A/N:Fic realita kehidupan sudah update dan baca juga A/N diakhir chapter

Uchiha Leo In,

Italic untuk flashback/kilas balik


Gadis itu meletakkan segelas cangkir teh hangat menengadah menatap indahnya sinar rembulan yang telah menggantikan matahari bertugas untuk menyinari malam memperhatikan rembulan yang bersinar tersebut , dia tidak sadar rambut panjangnya bergoyang-goyang tertiup angin malam

Sudah satu setengah tahun Hinata sering menatap bulan seperti hari ini . Semenjak orang yang dicintainya jatuh kedalam jurang yang tiada ujung bernama dendam

Dia masih ingat bagaimana Uzumaki Naruto pergi meninggalkan desa Konoha , entah mau apa dia pergi dari desa ini . Desa yang sangat Naruto cintai ditinggalkan olehnya hanya karena dendam yang tidak berujung pada Uchiha Sasuke

Hinata juga sudah berlatih dengan keras selama satu tahun ini , bekerja keras agar menjadi kuat dan dapat membawa Naruto kembali .Walaupun , dia tahu dirinya yang rapuh ini akan sangat kesulitan membawa sang nuke-nin itu kembali

Tapi Hyuuga Hinata tidak akan menyerah...

Satu kalimat yang sering diucapkan ninja pirang yang selalu dapat membuatnya tersenyum...Satu kalimat yang membuatnya tidak akan putus asa...dan satu kalimat yang sudah menjadi jalan ninjanya sekarang

Hinata menutup matanya, gadis ini merasa kesepian karena sudah ditinggalkan oleh Naruto. Tapi, dia juga sangat khawatir kepadanya, dengan harga kepala yang sangat tinggi sepanjang sejarah. Mungkin suatu saat nanti Naruto dapat terbunuh oleh nuke-nin yang lain

"Naruto-kun..."

Bibirnya berucap pelan"...Cepatlah kembali"

.

.

.

.

.

Realita Kehidupan

By Uchiha Leo

Naruto By Masashi Kishimoto

Rated T

[ Naruto.U dan Hinata.H ] Sasuke.U

Adventure / Drama

OCC , typo(s) , AR , etc

Chapter 2

oOoFlashbackoOo

Gadis itu berjalan dengan senyum yang mengembang melihat kotak makan siang yang terdapat didalam pelukannya. Kotak ini akan dia berikan kepada orang yang dicintainya, dengan usaha yang cukup keras akhirnya Hinata berhasil membuat makan siang

Membayangkan senyum yang mengembang ketika Hinata memberikannya kepada Naruto makan siang ini, Lalu Hinata melihat Naruto dengan lahap memakan makan siang yang telah dia siapkan. Tidak baik bukan kalau setiap hari Naruto terus memakan ramen ?

Langkahnya terhenti ketika sampai didepan sebuah tangga yang diatasnya terdapat rumah yang lumayan besar berwarna orange tersebut. Setelah dengan susah payah memenangkan perang memang Naruto diberikan rumah yang baru, rumah yang lebih layak dari pada apartementnya dulu

Hinata menarik nafasnya. Dengan berani dia menaiki satu persatu anak tangga menuju rumah Naruto...

Dan...

Disinilah dia sekarang, berada didepan pintu yang terdapat lambang pusaran air berwarna orange juga. Hinata berniat mengetuk pintu. Tangan sebelah kanan sudah terangkat berniat mengetuk pintu

"Kau benar..."

Satu suara yang menyebabkan Hinata menghentikan aksinya, dia masih berdiri didepan pintu tersebut menunggu kata-kata selanjutnya. Sebuah pernyataan timbul dibenak Hinata

Naruto sedang bersama seseorang didalam rumahnya. Hinata tidak ingin mengganggu Naruto dengan orang tersebut. Dia bersiap meninggalkan rumah ninja pirang tersebut sampai satu suara lagi menghentikan langkahnya
untuk beranjak

"Aku harus pergi dari Konoha..."

DEG

Suara tersebut membuat Hinata kaget setengah mati. Naruto akan pergi meninggalkan desa Konoha. Kenapa?, Kenapa? Naruto ingin pergi meninggalkan desa?

Apa dirinya salah dengar? Hinata mencoba mencuri dengar lagi, memastikan dirinya tidak salah dengar tapi dirinya berharap dia salah mendengar ucapan tersebut. Dia tidak ingin Naruto pergi dari sisinya lagi dan Naruto sudah berjanji akan selalu berada disampingnya

"Malam ini, tepat tengah malam aku akan meninggalkan Konoha..."

