Title : I am

Author : Artemis Jung / Arty / Anna

Pair : Yunjae

Cast : YunJaeYooSumin and other (marga di sesuaikan untuk kebutuhan cerita)

Rate : M

Genre : Romance, Friendship, School life, Drama, (lil bit) hurt/comfort.

Leght :2 of ?

Warning : BL, YAOI, NC, typo(s), OOC (maybe), cerita pasaran, penceritaan lamban(?) bahasa kasar/fulgar. Ini ff NC, yang tidak berkenan dengan konten dewasa mohon tidak membaca. Saat membaca dan di tengah jalan merasa bosan dengan ceritanya? Silahkan tutup Tab-nya. Ga suka YunJae? Silahkan Keluar. Intinya, Don't Like Don't Read.

Disclaimer : They are belong to God. The story belong to me. Cerita asli milik saya, jika ada kesamaan alur, penokohan ataupun yang lainnya itu adalah unsur ketidak sengajaan karena cerita ini benar-benar muncul dari otak absurd(?) saya.

Summary : 'i'm selfish, impatient and a little insecure. I make a mistake, I'm out of control and at times hard to handle. But, who are you to judge the life I live? I know I'm not perfect. Before you judge me, before you start pointing fingers, make sure your hands are clean. Do not judge , or you too will be judged.'

Thanks to :

gothiclolita89, , Couphie, , DahsyatNyaff, , YunJae24, Guest1, emarisbee, MyraMoniaga, Guest2.

.

.

.

I'm

.

.

.

Membicarakan kesalahan orang memang sangat menyenangkan. Memaki orang tersebut tanpa memikirkan bagaimana perasaannya. Pernahkah kita mencoba melihat suatu masalah dari sudut pandang orang itu, setidaknya kita harus tahu bagaimana posisinya sebelum kita menghujat dan menghakiminya.

Sudah 1 minggu Jaejoong bersekolah di Shinki. Gosip tentang dirinya sebagai pangeran terbuang menjadi topik hangat di sana. Bukan hanya itu, gosip dia menjadi simpanan Yunho yang notabennya telah memiliki tunang juga tersebar luas, entah siapa dalang dari semua berita bohong itu. Berkat sikap tenangnya Jaejoong bisa melewati hari-harinya, atau lebih tepannya sikapnya yang tak acuh membuat ia tetap bisa berjalan dengan angkuh.

Jaejoong berjalan di koridor sekolah menuju kantin. Yunho tidak bisa menemaninya karena Lee songsaenim menyuruhnya ke ruang guru, YooSuMin sudah berada di kantin jadi Yunho bisa merasa tenang meninggalkan Jaejoong, tapi menurut Jaejoong walaupun tidak ada yang menunggunya di kantin ia akan tetap ke tempat itu dan menunggu Yunho di sana.

"Kim Jaejong?" seseorang memanggil jaejoong, tapi nampak ada keraguan di nada bicaranya.

"ne. Waeyo?"

"bisa kita bicara sebentar?"

"aku akan ke kantin, bagaiman jika kita bicara disana"

Mereka berdua beranjak ke kantin. 'kwon Boa' setidaknya itu yang di ketahui jaejoong dari melihat name tag yang ada di jas gadis itu.

"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan Boa shi?" tanya Jaejoong setelah duduk di salah satu meja di kantin sekolah. Suasana kantin cukup ramai dan beberapa murid yang duduk di sekitar boa dan jaejoong memandang kearah mereka. 'simpanan dan tunangan seorang jung Yunho pergi ke kantin bersama' itulah yang mereka fikirkan. Walau mereka tidak memandang boa dan jaejoong secara terang-terangan tapi setidaknya mereka menajamkan telinga. Istilah kerennya, menguping.

"Jauhi Yunho" jaejoong hanya terkekeh mendengar ucapan Boa.

"kenapa harus?" setidaknya Jaejoong menjadi acuh jika ada hal yang menyangkut seorang Jung Yunho. Ia mencoba tetap bersikap tenang dan mengikuti pembicaraan Boa.

