CHAPTER 2 UPDATE! YUHUUU
Akhirnya kelar juga chapter ini. Mian, kalo ceritanya selalu nggak memuaskan. Ini makin galau aja, harus kasih happy ending atau sad ending. Baca terus aja deh kali ya? YUUUP!
Cast:
Ryeowook
Yesung
Kibum
Sungmin
Dan pemain lain sesuai jalan cerita^^
Pair:
Yewook
Yemin
WARNING!
Typo(s), and Genderswitch. Masih nggak tega bikin cerita yang YAOI soalnya hehe-_-v
DON'T LIKE DON'T READ, ok?
Summary:
Aku begitu terpuruk, sehingga kau datang membantuku terbangun / Apakah cinta menuntut kesempurnaan? Tidak. Semua orang bilang, cinta itu apa adanya. Dan itu yang aku rasakan / Dengarlah, bagaimanapun keadaanmu, aku tetap setia. / Yesung, Ryeowook, Kibum, Sungmin, dan pemain Super Junior lain sesuai jalan cerita^^ / Yewook, Yemin.
Note:
Judul sama Summary nggak nyambung sama cerita. Abis nggak jago bikin Summary sama Title. Wkwk.
.
Let's Read!
.
.
.
-Ryeowook POV-
Aku sungguh senang pada hari ini. Sebenarnya aku juga tidak tahu penyebabnya apa. Namun aku senang saja pada hari ini. Aku terduduk di meja belajarku dan mengeluarkan buku diaryku. Buku diary yang bersampul kupu-kupu manis ini.
Dear my diary..
Aku nggak tau, apa yang membuatku senang pada hari ini. Tapi aku senang aja sama hari ini. Rasanya hari ini itu beda dari hari-hari yang biasanya.
A, ne.. Tadi di sekolah aku bertemu lagi namja yang pernah aku ceritakan padamu itu lho. Namja yang aku tolong, karena ia akan bunuh diri. Dan kau percaya atau tidak? Tadi aku sempat mengobrol banyak dengannya. Ternyata namja itu bernama Yesung. Dia kelas dua juga.
Diary… ada hal yang menyenangkan lagi. Tadi saat aku ke rumah sakit bersama umma, uisanim mengatakan, penyakitku bisa sembuh, asal aku rajin meminum obat, dan pastinya asal aku makan banyak.
Ah andai saja kau ada di hatiku kini, pasti kau mendengar suara gemuruh karena banyak kembang api yang bergejolak disana. Ah baiklah, biarkan aku memfikirkan ulang begitu banyak hal menyenangkan di hari ini, ne? Tatta..
Itulah yang aku tulis di diaryku. Ya! Benar! Aku menceritakan Yesung pada diaryku. Sebenarnya namja itu sangat menyebalkan. Namun, terkadang memang namja itu menyenangkan. Jadi ingat saat ia mencubit lembut hidungku, dan mengacak-acak rambutku tadi. Hehehe.
Karena mataku yang sudah semakin berat, aku memutuskan untuk tidur sajalah. Semoga besok akan menyenangkan seperti hari ini. Heheu..
.
.
.
Tiga bulan kemudian…
.
.
.
Tadi pagi-pagi sekali aku meminjam buku di perpustakaan, karena kalau pagi hari, guru yang menjaga bukan guru seperti biasanya. Aku hanya takut guru itu masih mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu. Hahaha. Maka dari itu, sekarang aku terduduk di taman dengan membaca buku yang bertema kesukaanku, detektif. Dan masih tak berani duduk di perpustakaan.
Tak lama datang seorang namja yang ternyata membawa buku yang bertema sama sepertiku. "Ryeowook.." sapanya dengan duduk di depanku. Percaya atau tidak, namja itu tidak lain tidak bukan adalah Yesung. Terdengar dari suaranya.
Sekedar memberitahu saja, tiga bulan terakhir ini, aku dengan Yesung semakin dekat. Kami semakin sering bercerita tentang kehidupan pribadi kami.
"Hm?" jawabku masih dengan menatap buku yang aku baca.
Sepertinya namja itu tidak suka kalau tidak dianggap. "Jangan terlalu serius saat membaca, tidak baik untuk kesehatanmu.." kata namja itu dengan menutup buku favoritku. Aku cukup kesal dengan namja ini. Seenaknya saja ia menutup buku yang sedang aku baca. Benar-benar tidak sopan. "Mian.. Bukannya aku mengatur-atur kau. Tapi aku hanya menasihatimu. Terlalu serius membaca itu tidak baik untuk kesehatan." Tambahnya begitu melihat raut wajahku yang mungkin terlihat kesal.
"Hm, baiklah.." kataku dengan memutar bola mataku.
"Hentikan berkelakuan seperti itu, Ryeowook! Kau membuatku semakin ingin mengadopsimu untuk jadi adikku!" katanya dengan raut wajah sok kesal.
"Issh, kau kenapa?" tanyaku dengan pandangan sok jijik.
"Asssh, lupakan. Aku hanya ingin mengatakan gamsahamnida padamu. Karena kau, aku jadi mengerti. Kalau aku.. Tidak seharusnya aku bunuh diri hanya karena ingin bertemu mantan kekasihku, Sungmin. Aku memang mencintainya. Tapi menurutku itu dulu.." katanya dengan jelas. Jelas sekali. Jelas-jelas membuat hatiku hancur, maksudnya. Eh kenapa hatiku hancur? Tidak-tidak. Aku tidak boleh menyukainya, aku tidak boleh menyukai siapapun. Eh, mantan, katamu?
"Ohh, jadi Sungmin itu nama mantan kekasihmu?" tanyaku seraya mengambil makanan ringan di sebelahku dan melanjutkan acara membacaku. Sebenarnya aku hanya tak ingin terlihat aneh di depan Yesung ketika ia menceritakan tentang mantan kekasihnya. Tuhan, tolong jangan perlihatkan sikap salah tingkahku ini.
