang nggak guna itu juga bisa dibuat*ditarik readers karena ngerusak suasana*...

Amu pun gelagapan hingga salah ngomong, "Tidak! Tehnya enak kok, PANGERAN!"

DHEG!

Author ngorok, eh, salah! Tadase yang mendengar kata-kata Amu itu langsung…

"Siapa.."

Amu bingung, "Kamu kenapa, Tadase? Nahan napas? Nahan kentut?".

"SIAPA YANG LO PANGGIL PANGERAN? GUE INI (calon) RAJA PENGUASA WONDERLAND INI TAU! HUAHAHAHA!" teriak Tadase gaje sambil mengangkat salah satu kakinya di atas meja, sehingga para tamu yang ada disana kocar-kacir kesana-kemari bolak-balik maju-mundur sambil njerit-njerit gaje. Nah, sekarang pertanyaan Amu terjawab kan? Puas? PUAS*tukul style*? *ditabok readers*

Tadase mulai mengamuk dengan cara yang sungguh amat sangat tidak terhormat(baca: mencekik, melempar, memelintir, & membanting author). Sementara entah kenapa kok kayaknya para readers malah seneng yah?


Jadilah Amu diungsikan oleh Ikuto ke tempat lain(gw nggak?). Dan akhirnya, dengan semangat banci mendemo kenaikan harga kosmetik(?), Amu berkeras kalau bukan dia yang bikin Tadase ngamuk.

"Salahin dia sendiri dong! Punya tampang kayak Kim Bum diblender begitu! Gimana daku gak terlena?" Amu sambil memberikan alasan yang sangat (tidak) masuk akal itu pada Ikuto.

"Ah, perasaan gantengan aku deh.." kata Ikuto narsis. Siapa yang mau mendukung Ikuto? (author: gw! GW~!)

"UDAH! Yang penting sekarang aku mau pulang~!" kata Amu sambil pergi meninggalkan Ikuto.

"Kamu tau caranya?" tanya Ikuto.

"OH IYA~! Aku lupa! Sekarang kamu kasih tau cara supaya aku keluar dari sini!" Amu langsung balik badan & ke Ikuto lagi(dasar!).

"Gimana kalau aku gak tau?" kata Ikuto sambil tersenyum usil.

Amu pun bengong sesaat sebelum teriak, "Jadi kamu gak tau? Jadi percuma dong aku ikut kamu! Pulangkan daku pada enyak babe ku(?)!" Amu malah makin ngaco marahnya.

"Aku nggak tau, tapi aku kenal orang yang tau caranya. Cuma…" Ikuto menghentikan kata-katanya.

"Cuma kenapa?" Amu tambah bingung.

"Orangnya rada-rada sih.. Kamu yakin tetep mau pergi?" Ikuto kayaknya ngeri banget sama orang itu, Amu jadi penasaran.

"Daripada nggak dicoba, kita ke sana aja!" kata Amu (sok) yakin.

"Ya udah, aku harap kamu nggak nyesel!" kata Ikuto yang dengan berat hati menemani Amu menuju ke sebuah istana.

-Te Be Ce-


Author buntu ide mulu nih.. Terus rasanya humor & kegajeannya semakin berkurang, yah.. Author amat sangat mohon maaf(lha?).

Nah, tolong review yah. Satu review 1000*plak!*, hush, jangan negatip thinking mulu! Maksudnya satu review itu berarti 1000 dukungan untuk Author dalam menyelesaikan fic lebay nan gaje ini. Dan siapa lagi yang mau mendukung Ikuto? POKOKNYA REVIEEEW~!

NB: Kalau gak review ntar Author ngambek & mogok bikin fic, niih~ *ditakol readers*

Klik yang disini.. ;3

l

l

V