My Lovely Master
Naruto is Masashi mine
My Lovely Master is Kurama mine
Rate M
Genre Romance
Caution! Ni fic abal buatan Kuu, lime garing, sumpah garing banget. Maklumi aja ya, karena Kuu nggak pernah buat fic yang ratenya M, apalagi lemonan. Mentog deh otak Kuu buat mikir kata katanya, jadi beginilah hasil ketikan Kuu, yah berharap aja semoga kalian suka. Awas typo dimana mana, nggak Kuu edit sama sekali, sekali ketik aja. ^^
Kalau nggak suka, baca aja dulu deh. Siapa tau jaa ntar jadi suka, ne? ^_~
A/N: akhirnya… setelah sekian lama nggak dapat ide untuk melanjutkan ni cerita, sekarang selesai sudah! Nyahaha, ini chap terakhir. Dan maaf kalau hasilnya kurang memuaskan para readers sekalian. Tapi Kuu harap sih kalian suka.
Enjoy this…
Chap 2
"mau apa kau…?" tanya Naruto dengan nada suara yang setengah takut. Bagaimana nggak takut, kalau saat ini Sasuke tengah menatapnya intens dengan seringaian aneh yang menghiasi wajah tampannya, seolah ingin menelan Naruto bulat bulat.
"memberimu tutor tentang pelajaran biologi, sekaligus memberitahukanmu apa yang aku lakukan dengan siswi siswi yang kuajak ke kamar ini." Jawab Sasuke panjang, baru kali ini Naruto mendengar Sasuke bicara sepanjang itu.
Masih dengan posisi semula –Naruto yang berada di bawah Sasuke– tapi dengan segera, Naruto mendorong bahu Sasuke agar menjauh darinya. Ia nggak mau kalau perasaannya sampai terbaca oleh sang master. Yah, Naruto memang menyukai Sasuke, baru baru ini saja dia mengerti arti rasa sakit yang sering ia derita, hatinya sakit setiap kali melihat Sasuke berjalan dengan siswi lain, tambah sakit tiap kali Sasuke membawa para siswi tersebut ke kamar mereka.
Apalagi saat Sasuke meminta dirinya untuk keluar. Awalnya Naruto memang tak menyadari perasaannya, tapi setelah ia bercerita ke sang kakak, Deidara, Naruto baru paham kalau cinta pertamanya adalah Sasuke. Sayangnya Naruto takut kalau perasaannya itu sampai diketahui Sasuke.
"kau tau dobe… kau tampak lezat sekali saat ini. Aku jadi ingin segera 'memakan'mu" bisik Sasuke, tepat di depan telinga kiri Naruto, lalu dengan perlahan Sasuke menjilat telinga Naruto dan di akhiri dengan mengigit dengan gemas cuping telinganya.
"ja..jangan makan aku, teme… dagingku pahit, lebih baik kau makan yakiniku saja…" sergah Naruto, dia deg degan sekaligus takut. Meskipun dia polos, dia tau posisinya sekarang ini berbahaya, jadi Naruto ngerti ke mana arah pembicaraan Sasuke tentang 'makan'. Dan rasa takutnya semakin besar saat Sasuke menampilkan seringaian yang lebih mengerikan dari yang tadi, seringaian mesum srigala yang tengah kelaparan.
"hn, kau tau apa maksudku dobe-chan…." Seringaian Sasuke semakin lebar dan membuat tanda bahaya di kepala Naruto bordering dengan kerasnya. Tangan kanan Sasuke menagkup pipi kiri Naruto dan mengelusnya dengan lembut, lalu merayap turun menuju ke bibir cherry Naruto, diusapnya bibir bawah Naruto dengan ibu jari membuat Naruto salah tingkah, dan wajahnya semakin merona merah, lalu…
Chuu~
Sasuke mencium bibir Naruto dengan lembut dan penuh perasaan, berbeda dengan caranya mencium gadis gadis lainnya yang pernah ia kencani. Onyx kelam Sasuke memaku tatapan mata blue sapphire milik Naruto, bola mata biru itu terlihat kaget dengan apa yang dilakukan sang master.
