Summary: Yamamoto merasa janggal. Belakangan, ia merasa seperti diikuti. Tapi oleh siapa? Oh ternyata, ia adalah.. Prefek Namimori!?
Disclaimer: Katekyo Hitman Reborn itu milik Amano Akira-san!
Warning: Abal, gaje, gak jelas, typo, grammar dan lain-lain. OOC!Hibari.
Author's Note: Daku tau seharusnya daku update Vongola 1st Generation On Indonesia tapi fluffy dari fanfic ini membuatku tak bisa lupa x( Tenang, saya mencoba menulis dua di saat bersamaan lol Dan ternyata itu berhasil. Dalam waktu 3 hari, saya selesain 2 chapter, chapter 2 Over Protective sama chapter 4 Vongola 1st Generation In Indonesia!
Di chapter ini, kita akan melihat spoiler untuk chapter 3, yang saya baru dapat sekitar 3 menit sebelum chapter ini selesai saya ketik lol Dan saya capek hati dan mental, mungkin harus puasa nulis dulu. Gak bisa, saya cinta mati dengan menulis dan saya harus tetap menulis XD
Saya langsung ketik chapter 2 ini ketika UN selesai, alias hari Kamis kemarin. Tapi agak macet-macet gimana gitu. Saya kan niat update-nya. Tanpa pikir panjang! Mari kita langsung mulai saja chapter aneh ini!
Over Protective?
By Ayame Yumesaki
Chapter 2, Even At Night!
"Selamat malam, Oyajii!"
Yamamoto masuk ke kamarnya, menghela nafas. Ia merasakan hawa Hibari kemana pun ia pergi—semenjak pulang sekolah bahkan hingga di kamar mandi! Bukannya ia ingin mengusir. Ia cukup berterima kasih karena 'terlalu' diperhatikan. Tapi kita semua tau hawa Hibari bukanlah hawa yang menyenangkan. Kau tahu? Ia tidak bisa tidur karena hawa itu selama 2 minggu penuh!
"Hah.. Kata Kouzo, mereka datang 3 hari yang lalu. Tapi kenapa Hibari mengikutiku semenjak 2 minggu yang lalu ya?" tanya Yamamoto, pada dirinya sendiri.
Kelihatannya, itu akan tetap menjadi misteri untuk beberapa waktu.
"Hoaammhh... Aku mengantu—" Yamamoto melihat keluar dan menemukan Hibari duduk di atas atap rumah orang.
Hm? Apa yang Hibari lakukan disini ya? Jangan-jangan ia juga memperhatikanku di toilet! Jangan berpikiran yang aneh-aneh, Yamamoto Takeshi! Mungkin saja ia baru melihatmu—oh, itu kemungkinan terkecil untuk kasus ini. Aku harap ia tidak melakukan yang aneh-aneh..
Memutuskan untuk tidak peduli, Yamamoto pun menggelar futonnya, dan mengeluarkan PR. Ia mengerjakannya dengan tidak tenang. Bagaimana kau mau tenang, kau dilihati oleh Prefek Namimori, dan tatapannya bukan tatapan yang enak seperti biasa. Oh, ia ingin sekali bebas.
Anehnya, PR yang ia kerjakan karena ketidaknyamanan ini benar semua.
Hmm.. Mungkin Reborn harus mencobanya pada Tsuna, siapa tahu hal yang sama bisa membuat sang Decimo tidak 'dame' lagi.
"Nggghhh! Waktunya tidur!" ucap Yamamoto, dengan senyumnya yang sukses membuat Author meleleh.
Walau begitu, ia mengecek seluruh hal—dari tas sekolah sampai Shigure Kintoki—sebelum pergi ke futon, menarik selimut dan tidur. Ia meletakkan Shigure Kintoki di dekatnya. Berjaga-jaga lebih baik daripada ketimpa sial bukan? Tetap saja, pada akhirnya, ia tidak bisa tidur sedikit pun.
Sesekali, ia ingin menjadi sangat jahat dan mengusir Hibari.
Oh tentu saja, ia tidak bisa melakukan hal itu.
Dan akhirnya, Yamamoto tertidur lelap setelah Hibari—memaksa—masuk ke kamarnya tanpa sepengetahuan sang pemilik.
Author: Siapa yang mau promosi?
Reborn: Aku akan senang hati menjual Dame-Tsuna
Xanxus: Heh, sampah, jual saja dia.
Tsuna: HIEEEEEEEE!?
Hibari melihat Yamamoto yang tertidur dengan pulas di atas futon miliknya. Ah, ia ingin sekali tidur di sebelah—tunggu, Hibari Kyoya, kalau kau ingin menjadi herbivore, jangan di depan orang lain. Terjadi perdebatan batin yang menurut Author tidak penting. Dan itu benar-benar tidak penting.
