Prince Hadhi ESP

Present

A fanfiction

"60 Days"

.

.

.

"Sebuah batas dimana kau harus mempertahankannya atau merelakannya."

.

.

.

This

Is

A

Beginning Story

.

.

.

Hari ini genap dua tahun usia pernikahanku, pernikahan dengan seseorang pilihanku sendiri. Pernikahan yang awalnya sangat ditentang oleh kedua orang tuaku. Iya, aku menikah dengan seorang pria. Mungkin kalian bertanya, apa yang salah menikahi seorang pria? Bukankah itu hal yang wajar dan normal?

Iya, itu akan wajar jika kau seorang wanita dan menikah dengan seorang Pria pilihan hatimu. Tapi dalam kasus ini, aku adalah seorang Pria. Ya, aku pria yang menikah dengan seorang Pria juga.

Itulah mengapa keluargaku menentang keras, saat aku berbicara ingin menikahi seorang pria. Aku berusaha keras meyaknkan keluargaku, kalau aku pasti akan bahagia dengan jalan yang aku pilih. Aku tau, pilihan yang aku pilih saat itu membuat banyak luka dihati orang-orang yang aku cintai terluka.

Katakan saja aku egois, aku masih terus memaksakan kedua orang tuaku. Bahkan aku sempat mengurung diriku sendiri didalam kamar selama tiga hari. Iya, aku hanya sanggup mengurung diriku tiga hari, aku tidak sanggup untuk tidak makan lebih dari itu.

Setelah aku keluar dari rencana mengurungkan diri sendiri itu, kedua orang tuaku pun dengan ajaibnya mengubah pikiran mereka dan menyetujui permintaanku. Tentu saja aku senang bukan main saat itu. dan, pernikahanku dan pria pilihanku pun dilaksanakan.

Oh iya, aku belum memperkenalkan diriku pada kalian, namaku Byun Baekhyun lebih tepatnya Park Baekhyun. Ya, margaku berubah mengikuti marga 'Suamiku'. Nama Suamiku Park Chanyeol, kami berdua bertemu saat kami masih duduk dibangku kuliah. Aku mahasiswa kedokteran dan dia mahasiswa hukum.

Pertemuan kami bisa dibilang adalah pertemuan yang tidak sengaja, kami bertemu ketika kampus kami mengadakan sebuah amal untuk sebuah wilayah yang terkena bencana. Kami mahasiswa dari kedokteran diharuskan untuk menginap disana untuk merawat orang-orang yang mungkin saja sakit pasca bencana.

Pertemuan kami cukup unik, saat itu aku ingin mandi disebuah sungai, ya, tempat yang terkena bencana tersebut tidak menyediakan kamar mandi, aku maklum karena memang daerah itu baru saja tertimpa musibah. Disungai tempatku ingin mandi, ternyata Chanyeol juga mandi ditempat yang sama. Kami berdua bahkan berbagi sabun dan sampo bersama. Dari pertemuan itu kami jadi saling mengenal satu sama lain sampai akhirnya memutuskan untuk menikah, walaupun bukan pernikahan seperti pernikahan normal kebanyakan, namun aku bahagia. Lebih tepatnya kami berdua bahagia.

.

.

.

Pagi menyapa, membangunkan setiap insan yang masih terlelap dalam mimpinya masing-masing. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Baekhyun bangun lebih awal memasak, menyiapkan sarapan untuk mereka berdua dan tak lupa menyiapkan pakaian yang akan dipakai Chanyeol bekerja.

"Sayang bangun, sudah pagi." Sapa Baekhyun, sapaan yang selalu Baekhyun berikan pada Chanyeol yang masih terlelap di alam mimpinya.

"Pagi sayang." Balasnya, Chanyeol tersenyum itulah yang setiap hari diberikannya ketika matanya terbuka dan hanya sosok pendampingnya yang dilihatnya ketika dia terbangun.

"Mau mandi atau sarapan dulu, emm?" Baekhyun membelai lembut rambut kecoklatan milik Chanyeol, penuh kasih dan sayang.

"Emm, aku mau mandi dulu." Chanyeol mengusap lembut pipi Baekhyun tentu dengan penuh kasih.

"Baiklah, setelah mandi kita sarapan bersama aku tunggu dimeja makan." Baekhyun mengusap kedua rahang tegas milik Chanyeol.

