2004
Kibum berjalan sendirian. Di sore hari yang sudah agak gelap ini, ia hanya seorang diri yang terlihat masih mengenakan seragam di jalanan. Sungguh sial, soal-soal latihan yang diberikan gurunya menjelang olimpiade sangat menguras otak dan tenaganya. Padahal, jarak sekolah dari rumahnya teramat sangat jauh dan membutuhkan alat transportasi umum. Tapi kalau sudah jam segini, mana ada bus yang lewat?
Ah.. ia jadi membayangkan jika ada Siwon disampingnya. Tentu pacarnya itu akan dengan senang hati mengantarkanya ke rumah. Bukanya ia mau memperalat namja tampan itu, tapi Siwon-lah yang pasti akan dengan senang hati menawarkan bantuan. Ngomong-ngomong, semenjak Kibum tidak lagi berada di kelas dan ikut bimbingan khusus, ia jarang sekali menemui pacarnya. Hanya sekali dua kali mereka bertemu, dan Kibum pasti hanya akan tersenyum dingin kearah Siwon.
Memikirkan Siwon, membuatnya merindukan sosok itu sekaligus tidak sadar ia sudah kehujanan. Lebih sial lagi saat merogoh tas-nya ia tidak menemukan payung. Dengan langkah kecil itu berjalan dan meneduh di sebuah PC castle yang letaknya hanya beberapa meter dari trotoar.
Sambil meneduh ia mengenakan almamaternya sebagai pelindung hujan yang ternyata sangat lama dan deras. Ia menoleh ke belakangnya, masih ada satu kubikel lagi yang kosong di PC castle atau yang biasa disebut warnet itu. Daripada mati kedinginan diluar, ia memutuskan ke dalam, sekalian menghangatkan dirinya.
Ia masuk dan duduk di kubikel terakhir yang tersisa. Sudah cukup lama juga ia tidak pergi menghabiskan waktunya dengan bermain di tempat seperti ini mengingat sudah sangat lama demi serangkaian kegiatan sekolah yang sungguh memuakkan.
Kibum mulai menyalakan komputernya, masuk ke dunia maya dan mulai bermain starcraft. Dengan cekatan ia memencet-mencet keyboard dan menimbulkan sedikit suara ketikan dan membuat seorang namja berseragam sama denganya yang duduk tepat disampingnya menoleh sesaat.
"Kamu suka main starcraft, ya?"
Kibum mengangguk, tapi tidak memperhatikan pemilik suara itu. Jika sudah asik dengan starcraft orang tuanya bahkan tidak bisa membuatnya berhenti.
"Kibum... Kamu Kim Kibum kan?" Kyuhyun mencoba mengenali gadis disampingnya. Dia temanya Sungmin kan?
Kibum menoleh, di sampingnya, duduk seorang namja berkacamata dan berambut hazelnut dan sedikit ikal. Pria itu- Kyuhyun. Dan Kibum hanya tersenyum dingin lalu melanjutkan permainanya lagi.
"Wah.. baru pertama kali aku melihat ada yeoja sekolah kita main disini, apa ini baru pertama?"
Kibum mengangguk lalu menghentikan permainanya. Pria ini banyak tanya dan membuatnya sedikit terganggu. Jadi lebih baik ia meladeni sebentar Cho Kyuhyun lalu melanjutkan permainanya lagi.
"Kamu suka starcraft?"
"Tentu saja"
Kyuhyun menatap Kibum dan tak bergeming. Gadis disampingnya itu benar-benar menarik. Selama hidupnya, ia baru menemui gadis yang sama sekali tidak perduli dengan pria yang ada disampingnya ketika ia bermain game. Apa seseru itukah? Tanyanya dalam hati sambil terdiam heran
"Dan kau, membaca undang-undang? Aneh sekali"
"Ohaha, memangnya kenapa? Aku berencana mengambil kuliah hukum tahun depan" Terangnya dengan nada sedikit membanggakan. Setiap kali ada yang bertanya tentang pemikiran masa depanya dan ia menjawab dengan lantang ia akan masuk kuliah hukum seperti ayahnya sang pengacara Cho yang terkenal, semuanya pasti berdecak kagum.
Kecuali, Kibum yang menaikkan alisnya dan terlihat bosan."Oh benarkah? Lumayan bagus"
"Hmm.. hanya lumayan? Memangnya yang bagus itu apa?"
