hanna
dul
set
"Dan kau harus merubah namamu bukan Ma Siwon lagi. Ingat selama kamu memakai handsome suit itu kamu dilarang keras terkena air hujan. Jika kamu melanggarnya, maka handsome suit itu akan mengembang lalu melepuh dan mengembalikan fisikmu seperti semula" kata peri Eunyuk
"namamu sekarang adalah Choi SIwon! Identitas barumu sudah aku sulap dan sudah tercatat sebagai siswa baru di Seoul International School. Besok adalah hari pertama kamu sekolah disana, dan sosok Ma Siwon sudah dihapus dari absent karena telah mengundurkan diri. Sehari berlalu buatmu, tapi buat semua orang adalah seminggu telah berlalu" peri Donghae berkata panjang lebar.
"karena sifatmu yang sabar juga baik hati, kami memberikan kamu banyak bonus. Kamu besok terlahir sebagai manusia baru. eommamu sudah aku sulap untuk melupakan sosok Ma Siwon dalam ingatannya dia hanya memiliki anak namja bernama Choi Siwon yang sangat tampan dan nyaris sempurna" peri Donghae berkata sambil tersenyum
"lihatlah keluar! Dan lihat eommamu!" perintah peri Eunyhuk.
Aku keluar kamar dan betapa terkejutnya aku melihat suasana rumah berubah drastis. Walau kami hidup masih dalam kesederhanaan, tapi suasana rumah kami berubah menjadi asri dan indah dipandang. Cat dinding yang tadinya sudah mengelupas dan kumuh kini berubah menjadi terang dan berwarna cerah, kami yang dulu tidak memiliki kursi untuk duduk, kini sofa sederhana namun indah terpajang diruang tamu.
Aku lihat ada meja makan, TV, kulkas, kipas angin dan kios bahan kelontongan didepan rumah
"eommamu kami sulap menjadi seorang pedagang sembako. Dan lihatlah kekamar seperti apa eommamu" peri Donghae menunjukan kamar eomma yang juga sudah berubah.
Astaga! Kenapa eommaku berubah menjadi yeoja yang sangat cantik? Aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat "peri apakah dia eommaku?" tanyaku heran
"iya dia adalah eommamu! Wajahnya aku pinjam dari sosok nenek sihir bernama Leeteuk karena kami tidak pernah bertemu yeoja cantik selain nenek sihir itu. Jadi kami pinjam saja" jawab peri Eunyhuk datar
"sekarang saatnya kamu untuk beristirahat! Besok adalah hari pertama kamu sebagai manusia baru dan ingat semua persyaratan yang kami ajukan" peri Donghae mengingatkan.
~~~~~~~0000~~~~~~~
"Siwon-ssi! Bangunlah ini saatnya kamu mandi dan berangkat sekolah! Ingat kamu harus membawa tempat minum itu juga susu cair didalam tas sekolahmu. Sebelum pergi kamu berikan kami sarapan" ujar peri Donghae
"nee, arraseo" jawabku.
Setelah melakukan semua perintah kedua peri itu, saatnya aku pergi tapi sebelumnya aku harus pamit dulu pada eommaku yang cantik itu.
.
.
.
Untuk sampai kesekolah aku harus memakai bis kota dan berdesakan dengan banyak orang, karena penumpang bis kota dipagi hari sangatlah padat. Suasana didalam bis tidak sama sepeti dulu.
Kini hampir semua penumpang yeoja mencoba mendekatiku dan menggodaku. Ada yang minta nomer ponselku, ada minta alamat rumahku juga banyak yang menanyakan namaku. Semua terasa sangat aneh buatku, karena selama aku hidup sebagai Ma Siwon hampir semua yeoja menjauhiku.
Suasana baru didalam bis itu membuatku gugup hingga membuatku ingin kentut. Sepertinya kedua peri itu tidak merubah aku sepenuhnya. Kebiasaan burukku masih melekat dalam diriku. Aku tidah bisa menahan kentutku lalu
Brooooooooot
terdengar suara kentutku panjang dan kencang. Membuat para yeoja disekitarku muntah dan ada juga yang pingsan. Beberapa penumpang lainnya saling menuduh dan tidak ada satupun yang mencurigaiku
"hei gendut! Kamu keterlaluan sekali! Kentut sembarangan" protes peri Donghae dari dalam tas
"untung saja mereka semua terlalu terpesona pada ketampananmu hingga tidak ada satupun dari mereka yang mencurigaimu" peri Eunyhuk memberitahuku.
.
.
.
Aku sudah sampai didepan gerbang sekolah yang mulai sepi karena sepertinya aku memang datang terlambat
"kamu harus pergi keruang guru terlebih dahulu untuk melengkapi administrasi" perintah peri Donghae
"nee" jawabku melangkah menuju ruang guru.