"karena Yunho tunanganku tentu saja. Banyak yang membicarakanmu, banyak orang yang mengira kau menjadi simpanan Yunho, jadi setidaknya kau harus menjauhinya agar gosip itu reda"

"aku hanya tidak ingin kau digunjingkan teman-teman" lanjut gadis itu.

"aku tidak peduli dengan semua omongan mereka Boa ssi. Dan aku tidak bisa menjauhi yunho"

"setidaknya kau harus memikirkan nama baik Yunho. Kenapa?" ujar gadis itu lirih.

"persetan dengan nama baik, toh Yunho juga tak keberatan. Dan, Apa alasanku penting?" setelah mengucapkan kalimat itu jaejoong pergi, ia harus menemui YooSuMin. Karena Shinki adalah sekolah elite jadi kantin di sekolah itu sangatlah luas dan mewah, itu menjadikan Jaejoong sulit menemukan YooSuMin.

Jaejoong hanya mengikuti instingnya, tak beberapa lama ia menemukan orang yang dia cari. Ia berjalan mendekat.

"kau lama sekali hyung" kata changmin tepat setelah Jaejoong mendudukan pantatnya.

"mungkin jika kau tak segera datang makananmu pasti sudah berada di perutku" yah, Jaejoong cukup tahu jika teman barunya yang bernama Changmin sangat terobsesi pada makanan.

"hmm, tadi Boa mengajakku bicara"

"Boa?" kini giliran Junsu dan mendapat anggukan dari Jaejoong.

"apa yang kalian bicarakan?" Taya Junsu lagi

"dia ingin aku menjauhi Yunho"

"apa kau menyanggupinya?" Yoochun yang sedari tadi hanya diam kini ikut menyahut

"apa kau pikir aku akan menurut pada perintah orang yang baru aku temui?"

"tidak, tentu saja tidak" Yoochun menggelengkan kepalanya cepat.

"lalu apalagi yang gadis itu ucapkan?" tanya Junsu

"dia bilang dia tidak ingin gosip tentangku sebagai simpanan Yunho menyebar luas"

"cih, bilang saja kalau cemburu. Terlalu banyak alasan, benarkan chunie?" Yoochun hanya mengangguk anggukkan kepala menyetujui perkataan Junsu.

"sepertinya dia orang baik" ujar Jaejoong, ia melirik Changmin sekilas, pria itu masih saja bercumbu dengan kekasihnya, food of ia memakan makan yang sudah dipesankan temannya.

.

.

.

I'm

.

.

.

Jaejoong menyandarkan kepalanya di bahu Yunho "menyebalkan" gerutunya.

"berhentilah bersikap seperti yeoja Boo. Dan cepat selesaikan tugasmu"

"apa maksudmu dengan bertingkah seperti yeoja ohg? Dasar beruang gendut"

"hahah, kau sangat menggemaskan boo" Jaejoong hanya memutar bola matanya

"dan aku tidak gendut" lanjut Yunho.

"kau beruang gendut"

"ini otot boo, bukan lemak. Jadi apanya yang gendut?"

"sama saja. Tubuhmu sangat besar"

"kau tahu boo, yang besar bukan hanya tubuhku" yunho terkikik

"yah yah apa yang kau bicarakan"

"memang apa yang ku bicarakan?" tanya yunho *sok polos*

"dasar beruang gendut pervert"

Obrolan dan pertengkaran kecil antara Yunho dan Jaejoong menemani saat mereka mengerjakan tugas yang di berikan songsaenim.

Yunho sangat suka menggoda Jaejoong, walau kadang jaejoong cemberut dan kadang mengomel kepadanya tapi ia tak akan berhenti menggodanya. Jaejoong menjadi lebih manja dan banyak omong saat di goda Yunho. Menggoda jaejoong adalah cara ampuh bagi yunho saat ingin melihat senyum jaejoongnya.

.

.

.

I'm

.

.

.

To : pervert Bear

'aku pulang dulu. Sampai jumpa di apartment :*'

To : my BooJae

'kau tidak mau menungguku ? T_T hmmm baiklah, hati-hati di jalan dear #kiss and hug'

Jaejoong tersenyum sangat manis, tingkah beruangnya sangat menggelikan menurutnya. Sebelum pulang Yunho kembali di panggil ke ruang guru, ia akan mengikuti olimpiade Matematika jadi ia sedikit sibuk dan harus bolak-balik ke ruang guru untuk mengurusi berbagai keperluan.