Ia masih tidak mengerti dengan apapun yang ia lakukan saat ini.
Apa ini karena masa kecil? Ah, ia ingin melempar masa kecil menyebalkan itu jauh-jauh.
"Hei, Hibari.."
Hibari melihat manusia yang memanggilnya. Anak kecil. Balita ajaib bernama Reborn. Berada di dalam kamar sang Herbivore. Bahkan Hibari tidak habis pikir. Bagaimana caranya ia bisa masuk ke sini, padahal kamarnya sudah ia pastikan terkunci? Atau mungkin herbivore bodoh ini—
"Aku masuk lewat jendela."
Ah, begitu.
"Apa maumu?" tanya Hibari dingin.
"Hm? Aku tahu kau bertanya-tanya kenapa kau mengikutinya kemana pun kau pergi, padahal kau merasa hal itu bukanlah hal yang penting dan banyak hal yang lebih penting daripada mengikuti Yamamoto. Faktanya, kau mengikutinya selama 2 minggu yang lalu," jawab Reborn santai, duduk di sebelah sang baseball maniak yang tertidur pulas.
Tch. Bayi sialan. Kenapa ia bisa membaca pikiran seseorang? Itulah yang dipikirkan Hibari di tengah kekesalannya pada Reborn. Walau benar, sampai hari ini, semenjak 2 minggu yang lalu, ia tidak mengerti kenapa ia repot-repot mengikuti herbivore baseball itu. Bahkan itu pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya oleh Hibari.
Reborn menyeringai.
"Hmph. Kalau begitu, kenapa kau kesini? Kau belum menjawab pertanyaanku," kata Hibari, duduk di pojok ruangan.
"Aku hanya ingin mengecek Yamamoto, toh sudah ada kau disini, aku rasa aku harus kembali. Kalau tidak, Dame-Tsuna akan mencariku seperti kemarin, jaa.." Reborn berdiri, dan meloncat lewat jendela.
Hibari tidak habis pikir. Ada saja bayi seperti Reborn itu.
Seketika, Hibari merasa hawa aneh yang biasa mengikuti sang herbivore baseball itu berada di dekatnya.
Hmm? Apa mungkin mereka ada di sekitar sini?
Hibari mengangkat tonfanya, berjaga-jaga. Angin dari sebelah barat bukan angin yang baik. Ia melihat sekitar kamar itu dari jendela. Tidak ada apapun. Tidak ada siapapun. Kelihatannya perasannya yang berlebihan—tidak, Hibari. Anda salah. Sekali lagi mengecek keadaan, dan ada langkah kaki.
"Huh? Pintu depan!?"
JDUAR!
Hibari meloncat ke luar rumah itu, dan melihat apa yang terjadi. Mereka menembak halaman rumah Yamamoto. Hibari melihat itu licik. Menyerang di malam hari, diam-diam, dari jauh dan sangat tidak keherbivoran. Mereka tidak bisa ditolerir. Dan satu kesalahan mereka lagi ialah—mereka salah pilih tempat menyerang.
Saran, pilihlah tempat di luar Namimori kalau ingin mengajak sang prefek berperang.
"Hmph. Kamikorosu." ucap Hibari dingin.
Hibari segera pergi dari kediaman Yamamoto dan berjalan menuju tempat penyerang. Sepanjang jalannya pun ia diserang. Dalam hati, Hibari mengerang seperti singa. Dasar, herbivore. Bisakah mereka berhenti menjadi herbivore untuk satu kali saja? Bisakah mereka berhenti membuat dirinya geram? Bisakah di dunia ini, herbivore itu dihapuskan?
Tapi, kalau herbivore dihapuskan, maka tidak akan ada herbivore maniak baseball itu. Dan Hibari akan bersedih.
Oh, 45 derajat ke sebelah kanan. Semuanya dengan pistol. 45 derajat itu kan Namimori Middle School. Hmph. Sudah membuat rusuh malam-malam, dari NamiChuu. Hmph. Kamikorosu.
Hari itu adalah hari yang berat. Hibari harus menggunakan 1/2 kekuatannya hanya karena herbivore dari family sialan. Ia juga terluka di beberapa tempat. Namun itu hanya lecet. Dirasa telah mendapat informasi yang diinginkan, Hibari kembali ke ruangannya. Mungkin menghubungi si akanbou akan bagus untuk keadaan ini—
"Apa yang kulakukan?"
Ia tidak dimintai untuk melindungi si herbivore bernama Yamamoto Takeshi kan?
Dan ia sangat perduli dengan herbivore itu!
