Short Story About Us

By Kuminosuki

Romance

No Plagiat

Ide boleh pasaran, tapi cerita Ultimate milik Author


Kenangan yang selalu menyertaiku tidak pernah aku lupakan, dan semakin lama, rasa cintaku padamu semakin besar. Apakah akan ada lagi pertemuan diantara kita?


Chapter 2

Dahan-dahan perlahan bergerak, menyesuaikan irama bersama hembusan sang angin. Burung-burung gereja pun ambil peran dalam menyelaraskan suasana, menciptakan melodi-melodi indah yang menentramkan jiwa para pendengarnya. Gesekan daun-daun yang berjatuhan, menemani setiap langkah kakiku.

Aku mendongak, menatap langit yang sedikit tertutupi oleh pepohonan yang menguning. Langit begitu cerah tanpa awan, namun angin musim gugur selalu siap memberikan kesejukan pada tiap makhluk yang di lewatinya. Aku kembali berjalan, menapaki jalan taman yang begitu lenggang, sepi. Ketentraman menyelimuti seluruh pelosok tempat ini. Taman yang cukup jarang di lewati oleh orang-orang, kecuali di akhir pekan, namun itu pun tidak seberapa.

Taman ini memang tidak terlalu besar, namun cukup untuk menyembunyikan orang-orang yang mencari kesendirian. Orang-orang sepertiku.

Aku tidak perlu berpikir kemana aku akan pergi, karena setiap inci tubuku, sel-sel sarafku, dan setiap hentakan jantungku, akan menuntunku ke tempat itu. Kaki ku melangkah dengan ringan dan tanpa beban, mengantarku berkunjung ke tempat yang memang sudah setiap hari aku kunjungi, terhitung sejak lima tahun lalu.

Dua buah bangku taman yang saling berhadapan, di pisahkan oleh jalan setapak, berhias guguran dedaunan kemerahan yang jatuh. Seperti biasa, aku mendudukkan diriku di tempat yang biasa aku duduki. Entah mengapa, dengan seenaknya, aku menganggap bahwa tempat ini adalah milikku.

Aku memasang earphone ke telingaku, dan alunan musik lembut pun terdengar. Iris biru yang diturunkan oleh Ayah kepadaku menatap lurus bangku taman yang berada di seberang. Senyum tipis terkembang di bibirku. Aku bisa merasakannya. Aku bisa membayangkannya. Rasa ini tidak pernah berubah.

Perlahan, memori tentangnya berputar di otak ku. Tanpa bisa ku cegah, memori-memori itu terus muncul dan membuatku merona.

Hari itu, aku masih ingat dengan jelas, saat aku membolos dari kelas tambahan, hanya untuk melihat sosoknya yang tengah duduk membaca buku di sana. Aku bahkan datang sebelum dirinya, menunggu dengan sabar hingga sosok yang aku kagumi itu muncul. Berjalan pelan.

Aku hampir tertawa, saat melihat tubuh kecilnya yang dilapisi jaket tebal berwarna merah, belum lagi syal coklat yang melingkar di lehernya dan topi rajutan yang membungkus kepalanya. Beberapa helai rambut merahnya mengintip dari balik topi, sedikit menghias wajahnya. Saat itu udara memang dingin, tapi tidak membuat seseorang harus memakai pakaian setebal itu.

Seperti biasa, dia akan duduk di seberang sana, membuka tas selempang miliknya lalu mengeluarkan buku tebal bersampul biru, sebuah novel best seller tentang motivasi hidup sepertinya. Dan setelah itu, dia akan tenggelam bersama dunianya, sampai tak ada waktu untuk menyadari kehadiranku disini.

Lantunan melodi lembut yang ku dengar terus berlanjut. Perlahan, ku buka tas selempang milikku, dan mengeluarkan buku tebal bersampul biru yang akan menjadi buku bacaanku kali ini. Buku novel best seller tentang motivasi hidup, buku berjudul sama dengan buku yang dibaca oleh dirinya.

