Part 2 – Kejahatan telah kembali

Hai, oh iya aku lupa! Aku cuma mau bilang kalau Mask Masters bukan punyaku :D

Nah, aku baru disini jadi mohon dimaklum.

"Borg, apa yang kau lakukan disana?" tanya Ayah keesokan harinya.

"Ini Ayah! Aku sedang memperbaiki Guci" jawab Borg.

"Tidak biasanya kau melakukan itu" kata adik Borg satu-satunya, Kiro.

"Daripada kau cerewet ..." Borg tersenyum. Muka Kiro memerah. "Hei, aku kan hanya menyuruhmu! Memangnya tidak bisa, ya !?" ujar Kiro geram.

"Borg, harusnya kau lakukan ini dari dulu. Tidak mungkin adikmu pintar tapi tidak dengan kau" Macan Putih nampak meremehkan Borg.

"Hei, maksudmu aku tidak pintar?" tanya Borg marah. Ia lupa kalau Macan Putih tidak suka disebut "HEI", sehingga akhirnya Borg di setrum.

"AAAAAA" teriak Borg.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Borg setelah selesai di setrum.

Borg di setrum lagi. "AAAAA"

"Kau ini, dasar tidak sopan!"

"Kenapa jadi aku!?" bentak Borg ke Macan Putih.

"Kau ini nakal sekali, ya!"

Mungkin kalian sudah tahu apa yang akan terjadi. Yap! Borg di setrum lagi. "Baik-baik, aku tidak akan melanjutkannya lagi!" kata Borg marah. "Hehehe... Makanya, Borg, jangan suka mengeyel, ya..." ledek Kiro sambil menjulurkan lidahnya.

"Malas deh, tidur aja ah!" kata Borg yang tampaknya telah kehilangan semangatnya. "Sudah mau tidur lagi? Bukankah tadi kau sedang memperbaiki Guci ...?" tanya Kiro. "Malas, ah! Kau saja, ya!" suruh Borg sambil tertawa. "Uuuh ..." dengus Kiro. "Tenanglah. Nanti pun Ia akan mengerti" kata Ayahnya menenangkan. Kiro pun memeluk Ayahnya.

Dari langit munculah sebuah cahaya terang. Cahaya itu berwarna emas. Seperti bintang yang terjatuh. Bintang itu jatuh tepat di... MUSPEL!

Muspel pun bangkit. Ia melihat dirinya sendiri. "Ini... Aku? Tentu saja ini aku. Bintang itu menghidupkanku. Dan inilah waktu untuk membalas dendam, 4 penjaga dunia. Tapi Felicia telah mengkhianatiku. Maka aku akan cari penggantimu! Hahahahaha... Huahahahahahahaha..." Muspel tertawa jahat. Ia pun menciptakan kembali Deimon.

"Ini dia, aku sudah memutuskan. Aku akan menciptakan seseorang yang akan membuat kalian semua terkejut..." Muspel pun dengan mudahnya menciptakan seseorang. Ia adalah Quinnely. Mirip seperti Felicia. Jika sebelumnya Felicia merupakan seorang kucing, Quinnely adalah seorang burung gagak hitam dengan satu garis motif emas seperti felicia. Masih ingatkan?

"Ah. Siapa kau?" tanya Quinnely. "Aku adalah Muspel. Aku adalah penciptamu. Maka kau harus turuti perkataanku!" jawab Muspel. "Lalu aku siapa?" tanyanya lagi. "Kau kunamai 'Quinnely'. Tugasmu adalah memata-matai 4 penjaga dunia dan bohongi mereka" kata Muspel dengan senyum liciknya itu.

"Mari kuperlihatkan kau sesuatu!" Ajak Muspel. Muspel mengajak Quinnely ke tempat 12 patung berada. "A-apa ini?" tanya Quinnely. "Lihat saja!" Muspel pun menghidupkan lagi para Takers. "Ini dia para Takers yang akan membantumu melawan mereka!" Karena Muspel tahu Quinnely baru, jadi Ia memberikan seperempat bintang yang Ia dapat ke Quinnely agar Quinnely tahu tentang tugas dan lain sebagainya.

