Mask of Szwennockha © The Bloody Phoenix
Disclaimer: The Characters in this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.
Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, and other supported casts.
Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)
Genre: Crime and unknown genre.
Rated: PG-15
Warning: Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from a beginner author, an absurd plot, full of gajeness, typo(s).
Summary: Ini kisah dua orang yang datang dari dua negara musuh bebuyutan, Korea Utara & Selatan. Melalui sebuah 'pelarian', Szwennockha atau yang memiliki nama lain xxxx datang ke Korea Selatan dan bertemu seseorang yang kelak akan menjadi seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya.
Hope you guys enjoy the story,
Don't like don't read please~
. . .
.
Part Two (Still opening): Brac Szwennockha
.
.
Bisingnya ibu kota Korea Selatan pagi menjelang siang ini begitu memekakan telinga. Decitan suara ban, teriakan klakson mobil, suara knalpot bis, semuanya menjadi satu. Gedung-gedung tinggi saling berlomba memancarkan cahaya dan kegagahannya. Suatu wujud kesombongan manusia, dan itu sangat berlebihan menurut Brac.
Kaki-kaki Brac yang panjang menapaki tepian jalan Seoul menjauhi halte bis Gangnam setelah ia menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Busan. Pria asing yang ditemuinya saat berada di sebuah kedai makan di Busan mengucapkan kata perpisahan di ujung jalan.
"Siwon-ssi, sepertinya aku harus pamit, tempat yang aku tuju sudah dekat dari sini. Silahkan lanjutkan perjalanmu, semoga kita dapat bertemu lagi"
Brac Szwennockha, atau yang kini telah berganti nama menjadi Choi Siwon, tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah. Sampai jumpa dilain kesempatan, aku senang dapat mengenalmu"
Cho Kyuhyun melambaikan tangannya dan berlalu memasuki sebuah gang kecil yang menuju daerah perumahan. Siwon sendiri hanya mengangkat bahunya dan kembali melangkahkan kakinya.
Ia berjalan memasuki sebuah kawasan apartemen elit di Gangnam kemudian mendatangi meja costumer service di lobi gedung apartemen itu. Ia akan mengambil kunci kamar apartemen yang baru disewanya saat ia masih berada di Busan (ia sempat tinggal di Busan selama satu minggu, saat masih berada di Busan lah Siwon menemukan informasi tentang apartemen ini dan ia memutuskan untuk menyewanya), setidaknya transaksi pembelian ini tidak akan dicurigai karena ia menyewanya dengan menyertakan surat identitas palsu yang sangat meyakinkan.
Setelah mendapat kunci kamar, Siwon segera naik ke lantai 12 dan memasuki ruangan 173, ruang apartemennya.
Bruukk
Siwon menjatuhkan tubuhnya ke atas sebuah sofa hitam besar melingkar yang ada di ruangan itu. Ya, ruang apartemen yang Siwon beli ini sudah full dengan segala fasilitas beserta furniturenya, jadi ia tak perlu repot membeli barang-barang baru untuk ia tempatkan di sini.
Siwon melepas mantel tebalnya dan melemparkannya begitu saja ke atas lantai, mesin pemanas ruangan sudah menyala dengan sendirinya saat ia masuk ke ruangan ini. Pria bermata hitam legam itu menatap langit-langit kamar apartemennya sayu, ah inilah yang dinamakan dengan hidup tenang.
Menyinggung apa itu hidup tenang, Siwon alias Brac merasa bahwa ia bisa merasakannya kini. Hidup di negeri orang tanpa dicurigai, sempurna! Tapi ia rasa ketenangan hidupnya ini akan sedikit terancam, mengingat ada seseorang yang seperti mencurigai dirinya.
Well, orang yang seperti mencurigainya itu adalah Cho Kyuhyun. Ia dapat menangkap kecurigaannya dari sinar matanya saat berbicara, sepertinya sikapnya yang berbaik hati telah memancing sikap kritis Kyuhyun terhadap seseorang. Siwon merasa bahwa ia harus sedikit berhati-hati padanya.
Tsk, kalau orang saja bisa curiga pada seorang Brac a.k.a Siwon yang pintar ini, mengapa tidak jika ia juga mencurigai orang lain? Dan Siwon telah mencurigai pergerakan Cho Kyuhyun itu. Kenapa ia bisa menarik sikap seperti itu terhadap orang yang baru ditemuinya untuk pertama kali? Mudah saja, saat pertama bertemu dengannya Kyuhyun bilang ia baru selesai berlayar dari Jepang dan berlabuh di pelabuhan Busan pagi itu padahal Siwon tahu jalur keluar dan masuk ke pelabuhan Busan telah ditutup sejak sehari yang lalu dikarenakan kondisi cuaca yang buruk. Itu artinya Kyuhyun bohong bukan?