Tidak kuat lagi...Hinata tidak kuat lagi mendengarnya. Dengan membendung air matanya Hinata pergi meninggalkan rumah Naruto itu. Tapi sial bagi dirinya tepat didekat tangga kakinya tersandung, kotak makanannya jatuh dan isinya berserakan

"Ahh.."Suara yang refleks keluar ketika dirinya tersandung. Hinata meringis kesakitan tapi dia segera bangun dan berlari meninggalkan rumah Naruto. Dia tidak peduli lagi dengan itu yang dia inginkan adalah segera menjauh dari tempat ini

CKLAK

Pintu rumah Naruto terbuka, Naruto mengedarkan pandangannya kesekitar rumah. Dia melihat kekiri dan kekanan tapi tidak ada siapapun, Naruto berniat menutup pintu sampai dia melihat kotak makanan dengan isinya yang berserakan didekat tangga rumahnya

Naruto turun dan mendekati kotak makanan tersebut. Manik shappirenya melihat kotak makanan tersebut dan tangannya mengambil kotak makanan yang berada didekat tangga dan dia tahu siapa yang biasa mengirimnya makanan

"Hinata..."Ujar Naruto pelan. Dia tahu hanya ada satu orang yang biasa membuatkannya makanan hanya Hinata. Mungkin dia tadi sempat mendengar yang dikatakannya akan dirinya yang meninggalkan Konoha nanti malam

Hubungan yang sudah semakin dekat dengan Hinata membuat dirinya sedikit berat meninggalkan konohagakure ini. Dimulai dengan dirinya yang mendekati Hinata sampai gadis itu tidak bicara terbata-bata lagi walaupun masih sering memerah dan malu jika berdekatan dengannya

Tapi...

Ini sudah menjadi keputusannya segala resiko sudah harus ditanggung oleh dirinya jika mengambil tindakan ini. Sebuah rencana besar yang diusulkan oleh sisi gelapnya atau biasa disebut Yami. Yami mengusulkan agar membalas dendam dengan Konoha dengar cara menghancurkannya. Bukan menghancurkan semuanya melainkan hanya Hokagenya saja

Awalnya Naruto menolak tapi dengan alasan-alasan logis yang dicapkan Yami kepadanya, tembok pertahanannya runtuh dan dirinya menerima usul dari Yami

Naruto masuk kembali kedalam rumahnya. Dia harus mempersiapkan segalanya dengan matang hanya satu kesalahan bisa fatal akibatnya

.

.

.

.

.

Hyuuga Mansion

Hinata sekarang berada didalam kamarnya, berada diujung tempat tidurnya sedang memikirkan perkataan yang didengarnya barusan. Naruto akan pergi dari desa tepat tengah malam nanti

Hinata tidak habis pikir, kenapa Naruto ingin pergi dari desa? Apa karena ada masalah dengan jabatan Hokage? Dia bilang dia baik-baik saja, Naruto bilang dia tidak apa-apa, Naruto bilang memang Uchiha Sasuke pantas menjadi Hokage

Tapi kenapa sekarang begitu? Memang ketika Sasuke diumumkan kepada seluruh warga desa Konoha, Naruto menjadi sedikit murung. Tapi Hinata selalu menemani dan menyemangati Naruto sehingga ninja pirang tersebut kembali tersenyum lebar kembali dan Hinata pun senang akan hal itu, karena hal itu juga Hinata bisa lebih dekat dengan Naruto

Coba bayangkan saja! Impianmu sejak kecil diambil sendiri sahabatmu sendiri yang meninggalkan desa dengan alasan dendam dan dengan mudahnya dia hanya menjadi Hokage

Sedangkan Naruto selalu mengabdi kepada desa, dia rela mengorbankan nyawanya demi desa dan pada saat akatsuki menyerang desa, dia juga yang menyelamatkan desa walaupun dirinyahampir kehilangan kendali saat berubah menjadi Kyuubi yang hampir sempurna

Hinata terus memikirkan kata-kata Naruto yang tadi didengarnya. Hinata harus menghentikan Naruto bagaimanapun caranya. Tapi dirinya tidak sekuat Naruto lalu apakah bisa dia menghentikannya atau Hinata akan memberitahukan hal ini kepada Sasuke dan meminta bantuannya?