"Morning kiss, May be?"

Baekhyun tersenyum, tubuhnya perlahan mendekat kearah Chanyeol. Dilekatkannya bibirnya pada bibir suaminya itu, sedikit lumatan lembut diberinya disana. Chanyeol tersenyum dalam kecupan Baekhyun. "Terima kasih sayangku."

"Aku yang seharusnya berterima kasih, Yeol." Jemari Baekhyun mengelus lembut pipi Chanyeol, menyampirkan surai kecoklatan yang menutupi mata kanan suaminya itu. "Karena kau sudah mengisi hidupku selama dua tahun ini, terima kasih banyak suamiku."

Chanyeol mengecup lembut kening Baekhyun, direngkuhnya tubuh mungil itu kedalam pelukannya. "Karena kau yang terindah, Baek. Maaf jika aku sering membuatmu marah, maaf jika aku sering tidak mendengarkan laranganmu, maaf jika aku juga dengan tidak sengaja melukaimu, Baek. Terima kasih atas cinta yang kau selalu berikan padaku, terima kasih sudah mau merawatku, terima kasih sudah mengkhawatirkanku, terima kasih untuk segalanya suamiku."

"Kau banyak bicara hari ini, Yeol."

Chanyeol melepas pelukannya, ditatapnya dalam iris mata itu, iris mata yang tak pernah berubah sedikit pun sejak mereka berdua bertemu dulu. "Aku mencintaimu, Baekhyun."

"Aku lebih dari mencintaimu, Chanyeol."

.

.

.

Baekhyun berlari kencang disebuah koridor, matanya sesekali melirik kearah jam tangan yang membelit indah ditangan kanannya. Ada seorang pasien kritis yang membutuhkan pertolongan secepatnya. Baekhyun adalah seorang dokter bedah yang bertangan dingin, banyak pembedahan berhasil dilakukan olehnya.

Baekhyun sampai ditempat yang ingin dia tuju, Pembedahan pun dilakukan.

.

.

.

"Kerja yang bagus, Baek." Seorang pria menepuk pundak Baek, "Kau memang yang terbaik."

"Kau bisa saja, Soo." Baekhyun mengulas senyum, "Kau juga yang terbaik."

"Kau masih saja merendah, Baek." Pria itu —Kyungsoo— memukul lengan Baekhyun, "Sejak dulu tak pernah berubah.

"Kau juga Soo, kau sahabat terbaikku."

Kyungsoo tersenyum, "Bagaimana kabar suamimu, Baek? Baik?"

Baekhyun tersenyum lembut lalu mengangguk, "Iya, kau tidak mau main kerumahku? Sekedar mampir mungkin, Soo?"

Kyungsoo sejenak berpikir, dia merasa tak enak dengan Baekhyun yang sangat sering mengajaknya untuk sekedar mampir kerumahnya. Kyungsoo dan Baekhyun sudah lama bersahabat, bisa dikatakan mereka bersahabat sejak mereka duduk dibangku SMA. Namun, saat kuliah Kyungsoo memilih untuk kuliah diluar negri, tepatnya di Amerika. Setelah lulus kuliah Kyungsoo kembali ke korea dan ekerja di salah satu rumah sakit yang ternyata rumah sakit itu juga tempat Baekhyun bekerja.

"Ayolah Soo."

"Tapi apa suamimu tidak keberatan jika aku main, Baek?"

Baekhyun melingkarkan lengannya dipundak sahabatnya itu, "Suamiku tidak akan marah, Soo."

Kyungsoo tersenyum lalu mengangguk, "Baiklah."

.

.

.

"Aku pulang." Terdengar suara khas bass diiringi bunyi suara pintu terbuka dan tidak lama tertutup kembali.

""Kau sudah pulang sayang?" Baekhyun menghampiri suaminya membawa jas dan tas yang dipegang Chanyeol.

"Iya sayang, hari ini tidak banyak kasus yang harus aku selesaikan jadi aku pulang cepat." Chanyeol mengecup kening Baekhyun lembut, Baekhyun memejamkan matanya merasakan sentuhan hangat yang mengalir dikeningnya.

"Hmmm." Gumam Baekhyun, merespon ucapan Chanyeol.

"Ada acaranya apa sayang? Kenapa banyak makanan seperti ini?"

"Sahabat lamaku ingin berkunjung."

