The love of Bracelet

Disclaimer : Tite Kubo always. *sembah-sembah Tite Kubo sensei*

Rate : T, Hurt Comfort, Romance

Pair : IchifemHitsu forever*di injek berjamaah*

Summary : Cinta tulus mereka dihubungkan dengan sebuah gelang perak dengan cincin yang menggantung di gelangnya. Akankah cinta mereka terpisahkan? Nyokk lanjut bacanya…

Note : Special tahun baru, apdet kilat. Terima Flame dan koreksi para pembaca untuk menyampaikannya pada post review. Terima kasih.

HAPPY NEW YEAR! #bakar-diri-sendiri

Nahlo? #abaikan

Ichigo POV.

"Haaahhh! Dasar ayah sialan! Berani-beraninya mengaturku seperti itu!"kataku menggerutu tentang kebodohan ayahku itu.

Aku berdiam diri di balkon kamarku dan memandang langit malam yang bertabur banyak bintang itu. aku terus saja berdo'a agar seseorang disana akan segera datang ke Jepang. Yaa, siapa lagi kalo bukan Princess gue Hitsugaya Toushiro. gue terus berdo'a supaya ia bertambah cantik, imut, dan manis bagai putri di cerita-cerita dongeng yang sering di ceritakan oleh orang tua pada anak perempuannya.

"Haahh! Cepatlah datang Toushiro! aku… sangat rindu padamu…"bisikku dan langsung tidur diranjangku tercinta ini.

End Ichigo POV

Pagi harinya~

Ichigo baru saja datang ke sekolah langsung disuguhi oleh teriakan para fansgirl yang buanyak banget itu. yaa, tau sendirilah muka Ichigo kaya mana? Badannya kaya mana? Gayanya kaya mana?. Tidak mungkin jika ada yang tak kenal dengan seorang Ichigo Kurosaki yang… yahh. Begitulah! Ichigo memang sosok yang sempurna dan sosok yang di idam-idamkan oleh banyak orang. Tapi, …

"Ichigo-senpai! Ohayo senpai!"
"Ichigo-senpai! Terimalah coklat ini! Ini buatanku sendiri loo!"

"Ichigo-senpai! setelah pulang sekolah, kita jalan-jalan yuk!"

"Tidak terima kasih! Aku sibuk!"Ichigo langsung pergi tanpa mengerti perasaan sang fans yang nyatanya malah berperinsip gak bakal nyerah semudah begitu saja.

Ichigo langsung pergi keruang biasanya. Dan terkejut saat melihat Hanatarou yang mengatur-atur dokumen nista itu.

"Oii! Sedang apa kau disini? Seharusnya kau di rumah dan istirahat! Aku tidak mau nanti saat acara penerimaan murid baru kau malah sakit dan itu bisa menambah pekerjaanku tau!"cerocos Ichigo. Yaa, Hanatarou adalah wakil ketua OSIS. Ia juga orang paksaan makhluk aneh berasal dari neraka di kelasku itu.

"Tak apa Ichigo-kun! Demamku sudah menurun! Aku tidak tega melihatmu mengerjakan semua tugas ini! Seharusnya aku yang mengerjakan ini semua!"katanya dan malah melanjutkan pekerjaannya dengan wajah lesu dan juga pucat itu.

"Haahh! Merepotkan! Sekarang letakkan itu dan segera pulang atau…"

"A-atau apa?"tannya gugup.

"Atau… aku akan menghukummu lebih berat dari yang kemarin!"kata Ichigo sambil menyeringai devil.

"Ba-baiklah! Akan aku kerjakan sekarang!"sambil lari-lari keluar kantor OSIS dan pulang ke rumah. Hanatarou memang tunduk pada Ichigo. Apalagi, Ichigo jago bela diri dan karate. Mau membantah? Siap-siap aja beli peti mayat buat loo nanti. Dan hukuman yang paling sering diterima Hanatarou adalah berdiri dengan satu kaki dan dengan gaya pesawat, yang tentunya tak boleh sampai jatuh. Kalau sampai itu terjadi, maka waktunya akan ditambah.

"Haahh! Merepotkan memang!"sambil melanjutkan kerjaan wakilnya itu.

Disisi lain, seorang wanita muda yang sangat-sangat cantik keluar dari bandara. Seorang gadis berambut putih seputih salju. Menggunakan baju ketat berwarna putih dengan blazer abu-abu yang dikenakannya dan juga celana jens ketat berwarna putih menambah kesan luar biasa dari gadis satu ini. Tak lupa kacamata coklat yang bertengger di wajahnya dan itu tentu saja menambah kesan cantik dan amazing.

Tiba-tiba segerombolan pria berblazer hitam dengan semua serba hitam itu datang mendekat ke arah wanita itu.

"Maaf Nona! Mobilnya sudah kami siapkan!"kata salah satu pria itu yang ternyata segerombolan pria itu adalah bodyguard yang berbadan 'wah' itu.

"Emm! Aku akan kesuatu tempat dulu. Kalian bawa pulang saja barang-barangku!"

