Sehun = Kai ?!
Author : Mir
Main cast : Sehun, Kai, Luhan, Dio
Another cast : Suho, Lay, Tao nyempil(?) *cast yg lain nyusul*
Warning : typo, gaje
Jangan lupa review ne~
.
.
.
.
CHAPTER 2
~Dio's home~
"Silahkan minum nya.." ucap sang maid sopan seraya meletakkan dua gelas es teh(?) di atas meja ruang tamu.
Baik Dio maupun Sehun, tidak menggubris ucapan sang maid. Dio sibuk menatap Sehun yang mengaku sebagai Kai, sementara yang ditatap menundukkan kepala layaknya seorang tersangka yang tengah di introgasi oleh seorang detektif.
"Jadi... kau beneran Kai?" tanya sang detektif (Dio).
"Harus kukatakan berapa kali chagi.." jawab si tersangka (Kai).
"Benar-benar Kai?"
"Hmm..."
"Beneran?"
"Berani tanya sekali lagi berarti kau ingin kucium."
Dio langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Matanya membulat mendengar pernyataan Kai barusan.
Kai menyengir melihat kelakuan namjachingu nya.
"Jadi, kau percaya kan kalau aku adalah Kai milik-MU?"
"Kau benar-benar Kai?" tanya Dio untuk yang kesekian kalinya. Mir aja sampe bosen dengernya, apalagi si Kai yang denger secara live -_-
Sesuai dengan janjinya tadi, perlahan wajah Kai mendekati wajah Dio. Namja itu berniat mencium orang yang tepat berada didepannya itu.
Refleks, Dio melempar wajah Sehun dengan bantal terdekat. Mukanya sangat merah sekarang!
"Ne ne! Aku percaya bahwa kau adalah Kai! Sehun tidak mungkin se-pervert dirimu!" akui Dio akhirnya.
Kai mengelus-elus hidungnya yang tepat menjadi sasaran empuk serangan bantal tadi.
"Aish, seharusnya kau percaya padaku sejak tadi. Tetapi jangan bilang siapapun mengenai hal ini oke?"
"Jadi... hanya aku yang baru tahu?" tanya Dio dengan wajah berbinar. Sungguh, ia merasa dirinya spesial!
Kai mencubit kedua pipi Dio dengan gemas. "Jangan memasang wajah seperti itu dihadapan ku! Kau membuat aku ingin 'memakan' mu!"
Muka Dio yang awalnya berbinar langsung berubah drastis menjadi cemberut.
"YA! DASAR PERVERT!" teriak Dio bersamaan dengan datangnya serangan bantal ke wajah tampan Sehun.
.
.
.
Esoknya...
~Taman~
"Hhhhh..."
Sudah kesekian kali nya Luhan menghelakan nafas seperti itu. Kedua sahabatnya langsung melihat Luhan aneh. Apa yang terjadi dengan Luhan?
Akhirnya salah satu dari mereka yang bernama Suho memberani kan diri untuk bertanya. "Yaa, kau kenapa?"
Luhan menatap Suho sesaat, lalu kembali menghelakan nafas.
Lay yang merasa sikap Luhan sangat aneh, langsung mengguncang-guncangkan bahu Luhan. "Luhan apa yang terjadi pada mu hah?!" teriak nya.
Mata Luhan beralih memandang langit, bagaikan di sinetron-sinetron #plak.
"Aku... merasakan sesuatu yang berbeda pada Kai." Curhat Luhan akhirnya.
"Kai?" ulang SuLay berbarengan.
"Ne, Kai dongsaeng ku. Ia masih SMA."
Suho menjentikkan jari nya. "Oooh aku tau! Kai dongsaeng mu yang tinggi itu kan? Yang pernah kutemui saat sedang bermain di rumah mu?"
"Ya, Kai yang TINGGI itu." Kesal Luhan. Ia merasa tersindir, karena ia lebih tua dari Kai seharus nya diri nya lebih tinggi dari Kai.
"Lalu? Maksud mu merasakan sesuatu yang berbeda dengan Kai?" tanya Lay penasaran.
Luhan menghirup udara perlahan. "Aku seperti nya... suka pada Kai."
.
.
.
Krik krik
SuLay terdiam.
Luhan pun terdiam.
Seperti ada yang mengentikan waktu saat itu (Tao kembali beraksi), sampai akhirnya...
