This is KyuMin Fiction by UNKNOWN KMS

Inspirated from SBS Present 200 Pound Beauty

And the original story belong to YUMIKO SUZUKI

Trans Gender

Cast : Lee Sungmin as Lee Sungmin and Lee Sung Soon, Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun & Another Cast

Rated : T+

Genre : Romance, Drama, Angst

Warning : YAOI goes to GS, InnocentMin, ProfessionalKyu, OOC, TYPOS, Incorrect of Basic Words and this story like a fool

Disclaimer : The cast belong to GOD and they self, SME (may be), but this fic belong to me.

Summary : "Temuilah seorang dokter. Mintalah ia untuk merubah gendermu. Itu satu-satunya jalan untuk membuatnya menjadi milikmu karena kau tahu bahwa dia tidak gay. Dan kau pun akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik."

Doc. 2

.

.

"Aahh..ouhh bukanh yangh ituh sayanghh"

.

"Ya, begitu. Aku menyukainya. Pukul aku dengan sabuk aahh.."

.

Desahan-desahan yang kalian dengar itu berasal dari ponsel yang sedang digenggamnya.

Apa yang kalian pikirkan saat ini? Haha aku sudah menduganya. Biar kuceritakan mengenai hal ini dan mungkin hal-hal yang lainnya.

Nya disini adalah Lee Sungmin. Ya, dia! Orang itu! Namja penyuka warna pink dan berbagai macam barang-barang lain yang berbau sosok yeoja. Yang dilakukannya saat ini memang tepat seperti apa yang otak kalian tuju. Dia melayani pelayanan yang biasa orang awam sebutnya dengan pelayanan phone sex.

Mengapa dia melakukan itu?

Karena kau tidak memerlukan tampang untuk pekerjaan ini dan dia juga harus menghasilkan uang banyak untuk appa-nya.

Uang untuk appa-nya?

Ah—sepertinya aku terlalu membuat rumit semua ini.

Baik, mungkin kalian bertanya-tanya mengapa ia harus menghasilkan banyak uang untuk appa-nya karena secara duniawi seharusnya appa-nya lah yang harus menghasilkan uang banyak untuk anaknya—Sungmin. Tetapi itu hanyalah mayoritas. Dan kini Sungmin tidak hidup dalam mayoritas itu, melainkan minoritas.

Appa Sungmin sakit. Sakit yang tidak sembarang sakit menyerang fisik, tetapi mental. Ya, appa Sungmin mengalami gangguan kejiwaan semenjak istrinya—eomma Sungmin tentu saja—meninggalkannya mencari laki-laki lain yang dikiranya dapat menghidupinya lebih enak. Karena memang appa-nya Sungmin adalah seorang pengangguran setelah perusahaannya kalah saing dengan perusahaan lain saat itu dan bangkrut. Tentu saja atas kebangkrutannya itu Tuan Lee merasa frustasi dan 'beruntungnya' Nyonya Lee terus mengoceh sehingga membuatnya tambah frustasi. Tak cukup sampai disitu, tingkat kefrustasiannya itu kian memuncak sesaat setelah anak satu-satunya yang tak lain dan tak bukan adalah Lee Sungmin mengaku bahwa dia abnormal—menyukai sesama jenis. Dan gotcha! Gilalah Tuan Lee setelah mengetahui istrinya pergi. Akhirnya, Sungmin membawa appa-nya kerumah sakit jiwa dan seringkali menjenguknya.

Sungmin meletakkan ponselnya yang masih terdengar desahan-desahan halus dimeja dekat Personal Computer dan mendudukan dirinya didepan alat elektronik canggih tersebut sembari menyulam baju hangat.

"Aaahh..beritahu aku ukuran tubuhmu terutama dadamu..hnn,"

"Cukup sekian untuk hari ini," Sahut Sungmin setelah mendengar pelanggan tetapnya ini bertanya yang menurutnya 'tidak-tidak'. Karena yang jadi masalah disini, Sungmin tidak mempunyai tubuh seelok yeoja. Apalagi dada? Dia ini namja yang kedua tonjolannya rata.

