Yo! Ketemu lagi sama Evil Red Thorn dan juga Narator!

Erena: DAN ERENA!

Evil: *lempar tisu ke mulut Erena*

Erena: Uph... Epil ahat! Ahal ahikan ooh! ( Evil jahat! Dasar majikan bodoh!)

Evil: hei, Evil bisa mengerti apa yang kamu bilang! Enak aja kamu panggil Evil bodoh!

Erena: hialin! (biarin!)

Narator: *sweatdrop* lupakan mereka berdua, silahkan liat balasan reviewnya...

xtreme guavaniko:

ehehehe... Evil sebenarnya bingung waktu bikin adegan perang kecil- kecilan (?) itu karena ini pertama kalinya Evil buat fic yang kayak gini. Tapi syukurlah karena Evil berhasil membuat Wa-san jadi deg-degan *dilempar* lagunya Evil ambil dari 'Rune Factory: Tides of Destiny '. Thanks atas reviewnya!

Red Pulse:

Haha... daijobu, Lily-chan. Evil tahu kok kalau kamu pasti lagi sibuk banget disana ^ ^ Lihat, Yamahiku! Ada yang nge-fans sama kamu!

Yamahiku: terus? Apa hubungannya denganku?

Evil: berarti banyak orang yang suka denganmu!

Yamahiku: ...

Evil: hehehe... saking senangnya sampai malu. Thanks buat reviewnya!

Kirina Fujisaki:

Hehehe... iya nih, Kirina-san. Maaf yah kalau fic ini aneh soalnya Evil mau coba buat fic yang bertema Adventure, jadi maklumi saja yah... :3 Thanks buat reviewnya!

Lee Xia:

Hehehe... iya dong. Macho kayak Ma Chao (?)

Ma Chao: kenapa manggil gue?

Evil: gak kenapa-napa. Udah sono, balik ke Shu! *tendang Ma Chao ampe ke Shu* Thanks buat reviewnya!

scarlet and blossom:

Hehehe... nama 'Inukawa' itu sebenarnya terinspirasi waktu Evil nonton anime 'Hakkenden: Touhou Hakken Ibun'. Karena nama marga mereka semua depannya dari 'Inu', akhirnya Evil memutuskan untuk memberi nama 'Inukawa'. Evil hebat kan? *narsisdotkom* Thanks buat reviewnya!

Yuuki moon chan:

Ehehe... arigatou gozaimasu atas pujiannya, Yuu-chan. Evil jadi malu... *blushing* Thanks atas reviewnya!

ZackFair:

Hehehe... tuh kan, Yamahiku? Kamu sadis... Kalau kamu kayak begitu, Zakuro pasti-

Yamahiku: *tendang Evil sampai Ujung Kulon (?)* Diam.

Evil: Hiks... bener kan, sadis... by the way, Thanks atas reviewnya!

Aiko Ishikawa:

Aiko-san benar! ini tentang OC! Horeee, Aiko-san benar! *lempar bunga melati (?) kemana-mana* Tuh kan, Yamahiku? Kamu-

Yamahiku: *deathglare* apa?

Evil: emm... gak jadi, gak jadi. Thanks atas reviewnya, Aiko-san!

Kuroragi Uum:

Pengennya sih begitu, senpai. Tapi, Evil gak bisa buat adegan berdarah... nanti kalau dicoba, takutnya malah aneh lagi -_- thanks atas reviewnya!

Dynasty Warriors are belongs to KOEI, not Evil

.

.

.

.

"Kau tidak apa-apa?"

"Iya... terima kasih lagi atas bantuannya, Yamahiku" Dia akhirnya berdiri dan menunjukkan senyumannya yang bisa membuat orang yang melihat jadi salah tingkah. Tapi bagiku, senyumannya mirip dengan wajah kuda.

"... Zakuro"

"ya?"

"Sampai kapan aku harus terus menerus menolongmu? Kau sudah besar, seharusnya bisa menjaga dirimu sendiri"

"Emm... Entahlah, aku tidak tahu" Zakuro menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Anak ini... padahal aku sudah mengajarinya beberapa teknik berkelahi untuk berjaga-jaga kalau dia sedang ada dalam masalah, Tapi ia tidak menggunakannya. Dia memang bodoh.

"... Aku mau kembali ke kelas dulu" Aku berjalan menuju ke kelasku, meninggalkan Zakuro yang berdiri diantara murid-murid yang asyik membicarakan tentang kejadian tadi. Tiba-tiba, tangan kananku terasa ditarik oleh seseorang.

"Yama-chan, kau mau kemana?" Oh, Hitomi. Kupikir siapa...

"Aku mau ke kelas"

"Tapi-" Aku melanjutkan perjalananku menuju kelas sebelum mendengar komplein dari Hitomi.