"MWOOOOOOOOOO?!" teriak SuLay berbarengan, membuat pejalan lain yang sedang berlalu menoleh ke arah mereka bertiga.
"Ck, kecil kan suara kalian. Bikin malu saja." Kesal Luhan.
"Ya! Aku tau dari dulu kau tidak mempunyai pacar dan tidak pernah suka pada siapapun. Tetapi, brothercomplex? Hal bodoh macam apa itu!" ceramah Suho.
Tiba-tiba setetes air mata jatuh dari mata Luhan.
Glek! Gumam SuLay berbarengan. Gawat, Luhan menangis!
"Hiks, aku tidak tahuuuuu! Huwaaaaa!" tangis Luhan akhirnya meledak.
Tangisan Luhan mengundang perhatian orang sekitar, yang melempar pandangan kalian-apakan-dia kepada Suho dan Lay.
"Ck, Suho ini salah mu! Kau terlalu keras pada Luhan!"
Suho memberi kan deathglare nya pada Lay, lalu mengalihkan pandangan nya kepada Luhan yang masih menangis.
"Luhan, kau itu sudah 20 tahun! Kau itu namja! Berhenti lah bersikap cengeng seperti ini!" frustasi Suho.
Tangisan Luhan pun mereda dalam sekejap. "Ah ya, ne ne."
Tangisan macam apa itu?! Pikir Lay dalam hati.
Luhan pun menceritakan kejadian dirinya dan Kai kemaren. Perubahan Kai yang begitu drastis juga tak terlewatkan. Suho dan Lay mendengarkan curhatan Luhan dengan seksama.
"Dan... ya begitu lah. Aku merasa sangat nyaman saat Kai memeluk ku. Ini tidak pernah terjadi sebelum nya."
Suho menopang dagu nya dengan sebelah tangan. "Menurut ku... itu mungkin hanya perasaan nyaman sebagai kakak yang memeluk adiknya. Kau tidak perlu menganggap perasaan itu sebagai perasaan suka."
Lay mengangguk setuju dengan perkataan Suho.
"Lagi pula, masih banyak ikan di laut Lu. Masih banyak yang lebih baik dari Kai, ini mungkin karena selama ini kau terlalu menjaga jarak dengan orang-orang yang ingin mendekati mu." Lanjut Lay.
"Lay benar. Kalau ada yang ingin PDKT dengan mu, pasti kau malah menjauhkan diri dari nya. Semua orang yang pernah menembak mu pun tidak ada yang kau terima."
"Coba lah Lu, sekali-sekali kau harus mencoba membuka hati mu untuk orang yang menyayangi mu. Kalau tidak ya jadi nya seperti ini, kau jadi brothercomplex kan? Siapa juga yang rugi? Kau sendiri kan?"
"Asal kau tau Lu, brothercomplex itu sangat salah. Selamanya kau tidak akan pernah bisa menikah dengan Kai. Dan belum tentu juga Kai menyukai mu kan?"
Suho dan Lay terus bergantian berkomentar, sampai-sampai telinga Luhan panas mendengarnya.
Sungguh, mereka berdua ini cerewet sekali!
"YA! KALIAN BERDUA, DIAM LAH!" teriak Luhan kesal, sambil berdiri. Saking emosi nya Luhan, ia sampai-sampai tidak sadar menyenggol seorang namja yang sedang berjalan di dekatnya sampai namja itu terjatuh.
BRUK!
Suho dan Lay terpesona melihat tubuh pendek #plak# Luhan bisa meroboh kan namja yang bisa di bilang cukup tinggi itu, meski tergolong kurus.
"Ahh, mianhe!" seru Luhan sambil membantu namja yang berhasil ia roboh kan itu.
Luhan menatap mata namja itu, begitu pula sebalik nya.
G-gawat! Luhan hyung?! Gumam namja yang masih terjatuh itu, yang ternyata adalah Kai yang berada di tubuh Sehun.
Luhan memiring kan kepala nya. "Apa kau tidak bisa berdiri?" tanya nya. Dari tadi ia sudah berusaha menarik tangan Sehun, tetapi namja itu tidak kunjung bergerak dari posisi nya.
"Sehun!" panggil seorang namja yang berlari ke arah mereka.
Luhan mengerunyutkan dahi nya menatap namja yang baru datang itu. Dio? Tebak nya.
Dio kaget melihat Luhan. Mereka memang pernah bertemu sebelum nya, saat Kai mengenalkan Dio ke Luhan.