"Ouhh.. aku..ahh..shhh,"

"Ssstt..! Rahasia, hihi." Sungmin menanggapi dengan santai sambil terkikik geli mendengar desahan yang terdengar dari ponselnya.

"Ku mohon! Hnn..aahh,"

"Kau akan terkejut!" Ujar Sungmin menatap layar ponsel lalu mengambil boneka barbie yang berada didalam laci meja.

"Ya, beritahu aku,"

Sejenak Sungmin terdiam memandangi boneka barbie tersebut. Tak lama kemudian Sungmin menelusuri lekuk tubuh boneka barbie itu dengan jari mungilnya, "Dadaku 34 inci..."

.

"Aahhh.."

.

"Pinggang 24 inci..."

.

"Ouhhh ahh.."

.

"Dan pinggul 36 inci,"

.

"Akkkhhh hah.."

Mata foxy itu tidak beralih menatap intens setiap aluran tangan yang mengaliri setiap sudut tubuh pada boneka itu. Tatapan matanya seolah-olah berkata bahwa ia mempunyai mimpi suatu saat tubuhnya akan seperti milik boneka beruntung itu.

Dan desahan-desahan itu kembali terdengar seiring dengan kata-kata bohong yang keluar dari mulut menggoda Sungmin.

"Ah—" Sungmin memekik ketika sesuatu menyenggol pelan kakinya, "Bang!" Titah Sungmin kepada Gen, yang ternyata adalah anjing kecil husky peliharaannya.

"Ada apa sayang aahh..?"

Sungmin kembali memfokuskan dirinya kembali setelah Gen terduduk atas kata 'Bang' yang merupakan perintah yang sudah menjadi kontak bahasa antara namja manis itu dengan pet-nya tentu saja.

"Oh tidak ada. Tak perlu khawatir. Seharusnya aku yang mengkhawatirkanmu. Dimana istrimu? Tak ada dirumah, eoh?"

"Aanhh ouhh dia sedang mandi,"

Sungmin melirik sekilas kepada jam dinding yang menempel indah ditembok kamarnya. Jam tersebut membuat Sungmin meletakkan boneka barbie itu dan beranjak menuju ranjangnya.

"Malam-malam seperti ini mandi? Belum selesai masalahnya, hm?"

"Emhh seperti itulah," Suara desahan itu perlahan menghilang menyadari Sungmin tengah mengganti suasana.

"Sstt tenanglah."

"..."

"Haruskah kunyanyikan lagu kesukaanmu?" Sungmin sedikit bergeser untuk menyamankan posisinya.

"Ah ne!"

"Igeon jinsimiya Baby neoro gadeukhan..."

Akhirnya sepanjang malam itu Sungmin bernyanyi untuk menghibur pelanggan phone sex nya. Yah seperti itulah, terkadang Sungmin pun tidak hanya memberikan kepuasan nafsu maya melainkan memberikan obat luka secara emosional. Tak apa, setidaknya Sungmin mendapatkan imbalan atas semua itu asal ia tetap bersembunyi. Biarlah hanya suaranya yang membuat semua orang berbahagia seperti saat ini.

Tetapi tunggu! Jangan salah paham. Pekerjaannya sebagai pelayan phone sex hanya sekedar sampingan. Karena pekerjaan utamanya adalah seorang...

.

Penyanyi.

.

Lebih tepatnya..

.

Menyanyi untuk seorang penyanyi.

Terlalu rumit untuk mendeskripsikannya seorang diri? Mari kubantu.

Sungmin bekerja sebagai penyanyi dibelakang layar. Dia membantu penyanyi cantik untuk mengisi suaranya dengan suaranya. Penyanyi itu sangat cantik dan berbakat dalam melenggak lenggokan tubuhnya. Tetapi sayang, dia sama sekali tidak memiliki suara emas yang menjadi syarat utama menjadi seorang penyanyi. Oleh karena itu, Sungmin yang mengisi suaranya dan bersembunyi dibelakang layar dan penyanyi cantik itulah yang menunjukan dirinya diatas panggung besar nan megah dan membuat audience mengelu-elukan namanya seolah-olah ia seorang penyanyi bersuara emas yang hebat.

