Loveina CruelWorld Chap. 2
Title : Love in a Cruel World
Author : Putri ChanBaek26
Casts :
- Byun Baekhyun - Park Chanyeol
- And All EXO members
Pairing : ChanBaek
Genre : Shounen-ai! Yaoi! BoyXBoy! Yang gak suka BoyxBoy mending kembali..
Summary : Baekhyun membuat iklan keperjakaannya disalah satu situs xxx karena ia harus membayar uang sekolah secepatnya. Apa jadinya jika ternyata ia menerima penawaran dari namja yang ia cintai sekaligus membenci dirinya? Apa yang akan terjadi?
"A-aku mencintaimu." Ucapnya terbata.
"Aku bilang diam! Jangan katakan hal menjijikkan lagi!"
"Aku mencintaimu! Aku men—hmmph—" Ucapan Baekhyun terhenti saat Chanyeol membungkam bibir namja mungil itu dengan sebuah ciuman. Keduanya terdiam dalam posisi seperti itu sampai Baekhyun menggerakkan bibirnya. Beberapa detik kemudian keduanya terlihat menikmati ciuman itu sampai sebuah suara menginterupsi kegiatan mereka.
Happy Reading!
Chap. 2
"Ehem."
Mendengar deheman seseorang itu membuat Chanyeol tersadar dari perbuatannya, ia mendorong Baekhyun dengan keras.
"Ck, aku tidak menyangka ada 2 gay sedang bermesraan di Sekolah." Ucap seseorang itu sambil berdecak.
"A-Aku bukan gay!" Teriak Chanyeol panik.
"I-Ini tidak seperti yang kau bayangkan Kyungsoo-ah! Aku memang gay! Tapi Chanyeol tidak! Aku berusaha merayu nya tadi." Ujar Baekhyun kepada orang itu yang ternyata adalah Kyungsoo, ia berusaha membela Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya menatap tidak suka.
"Benarkah? Hm, tapi tetap saja kalian berdua bersalah karena telah tertangkap basah berbuat mesum di Sekolah."
"Ini tidak mesum Kyungsoo-ah! Kami hanya.. Berciu—man" Kata Baekhyun sambil sedikit memelankan suaranya diakhir.
"Sama saja."
"Kumohon." Pinta Baekhyun memelas.
"Tidak, tidak! Aku tetap akan memberitahukan kepada guru."
"Aku mohon Kyungsoo-ah! Tolong jangan beritahukan tentang hal ini. Ku mohon." Baekhyun tiba – tiba berlutut dihadapan Kyungsoo dengan mengiba.
"Ck,baiklah-baiklah! Kali ini kalian ku maafkan. Tapi lain kali tidak!" Ucap Kyungsoo sembari menatap tidak suka, ia kemudian berjalan menjauh.
"T-terima kasih!" Teriak Baekhyun senang.
"Dengar! Ini terakhir kalinya kita berbicara satu sama lain. Lain kali jangan harap kau bisa berbicara dengan ku." Kata Chanyeol dingin selepas kepergian Kyungsoo.
Baekhyun hanya terdiam, ia tidak mengangguk ataupun menggeleng.
-oOo-
"Aku duduk disini! Kau pindah ke belakang!" Kata Chanyeol kepada seorang namja berwajah kotak saat ia baru saja memasuki kelas.
"Aku? Kenapa harus aku?" Tolaknya tidak terima.
"Kau mau ini?" Tanya Chanyeol sambil memajukan kepalan tinjunya.
"Ba-Baiklah!" Ucap namja itu takut.
"Chen! Nanti saat istirahat kita tetap bersama ya?" Teriak namja chubby kepada namja berwajah kotak yang bernama Chen itu.
"Baik Xiumin!" Balas Chen Senang, namun setelahnya ia menatap tidak suka kearah Chanyeol.
-oOo-
Baekhyun menatap kebingungan saat melihat Chen duduk dibangku Chanyeol, sementara Chanyeol berada dibangku Chen. Dengan mengangkat bahu tanda tidak peduli ia pun berjalan menuju bangkunya.
"Kenapa? Kau tidak suka aku duduk dengan mu?" Tanya Chen menatap sinis saat melihat Baekhyun menuju ke arahnya.
