cast: Sehun;Jongin;danlain-lainnya

oh my idol

.


Tampak tiga orang pemuda manis tengah berjalan disepanjang koridor sekolah salah satu pemuda yang memiliki postur tubuh paling tinggi itu terus saja menekuk wajahnya mendengar celotehan dari mulut kedua temannya.

"Xing aku semakin penasaran dengan album mereka"

"Ya kau benar aaaaa aku juga, kau tadi lihat situs resmi mereka katanya nanti malam teaser mereka akan keluar"

"Ah sepertinya aku harus merelakan tidur nyenyak ku untuk mereka"

"Kau benar Baekki"

Kedua pemuda itu terus saja berceloteh tak memperdulikan salah satu temannya yang wajahnya seperti pakaian tak disterika.

"Aku sungguh tak mengerti apa yang kalian bicarakan sedari tadi"

"EXO!"

Jawab Baekhyun dan Yixing dengan kompak, mereka adalah kedua pemuda yang sedari tadi berbicara sedangkan pemuda yang menekuk wajahnya itu namanya Sehun.

"Tak adakah topic yang lain selain boyband kalian itu?"

Yixing serta Baekhyun menggeleng dan menyengir kearah Sehun.

"Aku tak mengerti dengan jalan pikiran kalian berdua, apa yang kalian lihat dari boyband bakso itu"

"EXO Hun EXO not bakso" koreksi Baekhyun.

"Ah ya terserah" jawab Sehun dengan malas dan memperbaiki letak tas punggungnya.

"Huh kau ini memang kurang up to date, kau tak tahu kalau mereka itu lagi digila – gilai oleh remaja sekarang"

"Ya benar, sampai kalian benar –benar gila hanya karena sekelompok lelaki yang tidak pernah menampilkan wujudnya"

"Justru karena mereka yang tak pernah menampilkan wujudnya membuat kami menjadi semakin penasaran"

Sehun langsung melenggang pergi meninggalkan kedua temannya yang tertinggal dibelakangnya ia membalikkan tubuhnya menghadap kedua temannya dan berteriak dengan kencang.

"HARUSNYA KALIAN ITU MENCARI IDOLA YANG MANLY HUH DASAR BOYBAND KALIAN ITU TAK ADA MANLY NYA SAMA SEKALI"

"YA OH SEHUNNNN MATI KAUUUUUU"

Sehun langsung berlari dengan cepat keluar gerbang sekolahnya melihat kedua temannya itu yang murka. Ia terus berlari tanpa melihat jalan dan

BRUK

Sehun sukses menabrak pejalan kaki , ia melirik kearah seragam sekolahnya yangkotor karena minuman yang dibawa sipejalan kaki tadi. Ia mencondongkan tubuhnya kearah sipejalan kaki yang masih terduduk ditrotoar.

"YA! KAU INI TAK PUNYA MATA HA?! LIHAT SERAGAM SEKOLAH KU KOTOR KARENAMU!"

Sehun menunjuk – nunjuk sipejalan kaki itu dengan jari telunjuknya. Tubuh Sehun langsung tersentak kebelakang karena ada kedua tangan yang menyeretnya.

"Ma –maaf kan teman kami, dia agak"

Ujar Baekhyun yang berada disamping kiri Sehun menggerakan jari telunjuknya didepan dahinya dan menggerakkan tangan secara horizontal. Yixing berada disamping kanan Sehun mengangguki ucapan Baekhyun. Sipejelan kaki yang sudah menegakkan tubuhnya itu diam saja tak merespon kalimat yang diucapkan Baekhyun.

"Sekali lagi maaf"

Yixing dan Baekhyun kembali menganggukan kepalanya dan menyeret Sehun dari tempat itu meninggalkan sipejalan kaki.

.

"Apa – apaan kalian ini, mengatakan teman sendiri gila?!"

Sehun langsung menghentakkan kedua tangannya yang masih dicengkram itu.

TAK

Baekhyun langsung menjitak kepala Sehun dengan kepalan tangannya, "Apa maksud ucapanmu tadi huh?!"