"nghmm…" setelah sadar dari aura yang di pancarkan onyx kelam Sasuke –seolah terhipnotis dan terhidap kedalamnya-, Naruto mendorong lidah Sasuke dengan lidahnya, niat hati mau mengusir tamu tak diundang itu dari dalam mulutnya, tapi apa mau di kata kalau ternyata Sasuke menganggap sikap Naruto itu adalah undangan untuk bertarung.
Dengan sidap, tangan kanan Sasuke sudah pindah di tengkuk Naruto, lalu mendorongnya untuk memperdalam ciuman mereka. Oh sepertinya Sasuke mabuk karena rasa bibir Naruto yang berbeda dengan gadis yang lainya. Sasuke terus mengeksplor seluruh hal yang ada di dalam rongga basah milik Naruto, sampai si empunya tersedak air liur mereka yang bercampur menjadi satu.
"hah.. hah.. .kau gila! Kau mau membuatku mati, huh?!" bentak Naruto yang langsung mendorong Sasuke saat ciuman mereka terlepas, tentu saja dengan napas yang memburu dan teregah engah. Hey mereka berciuman selama lebih dari sepuluh menit, wajar saja Naruto kehabisan napas begitu. Lagipula itu adalah ciuman pertamanya.
"bibirmu manis dobe… aku suka, hal manis pertama yang kusuka, adalah bibirmu." Lagi, Sasuke mendekap Naruto dan mencium Naruto lagi, kali ini tentu saja dengan penolakan yang jelas di tunjukkan Naruto, tapi percuma saja. Meskipun Naruto ini bodyguardnya, tenaga Sasuke jauh melebihi Naruto, jadi dia tak bisa menolak lagi.
"mmmhh…!" sekeras apapun Naruto berusaha, hasilnya hanya sia sia dan membuang tenaganya saja. Setelah Naruto lemas, Sasuke melepaskan dekapannya. Ia usap surai kuning cerah milik Naruto yang terasa sangat lembut di tangannya, lalu menciumi wajah Naruto dengan sayang. Ah sepertinya dua sejoli ini sedang di mabuk cinta ya.
Lama kelamaan Naruto hanyut juga dengan perlakuan Sasuke yang lembut, kini bajunya telah tersingkap ke atas, berikut bra merah yang ia kenakan, sedangkan Sasuke, hanya memakai boxer saja, dia topless. Sasuke mendudukan Naruto di pangkuannya, menghadap ke arahnya tentu saja. Sedangkan Naruto, dari tadi hanya menunduk, tak berani menatap kearah Sasuke.
"Naru…" panggil Sasuke dengan lembut, selama Naruto menjadi bodyguard Sasuke, belum pernah sekalipun Sasuke memanggilnya dengan nama aslinya. Hal itu membuat Naruto menatap kearah Sasuke.
"apa yang kau pikirkan, hn?" Sasuke mengangkat dagu Naruto dengan ibu jarinya. Naruto hanya menggeleng.
"hei… tatap aku." Perintah Sasuke, mau tak mau Naruto menurutinya, onyx dan sapphire bertemu, keduanya saling terkait dan tertarik ke dalam warna masing masing. Sasuke menggenggam kedua tangan Naruto, lalu mengecup punggung tangannya.
"suki da… Naruto." Ungkap Sasuke, menatap langsung kearah bola mata biru milik Naruto, sama sekali tak ada keraguan di dalamnya, menandakan bahwa ucapannya ini serius. Naruto gelagapan menganggapi pengakuan Sasuke ini.
" … … mmh.." sebelum Naruto sempat menjawab pernyata cinta yang barusan di ungkapkan Sasuke, mulutnya lebih dulu di sumpal dengan bibir Sasuke, mereka kembali berciuman dan saling menyentuh satu sama lainnya. Melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuh mereka hingga mereka polos.
"aku tau kau menyukaiku, dobe." Sasuke mengusap lembut kening Naruto, lalu menciumnya.
"eh? Kok bisa?" heran, tentu saja Naruto heran. Bukankah selama ini dia berhasil menyembunyikan perasaannya dengan baik ya? Kok Sasuke bisa sampai tau sih.
"tentu saja. Kau selalu memanggil namaku saat kau tertidur sayang." Mendengar penjelasan Sasuke, membuat wajah Naruto merah padam. Rasanya dia nggak sanggup untuk menatap Sasuke, dia sangat malu. Dan Naruto pun mentutupi wajahnya dengan bantal yang ada.