"T-tidak." Jawab Baekhyun singkat. Ia menoleh ke bangku depan paling pojok. Terlihat Chanyeol yang sedang melipat tangannya tanpa melakukan apapun. Ia sedih, ternyata Chanyeol benar - benar berusaha menjauh darinya. Saat Chanyeol menoleh ke belakang, mata keduanya bertemu. Tetapi Chanyeol langsung memalingkan wajahnya membuat Baekhyun kecewa.
-oOo-
Baekhyun merebahkan dirinya ke tempat tidur, ia hanya menatap ke langit - langit kamarnya sambil sesekali menghembuskan napasnya panjang. Memikirkan segala hal yang terjadi padanya. Tiba - tiba ia dikejutkan oleh suara ponselnya yang berdering, ia segera meraih ponsel yang terletak di atas meja belajarnya itu.
"Halo?" Jawabnya pelan.
Terdengar suara seorang namja dari seberang sana.
"Halo? Apa kau Baekkie?" Tanya orang itu langsung tanpa basa basi.
Baekhyun mengerutkan keningnya, ia tau orang itu adalah salah satu member dari situs yang terakhir ia kunjungi. Bagaimanapun yang memanggilnya Baekkie hanya orang – orang dari situs itu.
"Ya, kau siapa?" Jawabnya cuek.
"Aku Oh Sehun. Apa kau punya waktu? Aku ingin bertemu denganmu."
"Maaf, tapi aku tidak bisa. Aku tidak mau lagi tidur dengan namja manapun." Kata Baekhyun dengan kesal. Terdengar tawa dari sebrang sana.
"Haha, kau lucu sekali. Aku tidak mungkin tidur denganmu. Aku normal, okay? Aku hanya ingin membicarakan sesuatu yang penting."
Baekhyun menepuk jidatnya sendiri, ia malu karena menuduh orang sembarangan.
"Maaf, aku pikir kau salah satu dari orang - orang itu."
"Ya, tidak apa – apa. Jadi apakah kau mau bertemu denganku?"
"Memangnya apa yang ingin kau bicarakan?"
"Ini rahasia, apa kau mau?"
Baekhyun terdiam sejenak, ia tampak berpikir mengenai ajakan dari namja misterius itu. Namun beberapa detik kemudian ia mengangguk.
"Baiklah."
-oOo-
Setelah sampai dikafe yang telah ditentukan, Baekhyun memandang berkeliling. Kemudian pandangannya terhenti kearah seorang namja muda yang duduk sendiri sambil memandang keluar. Ia pun segera menemui laki – laki yang ia duga sebagai Oh Sehun itu.
"Apa kau Oh Sehun?" Tanya Baekhyun menebak.
Namja itu mendongak, kemudian sebuah senyum mengembang dibibirnya.
"Ya, kau Baekkie kan? Duduk lah." Kata Sehun dengan sopan.
Baekhyun mendudukkan dirinya dibangku kafe yang terlihat bagus itu, kemudian ia memandang berkeliling.
"Hmm. Apa kau mau memesan makanan?" Tanya Sehun memecah keheningan.
"Tidak, aku ingin minum saja."
Sehun mengangguk, kemudian ia memanggil maid untuk memesan minuman.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Baekhyun pelan.
Sehun tampak tersenyum, kemudian ia memandang Baekhyun lekat - lekat.
"Aku tidak sanggup untuk mendengar penolakan darimu." Jawabnya masih dengan tersenyum.
Baekhyun mengangkat alisnya, bingung dengan apa yang sehun bicarakan.
"Maksudmu?"
"Hmm, begini. Aku punya Hyung, namanya Luhan. Dia bekerja sebagai fotografer di salah satu agency modelling. Dan dia membutuhkan seorang model untuk dijadikan sebagai model tetapnya." Ucapan Sehun barusan semakin membuat Baekhyun semakin bingung.
"Terus apa hubungannya denganku?" Tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Luhan hyung butuh model yang ciri - cirinya persis sepertimu. Kau gay, kecil, imut, polos dan cantik, kau benar - benar model yang ia butuhkan."