Sehun meringis tak lama ia menyengir menatap kedua temannya yang juga menatapnya dengan tatapan ingin membunuh, "E eung yang mana? a –aku tak ingat, mungkin kalian salah dengar"

"Biarkan aku membersihkan seragam ku dulu, kalian tak malu jalan dengan ku karena seragamku yang kotor seperti ini"

Terdengar helaan nafas dari Yixing dan juga Baekhyun saat melihat wajah Sehun yang sedang menunjukan wajah cute-nya.

"AH ITU ITU! kita kesana saja"

Sehun langsung mengapit kedua lengan temannya dan menariknya menuju temmpat yang ia tunjuk tadi.

. . .

"Mana minumannya Lu?"

Ujar lelaki dengan suara bass nya yang khas, lelaki yang baru masuk kedalm mobil van itu melepas kacamatanya dan mendudukan tubuhnya disamping yang tengah mendengar music dengan headphone nya.

"Kalian tahu, aku tadi ditabrak bocah dan dengan seenaknya di menuduh aku yang menabraknya"

"Lalu minumannya?"

Tanya lelaki yang berada disebelah lelaki yang baru masuk itu.

"Jangan bilang minumannya juga tumpah Lu"

Luhan si lelaki yang baru saja masuk itu menyengir dan menganggukan kepalanya.

"Yasudah lah hyung nanti kita bisa mencari minuman itu didekat gedung tempat kita latihan nanti"

"Tapi Jongin disitu tempat penjual bubble tea favorite ku"

Ujar Luhan pada Jongin lelaki yang duduk disebelahnya.

"Lu kau bisa membelinya nanti, lelaki tua itu sedari tadi sudah menghubungiku agar kita segera ketempat latihan"

"Baiklah Kriseu~"

Luhan memajukan kedua bibirnya saat mengucapkan salah satu temannya yang berada didalam van.

"Kau benar – benar menjijikan Lu"

Kris yang berada dijok depan memutar kedua bola matanya melihat Luhan.

"Apa Jongin kita sedang dalam keadaan baik – baik saja?"

Tanya lelaki berwajah petak pada temannya yang duduk disebelahnya sambil menunjuk Jongin yang sedang tersenyum kearah luar jendela.

"Aku harap begitu"

Jongin diam saja tak menanggapi pada kedua orang yang sedang membicarakannya yang duduk dibelakangnya itu. Tadinya ia ingin menutup matanya namun tak jadi karena secara tak sengaja pandangannya menatap kearah tiga orang lelaki yang seperti berdebat. Kedua bola matanya tak penah lepas dari lelaki yang sedang berdiri diantara kedua lelaki yang lebih pendek itu.

Secara tak sadar kedua bibirnya terangkat melihat wajah sipemuda itu yang sedang beraegyeo dihadapan kedua temannya.

Mobil van yang ditumpangi Jongin akhirnya bergerak dan ketiga pemuda yang sedang berdiri ditrotoar tadi juga sudah melangkahkan kakinya memasuki kedai penjual minuman.

.

Akhirnya mobil van yang ditumpangi Jongin dan kawan – kawan tiba disuatu gedung tempat dimana mereka akan latihan. Mereka tengah bersiap –siap untuk turun dari mobil setelah memakai masker untuk menutup wajahnya lengkap dengan kacamata serta topinya. Satu persatu orang yang berada didalam mobil van itu akhirnya turun juga memasuki gedung.

"Huh kapan wajah tampan ku akan dilihat oleh public"

Jongin tersenyum dibalik maskernya mendengar penuturan salah satu rekannya.

"Sabar lah Chan hyung, kau berdoa saja semoga album kita kali ini wajah kita aka dilihat oleh public" ujar Jongin sambil merangkul lelaki disebelahnya itu.

"Yah semoga saja"

Mereka ber –lima langsung masuk kedalam lift dan segera menuju kelantai dimana tempat mereka akan berlatih vocal dan juga menari.

Para lelaki tadi merupakan anggota dari suatu grup boyband yaitu EXO ,dimana anggotanya terdiri dari lima lelaki yaitu Kris , Luhan , Jongdae , Chanyeol , serta Jongin. EXO sendiri yaitu suatu grup yang selalu tampil dilayar televisi menggunakan topeng hingga menutupi seluruh wajahnya hingga para penggemarnya menjadi sangat penasaran dengan wajah asli dari mereka.

