Chapter 2
Pair: EunHae
Disclaimer: They all are GOD's, except the story
Rate: M
Summary: Nakal. Hukuman. Menular? Just read it ^^
Warning: Newbie, Too much typo, Doesn't fit with the EYD, etc. It's a BL or yaoi. NC. Don't Like, Don't Read ^^
It have been posted on .com by Hyunsung a.k.a ME!
UPDATEEED...this is it!
•
•
•
-Previous-
"Lelah, eoh?" tanya Eunhyuk pada Donghae yang masih menstabilkan napasnya.
"Hah..hah..ne..hah.." jawab Donghae dengan napas yang tersenggal-senggal.
"Hem...sayang sekali, tapi permainan kita masih jauh dari kata selesai, cha-gi" ucap Eunhyuk dengan penekanan di akhir katanya dan nada yang terdengar sinis. Membuat hati dan batin Donghae semakin gelisah.
•
•
•
'Mwo? Jauh?! Omona...eomma, selamatkan aku!' batin Donghae miris.
"Baiklah, kita mulai sekarang. Karna ini merupakan yang pertama bagimu, maka aku akan melakukan pemanasan dulu. Bersiaplah Hae" peringat Eunhyuk sebelum melakukan permainan inti mereka.
Donghae yang mendengar perintah namjachingunya segera mempersiapkan diri dan menarik napasnya panjang.
Karna tangan Eunhyuk yang sudah basah karna air dari bathup, jadi ia langsung memasukkan satu jarinya secara perlahan ke hole sempit milik Donghae.
"Akh! H-hyukkieh..nghh..sa..kit..mmhh..hentikan..jebal..engh!.." erang kesakitan Donghae mulai terdengar saat Eunhyuk mencoba mamasukkan satu jarinya ke hole Donghae.
Matanya mulai berlinang penuh dengan air mata. Ia gigit bibir bawahnya kencang, menahan rasa sakit dan panas yang ia rasakan pada tubuh bagian bawahnya.
Eunhyuk yang mendengar rintihan Donghae mendiamkan dulu satu jarinya di hole namjachingunya.
Setelah merasa Donghae sudah agak rilex, kembali ia masukkan jarinya yang lain ke dalam hole sempit Donghae. Tak tanggung-tanggung, ia langsung memasukkan dua jarinya sekaligus. Hingga sekarang sudah ada tiga jari Eunhyuk di dalam hole Donghae.
Tentu saja, hal itu membuat Donghae kembali meringis kesakitan.
"Argh! Hyukkie..Hyukkie..sakiiit..nghh..keluar-kan..hiks..enghh..ku mohon..hiks.." rintih Donghae merasakan sakit yang menyerang tubuhnya lagi. Membuat air mata yang semula berlinang, kini telah jatuh mengelus pipi lembutnya.
"Ssshh..rilex Hae. Uljima~" ucap Eunhyuk menenangkan namjachingunya yang kesakitan dan menghapus air matanya yang turun.
"Nghh..tapi ini..hiks..sakit..Hyukkieh..engghh..hiks.." jawab Donghae dengan isakannya dan masih mencoba menghilangkan rasa sakitnya.
Air beraroma minth yang ada di bathup menambah rasa panas pada holenya karna ikut masuk saat Eunhyuk memasukkan jarinya tadi.
Tak berapa lama, Donghae akhirnya kembali tenang. Eunhyuk mulai menggerakkan tangannya perlahan. Namun rintihan kesakitan kembali terdengar dari mulut Donghae.
"Enghh..H-hyukkieh..hiks..nghh..sakiiit..nghh..hiks..stop..nghh.." rasa sakit dan panas yang kini menyerang tubuh bagian bawahnya terasa sangat menyiksanya. Holenya terasa seperti di robek paksa oleh ketiga jari ramping Eunhyuk.
Tangannya yang terkunci menggengam erat borgolnya. Mencoba mengalihkan rasa sakit yang kini menyerangnya.
Eunhyuk kembali mengocok junior Donghae seiring dengan tusukkannya di hole Donghae. Mencoba mengalihkan perhatian namjachingunya dan melupakan rasa sakitnya.
Setelah beberapa lama, usaha Eunhyuk pun berhasil. Dan sekarang desahan kenikmatanlah yang terdengar dari mulut Donghae.