"Bukannya seorang model itu harus tinggi dan tampan? Aku jelas jauh dari kata itu."
Sehun lagi - lagi tertawa melihat kepolosan Baekhyun.
"Seharusnya dari kata – kataku itu kau tau, bahwa kau model yang tidak biasa. Kau akan menjadi model untuk majalah Gay." Ucap Sehun dengan enteng, sementara Baekhyun sudah membelalakkan matanya.
"Ma-Majalah Gay? Memangnya ada majalah seperti itu?" Tanya Baekhyun tidak percaya.
"Tentu saja ada, akhir - akhir ini peminatnya semakin banyak. Maka dari itu Luhan hyung mencari namja yang imut untuk menjadi modelnya."
Baekhyun terdiam sejenak. Ia benar - benar bingung, bagaimanapun biasanya gay itu suka melihat model yang hot dan memiliki badan yang bagus, sementara dia adalah kebalikannya. Ah, ia benar – benar bingung sekarang.
Sehun yang tahu kebingungan Baekhyun pun kembali tersenyum.
"Tenang aja, kau hanya akan difoto. Kau tidak akan melayani namja - namja itu."
"Bayarannya?" Tanya Baekhyun tiba – tiba, ia menunduk sedikit malu mendengar pertanyaannya sendiri.
"Bayarannya dua kali lipat dari bayaran model baru pada umumnya, karena nanti kau harus berpose menggoda, agar para namja tertarik untuk membeli majalah itu."
Baekhyun mengangguk paham, selama ia tidak harus melayani siapapun ia setuju - setuju saja. Apalagi gajinya pasti lumayan.
"Jadi kapan pemotretannya dimulai?" Tanyanya lagi.
"Besok kau datang saja ke alamat ini. Luhan hyung yang akan menjelaskan semua padamu." Jawab Sehun sambil menyerahkan sebuah kartu nama.
"Oh ya? Apa kau tidak mau bertanya dari mana aku tau tentangmu?" Berbalik Sehun yang bertanya.
"Dari situs itu kan?" Jawab Baekhyun mencoba menebak.
"Tentu saja tidak. Aku tau dari Kai." Kata Sehun santai.
Baekhyun tampak berpikir sebentar, kemudian ia menatap Sehun.
"J-jadi kau teman Chanyeol juga?" Tanyanya dengan penasaran.
"Ya, dia temanku. Kami bertiga sahabat dekat."
Baekhyun mengangguk lemah. Entah kenapa mengingat Chanyeol membuatnya tak bersemangat.
"Kenapa? Kau tampak takut? Apa Chanyeol menyakitimu waktu itu?"
Baekhyun menggeleng kuat.
"T-tidak, aku hanya bertanya saja."
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Minuman ini aku yang bayar." Kata Sehun sembari berjalan keluar.
Selepas kepergian Sehun, Baekhyun hanya diam sambil memandangi minumannya.
-oOo-
"Baekhyun!"
"..."
" Tuan Byun!"
"..."
" Byun Baekhyun!"
Puk!~
"Aw!" Baekhyun meringis kesakitan. Ia mengelus kepalanya yang terkena lemparan spidol. Terdengar tawa mengejek dari teman - temannya.
"Keluar kau Byun Baekhyun! Saya tidak suka ada yang melamun dikelas saya! Keluar!" Teriak Seonsaengnim murka.
"Y-ya." Baekhyun cuma mengangguk kecil. Ia kemudian berjalan keluar kelas dengan gontai.
Akhir - akhir ini memang ia memang sering terlihat melamun, entah apa yang ia pikirkan. Ia sendiripun tidak tau. Dan ini sudah kesekian kalinya ia terkena teguran dari Seonsaengnim.
Chanyeol tersenyum mengejek saat melihat tubuh mungil itu keluar dari kelas.
-oOo-
Baekhyun berjalan gontai saat memasuki gedung yang akan menjadi tempat pemotretannya. Ia benar - benar tidak semangat hari ini. Tapi mau bagaimana lagi, ini hari pertama ia bekerja. Beberapa hari yang lalu ia telah membuat kesepakatan dengan Luhan.
