KyuMin - A Time

.

.

.

Disclaimer : FF ini murni milik otak saya, KyuMin milik KMS, Tuhan, Keluarga dan Teman mereka.

.

.

.

Genre : Drama, Angst, Yaoi menuju GS [?], Crime

Rating : Teen

.

.

A Time

Perjodohan.

Don't Like? Don't Read!


Busan, sekarang Siwon sedang dalam perjalanan menuju villa keluarganya yang berada di daerah Busan. Sebenarnya ia sudah mengetahui hubungan Kyuhyun dari seseorang yang menjadi anak buahnya.

"Yoboseo? DongHoon-ah besok bawa keluargamu ke rumahku. Kita bicarakan tentang perjodohan putra-putri kita," Siwon menutup ponselnya.

"Tolong cepatkan!" Lanjutnya, perintah untuk supirnya.

"Nde, Tuan," Balas supir itu, ia melajukan kecepatan mobilnya.

-/-

Disinilah Kyuhyun berada, di kamar miliknya. Ia terus memandangi kekasihnya yang sedang berjuang melawan penyakit yang dia derita. Mungkin jika orang lain mengetahui, Kyuhyun akan di sebut sebagai kekasih yang meninggalkan orang yang dicintainya.

Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang berhenti di depan villa. Tentunya Kyuhyun tahu jika itu mobil appanya. 'Pasti ada sesuatu,' batinnya.

'BRAK!'

Pintu kamarnya di dobrak oleh dua orang namja berbadan cukup besar, terlihat lelaki yang mengenakan jas kantor hitam.

"Ada apa kesini?" Tanya Kyuhyun sinis.

"Pulang ke rumah sekarang, besok teman appa akan datang ke rumah," Jawab Siwon dengan nada dingin.

"Tidak mau," Balas Kyuhyun singkat.

"Seret dia," Siwon menyuruh kedua anak buahnya, dia berjalan menuju mobil duluan.

"JANGAN SENTUH AKU!" Teriak Kyuhyun, salah satu dari anak buah Siwon itu memukul tengkuk Kyuhyun yang membuat dia pingsan.

-/-

[Kyuhyun POV]

Gelap, itulah yang kurasakan. Aku sudah terlalu benci pada Appa-ku sendiri, andai saja kalau dia bukan appa-ku, mungkin aku bisa bebas.

"Kyu, bangunlah," Suara itu, suara eomma. Kenapa nada bicara eomma menjadi sedih seperti ini?

"Hyungie, sadarlah!" Terdengar suara Youngmin. Aku ingin membuka mataku, tapi aku ingin mendengar apa yang akan terjadi selanjutnya.

"INI SALAHMU WONIE! ANAK BUAHMU SUNGGUH KETERLALUAN!" bentak eomma pada appa.

"DIAM!" Sekarang namja itu berani membentak eommaku, awas saja kau! Aku sudah punya rencana untuk membalasmu, Cho Siwon.

"Appa, eomma. Sudahlah jangan bertengkar," Pinta Kwangmin.

"Aku pergi sekarang," Sepertinya appa mulai berjalan pergi, tak lama kemudian aku membuka mataku.

"Kyu-ah, kau sudah sadar," Eomma menghapus air matanya.

"Hyung, kau tidak apa-apa,kan?" Tanya Kwangmin.

"Gwaenchana, aku sudah memutuskan sesuatu," Aku tersenyum pada mereka bertiga.

"Keputusan apa hyung?" Tanya Youngmin.

"Kemasi barang-barang kalian, malam ini kita pergi dari rumah neraka ini," Jawabku, Eomma dan kedua dongsaengku terkejut mendengarnya.

"Kau sedang bercanda?"

"Tidak eomma, pastikan tidak ada yang tahu jika barang-barang kalian sudah dibereskan," Ujarku.

"Lalu, penjagaan depan rumah? Tempat tinggal dimana dong?" Tanya Kwangmin.

"Aku sudah memikirkan itu dari tadi Kwangie, sekarang cepat bereskan. Kalian pura-pura sedang apa kek," Jawabku.

"Nde hyung, lagipula aku juga tidak suka dengan rumah ini," Balas Youngmin.

"Kajja," Eomma dan YoungKwang menuju kamar mereka, sedangkan aku berpura-pura belum sadar.

'Sungmin chagi, mianhae,' Batinku

[Kyuhyun POV end]

-/-

"Eomma, eodiga Kyunie?" Tanya Sungmin yang talah sadar dari pingsannya.