"Ahh..mmhh..Hyuk..kieh..ahh..yah..di..sanah..ahh..emh.." setelah Eunhyuk menemukan titik kenikmatnya di dalam tubuhnya sana, kini nikmatlah yang Donghae rasakan.
Mendengar tidak ada lagi rintihan kesakitan, Eunhyuk semakin dalam menusukkan jarinya dan semakin gencar menumbuk sweet pot Donghae. Tidak lupa dengan tangan satunya, ia juga mempercepat kocokannya pada junior Donghae.
"Ya..ahh..mmh..ter..rus..Hyukkieh..sshh..mmhh..ahh.." desah Donghae merasa nikmat dan meminta lebih. Rasa sakit yang tadi ia rasakan, kini telah berubah menjadi nikmat yang mampu mebuatnya melayang.
Eunhyuk merasakan hole Donghae semakin menghimpit jari-jari rampingnya dan junior Donghae yang kembali mengeras. Menandakan sebentar lagi namjachingunya akan segera orgasm.
Maka di tambahnya tempo tusukkannya dan kocokannya pada junior Donghae.
"Ah! Ah! Ah! H-hyuk..kieh..ahh..a..aku..mau..emh..ahh..ke..luarh..aaah..AAAAAAAHHH!" desah Donghae seiring dengan sentakan jari Eunhyuk, dan lenguhan panjang menandakan bahwa ia telah orgasm untuk yang kedua kalinya.
Cairannya langsung ikut bercampur dengan air di bathup mereka.
Badannya terasa sangat lelah dengan napasnya yang tidak beraturan.
Eunhyuk langsung mengeluarkan ketiga jarinya dan melepaskan borgol yang mengunci tangan Donghae.
"Lelah, chagi?" tanya Eunhyuk.
"Hah..hah..ne..hah..hah.." jawab Donghae dengan napas yang masih tersenggal-senggal.
Ditariknya tangan Donghae, hingga kini ia berada di atas pangkuan Eunhyuk. Ia bertumpu dengan kedua kakinya dan saling berhadapan.
Eunhyuk mendekatkan kepalanya dengan kepala Donghae. Tepat ke telinganya.
"Ingatlah Hae, kita belum selesai. Kau sudah sampai dua kali, sedangkan aku belum sama sekali. Sepertinya itu tidak adil" ucap - lebih tepatnya bisik - Eunhyuk tepat di telinga Donghae dengan nada yang terdengar mengerikan.
Donghae langsung membelalakkan matanya. Sadar bahwa sedaritadi namjachingunya belum orgasm, sama sekali. Ia melirik ke arah bawah, berniat melihat junior Eunhyuk. Dan kalian tahu? Ini sangat mengejutkan!
'Omona! Be-besar sekali. Ba-bagaimana bisa? Pasti nanti sakit sekali. Hole ku! Tuhan...selamatkanlah aku' batin Donghae merana dan terkejut saat melihat ukuran junior Eunhyuk yang entah sejak kapan menjadi lebih besar daripada punyanya.
"Waeyo, Hae? Suka dengan apa yang kau lihat?" tanya Eunhyuk sambil menunjukkan evil smirknya lagi.
"Hyukkie, kumohon hentikan. Jangan lakukan itu. Maafkan aku. Mianhe, jeongmal mianhe. Aku berjanji aku tidak akan melakukannya lagi" mohon Donghae dengan nada yang terdengar lemah dan memasang muka melasnya serta puppy eyes terbaiknya.
Tapi sayang, semua hal itu sia-sia saja ia lakukan. Eunhyuk sama sekali tidak menghiraukannya, justru ia semakin bersemangat untuk segera mengerjai DonghaeNYA.
"Sebenarnya aku mau saja menghentikannya Hae. Tapi karna kau sudah berbuat nakal, maka aku harus melakukannya. Oiya, satu lagi. Aku tidak akan melakukannya dengan lembut. Karna ini merupakan sebuah HUKUMAN untuk seorang LEE DONGHAE" ucap Eunhyuk mutlak dan penuh penekanan pada kata-kata terakhirnya.
Donghae hanya bisa kembali meratapi nasibnya dan mempersiapkan diri sematang(?) mungkin.
Eunhyuk mencekram pinggul Donghae dan perlahan mengangkat tubuh namjachingunya, lalu memposisikan 'suddenly big junior'nya tepat di depan pintu kenikmatan Donghae. Dan tanpa peringatan apapun, ia menghempaskan tubuh Donghae ke bawah. Membuat big juniornya masuk sepenuhnya kedalam hole sempit Donghae dalam sekali hentakan, dan menghujam langsung prostat Donghae.