"Luhan hyung!" Panggil Baekhyun saat melihat Luhan sedang mengecek kamera nya.
"Ah! Ya!" Balas Luhan sambil melambaikan tangannya.
Baekhyun berjalan mendekat.
"Apa aku terlambat?" Tanyanya saat sudah berada dihadapan Luhan.
"Tidak, masih sekitar 5 menit lagi dimulai. Kau ganti baju dulu saja."
Baekhyun mengangguk, kemudian ia memasuki ruang ganti yang berada dipojok ruangan.
Setelah sampai ia membuka pintu itu dengan ragu, apalagi saat di dalam ia melihat seorang namja yang sedang membereskan beberapa pasang baju.
"Mmm.. Permisi, aku Baekhyun, model baru disini" Kata Baekhyun ramah sambil memperkenalkan dirinya.
"Ah, ya.. Aku Lay, kau bisa memanggilku hyung. Aku yang akan bertanggung jawab padamu. Anggap saja aku managermu." Kata namja itu—Lay yang juga memperkenalkan dirinya sambil tersenyum manis, lesung pipi tampak dikedua pipinya.
"Ya. Mm.. Jadi, dimana baju yang akan aku pakai?" Tanya Baekhyun saat melihat tumpukan baju dihadapannya.
Lay tersenyum sambil mengambil baju yang akan dipakai Baekhyun.
"Ini, aku rasa ini pasti cocok untuk mu."
Baekhyun memperhatikan baju itu. Kemudian dahinya mengernyit saat melihat pakaian yang menurutnya aneh itu.
"Aku harus memakai baju ini?"
"Ya, kenapa?"
Baekhyun menggeleng cepat.
"Tidak apa - apa kok." Kemudian ia membuka bajunya dengan sedikit ragu karena Lay masih berdiri dihadapannya.
Lay yang sepertinya mengerti pun lagi - lagi tersenyum dengan manis.
"Tenang saja, aku sudah biasa melihat tubuh namja. Bahkan aku sudah sering melihat tubuh namja yang naked. Jadi jangan khawatir, dan lagi aku sudah bertunangan dengan seorang wanita kok." Kata Lay dengan santai.
Baekhyun tertawa malu, kemudian dengan cekatan ia membuka bajunya.
Saat selesai memakai baju warna merah yang menurutnya aneh itu, ia pun memandang kearah Lay dengan tatapan sulit diartikan. Lay mengerti, ia menepuk pundak Baekhyun yang sedikit terbuka.
"Baju ini memang aneh, tetapi entah kenapa saat kau yang memakai jadi terasa lucu. Kau benar - benar imut." Kata Lay seraya tertawa lebar.
Baekhyun berdecak kesal.
"Hyung! Aku malu" Kata Baekhyun sambil menunduk.
"Tidak apa – apa. Wajar kalau kau malu. Ini baru pertama kalinya bagimu, tetapi untuk yang kedua dan seterusnya pasti kau akan terbiasa."
Baekhyun mengangguk ragu. Tanpa banyak kata Lay pun membawa Baekhyun keruang pemotretan.
-oOo-
"Aigoo.. Kau terlihat imut." Kata Luhan saat melihat Baekhyun mengenakan baju merah anehnya. Baekhyun mempoutkan bibirnya.
'KLIK!'
Luhan tersenyum melihat hasil foto yang baru saja diambilnya.
"Yak! Hyung! Kenapa hyung mengambil foto ku yang seperti itu?" Protes Baekhyun sambil berusaha mengambil kamera Luhan.
"Yak! Justru bagus, terlihat lebih alami."
"Tapi kan aku terlihat jelek difoto itu." Kata Baekhyun masih protes.
Luhan berdecak pelan.
"Baekhyun~ah, hyung tidak akan mau model hyung terlihat jelek. Jadi kau tenang saja, hasilnya pasti bagus."
Baekhyun hanya mengangguk lemah. Kemudian ia mengikuti intruksi pose - pose menggoda yang harus dilakukannya.
-oOo-
"Capek sekali." Kata Baekhyun sambil meregangkan ototnya. Selama satu 2 jam ia melakukan pemotretan pada hari itu. Jadi ia merasa benar – benar lelah.
