The First Time:

The First Collaboration

(c) Suzume Saezuri

Main Character : TaeGi

BTS | Romance, Friendship | T

Typos. BL. OOC. DLDR You Were Warned!


Story:

Taehyung berlari dengan sekuat tenaga menuju kelas berikutnya, kelas instrument.

'Pasti terlambat' pikirnya tanpa mengurangi kecepatan larinya menuruni anak tangga.

Ingatkan Taehyung untuk menggeplak kepala Jimin nanti. Gara-gara dia (lagi) Taehyung harus berlari seperti ini. Andai saja dia tadi menolak ajakan Jimin-nyatanya, Jimin menyeretnya paksa- untuk bertemu teman-teman barunya di atap sekolah bagian selatan, pasti dia tak akan berlari seperti ini.

'The Hell!' Umpatan demi umpatan terus keluar dari mulut manisnya.

'Kenapa pula kelas sialan itu berada di lantai satu bagian utara?!' Nafasnya tersengal setelah dia mencapai lantai dasar. Sejenak dia mengambil nafas dalam-dalam dan kembali berlari.

Persetan dengan aturan dilarang berlari di koridor sekolah yang baru saja dibacanya. Sebentar lagi dia akan mencapai daun pintu kelasnya.

"Hah… Hah… Hah…" Dirapikannya seragam yang sedikit berantakan, berdehem pelan sebelum benar-benar membuka pintu di hadapannya.

Sreeg

Terdengar gesekan antara pintu dengan lantai, Taehyung langsung membungkuk dalam.

"Maaf sae—"

"Oh kebetulan, kau dari kelas vokal kan?"

Taehyung menegakkan badannya dengan wajah bingung karena pertanyaan yang diajukan Henry kepadanya.

"I-iya," Jawabnya disertai dengan anggukan kecil.

"Saya hanya ingin meminta bantuanmu untuk sedikit menyanyi dengan iringan pianonya Min Yoongi, bisa?" Raut wajah Henry tersenyum dengan sedikit seringaian yang menyertainya.

Glup!

'Sial! Pasti dia tahu kalau aku habis berlari tadi,'

"Ah, tentu saja saem." Ujarnya bohong diikuti senyum yang terlihat dipaksakan.

Taehyung memandang Yoongi yang sudah duduk di depan piano.

"River Flow in You milik Yiruma, jangan berkata kalau kau tak tahu lagu tersebut." Ujarnya dingin.

'Dasar galak,'

"Aku tahu kok." Balas Taehyung sedikit meringis.

"Kalian sudah menentukan lagunya kan?" Tanya Henry yang mendekat ke arah Taehyung dan Yoongi, dan mendapat anggukan dari keduanya.

Lalu setelahnya, Henry mendudukkan dirinya tak jauh dari mereka.

"Oke, kalian bisa memulainya." Titahnya.

Dentingan piano mulai mengalun dalam kelas tersebut. Taehyung memilih untuk memandang Yoongi yang terlihat terhanyut dengan lantunan melodi yang diciptakan oleh jari-jarinya.

Sejenak, Taehyung hampir tak mengenali pemuda di hadapannya. Di matanya dia tak terlihat seperti Yoongi yang beberapa menit yang lalu bersikap galak terhadapnya. Dia terlihat rapuh dan juga sedih di saat yang bersamaan. Saking terlenanya Taehyung, hingga dia tak sadar kalau seharusnya dia menyanyi sedikit lebih awal.

'Sial! Aku sedikit terlambat memulainya!'

Namun, dia berhasil mengatasinya dengan baik, dan mungkin saja tak ada yang menyadari kesalahan fatal tersebut.

Mungkin

Selama menyanyikan lagunya, Taehyung tak pernah merasa seperti ini. Perasaan yang dia sendiri tak tahu bagaimana untuk menjelaskannya. Sejenis perasaan nyaman yang menyusup ke dalam dirinya.

Dan akhirnya, lagu itu pun berakhir yang di sambut tepuk tangan riuh dari teman-temannya.

Tapi entah mengapa, dia merasa gugup berlebih setelah menyelesaikan perform-nya. Keringat dingin mulai menyerang tangannya. Padahal dia sudah biasa perform di jalan dengan Jimin, tak pernah dia merasa seperti ini. Ditambah dengan jantungnya yang berpacu lebih cepat dari biasanya. Dia merasa aneh dengan dirinya sendiri.

Tanpa pikir panjang, Taehyung meminta izin untuk pergi ke toilet saat itu juga.

'Apa aku sakit?'

Kata itu yang muncul dan terus berputar-putar di kepala Taehyung saat dia setengah berlari ke toilet.

Tak di sangka dia berpapasan dengan Jimin yang memandangnya heran.

Penasaran, akhirnya Jimin kembali ke dalam dan mengamati Taehyung yang hendak membasuh wajahnya.

"Ada apa denganmu? Kau tidak sedang sakit kan?" Diraihnya tangan sahabatnya itu, matanya membulat ketika ia merasakan dingin.

"Hey Tae-"

Taehyung hanya menggeleng cepat.

Jimin memandang Taehyung cemas.

"Jantung." Ucap Taehyung tiba-tiba dengan suara pelan beserta wajah blank-nya.

"Ne?"

"Berdebar," lanjut Taehyung.

Setelahnya Taehyung kembali ke kelasnya lagi tanpa memedulikan Jimin yang masih bergelut dengan pikirannya.

'Eh? Mungkinkah?'


Hai! Readerdeul~ Terima kasih yang sudah menyempatkan diri untuk membaca, review, fave dan follow-nya. Maafkan baru sempat update karena halangan di dunia nyata yang terlampau banyak/sigh.

Maaf juga belum bisa balas review-an kalian, tapi udah saya baca kok, makasih banget buat dukungannya :'D

See Ya~