Hinata menggelengkan kepalanya, membuang ide gila yang barusan dipikirkannya. Bagaimana jika Sasuke tahu Naruto akan meninggalkan dan memasukkannya kedalam penjara yang dingin atau lebih buruk lagi akan disiksa, tapi Sasuke bukan orang yang seperti itu. Naruto adalah sahabatnya dan tidak akan seperti itu

Tapi tetap saja Hinata khawatir. Sekarang Hinata bertekad akan menghentikan Naruto dengan kekuatannya sendiri tanpa bantuan orang lain

"Naruto-kun,"Hinata mengepalkan tangannya dan menaruh didepan dadanya,"...Aku akan menghentikanmu dengan seluruh kemampuanku"Tekadnya sudah bulat

.

.

.

Tengah malam pun tiba diatas langit Konoha, semua warga mungkin sudah berhenti dari aktivitasnya dan sekarang sedang beristirahat dikamar dengan lelap

Tapi hal ini tidak berarti untuk Uzumaki Naruto, disaat semua orang terlelap terbuai dalam mimpinya masing-masing. Naruto malah berada diluar. Merasakan angin malam yang menerpa kulit tannya membuat tubuhnya sedikit menggigil

Malam ini Naruto akan pergi dari Konoha. Meninggalkan semua yang telah diraihnya selama 17 tahun menjadi shinobi Konohagakure no sato dalam satu malam saja. Menguatkan tekadnya untuk melangkah ke dunia luar yang belum terjamin dan yang belum jelas masa depannya jika dia berada disana

Naruto berjalan mengendap-endap menuju pos pengawas gerbang utama Konoha yang dijaga oleh Izumo dan Kotetsu yang sedang berdebat tentang sesuatu. Berjalan dengan hati-hati dan menekan intensitas chakranya serendah mungkin berharap mereka tidak akan menyadari keberadaannya

BUKH!

Naruto memukul kedua penjaga itu dan mereka pun pingsan,"Langkah pertama sudah berhasil,"ujar Naruto. Naruto kembali melangkahkan kakinya menuju keluar desa Konoha, tepat didepannya hanya terdengar suara binatang malam dan hamparan hutan disekelilingnya

Naruto menengok sebentar kebelakang melihat kembali desa konoha,"Mungkin aku akan lama tidak melihat desa ini"ujarnya dan kembali melangkahkan kakinya

SYAT!JLEB!

Sebuah kunai menancap tepat didekat kaki Naruto. Naruto menghentikan langkahnya dan berbalik,"Hinata"ujar Naruto. Tepat didepannya sekarang Hinata tengah mengaktifkan byakugannya dan siap dalam posisi bertarung khas keluarga Hyuuga

"Naruto-kun, kembalilah kedesa! aku tidak ingin kau pergi"ujar Hinata, air mata mengumpul dipelupuk mata Hinata

Naruto menggeleng,"Tidak Hinata, ini sudah menjadi keputusanku. Aku akan pergi dari desa"ujar Naruto. Tangannya yang memegang tas ransel perlahan menjatuhkan tasnya ke tanah

"Desa ini sudah tidak membutuhkanku,"Naruto memandang Hinata datar,"lagi pula sekarang Uchiha yang hebat sudah menjadi Hokage. Uchiha Sasuke yang pintar dan kuat dengan mata rinnegan dan sharingannya"Naruto berujar sinis tentang Sasuke

"Jadi, Naruto-kun pergi dari desa hanya karena Sasuke yang menjadi Hokage dan bukan Naruto-kun?"ujar Hinata. Hinata menurunkan posisi pertahanannya

"Hal itu memang salah satu alasanku pergi dari desa. Tapi bukan hanya karena Sasuke saja yang menjadi Hokage, masih ada beberapa alasan yang membuatku meninggalkan desa"ujar Naruto

Hinata kembali memasang mode bertarungnya,"Aku akan menghentikan Naruto-kun bagaimana pun caranya"ujar Hinata. Hinata mengalirkan chakra ketangannya,"Hakke Kūshō"ujar Hinata. Sebuah pukulan jarak jauh menuju kearah Naruto

Naruto menghindar dengan melompat ke udara. Namun itu menjadi keputusan yang salah dengan cepat Hinata pun melompat dengan chakra yang berbentuk kepala singa,"Jūho Sōshiken"ujar Hinata dan memukul Naruto dengan tangan kanannya yang sudah terlapisi chakra

BUKH!