"Tentu saja, walaupun terlihat mudah tapi sebenarnya sulit." Kata Lay tersenyum.
"Ya, apalagi aku tidak berbakat didunia modelling. Benar - benar melelahkan." Lagi - lagi Baekhyun mengeluh.
"Nanti kau juga akan terbiasa." Ucap Lay sambil berlalu dari hadapan namja cantik itu.
"Semoga."
-oOo-
Chanyeol mengutak - atik handphone nya sambil tiduran di tempat tidurnya yang empuk, terlihat sesekali ia tersenyum. Entah apa yang ia lihat di benda pipih itu.
"Sedang apa kau?" Tanya Sehun yang merasa sedikit aneh melihat sahabatnya itu.
Sehun memang sudah biasa berada di kamar Chanyeol, bukan hanya Sehun sebenarnya. Tapi Kai juga.
"Haha, aku sedang Chat dengan Ahra noona. Dia sangat lucu." Sehun memutar bola matanya malas saat mendengar jawaban dari Chanyeol.
Ia kembali berkutat didepan laptopnya.
"Ehm, by the way, bagaimana hubunganmu dengan Baekkie?"
Chanyeol menghentikan aktivitasnya, kemudian ia menatap Sehun tajam.
"Jangan bicarakan orang itu didepanku."
Sehun menaikkan alisnya.
"Kenapa? Sepertinya kau sangat membencinya? Apa yang salah dengannya? Bukan kah dia baik?" Pertanyaan - pertanyaan barusan Sehun membuat Chanyeol semakin naik pitam.
"Brengsek! Sudah kukatakan aku tidak suka!" Teriak Chanyeol keras.
Sehun hanya mendengus pelan. Tanpa memperdulikan Chanyeol ia kembali menatap layar laptopnya.
Hening beberapa saat.
Chanyeol dan Sehun masih fokus dengan kegiatan mereka masing - masing. Sampai akhirnya Sehun duduk dipinggir kasur Chanyeol.
"Aku tak tau apa masalahnya, tapi aku rasa kau berlebihan membencinya." Kata Sehun mencoba meluluhkan hati Chanyeol, namun hal tak terduga terjadi.
BRAK!
Chanyeol membanting handphone nya ke lantai. Ia terlihat benar - benar emosi.
"Sudah berapa kali ku katakan jangan pernah membicarakan pelacur kecil itu dihadapan ku?!" Teriak Chanyeol sambil mencengkram kerah baju Sehun.
"Kenapa?" Tanya Sehun masih terlihat santai.
Chanyeol melepaskan cengkramannya, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Aku hanya ingin kembali normal Sehun!"
Sehun hanya diam menunggu kelanjutan perkataan Chanyeol tersebut. Ia bingung apa hubungannya antara Baekkie dengan normal.
"Tapi namja itu terus - terusan mengangguku. Aku tidak tau apa yang sebenarnya namja itu lakukan sampai aku bisa—" Chanyeol menggantungkan kalimatnya.
Sementara Sehun masih terlihat tenang tanpa mau bertanya lebih lanjut.
"Aku tidak tau kenapa aku bisa menyukainya. Sial! Itu terjadi begitu saja!" Lanjut Chanyeol sambil menjambak rambutnya.
Sehun tidak terkejut mendengar itu, ia cukup yakin namja manapun yang tidak normal pasti menyukai Baekhyun.
"Sejak kapan? Dan kenapa bisa?" Tanya Sehun akhirnya.
"Aku tidak tau, akhir - akhir ini aku selalu memikirkannya. Tolong aku Sehun~ah, bantu aku agar membenci namja itu." Ucap Chanyeol penuh harap.
Sehun menggeleng.
"Aku tidak bisa Chanyeol~ah, bukan begitu cara untuk melupakannya."
Chanyeol berdecak kesal.
"Selain seperti itu aku tidak tau lagi cara seperti apa, kami bertemu setiap hari. Dan itu semakin menumbuhkan perasaanku padanya."
"Setiap hari bertemu? Dimana?" Heran Sehun, ia menaikkan alis kirinya.