"Profesor starcraft, mungkin" Jawab Kibum asal. "Asal tahu saja ya, aku sudah bertahun-tahun memainkan ini dan tidak mudah,loh"
Kyuhyun tertawa, Kibum yang berdiri disampingnya terlihat sangat serius berbicara ini dan membuatnya kehilangan konsentarsi pada undang-undang yang menjadi kitab suci keduanya. Bagaimana bisa seorang Choi Siwon sahabatnya mencintai gadis sedingin ini dan menjadikanya pacar sih? Dalam otaknya jadi terbayang bagaimana Siwon mengejar-ngejar cinta Kibum.
"Seseru itukah?"
Kibum mengangguk, "Seru kok, kamu mau coba?"
Kibum menggeser kursinya dan membiarkan Kyuhyun bergeser menuju kubikelnya. Membiarkan Kyuhyun memegang keyboard dan melihatnya bermain di level awal. Di umurnya yang ke delapan belas beberapa bulan lagi, baru pertama kali ia melihat seorang pria yang sangat terlihat tolol ketika sudah bermain game. Jari-jari Kyuhyun sangat terlihat canggung dan gemetaran, membuat Kibum gerah dan menarik keyboard itu dari tangan Kyuhyun.
"Bukan begitu caranya, begini nih! Aisssh"
Kyuhyun membiarkan Kibum mengajarinya. Kibum dengan telaten memberikan contoh yang baik lalu memberikan keyboardnya lagi untuk Kyuhyun agar namja itu mencoba sekali lagi. Tapi karena dasarnya ia tidak suka bermain game, lagi-lagi ia gagal dan kembali gagal.
Sore itu, pertama kalinya dalam hidup seorang Cho Kyuhyun bermain game dan semua ini diawali dengan sebuah nama, Kim Kibum.
2004 End
.
.
.
.
"SECRET"
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Choi Siwon
Lee Sungmin
KyuBum, Sibum and KyuMin couple
Warning: Genderswitch, Typo(s)
Don't like the cast or plot. Do not BASH, please.
.
.
.
.
2012
"Menurutku, kau sangat tampan dengan kemeja yang ini"
Kibum mengancingkan bagian dada kemeja Siwon perlahan. Pria itu sudah tahu ia tampan tapi ia butuh diingatkan kembali. Siwon tertawa kecil dan membiarkan Kibum menyelesaikan pekerjaanya.
"benarkah? Lalu bagaimana dengan kalimat aku sangat tampan tanpa kemeja manapun?" Goda Siwon nakal.
"itu juga termasuk, tapi sekarang tuan Choi, anda sudah ditunggu karyawan-karyawan setia anda di kantor"
Siwon mendengus sebal. Menjadi seorang presiden direktur terkadang memang menyebalkan, ia jadi tidak punya waktu luang bahkan terkadang harus bolak-balik keluar negri untuk menyelesaikan masalah-masalah di kantor cabangnya. Menjadi presiden direktur juga membuatnya harus menahan semua gejolak hawa nafsunya untuk morning sex, seperti hari ini.
"Oh ayolaaah, sekali ini saja, ne?" Siwon menarik-narik piyama tidur yang masih dikenakan Kibum. walaupun tidak menunjukkan lekuk tubuhnya yang indah, tetap saja membuat Siwon tidak bisa melepaskan pandanganya dari Kibum yang sangat sexy itu.
Kibum menolak. Selain memang Siwon harus cepat-cepat ke kantor agar ia bisa cepat juga bertemu Kyuhyun, pria itu memang sangat dibutuhkan pegawai-pegawainya di kantor. Amanah kedua orang tuanya pada Kibum agar Siwon dapat dewasa dan memiliki rasa tanggung jawab pada perusahaanya sendiri juga menambah daftar alasan mengapa Kibum tak suka melakukan morning sex dengan suaminya sendiri.
"Lagipula, Umma dan Appa terus-terusan mendesak kita memiliki little Choi, bukan? Apa Bummie nggak mau menuruti perintah mertua dan orang tua Bummie?"
Kibum sangat benci didesak dengan pertanyaan macam ini, tapi pada akhirnya ia mengangguk lemah. Sementara Siwon tersenyum girang dan berlari keluar dan memanggil asistenya lalu mengajukan cuti sehari, Kibum juga dengan cepat merogoh smartphone-nya dan mengirimkan SMS untuk Kyuhyun.