Tentu saja hal itu membuat Donghae berteriak sekencang-kencangnya menahan sakit yang luar biasa.
"AAAAAARGH! APPO! Unghhh..hiks..appo Hyukkieh..ngh..kelu..arkan..hiks..jebal..enghh..hiks.." tubuhnya melengkung hampir membentuk busur ke depan. Tangisnya langsung pecah dan tangannya memukul-mukul dada dan bahu Eunhyuk kencang. Menahan sakit yang teramat luar biasa menyiksa dirinya.
"Sshhh..ahh..rilex Hae. Nanti kau juga merasakan nikmat" desah Eunhyuk merasakan himpitan hole Donghae memijat juniornya.
Tak menunggu lama, Eunhyuk mulai mengangkat tubuh Donghae hingga menyisakan kepala juniornya saja yang berada di dalam hole Donghae. Sesaat, Donghae merasa lega karna mengira Eunhyuk akan menghentikannya. Namun dugaannya melenceng ketika Eunhyuk kembali menghempaskan tubuhnya ke bawah. Mengakibatkan ia harus merasakan sakit untuk yang kesekian kalinya.
"Akh! H-hyukkieh..ngh..a-ampun..sakiiit..ungh..s-stop..akh..periiih..hiks..engh.." rintih Donghae saat merasakan junior Eunhyuk keluar masuk holenya dengan tempo sedang. Ia terus memohon kepada Eunhyuk agar menghentikan kegiatannya. Tangannya mencengkram bahu Eunhyuk kuat dan mencakarnya. Tangisnya pun semakin terdengar pilu. Rasa sakit yang kini mendera tubuhnya terasa membakarnya. Menyayat tubuhnya secara perlahan.
Namun Eunhyuk tidak menghiraukannya dan terus melakukan kegiatannya. Semakin lama semakin cepat gerakannya. Dan semakin keras juga tangisan dan rintihan Donghae.
"Ahh..sshh..Hae-ya..ahh..kau..sempit sekalih..chagiyah..mmhh..ahh.." desah Eunhyuk kenikmatan karna hole Donghae yang sempit memijat juniornya kuat.
"Eungh! Ahh! Hyuk-kieh..ngh..henti..kan..akh..stop..hiks..aku sakiiit..engh..hiks.." sungguh, Donghae sudah tidak sanggup menahan rasa sakitnya lagi. Walaupun ada sedikit rasa nikmat yang ia rasakan karna Eunhyuk terus menumbuk sweet potnya, namun rasa sakit, perih dan panas lebih mendominasi tubuhnya. Suaranya sudah sangat terdengar lemah. Tapi Eunhyuk terus mengerjainya tanpa ampun.
Donghae benar-benar menyesal atas perbuatannya hingga membuat Eunhyuknya menjadi seganas ini. Dan sungguh, ia mengutuk air beraroma minth yang berada dalam satu tempat dengannya dan Eunhyuk itu. Air itu membuat holenya terasa semakin perih karna ikut masuk ke dalam. Ia bersumpah tidak akan pernah membuat Eunhyuk marah dan menghukumnya seperti ini lagi. Sudah cukup ia merasakan sakitnya malam ini. Ya, Donghae kapok.
"Move Hae..." titah Eunhyuk pada Donghae karna daritadi hanya ia yang bekerja - mengangkat tubuh Donghae.
Dengan tenaga yang sangat minim dan rasa sakit yang tak hilang-hilang, Donghae menuruti perintah Eunhyuk dan mencoba menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan.
Tangan kiri Eunhyuk melepas pinggul Donghae dan terjulur meraih junior Donghae yang sempat terabaikan. Ia kembali meremas dan mengocok junior Donghae seiring dengan genjotannya pada tubuh Donghae.
Seketika tubuh Donghae bergetar, merasakan sensasi kenikmatan diantara kesakitan. Ia mencoba mengalihkan rasa sakitnya dengan fokus pada rasa nikmat yang ia rasakan.
"Ahh..emhh..Hyukkieh..akh..nghh..ter..russ..akh..emhh..yah.." desah Donghae merasakan nikmat saat tangan Eunhyuk memijat dan mengocok juniornya dalam tempo sedang. Membuat tubuhnya kembali menggelinjang.