Sebenarnya ada apa dengan Sungmin?

Sungmin mempunyai suara yang menyerupai suara yeoja. Lembut dan bahkan sangat lembut jika kau ingin tahu. Dan hei?! Memangnya selama ini kalian pikir pelanggan phone sex nya itu seorang gay? Tentu saja tidak. Mereka mengira Sungmin adalah seorang wanita cantik nan elok. Tetapi setidaknya mereka hanya mengira. Karena dalam pelayanan phone sex hanya suaralah yang dijadikan service, bukan? Tentu saja. Itulah sebabnya mengapa Sungmin menyukai pekerjaan tersebut.

Karena kau tidak memerlukan tampang untuk pekerjaan ini.

Sungmin memiliki volume suara yang sama sekali tidak besar untuk sekedar memastikan dia seorang namja atau bukan. Entah ada apa dengan Sungmin. Semua yang ada pada dirinya nyaris seperti yeoja. Hanya satu yang membuat semua ini sangat membingungkan.

Alat kelamin—mungkin?

Terbukti dari pertama ia mengikuti audisi tertutup untuk pekerjaannya. Mereka semua yang berada ditempat audisi itu sempat terpesona melihat Sungmin. Bagaimana tidak? Aishh lihatlah postur tubuhnya! Bokong itu benar-benar bulat, kaki jenjang yang selalu terhalang celana jeans, kulit putih mulus, leher yang indah namun terkutuknya jakun itu, hidung mancung, bibir plump yang membentuk huruf 'M', mata foxy yang seakan menghipnotis semua pasang mata yang menatapnya, suara indah bagai kaum Hawa dan..dan.. Aish! Lee Sungmin itu terlalu sempurna sebenarnya. Semua yang ada pada dirinya adalah kelebihan yang selalu ingin orang lain miliki. Cuman satu yang menjadi kekurangannya.

Dia bergender MALE.

Ya, semua yang berada ditempat itu sempat melongo melihat profile Lee Sungmin. Takut-takutnya ada salah pengetikan. Tetapi memang seperti itu. Semua asli dan benar tak ada salah sedikitpun. Sungmin benar-benar yeoja yang menjelma menjadi namja. Ah, sungguh terlalu berlebihan pemikiran orang-orang disekitarnya.

Awalnya perusahaan SM Entertainment tidak mengijinkan laki-laki untuk mengikuti audisi tertutup tersebut, karena tujuannya untuk mengisi suara seorang penyanyi yeoja. Tetapi mendengar informasi dari yang ternyata teman dekat seorang Lee Sungmin yang kebetulan bekerja sebagai pengiring suara pada setiap pertunjukan penyanyi-penyanyi, bahwa suara Lee Sungmin sangat memuaskan, akhirnya pihak management pun mengijinkan dan hasilnyapun memang benar. Suara Sungmin sangat memuaskan dan menyerupai seorang yeoja.

***** TRANS GENDER *****

Suara dentuman musik pengiring makin terdengar kencang. Petikan bass dengan perpaduan drum memegahkan acara yang menarik hampir seluruh perhatian masyarakat Negara Ginseng saat ini. Para penari latar modern dengan lincahnya menari-nari menghabiskan sedikit waktu menunggu sang bintang. Penataan lampu panggung yang baik semakin menambah kualitas konser penyanyi solo tersebut.

Teriakan nama seseorang dari para penggila penyanyi yang dalam hitungan menit akan menunjukan batang hidungnya pun kian meriah. Semua penonton yang dapat dikatakan tak terhitung jumlahnya pun mengayun-ngayunkan lampu panjang berwarna merah dengan semangat seakan tak peduli jika akan mengenai kepala seseorang yang saling berdesak-desakan dengannya. Setiap orang yang berdesak-desakan tersebut yang dapat kita sebut dengan fans semakin menambah volume teriakannya setelah seseorang yang di tunggu-tunggunya sebentar lagi akan muncul dari panggung yang indah nan megah tersebut dengan dibarengi suara drum yang kencang.

DUG DUG DUG !

"Huwaaaa ! Seo ! Seohyun ! Kau pasti akan cantik sekali...,"

"Kami mencintaimu, SEOHYUN !"