Serangan tersebut mengenai Naruto. Naruto jatuh ketanah dengan debu yang beterbangan mengelilingi Naruto. Hinata sudah mendarat dengan sempurna ditanah, mata byakugannya masih aktif menatap debu yang menutupi Naruto

Perlahan debu menghilang,"Pukulan yang menyakitkan Hinata,"ujar Naruto masih dengan debu yang mengelilinginya. Hinata kembali memasang kuda-kudanya. Naruto memegang dadanya yang terkena pukulan Hinata

"Gomen Naruto-kun tapi aku akan menghentikanmu,"ujar Hinata mantap,"Hakke Kūshō"pukulan jauh kembali dilancarkan oleh Hinata. Jutsu khas klan Hyuuga yang mempunyai jangkauan jauh

BUKH!

Naruto kembali terkena pukulan Hinata dan pohon yang ada dibelakang Naruto pun terkena imbasnya karena Naruto menabraknya dan mengakibatkan pohon tersebut patah. Hinata sebenarnya tidak ingin melukai orang yang dicintainya, namun ini harus dilakukan agar Naruto tidak meninggalkan desa

"Berhentilah Naruto-kun, aku tidak ingin melukaimu. Hentikan semua ini dan kembalilah ke desa,"ujar Hinata

"Gomen Hinata,"Naruto perlahan bangkit,"Keputusanku sudah bulat untuk meninggalkan desa,"Naruto bangkit dan matanya berubah menjadi mata katak, Naruto memasuki mode sagenya yang sudah sempurna tanpa ada corak apa pun dimatanya dan hanya matanya saja yang berubah

Hinata yang melihat Naruto memasuki mode sagenya semakin memperketat pertahanannya. Dia tahu dirinya bukan tandingan seorang Uzumaki Naruto pahlawan dunia shinobi. Dirinya hanya seorang Hyuuga yang lemah dan kalah oleh adik perempuannya

Tapi, Hinata tidak akan menyerah untuk menggagalkan rencana Naruto meninggalkan desa. Naruto sudah berdiri sempurna,"Tajuu Kage Bunshin no jutsu"Naruto mengeluarkan jutsunya dan sekitar 20 bunshin tercipta. 10 bunshin langsung menyerang dari depan.

Bunshin Naruto hendak memukul Hinata. Hinata bersiap mengeluarkan jutsu pertahanannya,"Hakkeshō Kaiten"kubah chakra tersebut melindungi Hinata dari serangan 10 bunshin Naruto yang secara bersamaan menyerangnya dari berbagai arah dan bunshin itu menghilang menjadi kepulan asap

Kubah chakranya menghilang,"Rasengan"Hinata melebarkan matanya saat Naruto sudah mengeluarkan jutsu pamungkasnya. Bola chakra yang berwarna biru tersebut berputar kencang siap mengenai dirinya, Hinata menutup matanya bersiap menerima rasengan dari Naruto

GREP!

Hinata melebarkan matanya saat Naruto memeluknya. Kenapa Naruto tidak menghajar dirinya? kenapa malah memeluk dirinya, perasaan Hinata menghangat saat dipeluk Naruto,"Arigatou Hinata selama ini kau sudah mencintaiku setulus hati,"ujar Naruto. Hinata masih melebarkan matanya,"Kau sudah menerimaku sedari dulu. Disaat penduduk masih mencaci maki diriku kau malam menerima diriku, mencintaiku dan memberikan perhatian padaku"

"Tapi keputusanku sudah bulat untuk meninggalkan desa,"Naruto melepaskan pelukannya,"Gomen aku harus melakukan ini"ujar Naruto. Hinata merasakan pukulan ditengkuknya membuat kesadarannya hilang,"Na-naruto-kun"ujar Hinata sebelum semuanya menjadi gelap

Naruto menangkap Hinata yang pingsan, menyerahkan Hinata kepada bunshinnya,"Bawalah Hinata kembali kerumahnya!"Sang bunshin hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Naruto yang asli menuju Hyuuga Mansion

Naruto melihat bunshinnya sudah jauh. Naruto kembali mengambil tas ranselnya yang tergeletak ditanah dan berjalan menjauh dari desa Konoha, angin berhembus sepoi-sepoi mengiringi kepergian Naruto menuju jurang kegelapan tanpa ujung

To Be Continued


A/N:Yah itulah chapter kedua dari fic realita kalo ada typo dan maaf juga kalo chapter kedua ini pendek.

Karena saya bukan seperti author Dark Namikaze vengeance 6661 yang bisa menulis sampai 5000-7000 word/chapter

Dua ribu word juga sudah pusing

Mohon saran dan kritiknya dichapter dan jika ada yang mau nge-betain chap selanjutnya PM saya dan mungkin jika anda membuat fic saya juga bisa bantu

Read and Review,please