"hei… jangan di tutupi. Aku suka wajah manismu ini." Dengan nakal, Sasuke menjilati pipi, mata, hidung dan bibir Naruto. Membuat yang punya merasa geli, senang, malu sekaligus perasaan perasaan berdesir lainnya.
"ngh… Suke.." erang Naruto saat Sasuke menyesap nadi di lehernya, daerah sensitive miliknya yang pertama ditemukan Sasuke. Bukannya berhenti, Sasuke malah dengan sengaja menggigit dan menghisapnya kuat. Membuat desahan Naruto terlepas dan di dengar oleh Sasuke.
"hmm… merdu sekali. Jangan tahan desahanmu sayang. Aku suka suaramu, Naru." Dengan wajah merona, Naruto menganggukan kepalanya. Melihat hal itu, membuat seringaian mesum muncull kembali di wajah Sasuke. Sasuke kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.
Leher Naruto yang awalnya bersih, kini penuh air liur, keringat dan juga bercak merah di hampir seluruh permukaan lehernya, Sasuke benar benar tak tanggung tanggung dalam memberikan kiss mark. Yang bisa Naruto lakukan adalah mendesah dan menggeliat geli tiap kali Sasuke menjilat, dan menghisap bagian tubuhnya yang di lewati mulut Sasuke. Mulai dari leher hingga turun sampai ke perut.
"nghh… te..teme.. ahh, stop.. stop.." desah Naruto, ia mendorong kepala Sasuke agar menjauh dari dadanya. Meskipun di dorong seperti itu oleh Naruto, Sasuke tetap melumat dan menghisap putting dada kiri Naruto, bagian sensitive milik Naruto.
"ngaaahh…!" terbukti, Naruto menjerit nikmat saat Sasuke menggigiti sekaligus menghisap kuat bagian itu. Hal tersebut tentu saja membuat Sasuke senang, tangannya pun tak mau tinggal diam, tangan kiri meremas remas dada kanan Naruto, sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk meraba daerah kewanitaan Naruto.
"ja..jangan disitu… kumohon Sasuke… aah.. st..stop.."
"hn? Kau terlihat menikmatinya, kenapa harus berhenti?" Sasuke menyeringai saat melihat wajah Naruto yang merona, tentu saja ia tau kalau Naruto menikmatinya, dan juga dia tau kalau ini adalah pertama kalinya Naruto di sentuh di bagian tersebut.
"hn, ini pertama kali kau di sentuh, eh? Beruntung sekali aku." Sasuke menghentikan kegiatannya, itu membuat Naruto bernapas lega sekaligus ada rasa kecewa. Tapi beberapa saat kemudian, ia merasa ada sesuatu yang basah dan hangat yang menyapu bagian kemaluannya.
"Sa..sasuke..! Aahh… ngh…. Ahh" Naruto kaget, tapi sebelum ia sempat protes, Sasuke sudah lebih dulu memasukkan lidahnya ke liang Naruto, membuat Naruto mendesah keras.
"hmm.." gumamamn Sasuke menimbulkan efek yang memabukkan bagi Naruto, karena getarannya membuat otot bagian dalam liang Naruto bereaksi.
"nghh…!" untuk pertama kalinya, Naruto mengeluarkan Sarinya di dalam mulut Sasuke, yang langsung ditelan habis oleh pemuda raven itu. Malahan Sasuke menghisap kuat kuat liang Naruto agar ia mendapatkan semua sari Naruto tanpa sisa.
"hm, lezat." Ucapan Sasuke membuat Naruto senang sekaligus malu, dia menutupi wajahnya dengan bantal, mengabaikan napasnya yang terengah engah karena lemas.
"teme hentai.."
"ya, aku tau itu."
"ecchi!"
"itu nama tengahku."
"super duper ero-teme!"
"well, tapi kau tetap menyukaiku, bukan?" pertanyaan Sasuke yang terakhir membuat wajah Naruto makin merah , ia pun semakin menenggelamkan wajahnya di bantal.
"baka!"
"hey… aku menyukaimu dobe." Sasuke mencium Naruto, tepat di bagian bibirnya, meskipun terhalangi oleh bantal. Membuat Naruto terpana, karena Sasuke bisa mengetahui letak bibirnya yang tertutupi bantal.
