Haloooo... disini Rin dan Jessi.. COME BACK PEMIRSA...
Oke.. ini adalah chapter 2 yang dipersembahkan oleh Jessi, adek saya. Yaa.. walaupun ada sedikit yang di edit-edit, tapi tidak mengurangi kadar siapa yang membuatnya. #plakkk#
Langsung aja deh kalo gitu. This is for you, minna.
Someone Who Change Me
By Rin Kurochiki and Jessi
Discalimer : . Bleach itu punya om saya. Tite Kubo.#dihajar Tite fc#
Warning: ooc, gajeness, misstypo ada di mana-mana, EYD semerawut #bahasa apa pula#, pokok'e Don;t like, don't read geh.
Seiretei Junior High School. Sekolah yang berada tepat di tengah-tengah kota Seiretei ini menjadi tempat Rukia menuntut ilmu. Rukia sedikit kagum dengan bangunan sekolah ini. Tampak indah ketika siluet matahari menyinari gedung ini. Saat ini Rukia tengah menyusuri lorong sekolah menuju kelasnya berada. Kelas 1C menjadi kelas yang akan Rukia tempati selama 1 tahun ini.
Begitu Rukia masuk ke kelas itu, pandangan mata para murid tertuju kearahnya. Grurnya yang sedari tadi berdiri didepannya mencoba mengenalkan Rukia pada para murid-muridnya ini.
''Kita kedatangan muridd baru di kelas ini. Dia pindahan dari Inuzuri. Zaraki, perkenalkan dirimu.''
"Namaku Rukia Zaraki, Salam kenal." Rukia tetap memasang wajah datarnya, walaupun sebenarnya dia begitu gugup memperkenalkan dirinya didepan kelas barunya.
Semua mata mengarah padanya. Rukia hanya mampu menundukkan kepalanya karena tidak percaya diri didepan teman-teman sekelasnya.
"Baiklah Zaraki, kau boleh duduk di samping Abarai."
"Abarai , bisa kau angkat tanganmu." mendengar kata-kata gurunya, Rukia langsung mengangkat kepalanya untuk mencari seseorang yang bernama Abarai.
Setelah menemukannya, Rukia berjalan menuju ke arah anak berambut merah yang sedang mengangkat tangannya. Sedikit lega karena dia duduk di bagian belakang, tapi juga masih gugup karena merasa terus diperhatikan seseorang disebelahnya. Dengan takut-takut Rukia menoleh kesamping. Ternyata benar Abarai sedang memperhatikannya.
"Hai , namaku Renji Abarai. Tapi kau bisa memenggilku Renji. ku harap kita bisa berteman." melihat Abarai tersenyum lebar padanya Rukia pun tersenyum, tapi kerena masih gugup jadi terlihat seperti meringis.
"Ha.. hai, kau bisa memanggilku Rukia. Aku harap juga begitu."
Untunglah ada yang mengajaknya berkenalan, dengan begitu Rukia tidak merasa sendirian sekolah barunya.
.
.
#Jess_Rin Kurochiki#
.
.
Sudah seminggu berlalu setelah kepindahan Rukia bersama Ayah dan Kakaknya ke Seireitei. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil milik Ayahnya sebelum Ayahnya memutuskan untuk tinggal di desa Inuzuri.
Kini Kenpachi berhenti menjadi anggota Yakuza dan mulai bekerja untuk membiayai sekolah kedua anaknya juga untuk kebutuhan mereka sehari-hari dengan menjadi seorang satpam di sebuah bank. Hisana dan Rukia juga melanjutkan sekolah mereka.
Kehidupan baru mereka begitu tenang dan damai, berbeda dengan saat mereka masih di Inuzuri. Kenpachi semakin sering mengajarkan kedua anak-anaknya beladiri untuk berjaga-jaga jika mereka dalam bahaya. Walaupun sekarang kehidupan mereka tenang, bukan berarti mereka bisa lengah.