"Kalau begitu, kami akan ikut dengan Nona! Demi keselamatan anda Nona!"kata pria itu lagi.

"Tidak perlu! Aku sudah hafal daerah Tokyo! Kalian bawa pulang saja barangku! Tak perlu khawatir! Aku akan baik-baik saja! hanya sebentar kok!"dan wanita itu langsung pergi meninggalkan segerombolan pria tolol yang membiarkan seorang anak pemilik perusahaan ternama di Paris itu.

"Tolong jangan matikan ponsel anda Nona! Kami akan selalu melacak Nona kemana pun Nona pergi!"mengejar gadis itu.

"Emm… aku pergi dulu!"dan gadis itu melanjutkan perjalanannya lagi.

Berkeliling Tokyo sendirian dan berharap bisa bertemu dengan seseorang yang kini tengah dirindukan. Yaa, gadis ini adalah Hitsugaya Toushiro, tunangan seorang Ichigo Kurosaki. Seorang gadis cantik, manis dan imut ini sangat bahagia bisa kembali lagi ke Jepang dan sekarang sedang mencari-cari Ichigo di taman tempat pertama kali mereka bertemu dan tempat pertama kali mereka berpisah. Toushiro semakin dewasa dan tentu saja bertambah cantik. Dan yang terpenting disini adalah ia sudah menepati janji untuk jadi gadis cantik agar Ichigo tambah klepek-klepek sama Toushiro. Tak henti-hentinya Toushiro memandang keadaan kota yang ramai dan banyak sekali mobil lalu lalang disamping mobil taxi yang ia naiki. Segitu rindunya kah Toushiro sampai hampir lupa berkedip melihat tower Tokyo yang menjulang ke langit itu.

"Waahhh! Aku rindu denganmu Tokyo!"kata Toushiro.

Setelah puas berjalan-jalan, Toushiro sampai di sebuah taman yang tidak terlalu besar dan juga taman ini tidak ada yang berubah sejak ditinggalnya selama 12 tahun lamanya. Berbagai sarana permainannya masih terawat dengan baik.

"…aku sudah datang… Ichigo…!"kata Toushiro.

Back to Ichigo.

Lagi sibuk-sibuknya Ichigo ngurusin data siswa baru, tiba-tiba si 'Monyet Jabrik Berambut Nanas' datang dengan songongnya buka pintu tak berdosa dengan menggerebeknya.

Buuaakkk

"ICHIGOOO!"teriak Renji.

"AARRGGHHH! APA? BISA GAK SIH KALO MASUK KETUK PINTU DULU?"sembur Ichigo yang memang lagi bad-bad-bad mood itu.

"Hehehehe… sory! Gue Cuma mau bawain loo makan siang! Nihh!"sambil nyodorin bento ke arah muka Ichigo.

"Gue gak laper! Gue kenyang liat tugas gue semakin menggunung!"Ichigo tetap focus pada computer di depannya.

"Gak boleh Ichigo! Loo harus makan, lagipula itu tugas kan bisa di lanjutin nanti sehabis makan siang!"

"LOO PIKIR TUGASNYA CUMA SEBIJI DUA BIJI? INI BANYAK CUYY! KALO NYELESEIN 2 HARI 3 HARI JUGA BELUM TENTU KELAR!"sembur Ichigo lagi.

"Waaiiss! Sabar bro! jangan emosi! Relaxs bro, relaxs!"Ichigo pun mulai sedikit santay.

"Ohh yaa Ichigo! Ini, gue di suruh Nanao-sensei ngasih ini ke loo! Katanya ada siswi pindahan dari Paris yang akan sekolah disini!"jelas Renji sambil ngasih amplop coklat tebal ke Ichigo yang malah melamun.

"Oyy! Melamun lagi, dari pada ngelamun, lebih baik makan tuh bento. Ntar dingin gak enak loo!"Renji minggat dari RO meninggalkan Ichigo yang terlihat gundah dan galau itu.

"…Paris…! Ashiteru Toushiro!"bisik Ichigo yang menatap sendu amplop itu dan meletakkannya di laci meja untuk diperiksa nanti.

Toushiro sampai di depan salah satu rumah bak istana kerajaan. Rumah itu adalah rumah milik paman dan bibinya yang tinggal dan menetap di Jepang. Ia adalah Yoruichi Hitsugaya dan Urahara Hitsugaya. Ia merupakan paman dan bibi dari Hitsugaya Toushiro. memang seluruh keturunan keluarga Hitsugaya bergaris keturunan keluarga yang berada diatas rata-rata atau keturunan darah biru. Terbukti oleh keluarga paman dan bibinya yang tak kalah kaya dengan keluarga Toushiro. mereka menetap di Jepang karena mereka memang tak mau meninggalkan tanah kelahiran mereka sendiri.

Toushiro berjalan ke arah pintu besar di hadapannya dan mengetuknya.