"Huahahahahahaha ... Lihat saja! Kali ini kami akan memenangkan permainan!" Kata Muspel.

Honma duduk di hamparan pasir dekat lautnya itu. Dia berpikir, entah sampai kapan tanah ini bisa bertahan dari segala macam kejahatan? Tiba-tiba ada yang berteriak. "AAAA!" teriak semua anak-anak yang ada disana. "Hah, apa itu?" pikir Honma.

Munculah 3 Deimon di depan Honma. Deimon-Deimon itu tertawa melihat Honma terkejut. Yang ada di pikiran Honma adalah 'Bukankah mereka telah musnah?'

"A-apa ini? Kenapa mereka ada lagi?" turunlah seorang takers yang tidak lain bernama Taira. "A-apa? Taira?" kini Honma makin bingung. "Ah, senang rasanya bisa hidup lagi. Kau! Dan kawan-kawanmu pasti akan ku hancurkan! Hahahahahahaha" ujar Taira.

"Honma! Ini berbahaya! Cepatlah lari! Kekuatan Taira dua kali lipat dari sebelumnya!" kata Kura-Kura Hijau. Honma pun mengikuti perintah Kura-kura Hijau. Ia berlari secepat mungkin. "Rasakan ini! Fire Boom!" Honma tak menyadari kalau senjata itu adalah bom. Honma memang menghindarinya tapi tak bisa menghindari saat Fire Boom itu meledak. Honma pun terkapar di tanah.

"Menyedihkan sekali..." kata Quinnely. "Itu saja! Hey kalian! Cepat bawa anak ini ke penjara!" perintah Taira pada Deimon. Honma pun di bawa ke penjara.

Sedangkan itu, Shumi sedang naik bulkan. Dia hendak ke rumah Warwick. Tapi tiba-tiba ada badai pasir. "Oh, ya ampun! Kenapa ada badai disini?" tanya Shumi. Tiba-tiba bulkan melihat ada angin topan. "Ah! Angin topan!" teriak Shumi.

"Shumi, hati-hati! Angin topan ini berbahaya. Bahkan lebih berbahaya dari angin topan milik Puri!" kata Phoenix Merah. "Bulkan, kau dengar, kan? Lebih berhati-hati!" kata Shumi pada Bulkan. Bulkan dengan mudahnya melewati 2 buah angin topan. Tapi entah dari mana asalnya, ada angin topan yang mendekati mereka dari belakang. "SHUMI!" teriak Phoenix Merah. Shumi menengok ke belakang tapi Bulkan memutar badan untuk mengorbankan dirinya. Mereka pun jatuh dan Bulkan menjadi kecil.

"AAAA!" teriak Shumi. Lalu Phoenix Merah bersatu dengan Shumi. Shumi pun terbang. "Bulkan!" Shumi akhirnya mendapatkan bulkan. "Hahahahahaha" tawa itu nampak tidak asing bagi Shumi. "Siapa itu?" tanya Shumi. "Ini aku! PURI!" mendengar kata 'PURI', Shumi terkejut. "PURI!"

"Shumi, lebih baik kau pergi! Kekuatan Puri sangat besar!" Kata Phoenix Merah. "Tapi, kenapa Ia hidup lagi?" tanya Shumi. "Muspel telah di bangkitkan oleh sebuah bintang yang terjatuh. Dan kekuatan bintang itu luar biasa!" jawab Phoenix Merah. Shumi makin terkejut dan bingung kemana Puri pergi.

Nah, gimana? Bagus tidak? Ya... Aku minta maaf kalau cuma dikit. Hehe... :D

Tenang yaah... Part 3 pasti datang :)