Kris, Luhan , Chanyeol menggunakan nama mereka sendiri sedangkan Jongdae dan Jongin menggunakan nama panggung yaitu; Chen untuk Jongdae ,dan Kai untuk Jongin.

KLEK

Kelima orang yang tengah berlatih menari itu mengalihkan pandangannya saat pintu ruangan tempat mereka berlatih terbuka dan menampilkan seorang wanita yang tengah berjalan kearah mereka.

"Aku membawa berita yang bagus untuk kalian"

Sontak kelima orang itu langsung mengerubungin wanita itu.

"HUH APA NUN APA? APA KAMI AKAN MENAMPILKAN WAJAH KAMI?"

Tanya Chanyeol yang begitu bersemangat.

"Aish suaramu terlalu berisik, Chan!"

Chanyeol langsung menutup mulutnya dan mengangkat kedua jari telunjuk dan tengahnya tak lama ia tersenyum dengan lebar.

"Dasar idiot" gumam Kris dan mengalihkan pandangannya kearah siwanita yang ada dihadapannya, "Berita apa noona?"

"Kalian akan –ah nanti kuberi tahu kalian latihan saja dulu"

Wanita itu mengedipka sebelah matanya lalu melangkahkan kakinya keluar ruangan meninggalkan kelima anggota EXO. Keempat orang yang berada didalam ruangan itu mendengus kesal pasalnya siwanita tadi tak memberi tahukan beritanya.

"Sudah –sudah mari kita latihan kembali"

Kris selaku leader dalam grupnya langsung mengerahkan anggotanya untuk kembali berlatih.

. . . .

Semenjak kepulangannya dari rumah Baekhyun sedari tadi Sehun terus mengguling – gulingkan tubuhnya dilantai apartemennya karena merasa sangat bosan sendirian dan juga cacing –cacing yang ada diperutnya sedari tadi terus berteriak, pertanda lapar.

Sehun tak sadar bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan tingkahnya. Sehun tersentak saat ia menggulingkan tubuhnya kembali ia merasa menabrak sesuatu.

"Apa yang kau lakukan?"

Sehun menoleh kesamping ia mengadahkan wajahnya keatas, matanya langsung membulat saat mengetahui siapa orang yang ditabraknya.

"E –eung hyung sudah pulang?"

Tanya Sehun yang sudah bangkit dari acara mengguling – gulingkan tubuhnya dilantai, "Eum Jo –Jo hyung"

"Jongin"

"Ah ya maksudku itu, Jongin hyung aku eum aku" Sehun menjilat bibir bawahnya, "lapar" lanjutnya dengan suara yang begitu kecil, "Sedari tadi aku pulang sekolah aku belum memasukan sebutir nasi kedalam perutku hyung~"

Jongin yang sedang duduk sambil memejamkan matanya diatas sofa itu langsung membuka matanya dan menoleh kearah Sehun yang berdiri disampingnya.

"Kenapa kau tak memasak?"

"Aku tak bisa"

Jongin yang melihat Sehun kembali membasahi bibir bawahnya dengan lidahnya memejamkan matanya tak ingin melihat kearah Sehun.

"Kau bisa memasak mie instan Se –Se"

"Sehun!" Sehun langsung menyambar Jongin yang sedang berbicara, "Lagian aku tak bisa menyalakan apinya hyung"

"Ck, apa gunanya menjadi istri menyalakan api saja tak bisa"

Sehun mengerucutkan bibirnya mendengar gumaman Jongin yang masih bisa didengarnya.

"Aku jika dirumah eomma ku tak pernah kedapur hyung, untuk apa memiliki banyak pekerja dirumah jika tak digunakan"

Jongin langsung bangkit dari sofa , "Kau ingin ku masak kan apa?" tanya Jongin sebelum melangkahkan kakinya kedapur.