Krekk

"KYYAAA! AHKIRNYA KAU DATANG JUGA! AKU SANGAT KHAWATIR SAAT YANG DATANG KERUMAH INI ADALAH BARANG-BARANGMU BUKAN KAU!"kata Yoruichi sang bibi yang memang sudah menganggap Toushiro ini seperti anak kandungnya.

"Yaa! Orang suruhan paman bilang kau ingin kesuatu tempat! Ingin paman penggal kepala mereka yang berani-beraninya membiarkanmu sendirian!"kata Urahara yang memang overprotectif pada Toushiro itu.

"Hehehehe! Maaf sudah mengkhawatirkan kalian, aku hanya ingin memeluk Jepang!"terang Toushiro lengkap dengan senyum sumringah karena impiannya untuk kembali ke Jepang tercapai.

"Haahh! Baiklah! Ayo masuk ke kamarmu! Bibi sudah menyiapkannya untukmu jauh-jauh hari ketika bibi mendengar kau ingin tinggal di Jepang dari ayahmu itu!"terang bibi yang langsung membawaku ke kamar baruku.

"Naahh! Ini dia kamar barumu!"

"Waaooo! Bagus sekali!"mata Toushiro sangat berbinar melihat kamarnya.

"Kau suka?"Tanya paman yang ikut masuk ke kamar baru Toushiro.

"Yaa! Sangat suka sekali!"

Sebuah kamar yang luas. Memang satu ruangan. Di dalamnya terdapat lemari 4 pintu yang terbuat dari kaca. Tempat tidur king size. Sebuah meja dan kursi belajar tertata rapi di sudut ruang dekat jendela besar yang seperti pintu bergeser itu. Tak lupa juga dengan beberapa rak buku yang tersusun rapi. Sebuah piano berwarna putih di tengah-tengah kamar toushiro. yaa, Toushiro memang suka bermain piano. Banyak sekali lagu yang pernah ia bawakan saat ia sedang bermain piano. Meja kecil di dekat ranjangnya menambah kesan elegan kamar ini. Balkon kamar Toushiro juga besar. Terdapat ayunan kecil dan meja kursi untuk melihat pemandangan luar. Memang sangat bagus dekorasi kamar baru Toushiro. kamar mandi yang besar dan luas. Bathtub yang luas dan mampu menampung 5 orang sekaligus. Tak lupa dekorasi serba putih di kamar mandi itu menambah kesan mewah di kamar mandi itu.

"Apa aku terlalu merepotkan bibi?"Tanya Toushiro yang duduk di depan pianonya.

"Tentu saja tidak! Sekarang kamar ini adalah milikmu! Dan juga rumah ini adalah bagian dari dirimu juga!"kata bibi sambil mengelus rambut putih halus Toushiro.

"Yaa! Semoga kau betah tinggal disini!"kata paman yang turut menimpali.

"Tentu saja aku betah disini! Di Jepang memang surga buatku!"kata Toushiro sambil melantunkan tuts piano dengan jari lincahnya yang menari-nari di tuts piano itu.

"…untuk paman dan bibi… terima kasih…dengarkanlah!..."kata Toushiro menyanyikan lagu

Toushiro POV

"…indahnya Tokyo!...aku berharap…kebahagiaanku akan bertahan lama…dan juga rasa rindu ini…akan segera terobati…Ichigo…"batinku yang bermain dengan piano baruku ini. Ditemani paman dan bibi yang mendengar nada indah yang kumainkan dengan penuh penghayatan itu. terlihat dengan mata mereka yang tertutup dan kepala mereka yang sedikit mengalun mengikuti alunan nadaku.

'Aku sangat merindukanmu Ichigo. Telah lama aku menunggumu dan kau tau? Aku sudah menguasai bahasa isyarat. Kau harus melihatku bicara dengan bahasa isyarat. Dan aku juga akan mengajarkannya padamu. Aku ingin segera bertemu denganmu Ichigo. Apakah kau sama seperti ku?'

Malam yang indah dan tenang dengan alunan nada dari piano dari kamar Toushiro yang bergema di rumah bak istana itu. yaa, sejak kedatangan Toushiro ke rumah itu, suasana rumah menjadi sangat tenang damai dan menyejukkan hati. Apalagi nada piano itu belum berhenti sejak senja barusan sampai malam dan menunjukkan pukul 8.45 itu.

Berbeda dengan di kediaman rumah Ichigo Kurosaki yang berbeda dan sangat berbanding terbalik dengan kediaman rumah Toushiro. di rumah ini telah terjadi perang mulut seperti biasa. Memang setiap hari rumah ini selalu terdengar suara bentakan, teriakan dan yang paling nista adalah suara memaki antara ayah dengan anak lelakinya. Sungguh rumah yang selalu ramai. Tak jarang para tetangga menggerutu tak jelas dengan makian mereka yang terdengar hingga ke dalam rumah mereka yang membuat anak mereka terkena virus kotor bin nista keluarga Kurosaki. Tapi, memang seperti inilah cara mereka melampiaskan kasih dan sayang mereka terhadap sesama. Dan ini memang terdengar konyol. Mereka memaki satu sama lain karena mereka itu sayang pada keluarga mereka.