To: Kyuhyunnie
Kyu, mian hari ini aku tidak bisa ketempatmu, bagaimana dengan makan malam, besok? Terdengar bagus, kan?^^
Ketika Siwon kembali Kibum sudah memasukkan smartphonenya dengan cepat kedalam saku tas bermerek miliknya sambil tersenyum kecil kearah Siwon. Kibum melayangkan pandanganya kearah suami sekaligus pemilik tubuhnya itu. Membiarkan Siwonmembelai rambutnya perlahan dan mengecupnya halus. Ia suka dengan permainan Siwon yang lembut dan hangat, tidak berisik dan membuat pelayan-pelayan dirumahnya menyadari mereka sedang dalam proses intim.
"Aku mencintaimu Bummie..."
"Aku juga, Siwonnie"
Mereka berciuman. Makin lama makin dalam dan membuat mereka berdua bertautan. Kibum menggantungkan kedua tanganya di bahu Siwon dan membiarkan Siwon menguasai permainan. Dengan perlahan dua tangan Siwon melepas kancing baju miliknya, menjelajahi lekuk tubuhnya dan membelainya manja. Mereka berhenti berciuman saat keduanya mengambil nafas panjang. Kibum lalu dengan perlahan juga melepas kancing kemeja Siwon satu persatu, lalu menyantuh otot kekar Siwon yang menjadi miliknya.
Siwon menatap Kibum intens, dengan tangan kananya ia menarik kunciran rambut Kibum dan membiarkan rambut hitam indah menjuntai itu tergerai dengan sendirinya, sebuah sosok wanita cantik bertelanjang dada dengan kulit seputih saljunya memancarkan cahaya. Membuat Siwon dengan tidak sadar melepaskan ikat pinggang miliknya dan membuat Kibum membantu melepaskan celana kerja serta celana dalam miliknya yang menampilkan Siwon kecil dibagian bawah tubuhnya menegang dengan angkuh.
Siwon membaringkanya perlahan diatas kasur, membenamkan dirinya sendiri di tumpukan bed cover tebal yang menyelimuti keduanya di musim salju yang dingin dan menyelimuti Kibum yang telanjang dan terlihat seperti boneka itu, tidak tahan melihat keindahan sosok di depanya ia kemudian langsung meletakkan miliknya ke tempat yang seharusnya dan bergerak perlahan, membiarkan Kibum meremas kedua lengan kekarnya saat Siwon mulai bergerak maju mundur.
"arrghh.. yes that chagi, you got it" Kibum menggerang kecil, ia bukan gadis yang lemah dalam urusan seks jika bercinta dengan Siwon yang perfeksionis dan menyukai permainan berbau lambat dan halus.
"Disini?"
Siwon memasukkan miliknya lagi dan menyentuh titip sensitif milik Kibum yang lalu mengelinjang kecil, Kibum mengerang perlahan lalu mencium bibirnya perlahan dan bergerak seduktif.
Mereka bermain cukup lama- dan sekarang Siwon sudah kembali membelai-belai rambut Kibum sementara istrinya yang mendandarkan tubuhnya di bahu Siwon. Tatapanya bertemu dengan sepasang bola mata Siwon namun Kibum seakan melihat dua bola mata itu berpendar dan berubah wujud. Gila, otak sehatnya bahkan membayangkan figur Kyuhyun dengan seringai kecil di senyumnya yang membuatnya, tiba-tiba mencium Siwon dengan agresif dan cepat.
Oh sial, Kibum tidak bisa berhenti memikirkan Kyuhyun, lagi.
~KyuMin~
Kyuhyun sedang sibuk menonton channel olahraga kesukaanya ketika Sungmin pulang. Perlahan, Sungmin menaruh barang belanjaan bawaanya dan menara satu persatu bahan makanan siap goreng ke dalam kotak lalu kemudian menaruhnya didalam kulkas.
"Baby.. kenapa masih penuh?" Sungmin menautkan kedua alisnya saat menatap kulkas dan menyadari bahan makanan minggu kemarin yang terlihat masih banyak. Kentang goreng, nugget bahkan daging ham yang selalu dibelinya untuk Kyuhyun.. lagi-lagi terlihat masih banyak.