"Entahlah, Minnie-ah. Kenapa kau tidak pernah cerita?" Tanya Teukkie sembari mengelus pelan rambut putranya, terlihat beberapa helai rambut yang rontok.

"Eomma, sudah tahu?" Tanya Sungmin, Teukkie menganggukkan kepala.

"Eomma, Appa dan Kyunie sudah tahu kondisimu," Jawab Teukkie.

"Apa Kyunie menghilang karena dia tahu aku penyakitan?" Tanya Sungmin, matanya terlihat kosong.

"Tidak chagi, Kyunie pasti bukan tipe seperti itu. Dia sedang membutuhkan waktu untuk berpikir," Kangin yang sedari tadi mendengar percakapan anak dan istrinya itu pun masuk.

"Berpikir untuk mencintaiku lagi kah?" Lirih Sungmin, Teukkie menatap kasihan pada anaknya.

"Dia sedang berpikir bagaimana menyembuhkan penyakitmu," Balas Teukkie, Sungmin menatap kearah eommanya.

"Jinja?" Tanyanya memastikan.

"Tentu," Jawab Teukkie.

"Permisi, tuan Kangin di panggil oleh Dokter Heechul," Seorang suster masuk dan Kangin langsung berjalan mengikuti suster.

"Apa aku bisa sembuh?" Tanya Sungmin.

"Kau pasti bisa Minnie-ah," Jawab Teukkie dengan nada yang sangat yakin.

-/-

"Ada apa dok?" Tanya Kangin yang sudah duduk di kursi.

"Mian kalau saya menganggu Anda, tapi menurut prediksi saya... Sungmin hanya bisa bertahan beberapa bulan saja," Jawab Heechul.

"Bisa di terapi-kan?" Tanya Kangin.

"Tapi itu hanya bisa memperpanjang hanya dalam beberapa hari saja," Jawab Heechul. "Itu juga tergantung Sungmin ingin sembuh atau tidak," Lanjutnya.

"Dia pasti ingin sembuh!" Bentak Kangin.

"Tenangkan diri Anda dulu, kita tidak bisa mengambil keputusan seenak hati. Kita harus bicarakan ini pada Sungmin dulu," Ujar Heechul.

"Baiklah," Balas Kangin.

"Kalau begitu mari keruangan Sungmin sekarang," Heechul berjalan mendahului Kangin

-/-

"Apa ada masalah lagi?" Tanya Teukkie.

"Saya ingin bertanya pada Sungmin," Jawab Heechul, ia berjalan menuju Sungmin.

"Ada apa?"

"Apa Anda bersedia menjalani terapi untuk kesembuhan Anda?" Tanya Heechul, Sungmin nampak berpikir.

"Tidak, aku sudah menerima kenyataan ini," Jawab Sungmin.

"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Teukkie.

"Mianhae appa, eomma. Aku tidak ingin merepotkan kalian," Jawab Sungmin.

"Kau sama sekali tidak merepotkan kami Sungmin," balas Kangin.

"Tapi itu keputusanku appa!" Balas Sungmin.

"Baiklah kalau itu keputusan Anda, tapi lebih baik Anda memikirkannya lagi," Suruh Heechul.

"Keputusanku sudah bulat," Balas Sungmin.

"Kalau begitu saya permisi dahulu," Heechul berjalan keluar ruangan Sungmin.

"Sungmin-ah," Teukkie memeluk Sungmin, tak lupa Kangin yang berjalan ke arah mereka berdua.

"Kalau ini keputusanmu baiklah," Ujarnya, Sungmin tersenyum.

-/-

"Apa kalian sudah siap?" Tanya Kyuhyun, sekarang ia mengenakan jaket hitam, topi dan sarung tangan.

"Sudah, kuharap tidak ada yang mengikuti kita," Jawab Kibum.

"Kalau begitu ayo, aku sudah membereskan penjaganya," Kyuhyun berjalan mendahului yang lain. Sekarang tujuannya adalah rekening untuk mengambil seluruh tabungan keluarganya.

"Itu ada taksi," Ujar Youngmin. Kwangmin mencegat taksi itu dan mereka memasukkan barang-barang mereka ke bagasi.

"Ke tempat pengambilan uang terdekat," Ujar Kyuhyun saat mereka sudah masuk ke dalam taksi.

"Baik Tuan," Jawab supir taksi itu, tak berapa lama taksi itu mulai menuju kearah tempat pengambilan uang.