"DASAR AYAH PEDO! AKU LELAH, JANGAN MEMBUATKU BERTAMBAH LELAH!"teriak Ichigo dari dalam kamarnya.

"OIII! AYAH INI SANGAT MENGKHAWATIRKANMU TAUK! CEPAT MANDI DAN MAKAN MALAM BERSAMA!"teriak sang ayah sinting didepan pintu kamar Ichigo.

"…"Ichigo tak merespon suara merdu ayahnya lagi karena ia sudah kelewat capek dengan kerjaan di sekolahnya yang mengeksekusinya dengan bergunung-gunung lembaran-lembaran tugasnya sebagai ketua OSIS yang, yah! Kalian tau sendiri kan bagaimana repotnya jadi ketua OSIS yang kerjaannya ngatur-ngatur semua kegiatan sekolah. Sangat menyedihkan sekali hidupmu Ichigo Kurosaki.

Ichigo tekapar indah diatas ranjangnya. Karena Ichigo belum mandi, ia berjalan dengan ogah-ogahan ke kamar mandi. Tak lupa dengan handuk yang bertengger di pundaknya dengan juga tak luput dengan wajah lelahnya. Yuzu yang melihat itu hanya geleng-geleng.

"Sepertinya Ichy-nii sangat lelah! Sampai lesu begitu wajahnnya!"kata Yuzu ditengah acara kegiatan memasukkan makanan ke mulut mereka.

"Emm… apakah tugas seorang ketua OSIS sangat berat dan banyak? Kalau iya, aku tidak akan mau menjadi ketua osis!"kata Karin yang seenak jidat menyahut perkataan Yuzu.

"Sepertinya begitu…"kata Isshin yang tak menghentikan kegiatan makannya.

Back to Toushiro~

"Shiro-chan! Ayo makan malam!"kata Yoruichi yang menepuk pundak Toushiro yang lagi asyik membuka-buka buku music di depannya.

"Emm! Baik bibi!"Toushiro beranjak dari kursi tempat pianonya berdiri tegak dan sempurna di hadapannya.

Mereka makan malam dengan sangat hikmad.

"Semenjak Shiro-chan ada disini, rumah ini jadi penuh nada indah mengalun merdu di telingaku!"kata Urahara yang menghanyutkan susasana hening namun damai di meja makan itu.

"Iya! Sejuk sekali pikiranku sekarang!"

"Ahh! Aku belum menguasai beberapa nada dan juga kemana perginya Jinta dan Ururu?"Tanya Toushiro pada dua kakak beradik yang unik itu.

"Ahh! Mereka akan pulang saat makan malam. Katanya ada tugas dari sensei galak mereka. Sebentar lagi juga mereka pulang!"

Yaa, Jinta dan Ururu merupakan anak dari Urahara dan Yoruichi Hitsugaya. Jinta adalah anak laki-laki yang sangat pemberani dan juga memiliki rambut merah dan mata tajam. Ururu adalah anak cantik manis dan sangat polos. Tak jarang sang kakaknya sangat kualahan mengurus adiknya yang polosnya bukan main itu. gadis berambut ungu ini memang unik dan umurnya baru 13 tahun dan sang kakak Jinta berumur 14 tahun. Mereka hanya berbeda satu tahun.

"Kami pulang!"teriak suara Jinta dan di susul Ururu yang masuk dengan wajah lesunya karena sang kakak terus mengomelinya di jalan hingga sampai di rumah pun masih ngomel-ngomel dengan topic yang sama.

"Haahh! Lelah sekali! Lama sekali kau membuat PR mu itu! hampir mati mengenaskan aku karena cubitan teman-temanmu itu!"sambil ngasih liat pipinya yang merah dan duduk bersandar di sofa ruang tamu.

"…"Ururu hanya diem mingkem seribu bahasa dan mendengarkan dengan setia ocehan nista sang kakak yang gak ada hentinya itu.

"Kalian sudah pulang?"sapa sang ibu yang di susul sang ayah dan tentunya Toushiro mengekor di belakang mereka.

"Kalian pasti lelah! Ohh yaa! Tebak siapa yang akan tinggal disini!"kata sang Urahara sambil memperlihatkan kakak sepupu jauh Jinta dan Ururu.

"Waah! Shiro-nii!"kata Ururu yang langsung memeluk Toushiro sayang.

"Lama tak bertemu Uru-chan!"

"Apakah Shiro-nii sudah lama disini? Kapan datangnya? Kenapa aku tidak tau?"Tanya Jinta yang terakhir memeluk Toushiro.

"Sebenarnya tadi pagi. Tapi Karena aku tadi jalan-jalan dulu, jadi senja tadi aku sampai disini!"jelas Toushiro.