"Enghh..Hyu..Hyukkieh..ahh..a..aku..mau..ke..luarh..ahh.." mendengar itu, Eunhyuk semakin mempercepat tempo kocokannya pada junior Donghae hingga akhirnya Donghae orgasm untuk yang ketiga kalinya.
Eunhyuk menghentikan kegiatannya sementara. Memberikan waktu pada Donghae untuk menikmati masa-masa pasca orgasmnya.
"Siapkan tubuhmu Hae, karna aku belum sampai" peringat Eunhyuk dan langsung mengangkat tubuh Donghae lalu menghempaskannya lagi dalam tempo sedang dan semakin cepat. Tak memperdulikan Donghae yang kembali meringis karna rasa sakit menyerangnya lagi.
"Akh! Ngh! Hyukkieh..ngh..s-stop..ahh..hiks..aku..lelah..akh..perih..hiks..ungh.." Donghae kembali merintih dan bulir-bulir air mata kembali membasahi wajahnya.
Seakan tuli, Eunhyuk malah semakin meningkatkan tempo genjotannya pada tubuh Donghae. Membuat empunya kualahan menghadapi nafsu namjachingunya yang besar.
Merasa juniornya berkedut di dalam tubuh Donghae, maka Eunhyuk menggenjot tubuh Donghae semakin cepat, dalam, dan kasar. Menghantam prostat Donghae seakan ingin menghancurkannya. Membuat Donghae benar-benar tidak kuat dan menangis makin pilu.
"Akh! Ngh! Akh! Akh! Ngh! Hyukkieh..akh..s-stop..stoop..eungh..aku..sudah..ngh..tidak kuat..lagih..engh..sakit..akh.." Donghae terus merintih dan memohon, namun telinga Eunhyuk seperti di tutup oleh sesuatu, ia terus menggenjot tubuh Donghae dan menghujam prostatnya tanpa ampun.
"Ahh..aku..sebentar lagi..keluar..Hae..ahh..sshhh..yeah..ahh..aaah..AAAAAAHH" Eunhyuk terus menaik turunkan tubuh Donghae dan menggerakkan pinggulnya berlawanan arah, sehingga ketika tubuh Donghae terjatuh maka pinggulnya akan maju. Membuat juniornya tertanam makin dalam di tubuh Donghae. Hingga akhirnya lenguhan panjang menandakan bahwa ia telah orgasm untuk yang pertama kalinya, dan mengakhiri penderitaan Donghae.
Tubuh Donghae bergetar merasakan hangatnya cairan Eunhyuk di dalam tubuhnya. Badannya langsung ambruk di bahu Eunhyuk, dan air mata masih setia mengalir dari mata bengkaknya. Ringisannya pun masih terdengar.
"Sakiiit..." suaranya terdengar sangat lemah.
Saking banyaknya, cairan Eunhyuk sampai ada yang mengalir keluar lagi bersamaan dengan cairan merah kental yang diketahui sebagai darah perjaka(?) Donghae. Namun tidak di sangka, Eunhyuk justru tersenyum melihat itu dan wajah evilnya kembali terpasang.
"Hah..hah..mianhe Hae. Jeongmal mianhe, tapi hukumanmu masih belum selesai. Setelah ini kita akan melanjutkannya di dalam kamar" bisik Eunhyuk di telinga Donghae dengan napas yang masih tersenggal dan langsung mengangkat tubuhnya serta Donghae keluar dari bathup. Ia berjalan dan menggendong Donghae menuju kamarnya dengan keadaan basah, naked, dan junior yang masih tertanam sempurna di tubuh Donghae.
Donghae hanya bisa kembali terkejut dengan apa yang namjachingunya katakan. Ia tidak menyangka bahwa penderitaannya masih akan terus berlanjut.
"H-hyukkieh..hah..ku mohon..hah..hentikan..cukup..aku lelah.." pinta Donghae dalam gendongan Eunhyuk dengan napas yang juga tersenggal-senggal. Namun Eunhyuk tidak menghiraukannya dan menghempaskan tubuh Donghae di kasur queen size mereka.
"Hyukkie..jebal, hentikan. Ampun, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku berjanji.." lirih Donghae saat wajahnya bertatapan langsung dengan wajah Eunhyuk dengan posisi Eunhyuk berada di atasnya.