"Disekolah, tepatnya kami teman sebangku."
Sehun membulatkan bibirnya, ia memang tidak tau kalau Chanyeol dan Baekhyun sekelas. Karena ia dan Kai berbeda sekolah dengan Chanyeol.
"Aku rasa lebih baik kalau kau tidak membohongi perasaan mu."
Chanyeol menatap tidak percaya saat mendengar perkataan Sehun tersebut.
"Apa kau gila? Apa kau mendukungku menjadi gay? Teman seperti apa kau?!" Kata Chanyeol dengan kesal.
"Justru itu, aku tidak peduli kau siapa, mau kau gay ataupun tidak aku tidak peduli. Karena kau teman ku. Tapi kalau kau memang mau kembali ke jalan yang lurus, lebih baik gunakan cara yang benar." Ucap Sehun sembari berjalan keluar dari ruangan itu.
Chanyeol hanya bisa mendengus kesal menatap kepergian Sehun. Kemudian ia merebahkan dirinya ke ranjang. Ia pun memandang ke arah langit - langit kamarnya. Sesekali terdengar helaan napas panjang dari bibirnya.
-oOo-
Terlihat dua anak manusia dengan perbedaan tinggi badan yang kontras sedang berjalan dikoridor sekolah. Namja pendek yang dibelakang terlihat takut - takut berjalan dibelakang namja tinggi yang ada dihadapannya. Ia mencoba menjaga jarak dari namja dihadapannya.
Sampai akhirnya ia tersentak kaget saat namja yang berada dihadapannya berhenti. Antara bingung dan takut, itu lah yang dirasakan namja pendek itu.
"Kenapa kau mengikutiku?" Kata Namja tinggi itu memecah keheningan.
"A-Aku tidak mengikutimu, aku mau kekelas." Ucap Namja pendek itu sedikit gugup.
Suasana pada saat itu memang masih terlalu pagi, hanya beberapa siswa yang terlihat.
Namja tinggi itu berbalik, kemudian ia tertawa mengejek.
"Tidak kau bilang? Jangan bercanda kau Byun Baekhyun! Aku tau kau masih menyukaiku."
Namja pendek yang ternyata Baekhyun itu pun tersentak kaget. Jujur ia memang masih mencintai Chanyeol, tapi ia benar - benar jujur saat ia mengatakan tidak mengikuti Chanyeol.
"Tidak ada hubungannya dengan aku menyukaimu atau tidak." Kata Baekhyun berani sambil mulai melangkah.
Lagi - lagi Chanyeol tertawa meremehkan. Ia pun menghalangi jalan Baekhyun. Dengan menunduk ia mencoba mensejajarkan wajahnya dengan wajah Baekhyun.
"Lihat, wajahmu memerah." Kata Chanyeol sambil meraih dagu Baekhyun.
"Aku tidak memerah." Elak Baekhyun seraya menepis kasar tangan Chanyeol.
Chanyeol tersenyum sinis. Tiba - tiba ia memeluk tubuh mungil Baekhyun, kemudian dengan sangat lembut ia mencium bibir Baekhyun. Tanpa perduli ada yang melihat adegan itu atau tidak.
Hanya ciuman singkat tanpa nafsu, namun mampu membuat Baekhyun shock setengah mati. Setelah ciuman itu terlepas, Chanyeol kemudian mengarahkan wajahnya ke arah telinga Baekhyun.
"Aku membencimu." Bisik Chanyeol yang lagi - lagi membuat Baekhyun semakin shock, tapi kali ini berbeda, Baekhyun justru ingin menangis. Karena setelah apa yang Chanyeol lakukan justru dengan segampang itu ia mengatakan benci. Chanyeol benar - benar tidak punya hati. Ia selalu ingin mempermainkan Baekhyun.
Tes~
Air mata Baekhyun pun mengalir.
-oOo-
~Puk!
Baekhyun terperanjat kaget saat seseorang menepuk pundaknya.
"Yak! Hyung mengejutkanku!" Pekik Baekhyun cempreng.
"Haha, maaf. Karena hyung lihat kau terlalu serius, jadi hyung mengejutkanmu." Kata Namja itu—Suho.