"Aku rindu Shiro-nii! Apakah berat badan Shiro-nii turun? Rasanya Shiro-nii bertambah kurus saja!"kata Ururu yang bermanja dengan Toushiro yang merupakan kakak sepupu terbaik dan paling di sayang. Karena Ururu pengen punya kakak perempuan yang mengerti tentang keadaanya. Yang bisa di ajak curhat dan melakukan sesuatu yang imut dan lucu bersama.

"Ohh yaa! Aku membawa oleh-oleh untuk kalian! Ada di kamar kalian!"kata Toushiro yang kemudian mereka berdua lari terbirit-birit menuju kamar masing-masing.

"Waahh! Shiro-chan sangat baik! Sampai membelikan Jinta dan Ururu oleh-oleh!"kata Urahara.

"Hehehe! Itu tak seberapa!"kata Toushiro yang tersenyum manis. Karena Yoruichi gak tahan dengan senyuman tulus Toushiro, ia langsung memeluk Toushiro.

"Haahh! Senangnya bisa melihat senyum indahmu itu! sama seperti ibumu! Ia sering tersenyum seperti itu jika kami saling bertemu!"

"Hehehehe..."Toushiro hanya tertawa garing.

"KYYAA! ini kan baju keluaran terbaru di Paris! Aku baru melihatnya tadi di majalah milik Nura!"kata Ururu yang berbinar-binar matanya.

"Terima kasih atas tongkat baseball ini! Aku menyukainya! Terima kasih!"kata Jinta. Mereka memeluk Toushiro 'lagi'

"Yaa! Sama-sama!"

Pagi yang cerah~

Toushiro sudah bangun dan sudah bersiap-siap bersekolah. Yaa, urusan sekolah Toushiro sudah di urus sangat cepat. Karena jika uang yang bermain memang cepat. Dan sekarang, Toushiro sedang menunggu di mobil untuk berangkat bersama-sama dengan Ururu dan Jinta yang terlihat terlambat bangun. Ahh! Sepertinya Toushiro yang terlalu cepat bangun.

"Uru-chan! Jinta-kun! Ayo cepat! Nanti kalian terlambat loo!"teriak Toushiro dari dalam mobil yang kacanya di buka.

"Shiro-nii! Ini masih pukul 6.05! Sangat awal jika berangkat sekarang!"kata Jinta yang lagi pake sepatu.

"Waahh! Shiro-nii sangat bersemangat sekali!"Ururu masuk kedalam mobil tepat di samping Toushiro.

"Yaa! Ini pertama kalinya aku bersekolah di SMU di Tokyo! Aku jadi sangat gugup!"

"Aku akan jalan kaki saja! lebih menyenangkan jalan kaki!"Jinta langsung ngelongos pergi meninggalkan mereka yang tengah sibuk dengan urusan wanita yang memang merepotkan itu.

Jam menunjukkan pukul 6.25. Toushiro sudah tiba di sekolah barunya. Yaitu SMU Karakura. Beberapa bodyguard terlihat membuntuti Toushiro dari belakang. Banyak sekali yang melihat heran kearah Toushiro. walaupun rata-rata banyak yang melihat dengan tatapan berbunga-bunga dari para kaum pria dan juga tatapan risih untuk kaum wanita yang mungkin merasa tersaingin dengan kecantikan Toushiro. baru aja Toushiro menjajahkan kaki sepertinya Toushiro bakal punya banyak fans nih!

"Maaf Nona! Apa sebaiknya kita menunggu sambutan dari kepala sekolah dulu?"Tanya bodyguard di belakang Toushiro.

"Tidak perlu! Aku tidak butuh sambutan!"sambil tersenyum pada bodyguard-nya.

"Ba-baiklah kalau begitu! Mari menunggu di mobil saja Nona! Kami akan…"perkataan itu langsung terputus karena Toushiro sudah memotongnya.

"Aku akan berkeliling untuk mengenal sekolah ini dulu!"kata Toushiro meninggalkan para bodyguard-nya.

"Maaf Nona! Sebaiknya jangan jauh-jauh dari kami! Kami akan…"

"Tidak perlu! Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku! Aku akan baik-baik saja! lagipula, orang-orang di sini pasti orang baik!"sambil tersenyum 'lagi'.

"Ta-tapi Nona! Ini perintah dari Nona Suzune dan juga para Nyonya dan Tuan Hitsugaya!"

"Katakan pada Suzu-nii! Aku akan baik-baik saja! Dan katakan juga pada Suzu-nii! Aku tidak membutuhkan pengawasan lagi! Aku sudah dewasa! Aku juga sudah bisa menjaga diriku sendiri! Aku bisa tidak focus jika terus di buntutui seperti ini! Tolong katakan padanya yaa!"tersenyum ramah.

"Baiklah! Tapi aku saya akan mengawasi Hitsu-chan sendiri! Bagaimana?"suara seseorang yang berada di belakang para bodyguard.

"Suzu-nii! Kau sudah datang?"kata Toushiro sambil tersenyum bahagia. Yaa, Toushiro memang sangat mudah senyum kepada semua orang. Karena Toushiro terlahir dengan jiwa yang masih sangat polos dan pikiran pun juga sangat polos walau otaknya sudah tercemari oleh wajah seorang Ichigo. Percayalah Ichigo memang cahaya hidup Toushiro.