"Hmmm."

"Mandi sana, kau bau sayang." Baekhyun mengendus tubuh suaminya, Chanyeol yang melihatnya terkekeh geli.

"Masa sih?" Chanyeol menciumi tubuhnya sendiri, "Nggak ah, aku wangi sayang"

"Kau bau tauu, sana mandi. Malu kalau sahabatku datang." Baekhyun mendorong tubuh suaminya menuju kamar.

"Iya, iya sayang." Chanyeol pun masuk kedalam kamar, tak lama terdegar suara shower gemericik tanda Chanyeol sudah mulai membhersihkan tubuhnya. Baekhyun kembali membereskan meja, menata setiap makanan dan alat makan dengan rapi disana. Tak berapa lama suara bel rumahnya berbunyi.

"Pasti Kyungsoo." Baekhyun bergegas menuju pintu dan membukanya, "Akhirnya kau datang juga, Soo."

"Aku bukan orang yang akan mengingkari janji, Baek." Kyungsoo datang dengan alamat yang diberikan oleh Baekhyun tadi pagi.

"Aku tahu, ayo masuk." Baekhyun mempersilahkan Kyungsoo memasuki rumahnya, setelah Kyungsoo masuk Baekhyun kembali menutup pintu rumahnya.

"Rumahmu bagus, Baek." Komentar Kyungsoo, dengan manik mata yang menyusuri setiap sudut rumah Baekhyun.

Baekhyun tertawa pelan, "Tidak ah, rumahku biasa saja."

Kyungsoo menatap Baekhyun, ada rasa kesal disana, "Kau tau, aku bosan jika terus saja mendengar kau merendah seperti itu, Baek. Hilangkan sifatmu yang itu."

"Nanti aku pikirkan, Soo. Ayo duduk disini." Baekhyun menuntun Kyungsoo menuju meja makan, menarik sebuah kursi untuk diduduki Kyungsoo, si pemilik mata bulat itu pun duduk dengan nyaman ditempatnya.

"Kau sendiri? Dimana suamimu?"

"Dia sedang mandi."

"Oh."

"Ayo dimakan, Soo. Hanya ada makanan sederhana, maaf ya."

Kyungsoo tersenyum, "Kau ini, kau tau ini sudah lebih dari cukup, Baek. Kita tunggu suamimu saja, lagi pula akan terlihat lancang jika aku makan duluan."

Baekhyun hanya tersenyum, pembicaraan kedua sahabat lama itu terus berlanjut. Mereka berdua membicarakan masa-masa dimana mereka masih SMA dulu, pembicaraan mereka mengalir begitu saja tak jarang disisipi oleh tawa dari mereka berdua.

"Asiknya" sebuah suara menginterupsi obrolan kedua sahabat itu.

"Ah, kau sudah selesai mandi sayang?"

Chanyeol menarik kursinya yang bersampingan dengan Baekhyun, "Iya."

"Ah, kenalkan dia sahabatku yang tadi aku beritahu, sayang." Baekhyun memperkenalkan sosok didpan suaminya itu.

Chanyeol mengulurkan tangannya, "Park Chanyeol."

Kyungsoo tersenyum terlebih dahulu kemudian membalas uluran tangan Chanyeol, "Do Kyungsoo, senang bertemu denganmu Chanyeol-Sssi."

Chanyeol membalas senyuman Kyungsoo, "Senang juga bertemu denganmu, Kyungsoo-Ssi." Chanyeol melepas jabatan tangannya anmun kontak matanya dengan Kyungsoo masih.

"Ayo kita mulai makan malamnya." Seru Baekhyun, "Ayo, Soo dimakan."

"Iya."

Makan malam pun dimulai, tidak banyak percakapan disana, namun sesekali ada candaan yang meluncur dari mereka. makan malam itu berjalan begitu tenang, obrolan pun mulai menghias mungkin mereka bosan hanya makan dalam diam. Chanyeol dan Baekhyun menceritakan tentang kehidupan pernikahan pada Kyungsoo. Sebagai sahabat yang baik tentu saja Kyungsoo menyimak dengan baik juga.

"Aku bereskan dulu piringnya ya." Baekhyun bangkit dari duduknya lalu merapikan piring-piring kotor bekas mereka makan.

"Aku bantu, Baek."