"Hampir saja aku mati muda hyung."
Suho terkekeh sambil mengacak rambut Baekhyun.
"Kau mau kemana Baekhyun~ah?" Tanya Suho yang heran melihat penampilan Baekhyun yang menurutnya terlalu mencolok.
"A-Aku mau bekerja hyung." Jawab Baekhyun gugup.
"Bekerja dengan pakaian seperti ini? Memakai eyeliner juga?" Lagi - lagi Suho bertanya, ia sedikit bingung.
"I-Itu. Mm, aku.. Bekerja sebagai model hyung." Jawab Baekhyun terbata.
"Model? Aigoo kau keren sekali! Kapan - kapan hyung mau melihat hasil pemotretanmu."
"Y-ya hyung itu pasti." Ucap Baekhyun sambil tersenyum paksa.
"Ah! Aku pergi dulu hyung! Aku hampir terlambat." Ujar Baekhyun yang segera berlari keluar apartemen. Tetapi ia masih dapat mendengar teriakan Suho yang menyuruhnya agar berhati - hati.
Sebenarnya Baekhyun merasa bersalah, walaupun pekerjaan yang ia lakukan halal, tapi tetap saja dengan melakukan pose - pose yang menantang itu ia merasa berdosa. Bagaimana kalau orang yang ia sayangi tau, mereka pasti merasa kecewa. Itulah yang Baekhyun takutkan.
-oOo-
"Annyeong!" Sapa Baekhyun saat memasuki ruang ganti.
"Annyeong Baekhyun~ah!" Balas Lay sambil menyerahkan kemeja putih.
Baekhyun tertawa melihat sikap Lay yang sangat terburu – buru sore itu.
"Kenapa hyung? Kenapa terburu - buru begitu?" Tanyanya sambil memakai baju pemberian Lay.
"Kau tidak tau? Model papan atas Kris Wu akan bekerja sama dengan kita. Ini benar - benar menakjubkan! Ia akan datang sebentar lagi!" Jawab Lay dengan antusias.
"Kris Wu? Baru kali ini aku mendengar namanya."
Lay memutar bola matanya malas.
"Ternyata kau benar - benar buta soal modelling. Kau tau? Luhan bahkan merayu Kris sampai berbulan - bulan agar mau bekerja sama dengannya. Dan bayarannya tentu saja 10 kali lipat dari bayaranmu." Jelas Lay sambil merapikan beberapa baju.
Baekhyun membulatkan bibirnya karena takjub.
"Aku penasaran dengan orangnya, sekeren apa dia."
"Sebentar lagi kau akan melihatnya. Kau tau pangeran dalam cerita dongeng? Seperti itulah dia!"
"Wow!" Ucap Baekhyun sambil membayangkan pangeran negeri dongeng. Lalu mungkin ia adalah Princess-nya.
"Tapi dia itu normal." Kata Lay yang langsung meruntuhkan hayalan Baekhyun.
"Sudah, ayo keruang make up."
Baekhyun pun mengikuti Lay dengan gontai.
-oOo-
"Selesai!" Teriak Luhan sambil mengecek kameranya.
"Apa? Secepat itu hyung?" Tanya Baekhyun dengan heran, padahal baru beberapa menit mereka melakukan pemotretan.
"Masih ada pemotretan selanjutnya, dasar idiot!"
Baekhyun langsung mempoutkan bibirnya. Ketika ia akan berbicara Luhan langsung berlalu dari hadapannya dengan terburu - buru.
"Kenapa?" Tanya Baekhyun pada Lay yang berada di sampingnya.
"Kris datang." Jawab Lay sambil berbisik.
Baekhyun hanya mengangguk. Kemudian ia berlalu ke ruang ganti, namun sebelum ia sampai keruangan itu Luhan sudah berteriak memanggilnya. Tentu saja Baekhyun kaget mendengar teriakan Luhan yang sedikit cempreng itu. Dengan terburu - buru ia melangkah ketempat Luhan.
"Ya hyung, ada apa?" Tanyanya tanpa memandang orang yang berada dihadapan Luhan. Tanpa menjawab Luhan langsung menarik Baekhyun kesampingnya.