"It's too late, honey. I already hungry and mad about you. So, there's no apologize for you tonight, anymore" jawab Eunhyuk sarkatis sambil membelai surai lembut Donghae.
Eunhyuk mengangkat kedua kaki Donghae dan menumpukannya di atas bahu kokohnya. Dan tidak menunggu lama, ia kembali menggenjot tubuh Donghae dengan tempo yang tidak bisa di bilang pelan.
"Akh! Akh! Akh! Hyukkieh..akh..ampun..ngh..jebal..cukup..akh..engh.." ringis Donghae lagi saat Eunhyuk kembali menggenjot tubuhnya.
Dan ya, kalian tentu tau bahwa Eunhyuk pasti tidak akan menghiraukannya dan terus melanjutkan kegiatannya. Entah sampai kapan. Yang pasti akan sampai lebih dari 4 atau 5 ronde.
•
•
•
"Akh Hyukkieh! Ngh..cu-cukup! Akh.."
Hah~ poor Donghae.
~Esok paginya~
"Annyeong~" sapa namja manis berambut blonde dan berkulit putih seputih salju, menunjukkan gummy smilenya pada penghuni dorm lainnya. Wajahnya tampak sangat berseri dan penuh kebahagiaan saat tiba di meja makan.
"Wah..kau terlihat bahagia sekali hyuk. Ada apa?" tanya Sungmin yang duduk di sebrang Eunhyuk.
"Cih, mukanya sampai berseri-seri seperti itu. Kau pasti baru dapat cd yadong terbaru lagi ya nyet?" ya, kalian pasti tau ini siapa. Siapa lagi yang memiliki mulut terganas dan terpedas kalau bukan uri cinderella, a.k.a Heechul.
"Bukan hyung. Ini lebih dari sekedar cd yadong. Ini sangat sangat sangat menyenangkan" jawab Eunhyuk riang dan masih menunjukkan gummy smilenya.
"Eh? Lebih dari sekedar cd yadong? Apa itu?" tanya Sungmin lagi penasaran. Karna setau dia, dongsaeng monyetnya ini hanya akan terlihat bahagia dan puas setelah bertemu dengan cd atau komik yadong.
"Mmm..kasih tau tidak ya? Ah, jangan. Ini rahasia" jawab Eunhyuk sambil mengusap-ngusap dagunya dengan tangan kanannya yang bertumpu pada tangan kiri di depan dadanya. Menunjukkan wajah pura-pura berpikir.
"Aish, kau pelit sekali" ucap Sungmin kecewa dan mempoutkan bibir imutnya lucu.
"Ngomong-ngomong, dimana Donghae hyung?" tanya Wookie yang sedaritadi mendengarkan obrolan Eunhyuk, Sungmin dan Heechul.
"Dia sedang di kamar. Sepertinya sakit" jawab Eunhyuk sambil memakan sarapannya.
"Eh? Sakit? Sakit apa?" tanya Wookie terdengar khawatir.
"Molla, kau lihat saja sendiri" jawab Eunhyuk santai.
"Ne, nanti aku akan menjenguknya dan membawakannya sarapan" jawab Wookie sambil mengganggukkan kepalanya.
~Skip time~
Tok..tok..tok..
"Ya, masuklah" terdengar suara lemah dari dalam kamar memberikan izin pada orang yang berada diluar kamar untuk masuk.
"Hyung, kau sakit?" tanya namja imut nan manis sambil membawakan nampan berisi makanan dan segelas besar penuh susu strawberry.
"Eh, Wookie. Ada apa?" tanya namja tampan yang terlihat lelah dan terbaring lemah diatas kasur, tidak menjawab pertannyaan dongsaeng imutnya.
"Aku ingin melihat keadaan hyung. Kata Eunhyuk hyung, Hae hyung sakit. Jadi aku ingin menjenguk dan sekalian mebawakan sarapan untuk hyung" jawab namja imut itu yang diketahui sebagai Wookie sambil tersenyum manis dan meletakkan nampan yang dibawanya di depan namja tampan.
"Ah, gomawoyo Wookie-ah. Kau memang dongsaeng ku yang terbaik. Dimana Hyukkie?" Tanya namja tampan itu yang diketahui sebagai Donghae.
"Eunhyuk hyung sedang nonton di ruang tengah bersama member lain. Karna jadwal kita hari ini kosong sampai 1 bulan kedepan, jadi mereka memilih untuk bersantai-santai" jawab Wookie.