"Eh Luhan hyung. Annyeong," sapa Dio berusaha bersikap seperti biasa.
Luhan memandang Dio curiga. Pacar dongsaeng nya jalan berdua dengan namja lain? Kakak ipar mana yang tidak curiga!
"Annyeong Dio. Ini teman mu?" tanya Luhan sedikit dingin sambil menunjuk Kai.
"Eh? N-ne! Perkenalkan hyung, ini Kai-eh maksud ku Sehun! Sahabat nya Kai!" jelas Dio.
Kai pun berdiri dari posisi nya semula.
"Hehe annyeong, Kim Jo—eh salah, Oh Se Hun imnida! Salam kenal hyung." Ucap Kai sambil nyengir.
Luhan menatap mata Sehun. Ia merasa ada yang ia kenal di dalam sana.
"Kai?" gumam Luhan.
Bahaya nih. Pikir Kai dan Dio berbarengan. Luhan memang mempunyai firasat yang tajam!
"Ne hyung, aku adalah sahabat nya Kai." Kai mengalihkan perkataan Luhan.
"Baiklah hyungdeul, aku dan Sehun pamit dulu ya. Annyeong!" pamit Dio yang langsung menarik tangan Kai pergi dari sana.
Hyungdeul?
Ohya, kita melupakan dua orang di belakang Luhan yang dari tadi di-anggurin.
"Kurasa ku telah jatuh cinta~ pada pandangan yang pertama~" Suho langsung menyanyi gaje.
"Kasihan banget kita di anggurin. Padahal baru tadi dia menangis di hadapan kita karena frustasi menyukai adiknya sendiri." Ucap Lay menyindir Luhan.
Luhan memandang SuLay sweatdrop.
"Mianhe, tadi itu pacar nya Kai." Ucap Luhan.
"Dua-dua nya?" tanya Suho berpura-pura tidak tau, padahal dari tadi ia menyimak percakapan Luhan dengan Sehun dan Dio.
"Adik ku tidak playboy seperti mu Suho. Pacar nya hanya Dio seorang."
Lay tersenyum geli mendengar sapaan playboy untuk Suho. "Lalu? Namja yang bernama Sehun itu masih single kan?"
Luhan mengangkat kedua bahu nya. "Mana aku tahu."
"Kurasa kau cocok dengan nya Lu." Komentar Lay.
"Haah, aku tau kau sedang berusaha menghibur ku Lay. Tetapi kau tidak perlu berpura-pura mengatakan namja tadi itu cocok dengan ku. Kenal saja tidak!" ucap Luhan yang kembali duduk di antara Suho dan Lay.
"Tetapi aku tidak..."
"Ah, Luhan hyung!" panggil seseorang dari belakang, memotong ucapan Lay.
Luhan, Suho dan Lay langsung menoleh ke sumber suara.
"Kai?" balas Luhan sambil melambaikan tangan nya. Pada detik itu juga, mood Luhan langsung berubah 180 derjat.
"Kebetulan sekali bertemu disini. Ayo kita pulang bersama hyung." Ajak Sehun, eh Kai.
Sekali lagi, Luhan menemukan keanehan pada dongsaeng nya. Cara Kai berbicara sungguh lebih formal dan sopan.
"Ahh nae. Bye Suho, Lay! Sampai jumpa nanti!" pamit Luhan yang langsung pergi membawa Sehun menjauh dari sana. Kedua sahabat nya pasti sudah berpikir yang 'iya-iya'.
"Oh, jadi itu dongsaeng nya Luhan. Dia lumayan tampan sih, tak heran kalau Luhan tiba-tiba menjadi brothercomplex." Komentar Lay sambil memperhatikan sosok Luhan dan Sehun yang mulai menghilang.
"Tetapi tetap saja, aku tidak akan membiarkan Luhan menjadi brothercomplex."
"Lalu apa yang akan kau lakukan? Kau akan membuat Luhan jatuh cinta pada mu?" tanya Lay.
"Hey itu ide yang tidak buruk." Suho malah meng-iya kan ucapan Lay.
Lay langsung menokok kepala Suho. "Dasar playboy tingkat akut! Sampai kiamat datang pun, Luhan tidak akan pernah mau dengan mu tau!"
"Ya! Sakit!" keluh Suho, tetapi tidak di pedulikan oleh Lay. Lay malah langsung beranjak meninggalkan Suho sendirian.