"Saya akan mengawasi Nona dari kejahuan, mengantar jemput Nona dan juga mengawasi proses belajar Nona! Bagaimana?"Tanya Suzune yang tengah menyeringai.

"Baiklah Suzu-nii! Saya menerima tawaran Suzu-nii! Terima kasih sudah mengertiku!"sambil berjalan meninggalkan kerumunan para bodyguard-nya menuju gedung utama sekolah ini. Memang luas sekali halaman sekolah ini. Lapangannya pun tak kalah besar. Tapi yang paling mendominan disini adalah taman hijau penuh dengan pohon dan juga tak jarang Toushiro melihat beberapa bunga tumbuh di sekitar taman itu. sungguh indah. Seandainya sekolah author begitu*dilempar sandal jepit*. Tak heran jika banyak siswa yang duduk bersantai di taman sembari menunggu bel masuk.

"Waahh! Tak kalah dengan sekolah di Paris!"kata Toushiro masuk ke dalam koridor yang penuh dengan anak laki-laki. Maklum lah! SMU Karakura memiliki banyak siswa laki-laki dan sekitar 75% adalah laki-laki, sisanya adalah perempuan. Tak heran jika saat ini banyak pasang mata yang memandang sosok bidadari nyasar di sekolah mereka. Terlebih lagi rambut putih Toushiro yang mencolok itu sangat mengundang pasang mata yang lainnya. Dan juga seragam yang ia kenakan berbeda dengan yang lain yang menandakan bahwa ia pasti murid pindahan.

Tersenyum. Itulah yang di lakukan Toushiro saat ini. Membalas semua tatapan yang tertuju padanya dengan senyuman manis yang entah kenapa mereka malah mengeluarkan cairan merah dari hidung mereka. Toushiro pun tak mengerti dan berjalan-jalan sembari bertanya-tanya tentang sudut beluk sekolah ini.

"Maaf! Perpustakaan di sebelah mana yaa? Saya siswa baru disini, jadi belum mengerti tentang tata ruang disekolah ini!"Tanya Toushiro kepada segerombolan pria dengan senyum ramahnya. Dan yang paling membingungkan adalah…

"Sebelah sana!"jawab mereka serempak tapi menunjuk kesembarang arah.

"Eng?"Toushiro bingung, karena ada yang menunjuk ke sebelah kiri, ada yang menunjuk sebelah kanan dan bahkan atas. Mungkin maksudnya di lantai atas.

"Aish! Maaf! Sebelah sana!"jawab mereka serempak lagi di tambah dengan acara tunjuk-menunjuk yang semakin menggila itu. tak jarang mereka malah adu mulut sebentar. Toushiro hanya tertawa hambar melihat tingkah mereka.

"Haahh! Suara apa itu rebut sekali!"kata Hanatarou yang gak sengaja lewat.

"Maaf! Jangan bertengkar seperti itu!"kata Toushiro mencoba menenangkan mereka yang hampir adu jotos itu.

"Oii! Apa yang kalian lakukan? Tindakan kekerasan bisa membawa kalian kehadapan ketua OSIS! Kalian mau berurusan dengan ketua OSIS kita?"dan mereka segera bubar dengan wajah ketakutan mereka.

"Maafkan merek…a"Hanatarou nganga sendiri lihat gadis di depannya. Sungguh sekarang ia ingin pulang dan menyuruh sang ayahanda segera melamar untuk gadis di depannya ini. Tapi, tahan dulu…

"Saya siswa baru disini! Bisakah saya mohon bantuan anda untuk mengenalkan seluk beluk gedung dan ruang disekolah ini! Saya butuh panduan!"kata Toushiro sopan.

"Ja-jadi kau siswa baru!"wajah wakil ketua OSIS ini sudah merah semerah tomat.

"Iya! Perkenalkan saya Hitsugaya Toushiro! panggil saja Toushiro!"

"He-eh! Yaa. Toushiro!"sambil salting.

"Jadi, nama anda ?"saking gugupnya Hanatarou lupa sebutin nama.

"Ha-Hanatarou Yamada!"

"Baiklah Yamada-san! Bisakah kau membantuku?"

"Ehh! Jangan panggil aku begitu, panggil saja Hanatarou!"

"Ukh! Ehhm!"sambil mengagguk mantap.

"Tapi maaf yaa! Saya harus ke ruang OSIS untuk menyelesaikan tugas saya! Sudah 5 hari saya tidak masuk karena sakit demam. Jadi tugas pasti sudah sangat menumpuk. Sekali lagi maaf yaa!"menyesal berat Hanatarou menolak ajakan sang Princess Winter kaya Toushiro.

"Yaahh! Yaa sudahlah! Saya akan minta tolong pada yang lain saja! semoga tugas Hana-kun cepat terselesaikan! Ganbatte ne,!"Toushiro permisi dan minggat keliling gedung lagi. Sedangkan Hanatarou sibuk merutuki diri sendiri karena menolak ajakan Toushiro.