To : pervert Bear

'aku harus segera pulang, aku akan masak untuk makan malam kita'

To : my Boojae

'baiklah, masak yang banyak istriku ;D'

Jaejoong memasukkan ponselnya ke dalam tas punggungnya. Ia segera keluar kelas, sekolah sudah sangat sepi karena jam pulang sekolah sudah berbunyi sekitar 30mnt yang lalu. Ia berjalan kaki menuju halte kare tak mungkin ia membawa mobil dan membiarkan Yunho pulang menaiki busway, bukannya apa-apa ia hanya tak ingin semakin merepotkan yunho.

"hai cantik" 4 laki-laki pelajar SMA mendekati jaejoong.

"apa kau mau ikut oppa? hahaha" salah satu diantara mereka mencolek dagu Jaejoong. Demi Tuhan, walaupun ia cantik tapi ia tetap lelaki, ia juga memakai seragam sekolah untuk laki-laki, di perlakukan seperti itu harga diri jaejoong seperti di injak-injak.

"berengsek kau" Jaejoong menampar orang itu.

"YAH! Apa yang kau lakukan hah?!" orang itu mencengram kerah kemeja Jaejoong

"harusnya aku yang bertanya. APA YANG KAU LAKUKAN HAH?

Dan akhirnya mereka pun berkelahi. (di skip ne, Arty ga bisa bikin adegan berkelahi –")

.

.

.

I'm

.

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan harusnya jaejoong sudah pulang sejak 3 jam yang lalu. Sudah satu jam yunho berada di apartment, saat pulang dari sekolah ia sudah sangat lapar dan ingin segera memeluk boojaenya , rupanya itu hanya menjadi angan kosong seorang Jung yunho. Saat pulang ia mendapati apartemet dalam keadaan kosong. Tidak dapat di pungkiri bahwa Yunho sangat mengkhawatirkan jaejoong, Jaejoongnya bahkan baru 3minggu berada di Seoul.

"bagaiman jika joongie kesasar? "

"atau Jongie di culik. Ani ani"

"lalu bagaimana jika saat di culik Joongie juga di perkosa"

Berbagai fikiran negatif berkecamuk dibenak Yunho. Dia khawatir juga tidak tanpa alasan. Walaupun jaejoongnya laki-laki tapi ia sangat cantik, banyak pria yang menyukai jaejoongnya termasuk dia sendiri. Yunho sekarang tak ubahnya seperti setrikaan.

'teeeeeet'

Bel apartmentnya berbunyi, tanpa melihat intercom Yunho segera membuka pintu.

"oh boo, kenapa baru pu- Boa?" belum sempat menyelesaikan kalimatnya yunho menyadari jika yang ada di hadapannya kini bukan boojaenya. Ugh, sepertinya dia kecewa.

"ada apa kau kesini , Boa?" tanya Yunho tanpa mempersilahkan tamunya masuk.

"aku hanya ingin berkunjung, apa tidak boleh?"

"tidak biasanya. Ada masalah apa?"

"kau bahkan tak menanyakan keadaanku, setelah 1 mingggu aku dirawat di Rumah Sakit. setidaknya biarkan aku masuk dulu oppa"

"baiklah silahkan masuk" walau merasa tidak rela Yunho tetap membiarkan Boa masuk. Well, Boa adalah tunanganmu Yunho-ssi.

"apartmentmu sangat rapi oppa" Boa melihat sekeliling. Baru dua bulan usia pertunangannya dengan Yunho, dan itupun karena mereka di jodohkan, jadi wajar bila ia baru pertama kali menginjakkan kaki ke apartment tunangannya.

"Jaejoong selalu merapikannya" ujar yunho bangga

"jaejoong?" Boa mengernyit.

"apa dia tinggang di sisni?" seperti dihantam sebuah batu besar, boa tak menyangka jika hubungan tunangannya dengan Jaejoong sedekat ini.

"apa ada masalah?"