"Yi Xing-ah, jangan tinggalkan aku sendiri! Hey tunggu!" teriak Suho yang akhirnya mengikuti Lay dari belakang.
.
.
.
~Kai's home~
"Hey Kai, tahu tidak. Tadi aku bertemu dengan Dio pacar mu.. dia sedang jalan berdua dengan... Sehun kalau tidak salah nama nya." ucap Luhan membuka pembicaraan.
Sehun hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Luhan, tetapi di dalam hati nya sebenarnya ia sudah berapi-api.
Kai sialan! Dasar item! Sudah di bilang jangan macam-macam dengan Dio memakai tubuh ku! Ck, bagaimana aku menjelaskan ini ke Luhan hyung? Gumam Sehun kebingungan.
"Kai? Gwenchana?" tanya Luhan menyadarkan Sehun dari lamunan nya.
"Eh, mianhe hyung aku sedang tidak fokus. Dio dan Sehun itu hanya bersahabat, mereka tidak akan macam-macam dibelakangku. Hehehe." Bohong Sehun.
"Kau yakin?"
"Tentu saja hyung, Dio hanya cinta kepada ku!" ucap Sehun sangat yakin, padahal dalam hati nya ia ingin sekali muntah setelah mengucapkan itu. Sehun yakin jika Kai mendengar omongannya barusan, dirinya tidak akan melihat mentari lagi besok.
Entah mengapa, hati Luhan sakit mendengar Sehun berkata seperti itu. Di dalam hati nya ia bertanya-tanya apakah benar ia brothercomplex?
"Kai-ah, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Luhan gugup.
"Ne hyung?" jawab Sehun yang jadi ikutan gugup. Kalau Luhan nanya nya yang macam-macam bagaimana? Jujur, Sehun tidak terlalu mengenal diri Kai sampai kedalam-dalam. Ia dan Kai hanya sebatas teman biasa, yah meski bisa dibilang cukup dekat. Tetapi Sehun tidak pernah tertarik untuk mengetahui pribadinya Kai.
"Salah tidak... jika~WUAA!" mungkin kesialan hari ini memang berpihak kepada Luhan. Ada batu yang berukuran sedang yang menyandung kaki nya.
Dengan refleks, Sehun langsung menahan tubuh Luhan agar tidak jatuh, dan begitu lah posisi mereka sekarang. Luhan di bawah, dan Sehun dengan kedua tangannya yang memegang pinggang Luhan sedang bertatapan.
Wajah kedua nya pun sontan memerah.
Sehun yang paling cepat sadar, langsung melepaskan pegangan nya, sehingga Luhan kehilangan keseimbangan dan terjatuh #poor Luhan.
BRUK!
"Aish, appo~" ringis Luhan.
"M-maaf kan aku hyung, aku tadi hanya..." Sehun tidak bisa melanjutkan kata-kata nya karena ia terlalu malu untuk bilang malu (?). Masa dongsaeng sendiri malu pada hyung kandung nya? Apa kata dunia?
"Hey, apa yang kalian berdua lakukan? Kau, bantu lah pacar mu berdiri." Ucap salah seorang pejalan kaki sambil menunjuk Sehun.
Pacar? Gumam Sehun dan Luhan bersamaan.
Apa aku dan Luhan hyung terlihat seperti sepasang kekasih? Wuaa :o pikir Sehun berbahagia.
"A-anni! Dia dongsaeng ku!" bantah Luhan langsung pada pejalan kaki itu.
Ucapan Luhan barusan membuat Sehun sweatdrop. Ia lupa sekarang ia sedang berada di diri Kai.
Tanpa diperintah, Luhan langsung berdiri dengan sendiri nya.
"Ck, ayo Kai kita pulang!"
Sehun tersenyum –hampir tertawa- melihat posisi Luhan berdiri. Kaki sebelah kanan nya agak di tekuk, menunjukkan kalau kaki itu sedang keseleo.
Tiba-tiba Sehun menunduk membelakangi Luhan.
"Kau kenapa?" tanya Luhan bingung.
"Naik lah hyung, aku tau kaki mu sedang terseleo kan?"
Muka Luhan langsung memerah. "M-mwo?"
"Kaki mu keseleo itu karena kecerobohan ku. Naik lah hyung." Ulang Sehun lagi.
Luhan pun menuruti ucapan Sehun dan langsung naik kepunggung Sehun.