"Tidak usah, Soo. Kau tamu, kau duduk saja, nikmati pencuci mulutnya. Biar aku saja yang membereskannya." Cegah Baekhyun,

"Benar kata Baekhyun, kau disini tamu, nikmati saja sajian dari kamu, Kyungsoo-Ssi."

Kyungsoo hanya tersenyum lalu kembali duduk dikursinya, "Baiklah."

Baekhyun membawa piring-piring kotor itu ke dapur, tanpa menunggu lama Baekhyun langsung mencuci piring-piring itu. sesekali dia menoleh kearah meja makan, dimana suaminya dan Kyungsoo sedang asik mengobrol. Baekhyun tersenyum, "Mereka cepat sekali akrab."

Malam pun semakin larut, memaksa Kyungsoo untuk berpamit pulang dari kediaman Baekhyun dan Chanyeol. Sebenarnya dia sedikit tak rela untuk pulang, karena dia merasa sangat nyaman berada disana. Namun, dia merasa tak enak dengan sang tuan rumah jika terlalu larut malam dirumah mereka.

"Aku pulang dulu, Baek." Pamit Kyungsoo saat sudah berada didepan pintu rumah, Baekhyun mengantarnya.

"Jangan kapok ya berkunjung kemari, Soo."

Kyungsoo menggelengkan kepalanya, "Tidak, justru aku sangat betah, berterima kasihlah pada suamimu yang begitu baik padaku."

"Kalian berdua cepat akrab ya, padahal baru bertemu."

Kyungsoo tersenyum, "Dia begitu tampan dan baik, kau pasti sangat bahagia, Baek."

Baekhyun tersenyum, "Ya, aku beruntung bisa memilikinya."

Kyungsoo mendekati Baekhyun, memeluknya. "Sampai jumpa besok, Baek." Iris matanya tak sengaja melihat Chanyeol yang kini menatapnya, Kyungsoo tentu saja tersenyum pada Chanyeol begitu pun Chanyeol membalas senyuman Kyungsoo.

"Iya, hati-hati dijalan ya Soo."

Kyungsoo melepas pelukannya, "Iya, bye Baek."

"Bye, Soo."

Kyungsoo melangkahkan kakinya berjalan menyusuri pekarangan rumah Baekhyun, sejenak dia menghentikan langkahnya dan berbalik terlihat Baekhyun baru saja menutup pintu rumahnya. Kyungsoo tersenyum tipis, "Menarik."

"Sahabatmu baik ya, Baek."

"Iya, dia sahabat terbaikku, Yeol."

"Dia bisa cepat akrab dengan orang lain."

"Begitulah dia."

Kini Chanyeol dan Baekhyun tengah duduk diruang keluarga, menikmati malam meeka berdua, beitulah setiap malam mereka lalui, saling berbagi cerita satu sama lain.

"Kenapa, Yeol?"

"Hmmmm, tidak, hanya saja dia, sedikit menarik." Chanyeol menarik tubuh Baekhyun, merengkuhnya kedalam pelukan.

"Dia memang menarik sejak SMA, banyak yang suka padanya." Baekhyun menyamankan tubuhnya dalam pelukan suaminya.

"Oh iya?"

Baekhyun mengangguk, "Dia bisa dibilang primadonanya sekolah waktu itu."

"Apa dia sekarang sudah punya pacar?"

"Aku rasa belum Yeol."

"Oh."

"Kenapa?"

"Tidak aku hanya bertanya saja, dia sepertinya berbeda."

"Hmmm, iya dia memang berbeda."

Chanyeol tersenyum sambil membelai lembut rambut suaminya itu, iris matanya menatap pada satu titik, titik yang membawa satu sisi rasa dan pikirannya melayang. "Sangat berbeda."

.

.

.

Annyeong Readers,

Prince Hadhi ESP back ...

Aku bawa FF ChanBaek dan KaiSoo..

Hohohohoh

Bikin FF baru lagi #PLAKK...

Lagi pengen bikin FF yang rated-nya aman,

Soalnya berasa mesum banget bikin Rated M terus.. hahahaha

Padahal doyan #PLAKKKK #PLAKKK

Ini baru story awal-nya aja,

Rencananya mau buat beberapa Chapter aja untuk FF ini, gak banyak kok,

Makasih ya yang sudah mau baca,,

Sampai bertemu di Chapter depan,

Annyeong