Yesung mengangguk. "Ne, benar. Namun ku fikir, semua itu hanya masa laluku. Tak seharusnya aku terus terpuruk seperti ini." Lanjut Yesung. Masa lalu katamu? Wow! Fantastic Baby!
"Jangan pernah mengatakan kalau Sungmin adalah masalalumu, Yesung… Meskipun Sungmin sudah tiada, tapi kalau ia mendengarnya, ia akan merasa sakit, bukan? Berhati-hatilah saat bicara, eoh?" kataku kini dengan menatapnya. Eits, aku bijak sekali?
Yesung lagi-lagi mengangguk. "Eh iya, kau… Kau ikut kan? Camping yang diadakan sekolah ini?" tanya Yesung padaku. Eh, ini benar-benar padaku?
"Molla.. Sepertinya tidak.." jawabku singkat.
"Wae, Ryeowook?"
Aku melihat ke awan sebentar. Lalu aku menghembuskan nafas, aku mencari alasan yang pas. Ditemukan! "Eerrr, maksudku, sepertinya aku tidak tahu.." jawabku membelokkan omongan. Lagi-lagi ia mengacak-acakkan rambutku. Berhenti melakukan itu, Yesung. Kau jangan membuat rasa sukaku padamu semakin memuncak.
"Ikutlah! Aku akan selalu menemanimu. Aku berjanji!" janji Yesung dengan memberikan jari kelingkingnya di depan wajahku. Aku tersenyum melihatnya. Disaat seperti ini, Yesung memang jagonya yang membuat hatiku beterbangan. Ooooh Yesung! Hentikan perlakuanmu yang memanjakanku itu!
.
.
.
Hari ini umma menjemputku dengan taksi. Karena kami akan langsung menuju Donghae uisanim. "Umma.."
"Ne, chaggiya?" jawab umma.
"Errr, bolehkah aku mengikuti camping bersama teman-teman sekolahku, umma?" tanyaku pada umma sebenarnya aku sangat ragu untuk mendapat izin dari umma. Umma begitu menjagaku dengan baik, ia sering tidak mengizinkanku melakukan hal yang membahayakanku.
"Kapan itu, chaggiya?"
"Kira-kira tiga hari lagi, umma.."
"Dengan siapa saja, Wookie?"
"Semua teman-temanku di sekolah umma.."
"Yesung?"
Ya, aku sering menceritakan tentang Yesung pada umma. Apalagi ketika Yesung sempat mengantarku pulang, umma sepertinya mulai suka dengan Yesung. "Dia ikut, umma.."
"Baiklah, kalau dengan Yesung, umma selalu percaya.." kata umma dengan mengusap lembut rambutku.
"Jinjja, umma?" tanyaku meyakinkan umma.
"Tentu saja. Asal, kau juga harus jaga kesehatanmu, eoh?" kata Leeteuk umma.
"Pasti umma!" seruku. Aku benar-benar merasa bahagia. Akhirnya aku bisa juga merasakan senang-senang bersama teman-temanku.
.
.
.
Tiga hari kemudian….
.
.
.
Tadi malam aku sudah menyiapkan semua barang-barang yang akan aku bawa untuk camping hari ini. Hanya tinggal sarapan saja. Ne, sekarang aku sedang bertiga di meja makan ini. Bersama Umma dan tentunya Yesung. Akhir-akhir ini Yesung jadi semakin dekat dengan umma. Dan sepertinya umma menyukai Yesung juga.
"Hati-hati ya, Ryeowook.." kata umma dengan mengelus-elus rambutku. Aku mempoutkan bibirku. Umma dan Yesung tertawa. "Jaga kesehatanmu.. Jangan lupa minum obat.. Yesung, ingatkan Ryeowook untuk selalu minum obat, ne?" kata umma.
"Obat? Obat apa, ahjumma?" tanya Yesung pada umma. Astaga! Aku langsung menginjak kaki umma dan dengan memberi tatapan isyarat agar umma tidak memberitahukan semuanya pada Yesung.
"Eerr, hanya vitamin, kok.." kata umma. Lalu ia menatapku sedih. Aku tersenyum.
"Baiklah umma.."
"Umma, tenang saja.. Aku akan meminum vitamin itu. Dan umma jangan khawatir juga, ne? Dan juga umma jangan membuat Yesung kerepotan hanya untuk menjagaku lah, umma.."
"Anio, Wookie.. Aku tak pernah merasa direpotkan… Asal kau tak lupa saja, ini semua tidak gratis!" kata Yesung. Wookie. Panggilan terbaru yang Yesung panggilkan padaku. Jujur saja, aku menyukai panggilan itu.
"Ya! Kau!" pekikku seraya memberikan tatapan eneg pada Yesung.
"Hahahaha, anio Wookie… Percayalah, aku akan selalu menjagamu." Katanya dan itu berhasil membuat pipiku langsung merah merona begitu mendengar ia berkata seperti itu. Sayangnya Yesung tak pernah sadar. Sayangnya Yesung tak pernah peka. "Selalu!" tambahnya dengan lebih menekankan kata itu.
Aku hanya tersenyum penuh arti.
-Ryeowook POV end-
~TBC~
.
.
.
HUAAAH! Akhirnya kelar juga nih chapter! Enaknya sad ending atau happy ending nih? Enaknya nguras air mata, atau seneng nih? Minta Reviewsnya dong. Ngejelek-jelekin ini FF, atau ngejelek-jelekin author nggak pa-pa deh, asal nggak ngejelek-jelekin oppaku, Ryeowook sama Kyuhyun^^