"tidak, aku hanya terkejut. Akan sangat buruk jika teman-teman di sekolah mengetahui ini" lanjut boa

"maksudmu?"

"mereka akan semakin menggunjing kalian oppa"

"aku tidak peduli"

"bagaiman dengan Jaejoong? Apa kau tak memikirkannya?"

"ia baru pinda ke Shinki dan sudah mendapat cemoohan, apa kau tak memikirkannya" lanjut boa

"Jaejoong pernah bilang padaku 'don't give a shit what people say'. Jadi kurasa dia tidak masalah walaupun menjadi bahan gosip murid-murid Shinki. Dia telah kebal dengan gunjingan seperti itu Boa. Dia tidak akan peduli, dan akupun sama."

"lalu bagaimana denganku?"

"ha?"

"aku tunanganmu oppa"

"mereka tak akan berani membicarakanmu, Boa"

'bukan itu yang aku maksud yun. Kau sama sekali tidak memikirkan perasaanku' namun kata itu seolah tersangkut di tenggorokan Boa

Entah apa yang ada di otak Yunho saat ini. Ia adalah tunangan Yunho, tapi Yunho sama sekali tak memikirkannya. Dulu sebelum jaejoong datang lawannya untuk mendapat perhatian Yunho adalah Go Ahra, walaupun banyak yang menyukai Yunho tapi Go Ahra adalah saingan terberat Boa. Seluruh murid Shinki tahu jika ia dan Yunho bertunangan, tapi sikap yunho terhadapnya yang tidak menunjukkan kepedulian sama sekali membuat orang-orang yang menyukai yunho tak memperdulikan status yunho yang telah bertunangan. Dan sekarang jaejoong datang, berurusan dengan Jaejoong bukanlah perkara mudah, Boa tau hal itu. Apalagi Yunho seperti sangat memihak pada Jaejoong, itu adalah hal yang sangat membuatnya frustasi.

Kwon Boa, anak dari Kwon Sooman. Seorang yang juga berkecimpung di bisnis perhotelan, sama seperti Appa Jaejoong. Selama ini Sooman menjadi pesaing berat Kim Jaeseok. Hingga saat Appolo hotel diambang kehancuran, para pemegang saham menyetujui jika 'Appolo Hotel' di akuisisi oleh 'A Hotel'(milik Kwon Sooman).

"sebaiknya aku pulang"

'klik' suara pintu terbuka. Jaejoong dan Boa bertemu pandang sebentar sebelum Boa memutuskan benar-benar pergi dari tempat itu.

"astaga Jae" pekik Yunho ketika melihat keadaan jaejoong yang baru masuk.

"apa yang terjadi?" tanya yunho

"aku berkelahi" jawab Jaejoong

"duduklah, aku akan mengambil obat" tanpa di perintah 2 kali Jaejoong duduk.

Tak butuh waktu lama, yunho kembali dengan membawa kotak obat dan mangkuk yang berisi air panas.

"ternyata Jaejoongku sudah pintar berkelahi" ucap yunho dengan nada menyindir, ia duduk di sebelah jaejoong. Ia membersihkan luka pria itu.

"mereka tiba-tiba menggodaku kemudian menyerangku"

"menggoda?"

"ne. Dan mereka menjatuhkan harga diriku sebagai seorang pria"

"apa kau pria?"

"YAH!"

"haha, arra. Aku cukup tau jika kau seorang pria" Yunho terkikik.

"haruskah kita ke rumah sakit?" tanya Yunho

"tidak. Aku baik-baik saja Yun"

"harusnya kau lebih hati-hati jae. Sungguh aku tak ingin terjadi apa-apa padamu"

"apa ada luka lain selain di wajahmu?" Yunho memeriksa tubuh jaejoong

"molla. Mungkin hanya sedikit memar-memar saja"

"berapa orang yang berkelahi denganmu?"

"empat"

"empat?"

"aish aku bisa gila. mulai sekarang aku tak akan membiarkanmu kemana-mana sendiri" lanjut Yunho.