"Soehyun! Seohyun! Seohyun!"

"Seohyun! Seohyun! Seohyun!"

Seohyun. Itulah nama penyanyi yang kuceritakan tadi. Sangat cantik bahkan sangat cantik sehingga CEO dari SM Entertainment berusaha sebisa mungkin agar namanya dapat melejit tinggi dengan cara apapun. Termasuk menipu semua orang yang memenuhi gedung konser saat ini.

Di tempat lain dibelakang panggung seorang namja manis terlihat mempersiapkan dirinya untuk memasuki ruangan tersembunyi tempatnya akan bernyanyi nanti. Ditempat itu, ia akan dapat melihat dengan jelas suasana panggung dengan penyanyi yang akan menyanyi dan menggerakan bibirnya sesuai dengan lagu yang akan ia nyanyikan serta dapat melihat dengan jelas seseorang yang membuatnya bertahan dalam pekerjaan yang menguras tenaga dan hati ini walau sekedar lewat layar monitor.

Ia—Sungmin kembali menata pakaiannya sebelum memasuki ruangan tersebut. Sungguh, hatinya kini berdebar kencang persis seperti musik yang terdengar diluar sana. Ia dengan celana jeans dan kaos pink-nya menurut sahabatnya sangat terlihat manis itu. Kini, senyuman pun tersungging dibibir Sungmin. Ia menantikan bagaimana reaksi Kyuhyun nanti.

Kyuhyun. Cho Kyuhyun.

Namja yang berperawakan tinggi dengan wajah sedikit stoic namun senyumannya sangat menawan bagi seorang Lee Sungmin. Seseorang yang bertanggung jawab atas karir pemeran utama dalam konser kali ini.

Namja itulah yang membuat Sungmin bertahan dalam pekerjaan yang menguras tenaga—Ah ! tidak! Semua pekerjaan memang menguras tenaga. Tetapi bagaiamana dengan hati? Pekerjaan, apakah harus menguras organ tubuh bagian dalam secara mental? Tidakkah itu diskriminasi? Aish baiklah. Pemikiran Sungmin kali ini terlalu hiperbola. Mungkin karena kerja jantungnya yang benar-benar mengajaknya beradu argument saat ini. Tetapi sekarang bukan waktu yang tepat untuknya beradu argument. Ia harus cepat-cepat masuk dan bernanyi sesuai yang diintruksikan. Atau—ia mau organ tubuh bagian dalamnya itu sakit lagi akibat mendengar ocehan-ocehan tajam yang akan terdengar dari mulut singa seseorang yang menurut banyak orang diluar sana adalah penyanyi yang hebat. Karena demi apapun, Sungmin hanya bisa diam tanpa membantah.

Setelah menarik nafasnya Sungmin pun memasuki ruangan khusus tersebut. Dilihatnya Kyuhyun dari salah satu layar monitor yang berada didepannya. Dan betapa senangnya Sungmin melihat kini Kyuhyun sedang tersenyum padanya. Oh Tuhan ! Senyuman itu lagi. Sungmin selalu ingin melihatnya. Kyuhyunnya begitu sangat tampan mengenakan kemeja putih yang dua dari kancing atasnya terbuka serta celana hitam polos. Dan jangan lupakan earline yang bertengger dicupingnya. Memberikan kesan keren untuknya saat ini.

Ia tersadar dari kegiatannya memandangi pangerannya itu setelah suara drum bergedug sangat kencang menandakan seseorang yang dielu-elukan diluar sana akan muncul. Kyuhyun pun saat itu sekaan memberikan kode kepada Sungmin dengan menghitung menggunakan jarinya.

1

2

3

Pada hitungan tiga pun akhirnya Sungmin terfokus menatap layar monitor satunya lagi walau terkadang sedikit melirik kearah monitor yang menunjukan wajah pangerannya. Para penonton semakin ricuh melihat bintangnya muncul.

"Kya ! Seohyun ! Kau benar-benar cantik !"

"Seohyun ! Suaramu indah ! Merdu sekali ! Aku menyukainya ! Saranghaeyo Seo!"