Saking asyiknya berkeliling, Toushiro sampai lupa waktu. Bell berbunyi dan seluruh siswa dengan cepat menghilang masuk kedalam kelas masing-masing. ia sendiri malah bingung mau kemana.

"Aku, aku harus apa sekarang?"Tanya Toushiro pada dirinya sendiri. Yaa, Toushiro kan gadis kelewat polos, jadi maklumlah jika Toushiro kebingungan sekarang di koridor sepi.

"Maaf! Sedang apa anda disini? Kenapa tidak masuk kelas?"suara seorang atau lebih tepatnya seorang sensei yang tak sengaja lewat di koridor itu.

"Haaah! Sensei! Maaf! Saya tidak tau harus kemana, karena saya masih baru disini!"

"Baru? Kau anak baru?"

"Emm! Saya murid pindahan dari Paris! Dan ini hari pertama saya bersekolah!"

"Pa-Paris? Ka-kalau begitu! Namamu…"kata sensei itu begitu terkejut.

"Nama saya Hitsugaya Toushiro! senang bertemu denganmu sensei!"

"A-apa? Ternyata orang itu adalah kau! Ahh! Maaf! Kenapa Shiro-sama ada disini?"

"Ah sensei! Jangan memanggilku begitu! Panggil aku Toushiro!"

"Ta-tapi! Ahh! Sebaiknya Shiro-sama ikut denganku!"sambil menyeret Toushiro menuju kantor kepala.

Mereka berjalan beriringan menuju kantor kepala sekolah. Yaa, di sana Toushiro bertemu dengan seorang kakek parubaya yang tengah duduk sambil menulis sesuatu di kertas-kertas bertumpuk di hadapannya.

"Ohayo!"sapa lembut Toushiro.

"Kau pasti anak dari Hitsugaya-san! Apakah itu benar?"Tanya kepala sekolah itu.

"Haii'"

"Kalau begitu, namamu pasti Toushiro Hitsugaya! Benar kan?"tanyanya lagi.

"Haii'"

"Kalau begitu, kau akan masuk kelas XI-A! di sana banyak yang memiliki kemampuan sepertimu! Kau hebat di berbagai bidang! Saya harap kau akan senang bersekolah di sini!"kata kepala sekolah yang di ketahui dari papan nama di mejanya, ia bernama Shigekuni Yamamoto.

"Arigatto! Yamamoto-sama!"

"Hmm… ternyata kau ini sangat sopan yaa!..."Toushiro hanya nyengir.

"Kalau begitu,… bolehkan aku memanggilmu… cucuku?"

Semua orang yang ada di ruangan itu jawdrop. Ternyata ini kakek tua tukang cabul #kena-Ryuji- jaka-Yamamoto-sama.

"Hmm! Tentu saja boleh!"angguk Toushiro semangat.

[▫□▫]~[▫□▫]

"Sensei! Apakah anak kelas XI-A siswa yang baik?"Tanya Toushiro di sela-sela perjalanannya menuju kelas baru dan juga teman-teman barunya.

"Hmm! Mereka siswa yang berbudi pekerti baik! Sekolah ini menerapkan disiplin yang kuat dan tegas!"jelas sensei. Dari name tag di dadanya, ia bernama Byakuya Kuchiki.

"Eumm! Sepertinya sekolah ini menerapkan peraturan yang keras yaa?"tebak Toushiro.

"Yaa! Kau benar! System ini baru di laksanakan sejak ketua OSIS kita!"

"Ketua OSIS?"

"Semenjak ia menjabat menjadi ketua OSIS di sekolah ini, seluruh siswa jadi tunduk dan patuh pada peraturan sekolah ini!"

"Me-memangnya, hukuman apa yang di terima jika kita melanggar aturan sekolah sensei?"Toushiro jadi penasaran dengan sosok ketua OSIS itu.

"Entahlah! Aku juga tidak tau bagaimana cara ia menghukum siswa yang nakal!"

"Apakah semacam hukuman fisik?"

"Aku rasa tidak!"

"Kekerasan?"

"Mungkin! Tapi, selama ini tak ada keluhan dari siswa yang bersangkutan!"

"Begitu!"tak terasa, mereka berdua telah sampai di kelas baru Toushiro.

"Tunggu di sini dulu!"sang sensei pun masuk.

+[~V~]+

"Kau tunggu disini dulu!"Byakuya pun memasuki kelas dan beberapa menit kemudian Toushiro di perbolehkan masuk.

"Masuklah!"suara Byakuya dari dalam mempersilahkan Toushiro masuk.

Srraakk~

Hening~

"Perkenalkan dirimu!"

"Ha'i! ohayo minna-san! Kalian bisa memanggilku Toushiro or Shiro. Semoga minna-san senang berteman dengan saya!"kata Toushiro panjang lebar dan langsung di hadiahi oleh kehisterisan warga kelas XI A.