"aku namja Yun. Kau terlalu mengkhawatirkanku"

"aku tau namja. Demi tuhan jae, aku tak ingin terjadi apa-apa padamu, cukup sekali, hanya kali ini. Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu. Tidak, tidak akan"

"cih! Kau selalu memperlakukanku seperti Yeoja"

"terserah kau menganggap apa. tapi sungguh aku sangat mengkhawatirkanmu. Dan aku sangat tahu jika kau namja"

Yunho mencium sekilas bibir ranum jaejoong, sudut bibir Jaejoong terluka jadi ia tidak melakukan lebih. Tapi, jaejoong tak akan puas dengan hanya sebuah kecupan singkat. Jaejoong menarik tengkuk yunho dan kembali menciumnya, ciuman basah yang mungkin akan mengembalikan mood jaejoong.

Mungkin Yunho gila, atau memang seperti itu. Yunho hanya terlalu mencintai seorang kim jaejoong. Mengenal satu sama lain sejak kecil, saling menyayangi dan melengkapi hingga rasa sayang itu berubah menjadi obsesi untuk melindungi dan memiliki.

Mungkin mereka salah, tapi cinta yang tumbuh diantara keduanya bukan hal yang bisa di negosiasikan. Andaikan mereka bisa memilih, mereka pasti tidak akan memilih hal seperti itu. Tapi satu yang mereka rasakan, mereka tak pernah menyesal dengan apa yang telah terjadi. Mereka selalu mencoba jujur pada diri mereka sendiri, menjalani semuanya apa adanya. Yunho laki-laki begitu pula dengan jaejoong, mereka tahu jika hubungan mereka salah tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, mereka akan selalu bersama jika dengan bersama mereka bisa bahagia.

Entah sejak kapan persahabatan mereka menjadi sangat intim. Yunho adalah yang pertama bagi Jaejoong, begitu juga sebaliknya. Walau mereka berpisah selama 2 tahun, tapi cinta diantara keduanya tak pernah berkurang sedikitpun. Bahkan hubungan merek menjadi lebih intim sekarang.

Jika ada yang bilang 'hati itu bisa berubah', kata itu tidak berlaku untuk yunho atau jaejoong. Jaejoong adalah titik pusat dimana tak ada hal lain yang bisa menggantikannya. Yunho tak pernah membuat batasan apapun, karena jika ia membuat batasan pasti akan ada yang melewatinya.

.

.

.

TBC

.

.

.

Annyeong^^

Arty balik membawakan chapter 2. Mian ne, jika chap ini sedikit dan tidak memuaskan. Hanya ini yang bisa Arty berikan. Arty ngetik chap ini saat di sekolah ada jam pelajaran kosong hari sabtu kemarin, soalnya agak susah ngeluangin waktu buat nulis kalo udah di rumah karena Arty masih SMA jadi harus bagi waktu antara sekolah, bermain dan belajar xD *malah curcol* dan Arty bersyukur bisa ngepost hari ini.

Balasan Review Chap 1:

: jawabannya ada di chapter ini. iya ini lanjut. ne... gomawo^^

DahsyatNyaff : hehe Gomawo ne. panggil Arty atau Anna aja yah ;)

: jeongmal Gomawo ne. iya akan Arty usahain :D

Couphie : iya ini di lanjut :)

: iya kasihan, tapi tuntutan cerita xD *sungkem ke emak* jawabannya ada di chap ini.

gothiclolita89 : iya, ini di lanjut :)

YunJae24 : iya J selamat membaca^^ hahaha YunJae is the hottes couple ever xD

Guest : true story apa enggak ya? hihihi yang jelas cerita ini sedikit terinspirasi dari kehidupan Arty xD

Emarisbee : the answers in this chap :D (I just want to say if YunJae love each other xD) thank alot^^

MyraMoniaga: gomawo ne^^ panggil Arty aja okay ;) ini udah Arty lanjutin secepat yg Arty bisa J

Guest : Ini udah lanjut secepat yg Arty bisa xD jawabannya ada di chap ini ;D

makasih banyak buat yang udah baca, Review, follow, dan favs ff Arty. kalo ada pertanyaan, saran dan kritik yang membangun bisa samapikan ke Arty :D

Mind To Review?

Gomawo^^

Always Keep the Faith