"Hisana, bagaimana dengan sekolahmu?"
Hisana sedikit membersihkan sisa makanan dimulutnya dengan kain yang berada disamping mejanya. Benar, saat ini mereka sedang makan malam.
"Sangat menyenangkan, Ayah." jawab Hisana sambil tersenyum.
"Apa kau punya banyak teman?"
"Ya, aku juga sudah banyak mengenal orang-orang di sekitar sini."
Hisana dengan mudah mendapatkan teman disekolah maupun di sekitar rumah mereka. Karena sifatnya yang ramah, murah senyum dan mudah bergaul banyak orang-orang yang menyukainya.
"Baguslah, kalau begitu." Kenpachi melirik Rukia yang hanya diam sambil memakan makanannya.
"Rukia, bagaimana sekolahmu?" Kenpachi mengulangi pertanyaan yang sama pada Rukia.
"Baik, Yah"
"Apa kau punya banyak teman?"
"Um ..." Rukia terdiam.
Kenpachi sedikit khawatir dengan anaknya satu itu karena sifatnya yang susah bergaul dengan orang lain akan menjadikannya tidak betah dengan kehidupan baru mereka.
Berbeda dengan Hisana. Rukia yang tertutup dan pemalu membuatnya kesusahan mendapatkan seorang teman, apalagi Rukia lebih suka menyendiri dari pada berkumpul dengan banyak orang. Karena Rukia begitu pemalu untuk menutupinya Rukia bersikap dingin pada orang yang baru ditemuinya. disekolahnya dia hanya berteman dengan Renji sedangkan yang lainnya merasa segan untuk mengobrol dan berteman akrab dengan Rukia.
Kenpachi menghela nafas. sudah ia duga Rukia pasti kesulitan mendapatkan teman
"Rukia, apa kau suka tinggal di sini?" Karena sudah tahu jawabannya, Kepnachi mengganti pertanyaannya.
"Ya, disini lebih menyenangkan dari pada di Inuzuri." jawab Rukia cepat. Dia merasa lebih nyaman di Seireitei karena orang-orang di sekitarnya sangat ramah walaupun mereka tinggal dirumah yang kecil, tapi ini lebih baik dari pada di Inuzuri yang kebanyakan orang-orang kasar dan jahat.
"Baguslah kalau kalian suka disini." Kenpachi tersenyum merasa lega karena anak-anaknya lebih suka di tempat baru mereka. Jadi keputusannya membawa mereka pindah ke Seireitei adalah keputusan yang tepat.
.
.
#Jess_Rin Kurochiki#
.
.
"Rukia ayo pulang." panggil Renji.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, tapi kelas sudah kosong. Hanya tinggal Rukia dan Renji.
"Ya, tunggu sebentar." Rukia memasukan buku-buku pelajarannya.
Renji dan Rukia menjadi sahabat baik. Sejak Rukia menjadi murid baru di kelasnya mereka selalu bersama karena yang baru dikenal Rukia hanya Renji. Dan Renji tahu Rukia hanya mengenalnya di sekolah, Renji pun mengajak Rukia untuk berteman dengan anak-anak yang lain. Akhirnya Rukia bisa mempunyai teman walaupun hanya beberapa saja.
Mereka berjalan dalam diam. Tidak ada yang berbicara. Karena rumah Renji searah dengan Rukia mereka selalu pulang bersama. Mereka melewati jalan yang tidak biasa mereka lewati sepulang sekolah karena Renji disuruh pulang secepatnya dan Rukia menyarankan melewati jalan lain. Jalan tercepat untuk sampai kerumah tetapi agak berbahaya karena biasanya banyak preman yang sering berkumpul di situ. Biasanya mereka melewati jalan yang lebih aman walaupun lebih jauh. Awalnya Renji menolak tetapi karena tidak mau dimarahi kakeknya dia pun nekat.
