Singer and Composer
By Saber 'Arthuria' Pendragon
Disclaimer: Masashi Kishimoto for Naruto.
Genre: Romance,
Warnings: OOC Maybe, Typo(s), AU
NB: Saya baru sadar kalau kemarin saya belum merapikan isi file chapter 1. Mohon maafkan keteledoran saya *bows*
2. Coffee Latte
Kali ini Naruto memilih tempat yang lebih privat dari waktu yang lalu. Ternyata kafe yang lalu itu bertingkat, dan ada tempat khusus yang mempunyai dinding untuk membatasi meja per meja. Jendela juga mengarah ke pemandangan pepohonan yang sunyi. Mereka juga bisa bercengkrama lebih leluasa dari waktu itu.
"Kau pasti bercanda," Sakura menatap Naruto sarkatis. "Kau tidak pernah menonton televisi? Ada drama yang bisa kau tonton di waktu senggang, lho."
Naruto tertawa, "Drama itu hanya bentuk kehidupan lain dengan penulis skrip sebagai tuhannya, Sakura-chan. Bukankah itu sama saja?" jawabnya. Ia menyesap kopo hitamnya dengan tenang, "Pasti Sakura-chan suka drama romansa-ttebayo?"
Sakura tersenyum, "Memangnya kenapa, komposer muda?"
"Iie, nandemonai," jawabnya singkat.
Sejak insiden kecil tersebut, media massa mulai mempertanyakan hubungan mereka berdua. Penyanyi solo Sakura Haruno dan komposer Naruto Uzumaki. Untung saja, pria pirang itu adalah anak dari Minato Namikaze, jadi ia dengan santai berkata bahwa ia hanya sahabat dekat Sakura sejak kecil dan waktu itu mereka hanya ingin bercengkrama sebentar. Namun tetap saja, paparazzi terus mengejar mereka berdua dan keluarga mereka.
"Oh, ya," Sakura menepuk tangannya. "Bagaimana kabar Kushina-san? Aku rindu sekali dengan miso buatan ibumu."
Naruto menatapnya heran, "Kukira kau sudah lupa dengan miso buatan ibuku, dattebayo."
"Dasar. Kau kira aku lupa?" Sakura tersenyum licik, terlihat sombong. "Walaupun sekarang aku adalah artis yang sibuk, aku tidak akan pernah lupa masakan enak buatan ibumu!"
"Hahaha, kau bisa saja Sakura-chan."
Sakura menyeruput capuccino-nya dengan cepat, segera meletakkannya kembali. "Aku ingin bicara sedikit serius, Naruto. Sebentar lagi, aku akan mengeluarkan album baru, jadi aku ingin-"
"Sakura-chan."
Sakura terdiam.
"Ya?"
"Bekas krim."
Sakura terlihat bingung, namun lidahnya segera bergerak ke sekitar bibirnya. "Dimana?"
"Ah, disini."
Naruto segera berdiri dari kursinya.
Sakura bisa melihat Naruto semakin dekat, dan merasakan sesuatu di bibirnya. Pikirannya seketika kosong, dan secara reflek ia menutup matanya sesaat, dan kembali terbuka ketika Naruto telah kembali menjauh.
"Ah, jadi kau membutuhkan seorang komposer? Tentu saja aku mau, Sakura-chan," Naruto tersenyum lebar. "Tapi, omong-omong, apakah kau tetap akan mengabaikan teleponmu?"
Sakura berkedip, lalu pandangan matanya ke arah layar teleponnya.
Ino Yamanaka
Calling...
'Ah.'
Ia juga menoleh ke arah jendela yang menunjukkan bentuk miniatur Ino kecil sedang marah-marah di pinggir jalan.
'Sial.'
"Ha-hahaha, kau benar," Sakura segera memasukkan barang-barangnya ke tas dan meminum capuccino-nya habis dalam sekali tegukan. "Arigatou, Naruto. Aku akan memberitahumu secara detail lain waktu," ia tersenyum kaku. "Ja nee!"
Kakinya bergerak cepat melalui Naruto dan segera keluar dari ruangan tersebut, menuruni tangga, menutupi wajahnya dengan kacamata dan segera berlari keluar kafe ke arah Ino yang masih memasang wajah kesal di samping mobil. "Ino-"
"Yah, forehead! Kau ini lama sekali! Kau punya jadwal di- Hei, kenapa wajahmu merah begitu?"
Sakura memegangi pipinya. "Hah? Masa? Mungkin karena terpapar panas matahari," jawab Sakura iseng. "Bilang kepada Asada-san untuk merias wajahku lebih alami lagi, ya."
Ino mengangkat bahu. "Terserah kau saja."
Sakura menghela nafasnya lega. Ia segera masuk ke dalam mobil, dan secara tidak sadar menyentuh bibirnya.
Naruto-
'Ah, sialan.'
Sembari memijat keningnya, ia tidak yakin apakah ia akan memberitahu Naruto tentang penjelasan yang ia janjikan.
Mind to RnR?