Ditambah lagi dengan cara berbicaranya. Hmm, ia tak yakin kalau Kyuhyun benar-benar berasal dari utara, dialeknya berbeda dengan segala macam aksen utara yang ia ketahui –walau pun bagi orang awam mungkin cara bicaranya sangat meyakinkan (ia tahu hal ini karena ia sendiri adalah orang utara), jadi Siwon merasa kalau cara berbicara Kyuhyun itu terlalu dipaksakan. Siwon sendiri adalah seorang penyamar ulung, ia dapat berbicara dengan berbagai aksen mulai dari aksen utara, Seoul, bahkan aksen dari berbagai macam negara pun ia bisa.
Dan, cukup. Sepertinya ia harus menghentikan rasa curiganya pada tuan Cho Kyuhyun dulu untuk saat ini. Ia harus fokus pada misinya, mengetahui rahasia terbesar dan kelemahan utama pertahanan Korea Selatan dan menghancurkannya. Uh-oh, kedengarannya mengerikan dan sangat ambisius, tapi ya begitulah adanya. Korea Utara diam-diam masih menyimpan kebencian sisa-sisa dari Perang Dingin Korea (25 Juni 1950-27 Juli 1953) terhadap Korea Selatan. Sejujurnya perang yang telah berlalu perpuluh-puluh tahun silam itu belum menemui titik penyelesaian hingga kini karena belum adanya perjanjian perdamaian antar kedua negara, jadi secara teknis perang dingin ini belum berakhir.
The war isn't end yet.
Dan Siwon ingin segera mengakhiri perang ini dengan Korea Utara sebagai pemenangnya agar setelah itu negara tempat ia mengabdi tidak akan lagi dipandang sebelah mata kekuatannya oleh dunia dan tidak lagi menjadi bahan olok-olok negara sekutu Korea Selatan. But he realize that defeating such a strong rival like South Korea are not that easy. Setidaknya ia harus menemukan titik terlemah dari Korea Selatan sebagai alat utamanya untuk menghancurkan negara itu. Ditambah dengan semakin intensnya hubungan kemiliteran Korea Selatan dan Amerika Serikat akan semakin menyulitkan Korea Utara untuk dapat mengalahkannya.
Ah, misi itu terlalu indah untuk dijalani Siwon seorang diri. Ia rasa ia perlu seseorang untuk ikut 'menyemarakkan' misinya.
Kreteek kreteek
Siwon bangkit dari posisi berbaringnya dan memutar pinggannya sehingga tulang-tulang belakangnya mengeluarkan bunyi sedemikian rupa. Ia meraih kembali mantelnya yang tergeletak di atas lantai dan memakainya. Ia berjalan keluar meninggalkan apartemennya untuk menyegarkan pikirannya. Jari-jari tangannya yang besar dan kokoh masuk ke dalam saku celananya dan mengeluarkan sebungkus rokok Lu*ky Str*ke , merk rokok kesukaannya karena rasanya yang natural, dan menyulut rokoknya sebatang.
Disela-sela kepulan asap rokoknya Siwon tersenyum miring, ia siap menjalani misinya kali ini.
Rincian identitas
Nama : Brac Szwennockha.
Nama samaran : Tom, Shi Yuan, Choi Siwon, dll.
Lahir : Moskow, Rusia. Tanggal kelahiran tidak diketahui.
Jenis kelamin : Laki-laki.
Keahlian : Peneliti utama tim uji nuklir Badan Nuklir Korea Utara, penyamar ulung, mata-mata profesional.
.
.
.
TO BE CONTINUED
A/N: Halooo~ Saya kembali dengan membawa satu chapter berisi perkenalan tokoh Brac Szwennockha~ Walau pun pendek yang penting saya bisa update untuk mengungkap siapakah Brac Szwennockha sebenarnya. Yang review di chapter kemarin dan nebak kalau Brac itu Kyuhyun ternyata tebakannya salah ya. Hihihi :D
Gimana nih? Aneh gak? Ceritanya belum jelas gimana-gimananya ya? =_= Mohon maaf untuk yang berharap kalau latar waktu cerita ini ada di zaman perang, saya belum mampu untuk menulis dengan latar waktu seperti itu dikarenakan beberapa hal (/\)
And FYI, kayaknya ff ini bakalan banyak deh chapternya, dan dengan begitu pekerjaan saya akan bertambah huahaha.
Mungkin hanya sekian koar-koar tidak penting dari saya, semoga masih ada yang penasaran dan masih mau baca kelanjutan dari cerita ini (tapi kalau misalnya nggak mau juga nggak apa-apa sih :v). Kritik dan sarannya akan saya terima dengan senang hati ^_^ Sampai bertemu di lain waktu!
Love,
The Bloody Phoenix