"Oh ya, aku lupa bilang sayang" jawab Kyuhyun lalu kembali fokus dengan layar televisi "beberapa hari ini banyak klien mengajakku makan diluar, jadi tidak sempat goreng"
Setelah selesai dengan urusan dapurnya, Sungmin berjalan kearah Kyuhyun dan ikut bergabung dengan suaminya yang sedang menonton. Kedua bola matanya, tidak tertuju pada layar melainkan sosok disebelahnya yang terlihat antusias menunggu cetakan gol dari pemain korea yang sedang sibuk mengoper bola. Ia suka wajah Kyuhyun yang putih dan tenang—membuatnya nyaman dan merasa begitu bahagia. Ia juga suka bibir Kyuhyun yang tipis- sama seperti miliknya, namun dalam versi super tipis yang sangat lucu. Ia juga suka raut wajah penuh kecemasan Kyuhyun saat pihak lawan menendang bola kearah gawang Korea dan membuat Kyuhyun kesal setengah mati.
"Aih kipernya tolol sekali!" umpatnya tidak tahu pada siapa, sementara Sungmin hanya cekikikan disampingnya.
"Wae Minnie chagi? Ada yang salah dengan pakaianku ya?"
"Aniyo, Kyuhyunnie jeongmal.. "
Kyuhyun memeluknya perlahan, Sungmin lalu menghirup udara dan wangi tubuh Kyuhyun yang sedang melekat pada dirinya erat. Seperti candu tersendiri bagi hatinya saat Kyuhyun memeluknya tiba-tiba. Romantis dan membuatnya meleleh untuk kesekian kalinya padahal ini bukan sekali dua kali saat mereka sudah menikah.
"Minnie, jangan bergerak"
Sungmin menurut, membiarkan Kyuhyun perlahan menjamah tubuhnya, lalu menciumnya hangat. Tidak dalam tapi cukup untuk menghangatkan keduanya di malam bersalju ini.
Kyuhyun tiba-tiba berlutut, menyadari di bagian bawah mantel Sungmin terdapat sehelai benang yang mungkin tidak sengaja menempel di pakaianya saat yeoja itu sibuk di butiknya. Kemudian ia mengambil benang itu perlahan dan membuangnya asal.
"Kukira kau berlutut dan memintaku berdansa denganmu" goda Sungmin asal, sementara Kyuhyun tertawa menyeringai kecil.
"Sadarlah sayang, ini bukan negri donggeng impian ketika kamu masih TK. Hahaha" tawanya pecah saat melihat ekspresi wajah Sungminyang terlihat serius dengan ucapanya.
Kyuhyun melihat senyum yang perlahan mengembang dan kemudian mengacak rambut Sungmin perlahan. Ia mencintai Sungmin dengan segala tingkah ke kanak-kanakanya yang sangat menggemaskan dan perangainya yang ceria. Semakin lama, ia makin mencintai istrinya yang saat ini malah sibuk membersihkan tumpukan boneka-boneka barunya yang tergeletak begitu saja diatas karpet selama dua minggu setelah dibeli.
"Aku lupa aku baru saja membeli mereka"
"Bukanya lupa sayang, terlalu banyak boneka membuat kamu melupakan yang baru" Jawab Kyuhyun lalu berjalan mendekati Sungmin yang sibuk memindahkan boneka boneka lucu itu ke kamar mereka.
"Semakin lama melihat boneka rasanya semakin ingin punya anak perempuan yang lucu.." Sungmin berbicara pada dirinya ssendiri perlahan, tetapi suaminya ikut mendengar desahan disertai nafas beratnya itu.
"Benarkah? Ah mari kita buat.."
Kyuhyun meletakkan tanganya di bahu Sungmin lalu keduanya berjalan ke arah kasur, jika biasanya keduanya melakukan segala hal menggunakan pengaman, kali ini Kyuhyun benar-benar melupakan benda sakral itu dan mengajaknya bercinta lalu mendekati kasur.
Selangkah lagi menuju kasur dan Sungmin menoleh kebelakang, menatap Kyuhyun yang berada dibelakangnya. Kepalanya menggeleng lemah, walaupun ia ingin sekali. "Kyunnie.. jangan lupakan perjanjian kita"
Karrier Sungmin. Penghalang satu-satunya mereka memiliki anak dalam waktu dekat. Saat ini Sungmin sudah mulai dikenal sebagai desaigner kelas atas dengan pekerjaanya yang mengagumkan dan menjadi langganan orang-orang penting. Koleksi musim semi-nya bahkan sudah terjual habis sebelum salju pertama turun. Itulah yang menghalangi keduanya. menghalangi terciptanya seorang manusia baru diantara Sungmin dan Kyuhyun.
Kyuhyun mengalah lagi. Ia mengurungkan niatnya dan perlahan berjalan menuju lemari kecil, tempatnya biasa menyimpan kondom.