"Hyung, kita akan kemana setelah mengambil uang?" Tanya Kwangmin.

"Kita langsung ke mokpo," Jawab Kyuhyun.

"Sudah sampai," Kyuhyun langsung membuka pintu taksi, tak lupa membawa kartu ATM dan juga koper kosong untuk menaruh uang.

"Huft, sekarang jam berapa eomma?" Tanya Youngmin.

"Setengah satu dini hari," Jawab Kibum, tak berapa lama Kyuhyun kembali masuk kedalam taksi.

"Kita lewat jalan yang ramai," Suruh Kyuhyun pada supir taksi itu.

"Baik, Tuan,"

-/-

"Chagi-ah, apa kau mau di jodohkan dengan putra dari Derektur Cho?" Tanya seorang wanita yang berumur sekitar 30 tahunan itu.

"Tentu saja, lagipula mereka itu kaya bukan?" Gadis yang berumur 19 tahun itu tersenyum licik.

"Nde, jangan lupa akan tugasmu," Balas sang eomma.

-/-

"Eomma, kalau aku sudah tertidur jangan sedih," Pinta Sungmin, tentu saja Teukkie heran mengapa sang anak berbicara seperti itu.

"Kau ini bicara apa? Sekarang kau tidur, nde," Ujar Teukkie, Sungmin menganggukkan kepalanya.

Tak lama kemudian Sungmin mulai masuk kedalam mimpinya yang indah, awalnya mimpi itu memang indah, tetapi...

-/-

"Eodiga? Apa aku sudah di surga?" Sungmin menatap pakaiannya yang serba berwarna putih. Bukan lantai maupun tanah yang ia pijak, melainkan sebuah kapas yang lembut, putih dan bersih. Awan, itu yang ia pikirkan.

"Kalau aku mati Kyunie gimana?" Tanyanya lagi, ia menyingkirkan kabut tipis yang menutupi pandangannya.

"Apa itu Kyunie?" Ujarnya ketika melihat seorang namja yang juga memakai pakaian serba putih, rambutnya berwarna coklat agak tua.

"Kyunie~" Teriak Sungmin dari kejahuan, ia berjalan menuju arah yang ia yakini kekasihnya itu.

"Kyunie, kenapa kau disini?" Sungmin memegang bahunya, orang itu menoleh.

"Minnie hyung," Ujar Kyuhyun sambil tersenyum.

"Kenapa kau tega hyung," Aura mencekam tiba-tiba muncul, bahkan yang dilihat Sungmin bukan tempat yang ia datangi tadi. Tempat yang penuh dengan warna merah, bahkan Kyuhyun sekarang memakai pakaian serba hitam.

"Kyunie, kau marah?" Tanya Sungmin.

"NDE, AKU MARAH, AKU MEMBENCIMU HYUNG!" Bentak Kyuhyun, pandangan Sungmin menjadi gelap seketika. Rasanya seperti terjatuh dari ketinggian.

'Apa ini akhir hidupku?' Batinnya, ia menutup mata rapat-rapat.

-/-

Sekarang Sungmin merasa jika ia telah menyentuh tanah kembali, perlahan ia membuka kedua matanya. Ia melihat sosok yang sedikit asing baginya. Yeoja dengan wajah yang sangat mirip dengannya, warna rambutnya pun juga sama.

"Minnie-ah, cepat kau cuci semua pakaian ini!" Perempuan dengan wajah yang menakutkan itu keluar sambil melemparkan pakaian ke wajah yeoja itu.

"Minnie? Pangilannya sama sepertiku," Ujar Sungmin, tentunya tidak ada yang mendengar.

"Tapi, eomma. Bukannya ada mesin cuci?" Tanya yeoja itu sambil memunguti pakaian yang jatuh.

"Eomma? Sudah ku bilang panggil aku Nyonya! Lagipula semua harta mendiang appamu lebih baik di buat pesta daripada membayar listrik," Jawab perempuan tua itu.

"Kenapa ribut-ribut?" Muncul yeoja muda yang keluar dari rumah itu sambil memasang raut kesal.

"Lihatlah, babu [mian kalau kata-katanya kasar] ini!" Balas perempuan tua itu.

"Heh! Lee Sungmin! Cepat kau cuci atau kau tidak makan selama tiga hari!" Ancam yeoja kejam itu.

"Baik, Sunny eonnie," Jawab Sungmin.

"Lee Sungmin katanya? Apa ini petunjuk untukku?" Ujar Sungmin [namja] histeris.