"Kris-ssi. Ini Baekhyun. Ia model yang sudah bekerja denganku selama 2 bulan ini." Kata Luhan memperkenalkan Baekhyun.
Tanpa memandang Kris Baekhyun pun langsung membungkuk.
"Annyeonghaseo. Aku Baekhyun." Katanya memperkenalkan diri.
"Annyeong! Aku Kris." Kata Kris dengan suara beratnya.
Baekhyun tertawa dalam hati saat mendengar suara Kris yang ia rasa seperti ahjussi - ahjussi. Ia pun mendongak ke atas untuk melihat wajah Kris. Dan kemudian~
Deg~
Jantungnya berdetak lebih cepat. Wajahnya memerah. Mungkinkah Baekhyun mengalami cinta pada pandangan pertama lagi?
Tidak, tidak! Tidak mungkin!
Cepat - cepat ia memalingkan wajahnya ke arah lain sampai membuat Kris kebingungan.
Luhan yang sepertinya tau pun segera mengalihkan perhatian Kris.
"Ah! Kalian akan bekerja sama selama satu bulan ini. Semoga kalian bisa saling mendekatkan diri." Kata Luhan sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Baekhyun.
Tentu saja saat melihat itu Baekhyun semakin salah tingkah.
"Ya, mohon bantuannya Baekhyun-ssi" Kata Kris sambil membungkuk.
"T-tidak! Seharusnya aku yang meminta bantuan anda." Ucap Baekhyun tidak enak. Ia sebenarnya merasa kagum dengan kerendahan hati Kris, walaupun ia model profesional tapi ia tetap menghargai model baru seperti Baekhyun.
"Ya baiklah, Baekhyun~ah" Kata Kris sambil tertawa dan kemudian berjalan kearah ruang ganti.
'Baekhyun~ah katanya?' Pekik Baekhyun dalam hati sanking senangnya.
-oOo-
~Klik! Klik!
Terlihat Kris dan Baekhyun berpose dengan gaya mereka sendiri, membuat hasil pemotretannya lebih terasa alami. Baekhyun benar – benar senang pemotretan dengan model profesional seperti Kris.
"Baik, untuk hari cukup sampai disini." Kata Luhan mengakhiri pemotretan hari ini.
Baekhyun menghela napas lega. Entah kenapa saat berdekatan dengan Kris membuat ia seperti sesak napas. Kris benar - benar namja yang mampu membuat siapa saja yang melihatnya merasa luluh. Pesonanya benar - benar luar biasa.
"Lain kali kalian harus berpose layaknya couple." Ucap Luhan yang kali ini membuat Baekhyun melototkan matanya karena kaget.
Luhan yang melihat ekspresi lucu Baekhyun pun tertawa.
"Kenapa? Kau senang?"
"H-Hyung!" Kata Baekhyun sambil memukul Luhan karena malu.
"Haha, baiklah! Aku pasti akan melakukan yang terbaik." Ucap Kris yang lagi - lagi membuat Baekhyun terkaget - kaget. Kris tidak masalah dengan itu?
Omg~ Baekhyun merasa ingin pingsan saja.
-oOo-
"Aku sudah menetapkan untuk melupakan namja itu. Aku ingin serius dengan Ahra noona." Kata Chanyeol kepada Sehun saat mereka berada dikafe.
"Baguslah! Dan kau tidak masalah dengan perbedaan umur kalian?" Tanya Sehun sambil mengaduk minumannya.
"Hm, tidak. Hanya beda 1 tahun. Dan lagi kita sama - sama kelas 3. Jadi tidak ada yang tau kalau ternyata Ahra noona lebih tua dariku."
Sehun mengangguk tanda mengerti.
"Kalau itu keputusanmu aku harap tidak ada penyesalan dikemudian hari. Aku mendukung apapun pilihanmu."
"Aku tidak akan menyesal. Aku sudah memutuskan, jadi aku tidak akan merubah keputusanku." Ucap Chanyeol yang terlihat penuh keyakinan.
"Mm. Baiklah."
TBC
Bagi yang belum pernah baca dan udah ngebaca diharapkan reviewnya Butuh kritik dan saran nih.