~SECRET~
"Selamat datang di Saphire Butt-"
"Bummie!"
Sungmin memekik girang saat pelayan butinya membuka pintu dan tampak seorang yeoja cantik dengan cardigan hitamnya masuk kedalam sambil memeluknya hangat.
"Ah... bogoshippo! Jeongmal!" pekik Sungmin lagi. "Ayo masuk!"
Kibum duduk di meja kantor Sungmin, yang menepuk-nepuk tanganya dan memberondongnya dengan pertanyaan seputar Kibum yang jarang mengontaknya.
"Maafkan aku Sungminnie.. beberapa hari ini aku sangat sibuk sampai terkadang lupa dimana menaruh handphoneku sendiri" imbuh Kibum cepat-cepat.
"Ah.. tidak apa-apa Bummie.. tapi kok, tumben kesini? Biasanya kan kita hang sesuatu terjadi antara kamu dan Siwon?"
"Oh bukan itu.." Kibum menyuprut teh hijau yang sudah disediakan karyawan Sungmin. "Ini tentang Jiwon, ia akan menikah beberapa minggu lagi"
"Jiwon? Yang benar saja! Gadis kecil itu!"
Sungmin mengenal adik Siwon dengan baik, gadis itu merupakan salah satu junior cheerleadernya juga merupakan duplikat asli kakaknya yang sempurna dalam segala hal, karena posisinya sebagai ketua club—maka tentu saja ia akrab dengan Choi Jiwon yang sekarang tinggal di luar negeri itu
"Iya, ini undanganya" Kibum menyodorkan sebuah undangan pernikahan berwarna putih dengan pita gold yang merlipat manis diatasnya, perlahan Sungmin membuka undangan itu dan membacanya baik-baik.
"Aku dan Kyunnie pasti akan datang, tenang saja"
"Baguslah kalau begitu... " Kibum lega
"Oh ya, Minnie, bisakah kau membuatkan gaun untukku?" Pinta Kibum.
"Tentu saja chagi, apapun untukmu, bagaimana kalau kita memakai gaun yang sama?" tawar Sungmin. Ia membayangkan mereka berdua dengan salah satu gaun pesta rancanganya yang sangat laku dipasaran dengan sedikit modifikasi agar membuatnya semakin indah ketika dipakai.
"Ide bagus! Kenapa tidak?"
Kibum mengangguk perlahan, keduanya berbincang cukup lama tentang Jiwon yang sebentar lagi akan menikah. Mempelai pria-nya, sebenarnya seorang pria terpandang keturunan diplomat yang sudah dipacarinya sejak mereka sama-sama kuliah di Amerika. Shim Changmin namanya. Yang juga berteman baik dengan Kyuhyun.
Setiap kali menatap wajah Sungmin yang terlihat antusias dengan segalanya juga membuat hari kecil Kibum sedikit merasa bersalah pada sahabatnya itu. Sungmin, dengan gurat wajahnya yang turut bahagia dengan pernikahan Jiwon membuatnya merasa tersiksa setengah mati sekaligus hanya bisa diam saja. Kalau bisa dihitung, dosanya sungguh banyak pada yeoja bermarga Lee yang duduk dengan anggun dihadapanya. Dihitung-hitung dosanya sudah bertahun-tahun dan menumpuk, mungkin menggunung. Entahlah, tapi melihat keceriaan Sungmin sepertinya membuatnya membayangkan jika hubungan terlarangnya dengan suami sahabatnya sendiri tercium. Sepandai-pandainya ia bersembunyi, suatu saat akan tercium juga, bukan?
"Bummie kenapa? Kok benggong terus?" Sungmin menyadarkan lamunanya. Tanganya melambai-lambai tepat didepan wajah Kibum yang perlahan mengerjapkan matanya.
"Aniyo.. hanya lelah saja" Jawabnya singkat. Memang benar ia lelah, lelah dengan semua kepenatan dan masalah-masalah dalam hidupnya.
"Dasar istri presdir!" celetuk Sungmin sembari menahan tawanya.
Lucu juga mengingat masa lalu mereka berdua yang suka bermain kata-kataan dan saling menghina pasangan masing-masing. Siwon dengan kelakuanya yang sedikit pecicilan serta Kyuhyun yang canggung jika berhadapan dengan perempuan lain sekalin keduanya. mereka berdua—kini telah dewasa dan memiliki jalan hidupnya masing-masing. Sungmin dengan butiknya dan kariernya yang makin hari makin menanjak dan Kibum yang meninggalkan cita-citanya sebagai gamers dan membanting stir menjadi seorang istri yang baik untuk seorang presiden Choi. Belum lagi ditambah sekelumit jalan kisah cinta tersembunyinya yang cukup rumit. Keduanya memiliki masalah mereka masing-masing.