"jadi, mau dilanjut? Atau …" perlahan, Naruto menurukan bantalnya, menatap Sasuke langsung ke onyx indah milik Sasuke, dengan mata berkaca kaca.
"baiklah, kita hentikan saja." Wah, baru kali ini Sasuke mau mengalah, padahal bagian bawahnya sudah tegang sejak sentuhannya di dada Naruto tadi.
"maaf…"
"nggak apa." Sasuke duduk, menyelimuti tubuh Naruto yang polos dengan selimut yang berantakan.
"ng…"
"ada apa?"
"bagian bawahmu…keras.." ucap Naruto dengan wajah memerah. Kenapa Naruto bisa tau? Karena tadi tanpa sengaja, dia menyentuh ujung kejantanan Sasuke.
"biarkan saja.."
"tapi…"
"apa kau mau melakukannya sekarang? Karena milikku keras?" Naruto menggeleng, lalu dia mendudukan dirinya di depan Sasuke, menatap Sasuke teduh.
"aku bisa membantumu." Tau arah pembicaraan Naruto, Sasuke tersenyum kecil.
"baiklah, lakukan semaumu. Tapi jangan paksakan diri." Sasuke merebahkan dirinya, membiarkan Naruto melakukan apapu yang Naruto mau. Hand job.
Naruto mulai meraih kejantanan Sasuke yang tegak, lalu dengan perlahan mengocoknya. Hal itu membuat Sasuke menggeram pelan, merasakan nikmat yang muali menjalar ke seluruh tubuhnya. Meskipun Naruto masih amatir dalam hal ini, tapi Sauke akui kalau keamatiran Naruto ini memberikan sensasi yang berbeda.
"ngh.." dengan berani, Naruto mulai menjilati ujung kejantanaan Sasuke dan mulai melahapnya, mengemut batang besar tersebut dengan susah paya. Hanya bagian kepala dan sedikit bagian batangnya saja yang muat masuk ke dalam mulut mungil Naruto.
"Naru..to, ahh…" Sasuke mendesah, dia merasakan lidah Naruto di ujung kejantanannya. Nikmat menderanya, sehingga membuatnya menginginkan lebih, dan tanpa sadar, Sasuke memegangi kepala Naruto lalu mulai memaju mundurkan pinggulnya. Mencari kenikmatan yang lebih. Membuat Naruto tersedak kejantanan Sasuke yang nggak bisa di bilang kecil itu.
"ghk..! nghm!" Naruto mencoba untuk bertahan atas sodokan Sasuke di dalam mulutnya. Aksi Sasuke itu berjalan cukup lama, selama lima belas menit. Sasuke merasakan denyutan yang mendera ujung kejantanannya. Menandakan bahwa ia akan segera keluar sebentar lagi, tanpa member peringatan pada Naruto, Sasuke mempercepat sodokannya.
"ah.. ah.. keluar.. Aaakh..!" dan semburan keras menyerang tenggorokan NAruto secara langsung, membuatnya tersedak sperma Sasuke yang begitu banyak dan mengalir deras langsung menuju ke perutnya.
"uhuk.. uhuk..!" setelah melepaskan kejantanan Sasuke dari mulutnya, Naruto terbatuk batuk.
"kau, baik baik saja, dobe?" raut khawatir tak lepas dari wajah Sasuke saat melihat Naruto terbatuk seperti itu. Dengan lemah, Naruto menggelengkan kepalanya.
"iya.. aku nggak apa…uhh." Sasuke langsung memeluk tubuh Naruto, membawanya tubuh Naruto untuk berbaring bersama dengannya.
"tidurlah…" bisik Sasuke lembut, ia menarik selimut yang tadi sempat terjatuh, menutupi tubuh mereka berdua yang saling berpelukkan.
"suki da, Naruto."
"ngh.. aku juga Sasuke." Dan Naruto jatuh tertidur karena lelah.
.
.
.
.
.
End XD
Maaf ya kalau nggak ada lemonan nya, Kuu nggak bisa merangkai kata katanya soh. Ini aja Kuu kikuk banget ngebuatnya, jadi harap para pembaca sekalian memaklumi kekurangan Kuu ini. Hehe, sankyuu. Mind to review?