"K-kau tidak malu menggendong ku seperti ini? Biasa nya kau paling ogah." Tanya Luhan saat Sehun memulai langkah nya. Benar saja, banyak pejalan yang memperhatikan mereka berdua sekarang.
Sehun menggeleng. "Tidak, selama yang ku gendong itu adalah kau hyung." Balas nya sambil tersenyum.
Mungkin kalau Sehun mengatakan hal itu saat berada di tubuh nya sendiri, itu akan terdengar sangat romantis. Tapi, Kai? -_-
"By the way hyung, tadi kau ingin bertanya apa?" tanya Sehun.
"Hah? Apa?" tanya Luhan balik.
"Tadi kau ingin bertanya sesuatu pada ku, tetapi kau malah tersandung batu."
Glek. Luhan menelan ludah nya dalam-dalam.
"A-ani, bukan hal yang penting. Lupakan saja."
"Ooh." Tanggap Sehun singkat.
Saat ini hati kedua nya tengah berdebar kencang, dunia serasa milik mereka berdua.
Sehun side : Ternyata aku memang menyukai-ani-mencintai namja ini! Sebelum nya tidak pernah jantung ku berdebar keras seperti sekarang.. Aigoo Kai-ah, kau beruntung mempunyai hyung semanis Luhan hyung!
Luhan side : Sial, perasaan ini datang lagi. Jangan sampai brothercomplex Luhan... JANGAN SAMPAI!
.
.
.
Sesampai nya di rumah, Sehun langsung mengambil P3K untuk mengobati kaki Luhan yang sedikit lecet.
"K-Kai sudah lah, aku bisa sendiri kok. Kau tidak perlu mengobati ku." Ucap Luhan sedikit gugup. Mengapa ia harus gugup kepada dongsaengnya sendiri?
"Biar aku saja hyung, kau istirahat saja." Ujar Sehun lembut.
Benar-benar seperti bukan Kai! Batin Luhan berpikir keras.
Cukup lama suasana menjadi hening, tidak ada yang mau membuka pembicaraan. Luhan merasa debaran hatinya semakin kuat. Ia tidak sanggup untuk menahan perasaan ini lagi.
"Kai-ah." Panggil Luhan memecah keheningan.
"Ne?"
"Sampai kapan kau akan bersikap lembut dan perhatian seperti ini?"
Sehun membulatkan mata nya. "Eh?"
Mata Luhan langsung menerawang kebawah, menunjukkan ia sangat gelisah. "Aku mohon, jadi lah seperti Kai yang dulu. Aku benci kau yang sekarang."
Mulut Sehun terkunci, tidak bisa menjawab.
Luhan benci padanya?
"Mianhe hyung, ternyata aku telah banyak merepotkan mu." Sesal Sehun.
Luhan tidak merespon ucapan Sehun. Bukan itu sebenarnya maksud dari ucapan Luhan!
Sehun pun meletakkan kembali obat-obat itu kedalam P3K.
"Nah sudah selesai. Aku pamit hyung, istirahat lah. Doa kan, agar Kai bisa menjadi Kai yang dulu."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Sehun langsung pergi. Hati nya terlanjur sakit mendengar kata terakhir dari Luhan.
Luhan menatap kepergian namja yang dicintai nya itu dengan tatapan memilukan.
Asal Sehun tahu, hati Luhan beribu-ribu lebih sakit saat mengucapkan kalimat terkutuk barusan. Setetes air mata berhasil lolos dengan kilat dari mata Luhan.
Aku benci kau yang sekarang. Aku benci kau yang membuatku jatuh cinta kepada mu. Aku benci kenapa takdir membuat aku menjadi hyung mu.
.
.
.
TBC
.
.
Balasan review :
kimhyunshi : waa kita ketemu lagi! makasih udah comment semua ff mir yaa hyunnie x3 ne! fighting!
NabilaAmaliaS : syukur deh diblg seru, kirain ngebosanin :')
Jaylyn Rui : ini update kilat :3 semoga nggak ngecewain!
Numpangbaca : makasih udh baca & review :3
0312luLuEXOticS : yeah, HunHan couple berjaya! *kibarkan bendera HunHan*
umma pasti percaya kalau kai sudah berkata :')
.
.
Makasih buat yang udah review. review lagi yaa xD
Yang belum, review plisssss
Gumawoooo~ *bow bareng Tao*