"Oh, hah..dasar namjachingu tidak berperasaan. Kekasihnya sakit karna dia, dia malah asik nonton dan bersantai-santai" keluh Donghae mengembungkan pipinya saat mendengar jawaban Wookie. Membuat dirinya terlihat imut.
"Memang hyung sakit apa?" tanya Wookie penasaran karna daritadi pertanyaannya tidak di jawab.
"Hah, aku habis terkena hukuman Wookie" jawab Donghae miris sambil menundukkan kepalanya kebawah.
"Eh? Hukuman? Hukuman apa? Memang Hae hyung sudah berbuat apa?" tanya Wookie semakin penasaran.
"Kau pasti tau aku terkena hukuman apa. Begitulah, sulit di jelaskan" jawab Donghae semakin menundukkan kepalanya (alaaah, bilang aja haeppa gengsi sama kesalahannya. Make acara di umpetin segala #plak #bakbukbakbuk #grusukgrusuk #srettt #byurrr #ctek #DUAR *di bom Donghae oppa T-T)
"Bagaimana aku bisa tahu hyung? Hyung saja tidak memberitahuku" ucap Wookie memasang wajah super polosnya dan sedikit mengerutkan keningnya.
"Aish, kau ini benar-benar polos ya. Hukuman yang ku terima itu hukuman yang awalnya terasa menyakitkan, namun mengeluarkan desahan pada akhirnya" jelas Donghae sambil menghela napas panjang menghadapi dongsaengnya yang kelewat polos itu.
"Hukuman yang menyakitkan awalnya, tapi mengeluarkan desahan di akhir? Hukuman macam apa itu? Dimana-mana kalo menyakitkan itu ya pasti sakit. Terus kalo mendesah itu ya pasti perasaan nikmat saat...eh? Tunggu dulu. Awal sakit, akhir desah? Bukankah itu...OMO! Ja-ja-jangan-jangan...hu-hukuman yang hyung maksud..." Wookie membelalakkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, terkejut dengan apa yang sedang di pikirkannya. Ia melihat ke arah Donghae dan menatapnya ngeri.
Dan yang ditanya hanya bisa menganggukan kepalanya. Ia terlalu malu walau hanya sekedar untuk membuka mulut. Ia lebih memilih mencoba untuk duduk dan mulai memakan sarapan yang sudah tersaji daritadi didepannya untuknya.
Wookie semakin membelalakkan matanya dan menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
"Akh...sakiiit. Wookie, tolong bantu aku duduk. Ssshh..." rintih Donghae kesakitan saat ia mencoba membangunkan badannya agar terduduk. Bokongnya terasa sangat sakit, bahkan hanya sekedar untuk di gerakkan sedikit. Wookie yang merasa terpanggil langsung tersadar dari keterkejutannya.
"Akh..elan-pelan Wookie, ini sakit sekali. Ssshh..akh!" rintih Donghae saat bokongnya sudah sedikit mampu menopang tubuh bagian atasnya.
"Sakit sekali ya hyung? Memangnya apa yang kau lakukan sih hyung? Sampai Eunhyuk hyung seganas ini. Ayo ceritakan! Aku penasaran~" Wookie merengek pada Donghae agar ia menceritakan masalahnya. (Ko oppa jadi kepo? #JDER #wassalam)
Donghae yang merasa lelah dengan sikap dongsaeng manis kesayangannya yang polos akhirnya menyerah juga. Ia menceritakan semua masalahnya pada Wookie.
~10 minutes later~
"Oooh...jadi seperti itu. Brrr...ternyata Eunhyuk hyung ganas juga ya. Berarti kau harus berhati-hati hyung. Jangan sampai membuat Eunhyuk cemburu lagi. Bisa saja nanti dia melakukan yang lebih parah dari ini" Wookie mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti sambil menghentak-hentakkan telunjuk kanannya pelan pada dagunya. Ia sedikit menerawang bagaimana sifat Eunhyuk kalau ia sedang marah. Badannya merinding seketika walau hanya membayangkannya saja. Tidak lupa, ia juga sedikit memberi saran pada hyung kesayangannya yang justru membuat orang yang dinasihatinya membeku seletika dan wajahnya langsung berubah menjadi pucat pasi.
Donghae benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana jika Eunhyuknya marah dan menghukumnya lagi LEBIH dari ini. Oh Tuhan...berikanlah aku kekuatan lebih, kesehatan dan umur panjang. Batin Donghae pilu.