.

.

.

"Naruto, apa kau sungguh-sungguh dengan keputusanmu?" tanya Ayah saat aku mengutarakan pendapatku untuk menetap di kota ini, sendiri.

"Kau bahkan menolak untuk pindah, jika masalah pekerjaan, aku dan Ayah bisa memindahkanmu ke perusahaan pusat. Gaji disana lebih tinggi di bandingkan dengan perusahaan cabang disini." Aniki pun ikut mengeluarkan pendapatnya.

Aku tersenyum dan menggeleng, "Aku suka disini, dan aku tidak masalah dengan pekerjaanku. Aku sudah merasa cukup."

Ayah menghela nafas. Keluarga ku memang berencana untuk pindah ke Ibukota, namun aku tidak bisa. Aku akan menetap di Konoha. Biarpun kota ini kalah saing dengan Ibukota, tapi kota ini adalah kota kelahiranku, dan aku memiliki alasan tersendiri untuk tidak pergi dari kota ini.

"Baiklah, Ayah tidak akan memaksamu lagi. Kau sudah dewasa sekarang, Ayah akan menghormati keputusan mu."

"Terima kasih Ayah."

Aku tidak bisa pergi, walau nanti aku akan kesepian tanpa kehadiran keluarga ku di sini. Memang, tidak seharusnya aku terus terperangkap pada dunia khayal dan mimpi-mimpi ku tentang dirinya. Namun hati ini terus menolak. Menolak untuk melupakan. Menolak untuk tidak memperdulikannya. Dan ingatan tentang dirinya, memaksaku untuk berdiam disini.

Apakah tindakan ku ini salah?

Mungkin.

Apakah seharusnya aku melupakannya? Mengambil jalan yang baru dan meninggalkan semuanya?

Cinta pertama ku dan kenangan tentangnya?

.

.

.

.

TBC


Haloo.. Halooo

Kuminosuki balik lagi. Ahahaha... pasti pada kesal karena chapternya pendek-pendek ya?

Gomen.. gomen.

Itu memang sengaja. Namanya juga Short Story, ya pendek-pendek.

Osh, Waktunya untuk membalas review teman-teman:

pingki954 : Iya kawan, pasti NaruGaa :)

uzunaru : Ini Naruto kawan, maaf ya.. :)

Moncell : Kurang panjang? Hehehe... Maaf ya kawan, Chapternya memang pendek-pendek. Terima kasih ya, aku nggak nyangka kalau dikau suka :) Hem..memangnya Gaara kelihatan misterius? Hohoho.. ya sudah, ini dah update Chapter 2, semoga dikau suka ne..

MonoKumaT : Ayank! Hahaha.. Short Story About Us memang cerita berseri, walau pendek-pendek. Coz, kan aku ambilnya dari Cerita Original One Shoot milikku yang judulnya Autumn Boy. Tapi banyak rubahan, karena aku nyamain dengan peran Naruto dan Gaara. Kalau yang di SSAU ini memang mereka masih pada muda, dan alurnya maju. Sedangkan kalau yang di versi aslinya, alurnya maju mundur, karena pemerannya sudah berumur 40-an. Jadi ganti-ganti, menceritakan masa sekarangnya mereka (yang udah pada tua) dan masa lalu mereka (yg masih muda-muda) hehe.


Terima kasih untuk para Reader yang sudah bersedia mampir dan membaca fanfic Kuminosuki sampai habis. Maaf jika ada kesalahan pengejaan atau salah tulis, mungkin Kuminosuki lagi error, makanya suka salah. Hehehe..

Yap, semoga hari kalian menyenangkan.

Sampai jumpa di Chap depan. Kuminosuki nggak bisa nentuin kapan updatenya, tapi pasti update kok. Walau sebentar lagi Kuminosuki bakal sibuk dengan segala hal berbau KKN dan PPL. Ahahaha... Maklum, Mahasiswa tua.

Malang, Jawa Timur.

Salam Hangat

Kuminosuki & Alviandra