"Kalau begitu sana!" Suruh perempuan tua itu, yeoja yang bernama Sungmin itu langsung pergi untuk melaundry-kan pakaian Ibu dan Kakak tirinya.

"Aku harus mengingat alamat ini," Gumam Sungmin [namja]. "Tapi caranya gimana?" Lanjutnya.

'Busan, rumah kaya no. 137' itulah kalimat yang harus diingat oleh Sungmin.

"Tunggu, kenapa ini pagi?" Gumamnya, rohnya langsung melayang dan roh masuk ke tubuh aslinya.

"Minnie-ah, kau sudah bangun?" Teukkie menyambutnya dengan senyum cerah.

"Eomma, Appa. Boleh aku minta sesuatu?" Tanya Sungmin, Teukkie dan Kangin menganggukkan kepala.

"Kumohon, kalau aku tidak ada di dunia lagi temui yeoja yang bernama Lee Sungmin. Dia tinggal di daerah Busan, no. 137,"

"Lee... Lee Sungmin?" Tanya Kangin, Sungmin mengnangguk.

"Dia sering ke Laundry dekat rumah Nenek, selamatkan dia," Jawab Sungmin.

"Tapi, ciri-cirinya?"

"Wajah dan rambutnya mirip denganku, tetapi dia yeoja," Jawab Sungmin.

"Baiklah," Kangin menyetujui permintaan putranya.

-/-

"Kau yakin tidak akan ketahuan jika ada disini hyung?" Tanya Kwangmin.

"Tidak, maaf jika rumahnya sederhana," Jawab Kyuhyun.

"Kajja, masuk. Aku sudah lelah," Youngmin merenggangkan otot-ototnya yang sudah kaku.

"Eomma, ini kuncinya, aku mau mencuci baju kita yang belum sempat dicuci," Kyuhyun memberikan kunci rumah pada Kibum.

"Hati-hati, Kyu," Ujar Kibum, Kyuhyun membawa kantong plastik hitam ke tempat laundry terdekat.

"Apa laundry disini bersih?" Tanya Kyuhyun setelah ia sampai di laundry dekat rumahnya.

"Tentu, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Kau baru disini?" Tanya Shindong, penjaga laundry itu.

"Nde, Cho Kyuhyun imnida," Kyuhyun mengenalkan namanya.

"Oh, ShindDong Hee imnida. Kau bisa memangilku Shindong," Balas Shindong.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi mencuci dulu," Pamit Kyuhyun, tanpa sengaja ia bertabrakan dengan yeoja.

"Mianhae, gwaenchna.. Kau!" Kyuhyun menatap tak percaya melihat seseorang yang di tabraknya barusan.

tbc


Gimana? Makin GaJe kah FF ini? Apa alurnya kecepetan? Atau penjelasan kurang? Hua.. mianhae, author masih galau gara-gara Ecung oppa mau wamil / belum lagi dengan nilai author, cuma lima doang yang bagus/curcol/. Sebelumnya author mau minta maaf karena genrenya author tambah. Habis lama-kelamaan makin kayak genre Crime.

Sekali lagi gomawo buat yang baca dan sempetin reviews..

Balasan review :

Amalia

Siwon : Begitukah saya? Mian karena author yang membuat saya menjadi orang yang berdusta /nangis/

Author : Ealah baru tahu kalo kuda bisa nangis /dilempar majalah sama Siwon/, gomawo buat reviewnya chingu. Soal ming yang baik-baik aja author gak bisa jamin /digampar/

Guest

Kibum : Benarkah penasaran? Haha.. emang authornya suka buat orang penasaran.

Author : Kibum-ah... -_-

Kibum : Dibanggain nggak mau ya udah /lempar majalah/

Author : Aish, nggak seme nggak uke sama aja. kalau gitu maafin author ya BumBum [?]

Kibum : Nggak! /pergi/

Kyuhyun : Jangan ladeni mereka berdua, soal yang di GS tentu saja Nae Chagi Bunny Ming /toel dagu umin/

Sungmin : Mesum! /tampar Kyuhyun/

Kyuhyun : Kalau begitu gomawo reviewnya /menggangi pipi/

Cho MinHyun KyuMin

Kyuhyun : enaknya sih umur 15, polos ya? Nanti nggak polos lagi kok /di deathglare Jo Twins/

Author : Gomawo sudah review chingu, ini chapter 2 sudah datang.

Sungmin : Ini sudah chapter 2 chingu, selamat baca.

Author : Sekali lagi gomawo sudah