"Tapi...Yesung hyung juga sering seperti itu. Dia sering sekali di kerubungi oleh yeoja-yeoja centil setiap selesai perform. Huh, menyebalkan!" Wookie mempoutkan bibirnya dan menghentakkan pelan kakinya saat mengingat-ngingat kebiasaan namjachingunya yang membuatnya sebal. Seketika, seulas senyuman mmm...mungkin lebih tepat seringaian, terluas dengan indahnya #ralat dengan mengerikannya di wajah uri eternal magnae yang terkenal polos dan manis ini.
"Ng..W-wookie? K-kau kenapa?" tanya Donghae yang merasakan firasat buruk saat ia melihat seringaian Wookie yang terlihat - sangat - mengerikan.
"Hem...sepertinya ada yang harus menerima hukuman juga malam ini kekeke" jawab Wookie sambil tetap memasang evil smirknya dan terkekekh pelan layaknya setan yang telah muncul kembali pada dirinya.
'Mati aku! Mianhe Yesung hyung. Ini bukan salahku. Selagi ada waktu, sebaiknya kau kabur sekarang juga' batin Donghae saat mengerti dengan apa yang di maksud oleh dongsaeng kesayangannya.
"Ah, hyung. Aku pergi dulu ya, bye bye hyung. Cepat sembuh ya~" pamit Wookie sambil melambaikan tangannya dan keluar dari kamar EunHae couple dengan riangnya. Tidak lupa dengan evil smirk yang masih setia menempel di wajahnya.
Donghae hanya bisa menghela napasnya panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi sifat dongsaengnya yang angelic, but suddenly turn into a devil.
~Di ruang tengah dorm~
"Yesung hyung~ Kau dimana hyung?" teriak Wookie sesaat setelah menjenguk hyung kesayangannya.
"Ne Wookie, aku disini. Ada apa?" jawab Yesung yang merasa terpanggil dan menghampiri namjachingunnya yang tengah berdiri di depan EunHae's room sambil menunjukkan senyum manisnya.
"Aku ingin membicarakan tentang sesuatu dengan hyung di kamar. Kajja." Wookie langsung menarik tangan Yesung menuju kamar mereka.
Yesung yang bingung hanya pasrah saja di tarik oleh namjachingunya. Mungkin aku akan mendapatkan 'hadiah'. Kira-kira begitulah pemikiran Yesung. Oh Yesungie, sungguh kasihan sekali dirimu.
~Di kamar YeWook~
"Ada apa Wookie? Apa kau ingin memberikanku hadiah, hm?" tanya Yesung genit sambil membelai lembut pipi chubby Wookie.
Wookie yang sedang dirasuki setan hanya menerima perlakuan manja namjachingunya saja. Ia ingin menarik Yesung ke dalam jebakan mautnya dengan membuatnya mengira bahwa ia akan 'kenyang' malam ini.
"Ne, aku ingin memberikanmu 'hadiah' hyung" jawab Wookie masih tetap dengan evil smirknya yang menjadi kasat mata di mata seorang Kim Jongwoon.
•
•
•
"W-wookie...a-apa yang mau kau lakukan?!"
"A-andwae Wookie! Henti-AKH!"
"Akh! Sa-sakit Wokkie..ngh..akh.."
Ckckck, poor Yesung~
~FIN~
Balas review:
: iya, ff ini emang udah pernah di publish di blog lain sebelumnya ^^ gomawo~
aninda. : sudah di updaaaate ^^ eng...sebenernya sih aku lebih suka donghae yang jadi uke, makanya aku buat begini. Tapi ya...kalo ntar lebih banyak yang suka donghae jadi seme, aku buat donghae jadi seme kkk~ ^^v gomawo ne~
137line: sudah di terima hukumannya! kkk~ gomawo~
Hyaaaa akhirnya selesaaai~~
Fiuuuh~*elap keringet*
Eothokke eothokke eothokke?
Kurang hot ya? Yah, memang begitulah. Aku emg ga bisa bikin NC sebenernya
Tapi yasudahlah yaaa namanya juga newbie kkk~
Oiya, gomawo ya yang udah ngasih review di chapter sebelumnya~
Walaupun cuma beberapa, tapi itu berarti banget!
Dan untuk chapter ini, sekali lagi mohon reviewnya ne~
Kamsa~~ ^^*