"Seohyun cantik ! Aku sangat menyukaimu !"

Seakan teriakan-teriakan orang diluar sana dianggapnya tak penting, Sungminpun kembali menatap Kyuhyun yang sedang memperhatikan para crew yang lainnya mengatur pencahayaan serta sound yang sedang digunakan. Sungmin tersenyum.

Kyuhyun. Seorang pria yang memberikannya alasan untuk hidup.

Kyu, kau tahu? Kau adalah pelitanya. Bolehkah Sungmin mencintaimu? Tidakkah kau mencintainya? Jangan katakan bahwa kau tidak gay. Hancurkanlah egomu dan tataplah Sungmin. Dia sangat mencintaimu.

Tanpa sadar, Sungmin teringat kata-kata yang belakangan ini selalu dipikirkannya.

"Mwo? Kau menyukainya? Apa kau sudah gila, hyung?"

...

"Dia tidak gay sepertimu! Aku tak ingin hatimu terluka jika dia menolakmu nanti. Kumohon jangan katakan perasaanmu padanya."

...

"Walaupun baik aku atau kau belum memastikannya, tetapi aku sangat yakin bahwa Kyuhyun masih normal,"

"Tetapi dia selalu tersenyum padaku, Wook-ie. Apa kau tak menyadarinya?"

"Dia tersenyum pada siapapun, hyung!"

"Kalau begitu akan kubuat dia tersenyum hanya padaku. Aku akan membuatnya menyukaiku, Ryeowook-ah,"

"Hyung, kumohon jangan menyakiti dirimu sendiri."

...

"Temuilah seorang dokter. Mintalah ia untuk merubah gendermu. Itu satu-satunya jalan untuk membuatnya menjadi milikmu karena kau tahu bahwa dia tidak gay. Dan kau pun akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik."

Tiba-tiba Sungmin sedikit berfikir, setelah ingatannya membawa dirinya mengingat perkataan ajusshi beberapa hari yang lalu.

"Aishh benarkah? Dia berkata seperti itu, hyung?"

"Ne,"

"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah mendengar sarannya itu? Jangan bilang kau akan mengikuti sarannya?"

"A-aku aku.. Aish! Tentu saja tidak. Aku tidak ingin melakukan trans gender. Untuk apa? Cih, memalukan! Aku bisa membuat Kyuhyun-ie menyukaiku dan tak mempersalahkan genderku tanpa harus melakukan kata-kata ajusshi tua itu,"

"SADARLAH HYUNG, KU MOHON!"

"SADARLAH MIN, SUNGMIN? KAU MENDEGARKU?!" Sahut Kyuhyun panik sembari menatap Sungmin yang ternyata sedari tadi melamun menatapnya kosong tidak bernanyi.

Kyuhyun yang notabene nya sangat totalitas saat melakukan pekerjaannya, akhirnya dengan segala cara ia memeriahkan panggung agar menarik perhatian penonton dengan semburan api di sisi-sisi panggung dan memerintahkan kepada Seohyun agar segera berbalik.

Sungmin kembali tersadar dari lamunannya. Sedangkan Kyuhyun yang melihat Sungmin sadar segera memberi intruksi untuk menyanyikan reef lirik saat suara drum berdegum kencang. Kyuhyun menganggukan kepalanya untuk membuat Sungmin agar tetap tenang dan tidak panik. Oh Tuhan! Bagaimana Sungmin tidak panik? Atas segala kecerobohannya dengan tidak profesionallitas ia hampir menghancurkan konser megah ini.

DUG

Setelah mendengar suara drum itupun akhirnya Sungmin kembali bernyanyi pada bagian reef dan Seohyun pun berbalik menghadap penggemarnya dan menggerakan bibirnya sesuai lirik lagu pop tersebut seolah-olah itu adalah suara aslinya.

Dan konser itupun kembali berjalan dengan lancar sampai lagu penutup dinyanyikan.

Seohyun keluar dari panggung menuju ke restroom dengan tubuh dipenuhi keringat. Asisstent-nya pun segera menyambutnya dengan hangat.

"Kerja yang bagus!"