Hibari tidak habis pikir. Kenapa ia mau saja untuk digunakan oleh akanbou itu? Yamamoto Takeshi hanyalah herbivore yang tidak penting. Lebih banyak herbivore yang lebih penting daripada ia, contohnya, Rokudo Mukuro. Jika tidak peduli dengan herbivore baseball itu, pasti ia sudah pergi ke Kokuyo dan perang melawan Mukuro—yang menyebabkan Kokuyo hancur berat.
Kokuyo ini yang hancur. Bukan Namimori.
Atau mungkin mengajak bertarung omnivore bernama Sawada Tsunayoshi. Ya, mungkin itu lebih benar untuk dipikirkan. Belakangan ini, omnivore itu lebih kuat dari yang ia pikirkan sebelumnya. Dan ia terkesan dengan pertarungan sang omnivore dengan Jaeger dan Bermuda waktu itu.
Boleh saja.
Tapi sekarang ia mengikuti sang maniak baseball itu! Ya, jika dilatih dengan baik, ia bisa menjadi carnivore dan Hibari akan menyenangi hal itu. TAPI! Ia memilih menjadi herbivore, berbaur dengan para herbivore dan bahkan, menyembunyikan sisi carnivore-nya sehingga sisi itu menghilang. Walau begitu, ia terkesan ketika herbivore itu mengatakan 'aku akan membunuhnya' ketika melawan Daemon Spade dua bulan yang lalu.
Namun mengapa ia kembali lagi menjadi herbivore?
Kemana tekad bulat yang ia buat ketika melawan Daemon Spade?
Ia suka sisi yang itu. Ia ingin melawan Yamamoto Takeshi ketika ia menjadi carnivore. Dan ia tidak mengetahui caranya. Bagaimana menarik keluar sisinya itu? Hibari tidak mengerti dengannya.
"Menjadi karnivor itu kan..lebih menyenangkan.. Apa kau Yamamoto Takeshi yang ku kenal ketika aku kecil?"
Hibari menepis pikiran itu. Masa kecil yang memalukan untuknya. Ia tiduran di sofanya, menunggu waktu hingga lelap menariknya ke alam mimpi.
Author: Tidak ada yang mau jualan nih?
Byakuran: Aku! Aku! Makan parfait rasa marshmallow ini ya~
Author: ...
Tsuna: ...
Reborn: Hmph.
"Jaa nee, Oyajii!"
Yamamoto keluar dari rumahnya, sambil berlari. Hari ini hari minggu. Tumben, ia tidak merasakan hawa mematikan Hibari dimana pun. Mungkin hari ini, Hibari ingin membiarkannya bebas. Untuk sehari dalam 2 minggu itu tidak buruk. Lagipula Hibari kan kurang istirahat! Dan Yamamoto, si polos yang kita kenal, bisa berpikir untuk mengusir Hibari jika ia mengikutinya lagi khusus untuk hari ini.
Ah, ia mau ke rumah Tsuna. Hatinya sedang berbunga-bunga.
Tapi yang tidak ia ketahui adalah masa lalunya.
Bahkan masa lalunya yang begitu kelam, yang tentu saja berhubungan dengan Hibari Kyoya, prefek Namimori.
Alasan Hibari yang sesungguhnya, mengapa ia begitu ketat padanya, karena masa lalu itu.
Tapi Hibari sudah memastikan untuk tidak memberitahu masa lalu itu. Ia meminta dokter untuk menghilangkannya dari kepala maniak baseball ini. Dan menjadi kuat, untuk dirinya dan Namimori. Agar kejadian yang sama tidak terulang. Kejadian yang bisa membuat seorang Takeshi kecil berumur 8 tahun sama seperti kaca yang pecah. Berkeping-keping, tidak berbentuk lagi. Menyakitkan.
Hibari membiarkan Yamamoto bebas hari ini—tidak.
Ia tetap mengikuti herbivore baseball itu dari kejauhan, lebih tepatnya, dari atap NamiChuu.
Sambil mengingat angin yang sama.
Angin yang mempertemukannya dengan herbivore bernama Yamamoto Takeshi.
To Be Continued
Author's Note:
Oke, chapter 3 adalah chapter masa lalu! Nyahaha! Seperti yang saya bilang, chapter 3 itu saya dapat 3 menit sebelum cerita selesai~ Saya akan update lebih cepat~ Semoga :3 Mari kita balas review dulu.
Hikage Natsuhimiko: Yap! Hibari OOC hebat! XD Ini sudah update chapter 2-nya
AllenxRenka: Saya belum tahu ini mau dibawa kemana, tapi sepertinya akan tetap berakhir dengan 8018. Cuma PoV-nya itu dari sisi Hibari, lebih banyak dari Hibari. Seperti yang saya bilang, saya belum tahu endingnya itu 1880 atau 8018. Thank you for review :D
Baik, mari kita akhiri chapter ini! Jaa nee~