Sesampai di dalam kelas, tidak ada siapa-siapa. Aku berjalan menuju tempat dudukku dan menaruh kepalaku di atas meja. Angin yang masuk melewati celah jendela, sinar matahari yang terasa begitu hangat, serta tidak ada suara murid-murid yang berisik. Hawa ini memang sangat cocok untuk tidur. Aku pun memejamkan kedua mataku dan mulai memasuki alam mimpi.

Doumawari shita ano basho kare

Yume oikake naoshite mita

Ukh... lagu itu lagi... kenapa lagu itu selalu muncul di mimpiku?

Fuan datta

Hitori datta...

Suara ini... sepertinya familiar sekali... tapi siapa? Dan dimana aku mendengarnya?

KRIIING!

Suara bel yang terdengar begitu keras itu berhasil membangunkanku dari mimpi tadi. Murid-murid telah memasuki kelas mereka masing-masing, dan kelas terasa menjadi sangat ramai. Tch, padahal aku baru bisa menikmati suasana yang begitu tenang tadi. Sekarang aku jadi tidak bisa tidur.

"Bagaimana dengan tidurnya, Yama-chan?" suara Hitomi terdengar dari sampingku. Aku langsung memutar kepalaku ke arah suaranya.

"Tidak begitu nyenyak..."

"Benarkah? Apa ada suatu hal yang mengganjal di otakmu?"

"Yah, begitulah..."

"Ceritakan saja padaku, Yama-chan. Aku berjanji tidak akan memberi tahu siapa-siapa. Lagipula, kita kan teman"

"... Aku hanya mimpi buruk"

"mimpi buruk? Memangnya kau mimpi apa?"

Sudah kuduga, dia pasti bertanya begitu. Apakah aku harus menceritakan mimpiku ini? Kalau aku menceritakannya, Hitomi pasti bilang kalau itu cuma perasaanku saja. Tapi kalau tidak kuceritakan, nanti dia tambah khawatir. Bagaimana ini?

... Sudah kuputuskan. Aku tidak akan menceritakannya.

"Hanya mimpi buruk biasa, jadi kau tak perlu khawatir"

"Kau yakin?"

"Iya"

"Baiklah, tapi kalau kau mimpi buruk lagi, jangan sungkan untuk menceritakannya padaku. Oke?"

"Oke"

Lalu, Miyako-sensei memasuki kelas dan memulai pelajarannya.

~Time Skip~

KRIIIING!

"Baik, anak-anak. Sampai disini dulu pertemuan kita hari ini. Jangan lupa kerjakan tugas yang sensei berikan tadi yah! Selamat sore!"

"Selamat sore, sensei!"

Murid-murid mulai memasukkan seluruh barangnya kedalam tas mereka dan berjalan ke luar kelas. Seperti biasa, aku menunggu kelas hingga sepi dulu dan lalu keluar jika sudah tidak begitu banyak orang. Aku berjalan mendekati Hitomi yang sedang membersihkan lantai menggunakan sapu. Sepertinya hari ini dia ada piket.

"Hitomi, hari ini kau piket?"

"Iya... maaf yah aku tidak bisa menemanimu pulang"

"Tidak apa-apa, aku pulang dulu yah"

"Iya! Hati-hati yah!"

Aku pun keluar dari kelas dan berjalan keluar sekolah. Langit sudah berwarna kemerah-merahan dan banyak burung-burung yang beterbangan di langit. Aku mengambil ponselku di dalam tas untuk mengecek jam. Sudah hampir jam 4 sore. Aku mempercepat langkahku agar aku sampai rumah tepat pada waktunya.

BWUUSH!

Tiba-tiba, muncul portal aneh di depanku. Portal apa ini? Kenapa tiba- tiba muncul di depanku? Bentuk dan warnanya juga aneh... Tapi, portal ini seperti menyuruhku untuk masuk ke dalam...

"..." Aku mencoba memasukkan tangan kananku. Tidak ada apa-apa. Aku memasukkan tangan kiriku. Dan lagi-lagi, tidak terjadi apapun. Aku merasa seperti orang bodoh melakukan ini.

"Pasti hanya tipuan..." Saat aku memutar badanku dan berniat untuk melewati jalan yang lain, tiba-tiba, aku seperti ditarik masuk oleh seseorang dari dalam portal.

"eh? HUWAAA!"

Dan semuanya menjadi gelap.

Huwaaaa! Yamahiku mau kemana?! Jangan tinggalkan Evil sendirian... *nangis bawang*

Erena: cup, cup, sabar... *tepuk Evil*

Narator: Kau ini, begitu saja nangis...

Evil: hiks... habisnya Yamahiku pergi...

Narator: nanti dia juga balik, tunggu aja. Kan dia 11-12 sama Jalangkung *ditonjok Yamahiku*

Evil: Iya ya... ya sudah, jangan lupa reviewnya yah minna! Sayonara!