Kring-Kring~
"Oh Minnie, sebentar"
Kibum menunjukkan layar handphonenya yang tiba-tiba menampilkan wajah Siwon di layarnya. Perlahan Kibum berjalan menjauh dan mengangkat telefonya.
"Yeobseyo, Wonnie... oh ne.. di butik Sungmin.. Uhm.. aku tidak membawa mobil, waeyo?.. baiklah.. terdengar bagus kok"
Tak lama, Kibum kembali "sebentar lagi Siwonnie menyusul kesini"
Sungmin tersenyum lebar "wah benarkah? Bagus sekali! Kyuhyunnie juga mau menjemputku kok"
Kibum selalu menanggapi nama itu dengan hati-hati. Ia hanya mengangguk datar. Keempatnya akan bertemu dan benar saja, sekitar lima belas menit kemudian, Siwon dan Kyuhyun yang berpapasan dijalan masuk ke dalam butik bersamaan.
"Hallo Minnie" Sapa Siwon sambil melambaikan tangannya.
"Siwon! Sombong sekali!" teriak Sungmin dari jauh lalu berjalan mendekat dan berpelukan sebentar.
Sementara itu, Kibum dan Kyuhyun—keduanya tersenyum canggung. Sambil menyapa satu sama lain. tidak banyak percakapan yang mereka bicarakan, hanya pertanyaan-pertanyaan klasik dan membosankan. Bagaimana kabarmu, sedang sibuk apa dan bla-bla-bla yang menjadi formalitas sementara dua pasangan mereka, Siwon dan Sungmin sedang sibuk berbincang-bincang. Maklum, keduanya kan cukup akrab semasa SMA.
"Kudengar Jiwon akan menikah, benarkah Siwon?"
"Yup, tepat sekali desaigner Lee" Goda Siwon "Jadi, apa aku dan Kibum mendapatkan pakaian gratis darimu?"
"Gila! Tentu saja tidak! Kau presdir yang kaya raya! Harusnya kau memberiku uang lebih!" elak Sungmin sambil tertawa perlahan, disusul tawa menggelegar Siwon kemudian. Sementara Kibum dan Kyuhyun memilih tertawa kecil.
Kyuhyun menatap wajah Kibum yang tertawa tidak nyaman. Rasanya, ia ingin langsung saja mendekap tubuh itu manja. Tapi disaat seperti ini, tidak ada yang bisa dilakukan selain bertingkah senormal mungkin walaupun sebenarnya keduanya tetap merasa aneh.
"Yak Kyuhyun! Kenapa Sungmin bawel begini sih? Dirumah dia seperti ini juga?" teriak Siwon
"Bawel dan manja! Kau tahu sendiri kan?" Keluhnya, entah memang nyata atau tidak. Atau hanya ingin membuat Kibum tidak terlalu cemburu.
"Aigoo.. ckck Sungminnie, kau benar-benar.."
"Cerewet! Bummie! Urusi suamimu yang menyebalkan ini dengan baik dong, hahaha" titah Sungmin. Keempatnya seakan kembali ke masa lalu yang indah dimana semuanya masih baik-baik saja.
TBC
Hai saya kembali! Anyone miss me?
Sudah kelas 3 dan saya disibukkan dengan karya tulis jadi mohon maaf sebesar-besarnya kalau update-nya mulai sekarang tidak bisa cepat-cepat dan memuaskan.
Aku belum punya pemikiran tentang endingnya, apakah KyuBum berakhir atau justru mereka berdua bersama-sama. Ada ide? Masukkan juga ditunggu. Tp tolong jangan bash karakternya ya chinggu, sedikit nyesek juga pas baca review dr beberapa orang. Untungnya waktu itu aku lg make moderate guest jadi nggak semuanya di publish. Maklum, aku kan author baru dan belum profesional menanggapi review2 yg masuk. Tp semuanya aku hargai kok^^
Siwon Oppa ilang-ilang mulu nih, ada yang tahu dia kemana? Gossip yang beredar dia lg sibuk casting lagi, aku juga nggak tau. Semoga dimanapun abang uwon berada ia tetap rajin shalat.
At least, dont forget the review okay? ;)