"Haahh— bagus apanya..?!" Timpal Seohyun sembari melemparkan handuk kecil kesembarang arah. Sedangkan asisstent-nya hanya menatap Seohyun bingung.

PROK

PROK

"Wow ! Bagus Seo! Kau memang hebat!" Tak ayal semua orang yang berada di restroom itupun bertepuk tangan bangga atas konser yang menurut mereka berjalan lancar tersebut.

Didepannya terlihat Kyuhyun yang sedang berjabat tangan dengan rekan-rekan pentingnya di SM Entertainment.

"Itu adalah pertunjukan yang bagus. Terima Kasih," Ujar satu dari dua orang yang sedang menatap bangga pada Kyuhyun.

Seohyun melihat Kyuhyun sembari tersenyum dan hendak berjalan mendekat. Tetapi setelah setengah jalannya menuju Kyuhyun, Seohyun melihat Sungmin yang berdiri membelakanginya sembari tersenyum kecil menatap Kyuhyun. Seohyun pun akhirnya mengurungkan niatnya menemui Kyuhyun dan malah mendekati Sungmin lalu menepuk bahunya.

"Lelah?"

Sungmin tercekat lalu menunduk tak berani menatap Seohyun.

"Kau tak punya cuping, eoh?"

Mendengar Seohyun berkata seperti itu, akhirnya Sungmin menggelengkan kepalanya tanda ia menjawab pertanyaan Seohyun bahwa dia tidak lelah.

"Pernahkah kau memandang lekat Kyuhyun?"

Sungmin kembali menggelengkan kepalanya takut.

"Kau hampir mengacaukannya,"

"Mianhe. Aku hampir mengacaukannya.." Lirih Sungmin masih dengan kepala menunduk.

"Kau pikir kau jauh lebih baik dariku, hm? Dia itu normal Sungmin-sshi," Seohyun mendelik kesal kepada Sungmin yang kini sedikit berani melawannya, Seohyun memandang Sungmin dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ia sedikit berdecih kesal setelahnya, "Cih, lain kali pakailah ROK jika kau menginginkannya."

"Kyuhyun-ah!" Seseorang memanggil Kyuhyun yang sontak membuat Sungmin maupun Seohyun melihat kearahnya. Seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah partner tetap nya Kyuhyun. Kim Jong Woon.

Melihat Kyuhyun, akhirnya Seohyun pun kembali melanjutkan niatnya yang sempat tertunda untuk menemui namja yang disukainya itu, "Kyuhyun-ie!" Seohyun berjalan mendekat kearahnya sambil tersenyum. Kyuhyun pun yang merasa namanya dipanggil segera menengok dan ikut tersenyum lalu ia pun mendekat kearah Seohyun.

"Kerja yang bagus!" Ujarnya sembari mengacak kecil rambut Seohyun dan terus berjalan. Membuat Seohyun memutar matanya bingung yang sekarang menjadi kesal karena melihat Kyuhyun malah mendekati Sungmin yang berada dibelakangnya.

Tanpa ba-bi-bu lagi, Kyuhyun segera memeluk Sungmin,

GREPP

"Kerja yang baik." Sungmin yang masih terkejut pun hanya menatap tak percaya.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan memegang bahu Sungmin, "Kau baik-baik saja? Oh Tuhan! Apa kau sakit? Aku sangat khawatir," Sahut Kyuhyun dengan raut cemasnya.

Seohyun lagi-lagi mendengus kesal melihat Kyuhyun yang memperlakukan Sungmin seperti itu.

Kyuhyun tersenyum, "Kau harus banyak isti—" Belum sempat Kyuhyun melanjutkan kata-katanya Sungmin kembali memeluknya dengan senang.

"Hik!" Suara itu sudah menjadi ciri khas Sungmin jika memeluk seseorang. Dan sekarang Kyuhyun yang terkejut atas pelukan Sungmin padanya. Pelukannya sangat erat. Kyuhyun merasa ragu untuk membalas pelukan Sungmin tetapi alhasil tak lama kemudian setelah mendengar Sungmin terkikik senang, Kyuhyun tersenyum canggung dan membalas pelukan Sungmin, canggung.