Mereka berjalan dengan cepat, takut akan bertemu salah satu preman di situ. Tidak jauh lagi mereka akan melewati jalan yang berbahaya itu. Tetapi tiba-tiba ...
"Hey anak kecil, sini kalian." teriak seorang pria.
Renji dan Rukia pun langsung kaget dan menoleh kebelakang. "Sial, kita ketahuan." kata Renji pelan.
Ternyata ada dua preman yang melihat mereka.
"Ayo lari, Renji." Rukia langsung menarik tangan Renji dan berlari secepat yang mereka bisa.
"Hey jangan lari kalian." Preman-preman itu pun mengejar mereka.
Rukia mempercepat larinya sambil menarik tangan Renji. Preman itu kesulitan mengejar mereka karena lari mereka terlalu cepat.
"Sial cepat sekali larinya bocah-bocah itu." Gerutu preman yang memakai kacamata hitam dan berkumis tipis.
"Cepat, Iba-sa!. Jangan sampai mereka pergi." Teriak preman berkepala botak.
Nafas Rukia dan Renji mulai terasa sesak tidak sanggup lari lebih lama lagi. Kedua preman yang mengejar mereka pun mempercepat larinya. Akhirnya mereka berhasil menyusul kedua bocah itu.
"Apa kalian tuli, sudah ku bilang jangan lari." Bentak preman berkepala botak.
Mereka berdua mulai panik. Renji yang ketakutan hanya bisa terdiam. Rukia sama takutnya dengan Renji tapi dia mencoba untuk sedikit tenang dia mengambil tongkat kayu agak panjang yang ada di dekatnya.
"Ikkaku, sepertinya bocah-bocah itu ketakutan." bisik preman yang dipanggil Iba tadi. Preman yang dipanggil Ikkaku itu mendekat.
"Hoy, kalian ja ..."
"Hiyaaaaaaaa." Tiba-tiba Rukia langsung menyerang Ikkaku dengan menggunakan kayu panjang di genggamannya, menjadikannya sebuah pedang. Rukia berpikir itulah saatnya mempraktekkan latihan yang di berikan ayahnya selama ini.
Reflek Ikkaku mundur tetapi karena serangan Rukia terlalu cepat akhirnya tangannya terkena pukulan. Rukia tetap menyerangnya lagi dengan jurus-jurus Kendo yang di ajarkan ayahnya.
Ikkaku terlalu terkejut karena Rukia menyerangnya tiba-tiba. Rukia mulai mengangkat tongkatnya lalu melangkah maju dan mengarahkan tongkat itu kebagian perut kanan Ikakku.
DUAGH.
Ikkaku pun roboh. Renji yang melihat kejadian itu pun hanya diam dengan mata dan mulut yang terbuka lebar terbuka. Dia terlalu kaget melihat temannya mengalahkan preman itu.
"Ikkaku!"
Iba yang melihat itu pun berlari mendekat. Rukia sedikit panik karena teman preman botak itu mendekat. Akhirnya Rukia juga menyerang Iba dengan serangan di kepala.
DUAGH.
Setelah menyerang Iba, Rukia langsung membuang tongkat yang dipegangnya dan berlari kearah Renji.
Renji yang masih shock karena melihat Rukia menyerang dan mengalahkan dua preman pun langsung sadar begitu Rukia menarik tangannya dan berlari menjauh.
"Hah ... hahhh ... hahhh." Rukia sangat kelelahan tidak mampu untuk berlari lagi. Untungnya mereka sudah sangat jauh dari tempat tadi.
"Hahhh ... kauh gila Rukia ... hahh..." Renji sangat tidak percaya dengan kejadian yang barusan dilihatnya. Ternyata temannya itu sangat hebat.
"Haaahhhh ... kalau aku tidak begitu bisa-bisa kita tidak akan pernah bisa pulang, Bodoh." Rukia jadi kesal mendengar kata-kata Renji yang mengatainya gila.