"Mie instan saja hyung supaya lebih cepat ugh cacing diperutku sudah berteriak dari tadi hyung"

Sehun yang melihat 'suaminya' kedapur ikut melangkahkan kakinya juga kedapur, ia melirik kearah ponsel Jongin yang menyembul dari saku jaket hitam milik Jongin diatas meja.

"Apa masih lama hyung?" tanya Sehun yang menunggu dikursi meja makan.

Jongin tak menjawab ia masih sibuk berkutat dengan kompornya tak lama kemudia ia mengangkat semangkuk mie instan yang masih mengeluarkan uap.

"Makan lah"

Sehun langsung menegakan kepalanya karena sedari tadi menenggelamkan wajahnya ditangannya menunggu makanannya matang sekalian untuk tidur sebentar karena ia yang memang sudah mengantuk.

"Whoaa kau hebat hyung, baiklah aku makan sekarang ya"

Jongin mengangguk dan meninggalkan Sehun yang sedang menyuapkan sesendok demi sesendok kuah mie instan kedalam mulutnya.

"Mhhashakhanmhu bhenar – benhhar ennyhak hyunghh"

Dengan mulut yang penuh dengan mie Sehun mengacungkan dua jempolnya kehadapan Jongin.

"Ini cuma mie instan Sehun siapapun bisa membuatnya kecuali – anak manja seperti"

"Sepertiku?"

Jongin mengangkat dua bahunya dan kembali berkutat pada ponselnya.

Sehun mendengus dan kembali menyuapkan mie yang masih ada didalam mangkuk kedalam mulutnya.

"HUAAAAAAAH kenyang"

Sehun menggeser mangkuk yang ada dihadapannya dan menepuk – nepuk perutnya,"Terimakasih hyung"

Jongin mengalihkan pandangannya saat Sehun memberikannya sebuah senyuman hingga membuat kedua mata Sehun membentuk sabit.

"Sudah sana kau tidur, bukan kah besok kau sekolah?"

Sehun mengagguk dan bangkit dari kursinya, "Setidaknya biar aku mencuci ini dulu hyung"

"Itu masih bisa dikerjakan besok, ini sudah tengah malam sudah sana tidur"

Akhirnya Sehun menurut ia mengangguk dan melangkahkan kakinya kekamarnya. Sebelum Sehun masuk kedalam kamarnya ia berbalik menghadap Jongin.

"Selamat malam hyung~"

Tubuh Jongin seketika terpaku melihat senyuman dari Sehun kembali ia tak merepon apa yang diucapkan Sehun. Hingga akhirnya suara dering ponselnya membuatnya kembali tersadar.

"Aku kembali sekarang Kris"

Jongin langsung menutup sambungan teleponnya ia bergegas mengambil kembali jaketnya dan

"Good night too Se –Se"

Jongin menggelengkan kepalanya karena lupa dengan nama istrinya itu, "Kenapa jadi aku yang melayani dia? bukankah seharusnya aku yang dilayani olehnya?" gumam Jongin yang baru tersadar, ia kembali menggelengkan kepalanya dan melangkahkan kakinya setelah menutup pintu apartemennya.

.

.

Tbc


ini storynya kubuat boyslove jadi yang minta gees im sorry too sangat ya;w;;

thanks yang udah ngreview dan sarannya ya;

zoldyk ; sehunnoona ; Wu Hani; nicerindi; kikikyujunmyun; askasufa; jung oh jung; dobichan; utsukushii02; nin nina; byuncrackers; UNTAKUTUBUTARA4 ; rainrhainyrianarhianie; indaah . cqupp; bbuingbbuingaegyo; sekai daughter; hexsaa; lisnana1; miyuk; nhaonk; GLux99; je; Oh Dhan Mi; 1212klik; miszshanty05; danactebh ; Keepbeef Chiken Chubu ; AHeeChanbaek; ayanesakura chan; teleportbabies; nithasukmasari; kikycuma . milikangga;SehunBubbleTea1294;sayakanoicinoe;BaixianGurls;LM90;Miracle-ren;zakurafrezee; xxx;blacklili;ika . zordick;Ahjumma Kece;Guest;Guest;YoungChanBiased;Sabil;Amortentia Chan

review yaw

jangan jadi hantu!