Dan Seohyun? Oh jangan tanyakan dia. Dia sudah berlalu meninggalkan Kyuhyun dengan Sungmin beberapa detik yang lalu.

***** TRANS GENDER *****

"Tidakkah kau lihat tadi, Wook-ie? Dia mengacuhkan Seohyun dan memelukku?"

Seseorang yang dipanggil Sungmin dengan sebutan Wook-ie itupun menatapnya intens, "Ya, aku melihatnya dengan jelas." Wook-ie atau yang bernama asli Ryeowook yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat Sungmin yang membantu Sungmin mendapatkan pekerjaanya saat ini, memutar matanya malas.

Sebenarnya sempat terlintas dibenaknya, kalau saja waktu dapat diulang maka sungguh ia tak akan membantu Sungmin saat itu dan tidak membuatnya bertemu dengan seorang Cho Kyuhyun dan menjadi gila seperti ini, "Jadi menurutmu dia tertarik denganmu, hyung?" Ryeowook tersenyum merendahkan lalu kembali menyantap haraki dipiringnya.

Ya, Sungmin dan Ryeowook sedang berada ditempat makan pinggir jalan untuk merayakan penerimaan gaji mereka.

"Itu adalah perasaan. Yang jelas dia sangat baik padaku," Sungmin tersenyum penuh arti.

"Sudahlah," Ryeowook menghirup nafas berat, "Ada tiga type wanita bagi pria. Dengar! Yang cantik, mereka adalah harta karun," Ucapnya sembari menunjuk poster seorang wanita cantik yang ditempel pada tembok tak jauh dari tempatnya duduk dengan sumpitnya. "Yang biasa saja, mereka adalah sebuah hadiah dan yang buruk adalah sebuah penolakkan. Dan kau hyung? Termasuk wanitanya saja sudah bukan!"

"Wook-ie~ aku mempunyai intuisi seorang wanita," Ujar Sungmin sembari merajuk meyakinkan Ryeowook.

"Itu hanya ilusimu, hyung. Sadarlah, pada dasarnya intuisi itu berasal dari gender yang dimiliki!"

Gender?

TO BE CONTINUED

.

Next Chapter

"Keluarkanlah semua perasaanmu, Min."

.

"Kyu—"

.

"Mengerjakan dengan baik baru masuk hitungan," Kyuhyun tersenyum sembari menatap Sungmin, "Sepertimu."

.

"Dia sangat manis," Gigi putih itu kembali terlihat seiring dengan lampu-lampu jalanan yang menyinari wajahnya. Walau terhalang kaca, tetapi sungguh tak mengurangi kadar ketampanan seorang Cho Kyuhyun.

.

Kyuhyun tersenyum canggung terhadap rekan-rekannya, "Min, duduklah disampingku!"

.

"Kau memberikannya padaku, jadi aku akan selalu mengenakannya." Ujar Sungmin lagi-lagi menunduk sambil tersenyum malu.

***** TRANS GENDER *****

Q : untuk author tolong jangan kebanyakan author pov nya jg kurang di tingkatkan alur percakapannya ne.

A: Maaf jika terlalu banyak Author POV. UNKNOWN KMS bukanlah seorang yang pandai menulis. Tetapi disini penulis akan berusaha belajar untuk memperbaik fiction ini. I hope you'll still like this fic. You know I new.

Q : o ya, yang suka sama kyuhyun oppa itu kan sungmin oppa kan?tapi knp masih ada kata - kata "Dia dan namja itu masih normal. Mereka bukan seorang gay",

A : 'Dia' yang dimaksud penulis adalah peramalnya.

Thanks for your comment. I will accept them. And I'm so sorry if I can't to reply your review. But, if you want to ask anything else, please via PM.

Thanks For :

MsJongjin, Cho Yui Chan, nodomi, cho hyekyung, JOYeerrElpeu, kerorokeyen, Kyurin Minnie, Kimimaki, Kyuminsimple, mingmiuu, 1307 kyumin, baby ming, Chikyumin, Qniee love nest, Kim soo nie, Kanaya, KyuNa Saranghae, dha kyumin.