"Kau belajar dengan siapa?" Renji jadi penasaran. Karena sudah hampir Tiga tahun dia mengenal Rukia dan baru tau kalau temannya itu bisa beladiri.
"Dari ayahku. Ayo cepat kau bilang harus segera pulang, makanya kita melewati jalan berbahaya itu." Rukia ingin cepat sampai dirumahnya agar bisa segera istirahat.
"Ah aku hampir lupa."
Renji pun berbelok menuju rumahnya. Rukia tetap berjalan lurus kearah tempat yang ditinggalinya dan keluarganya selama Tiga tahun ini.
"Aku pulang." teriak Rukia dari depan rumahnya.
"Selamat datang." jawab Hisana sambil mendatangi Rukia yang terlihat kelelahan. "Kau kenapa, Rukia?"
"Ah tidak apa-apa kok." jawab Rukia sambil tersenyum.
"Oh ya sudah. Setelah ini bisa temani kakak berbelanja?"
"Baiklah."
.
.
#Jess_Rin Kurochiki#
.
.
Hari sudah gelap. Orang-orang sudah pulang kerumah masing-masing untuk melepas lelah setelah bekerja. Begitu pula Kenpachi, setelah mandi dia duduk di depan meja makan untuk makan malam bersama keluarga kecilnya. Hisana dan Rukia sedang sibuk menyiapkan hidangan makan malam untuk mereka. Kenpachi bersyukur akan kehidupan yang tenang mereka yang sekarang dan berharap akan seperti ini seterusnya.
TOK ... TOK ... TOK.
Tiba tiba pintu depan rumah diketuk oleh seseorang. Mereka pun menoleh kearah pintu.
"Biar aku yang buka." Rukia berjalan menuju pintu lalu membukanya.
Matanya terbelalak. Rukia sangat terkejut begitu melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.
"Hoy bocah."
Rukia hanya bisa mematung di depan pintu.
To Be Continued
Jes_Paras Hadi Room
Huaaaaaaahh akhirnya selesai juga \(*,*)/
Terima kasih Readers yang sudah membaca dan mereviwe Fic colab pertama saya dengan Rinko-Senpai.
Terima kasih banyak. m(_ _)m
Teknik yang dilakukan rukia :
Do adalah tebasan badan atau perut. Sasarannya adalah sisi kiri atau kanan perut. Kendoka yang mengenai sasaran perut, kemudian langsung menarik kembali pedangnya, ini seperti gerakan merobek perut lawan. Teknik ini cukup sulit.
Men adalah tebasan kepala. Gerakan teknik ini diarahkan ke kepala lawan. Pedang diangkat di atas kepala dan kemudian diayunkan ke kepala lawan. Ini adalah teknik dasar. Variasi dari Men adalah Sayu-Men, serangan ke ara pelipis kiri atau kanan lawan.
Rinko Kurochiki Room
Halo minna. Sumpah, kata-kata yang mau saya kasi buat fic buatan adek saya ini adalah... K-E-R-E-N. Percaya atau gak ya, ini asli buatan dia. Saya hanya mengedit yang bagian atas sama sebagian Typo yang masih ada. Selebihnya Jessi yang bikin. Kasi seratus jempol buat adek saya ini.
Apa alurnya kecepetan? Atau kurang greget? Kalo saya rasa sih sudah oke. Cuma gak tau untuk readers sekalian. Nanti kalo review, kasinya buat Jessi aja ya. Karena saya Cuma mengontrol aja kok. Hehehehe
Okelah, yang mau review boleh kok. Saya sangat mengapresiasi sekali untuk setiap review yang ada. Sekali lagi terima kasih untuk para reviewer dan readers yang telah menyempatkan diri untuk membaca karya saya yang (lagi-lagi) muncul di ffn. Sekali lagi Hontou Ni Arigatou Gozaimasu.
Rin serahkan pada Jessi sepenuhnya deh. #Mungkin Jessi Reinkarnasi dari Raiko# :'(
Arigatou