"Rambutmu indah Shiro-chan! Apakah kau menyemirnya?"

"Tidak! Ini rambut asli!"

"Bahasa jepangmu bagus Shiro-chan!"

"Ahh! Karena orang tuaku orang jepang asli!"

"Kau pindahan dari mana Shiro-chan!"

"Sudah-sudah! Bertanyanya dilain waktu saja! Shiro-chan! Kau bisa duduk di mmm… kursi nomor dua dari belakang pojok sana!"kata Byakuya sensei yang langsung di beri anggukan oleh Toushiro.

Banyak sekali yang memberikan senyuman pada Toushiro. yang banyak memang anak laki-laki, kan sekolah kebanyakan laki-laki. Tapi, semua wanita tersenyum ramah pada Toushiro. sepertinya Toushiro akan mempunyai banyak teman.

Bell istirahat pun mengalun indah di setiap pasang telinga yang menangkap suara alunan surga itu.

"Hhaahh… akhirnya istirahat juga…"kata Toushiro sambil menyusun buku-bukunya kedalam tasnya. Barusan saja chibi Shiro ini bersandar pada belakang kursinya, para manusia gaje bermata berbinar mengerubungi Toushiro.

"E-eehh! Ada apa yaa?"Tanya Toushiro keringat dingin. Ngeri juga di kerubungin begitu. Sangka Toushiro buronan yang kabur dari penjara apa?.

"Shiro-chan! Kau cantik sekali!"

Oke! Tadi itu pujian.

"Kau juga manis Shiro-chan! Maukah kau kencan denganku besok?"

Dan itu tadi adalah sebuah ajakan kencan. Tunggu dulu. APAA? KENCAANN?.

"Shiro-chan! Maukah kau makan siang denganku?"

Dan macam-macam ajakan yang di tujukan untuk Toushiro. mulai dari kencan, makan siang bahkan sampai mampir ke rumah mereka untuk minta izin melamar~lupakan saja kalimat terakhir~.

"Hehehehe…"dan semua ajakan nista itu hanya di hadiahi sebuah senyuman manis dari Toushiro yang tau-tau para lelaki sudah pingsan kekurangan darah akibat nosebleed yang berlebihan.

Dan sekarang beralihlah para wanita yang mengerubungi Toushiro.

"Shiro-chan! Kau pakai shampoo merek apa? Rambutmu lembut sekali!"

"Shiro-chan! Apa kau memakai pelembab bibir? Bibirmu cantik sekali!"

"Shiro-chan! Apa kau memakai contactlens? Matamu indah sekali!"

Dan banyak lagi pujian yang di terima oleh Toushiro. sangat waah kah Toushiro ini? Sampai-sampai semua warga kelas XI A jadi mengerubunginya.

"Ahahahaha…"tawa hambar Toushiro yang sebenarnya risih dengan keadaan seperti itu. sejujurnya, Toushiro sangat suka dengan ketenangan. Tapi, jika sudah begini apa boleh buat. Selain mengubur keinginan itu dalam-dalam, Toushiro juga harus bersiap untuk mendapat serangan lagi jika ia tetap di kelas itu.

"Ahh! Aku ingin ke toilet! Bisakah kau beritahu aku dimana toilet terdekat disini?"Tanya ramah Toushiro.

"Kau pergi saja ke koridor sebelah kanan, lalu kau akan menemukan toilet di ujung koridor itu!"jelas seorang teman yang baru saja Toushiro kenal. Ia bernama Matsumoto Rangiku. Ia seorang wanita sexy berdada ahem~besar~ahem dan juga memiliki body yang sangat berbentuk sempurna.

Toushiro pun berjalan di koridor menuju toilet dengan modal alamat toilet yang pas-pasan itu ia berjalan sambil menengak dan menengok ke kanan dan ke kiri. mencoba mencari sendiri di manakah letak toilet itu sekarang?. Dan akibat pengetahuan Toushiro tentang seluk beluk letak ruangan dan toilet berada, ia malah nyasar. Dan parahnya Toushiro nyasarnya di koridor kelas XII dan itu membuat beribu pasang mata menatap bingung Toushiro.

"Heehh! Aku nyasar!"kata Toushiro pada dirinya sendiri. Sampai ia menemukan pintu di sudut koridor. Dan otaknya mencoba mencerna beberapa pengetahuannya yang di beritahu oleh Matsu-chan tadi.

'Kata Matsu-chan! Toilet berada di sudut koridor! Berarti itu toiletnya!'batin Toushiro yang berjalan tergesa-gesa menuju pintu itu. dan itu membuat banyak orang bingung dan cengo. Dan yang pasti kesenengan juga liat malaikat cantik seperti Toushiro lewat di depan mereka.

Toushiro pun sampai di depan pintu itu. dan tanpa basa basi lagi, Toushiro membuka pintu itu lebar-lebar. Dan-

Jreeng jreeng…

"Ee-eehh! …"

~TBC~

Nyehehehe…

HAPPY NEW YEAR!

Review?