Aku disambut oleh wali kelasku miss Sungmin yang dulu sangat sinis mempelakukanku
"ohh Siwon-ssi anda sudah datang" sapa miss Sungmin genit
"iya miss" jawabku bingung dengan perubahan sikapnya yang drastis itu
"mari ikut saya menuju kelasmu yang baru!" ajak miss Sungmin menggandeng tanganku.
.
.
Kelasku sudah didepan mata dimana Chuliie yang cantik berada
"anak anak! Hari ini kalian kembali mendapatkan teman baru yang menggantikan sijelek Boboho yang sudah mengundurkan diri" miss Sungmin mendahuluiku masuk kedalam kelas dan terus saja menghinaku
"masuklah Siwon-ssi!" ajak miss Sungmin genit.
Aku melihat ekspresi semua yeoja terkagum – kagum padaku dan melambangkan tangan "sarangheo" padaku, membuatku jijik melihatnya. Aku mencari tempat duduk Chullie dan aku lihat dia menatapku dengan senyuman manisnya membuatku gugup dan kembali ingin kentut.
Aku segera berlari keluar untuk melepaskan kentutku itu membuat semua orang yang ada didalam kelas kebingungan.
Duarrrrrrr
Suara kentutku terdengar menggelegar membuat kaca jendela semua kelas bergetar seperti ada gempa.
"kamu benar – benar menakutkan SIwon-ssi! Kentutmu hampir saja membunuh semua makhluk yang ada disini" peri Donghae mengeluh
"miane!" aku berusaha mengibas – ngibas aroma busuk dari kentutku agar tidak ada orang yang curiga
"Siwon-ssi! Anda sedang apa disana? Bukankan anda harus memperkenalkan diri?" miss Sungmin memanggilku
"nee" aku segera berlari menuju kelasku
"miane! Tadi ada sedikit gangguan. Anneyeo haseo!Choi Siwon imnida! Aku pindahan dari sekolah Incheon mohon bantuan teman semua" aku membungkukkan badanku menyapa teman sekelasku
"bagaimana dia tampan sekali bukan? Sepertinya kelas kita akan bersaing dengan kelas Mr. Hankyung dimana dia suka sekali membanggakan Yunho muridnya" Miss Sungmin sepertinya ingin mengandalkan aku untuk bersaing dengan kepupoleran seorang Jung Yunho.
"silahkan duduk Siwon-ssi! Tempat dudukmu dibelakang Chullie" Miss Sungmin menunjukan bangkuku
"nee" aku menganggukan kepalaku lalu berjalan menuju bangkuku.
"anneyeo!" sapaku saat melewati Chullie
"anneyeo" jawab Chullie ramah.
"ingat Siwon-ssi! Kamu harus menghindarii hujan dan ingat saat memberi kami makan!" peri Eunyhuk mengingatkan
"kamu harus memberikan kami kehangatan caranya dengan menaruh botol minum itu dibawah sinar matahari"peri Donghae menambahkan.
Aku segera mengeluarkan botol minum bergambar Batman itu diatas bangku karena kebetulan sinar matahari sedang menyinari bangkuku. Tanpa aku sadari kejadian itu mengundang gelak tawa teman sekelasku, karena sudah terlanjur aku biarkan saja botol itu tetap berada disana karena yang penting buatku pandangan Chullie tidak aneh terhadapku.
"kamu suka Batman yah?" Tanya Chullie menengok kearahku memandangi botol minum bergambar Batman itu
"nee! Ini tempat minum yang paling aku sukai karena memiliki nilai historis"jawabku berbohong sambil menelan ludahku
"apa kamu tidak khawatir dengan tanggapan teman yang lainnya? Karena kamu sudah terlalu dewasa untuk memakai peralatan semacam itu" Chullie berkata hati – hati sekali karena takut membuatku tersinggung
"banyak yeoja yang masih mengkoleksi boneka Barbie hingga usia 40an. Mereka tidak dipandang aneh kan? Aku tidak mempermasalahkan pandangan orang tentangku karena dengan masih menyimpan botol ini aku telah membuat temanku bahagia" jawabku lancar karena aku memang sangat jenius.
"gila kamu Siwon-ssi! Kamu memang benar – benar hebat saat berbohong! Jadi kamu sudah menganggap kami sahabatmu" suara peri Donghae terdengar dari dalam botol itu
"kamu memang unik" puji Chullie berpaling kembali melihat kedepan.
.
.
.
Banyak namja chingu yang ingin berteman denganku dan pergi kekantin bersamaku tapi aku tolak semua karena mereka dulu sangat jahat padaku, satu – satunya yang aku ajak adalah Wookie teman sekelasku yang dulu juga memang tidak pernah menggangguku
"kenapa kamu malah mengajakku? Bukankah lebih menyenangkan bergaul dengan mereka?" Tanya Wookie heran
"sepertinya kamu teman yang sangat baik itu sebabnya aku memilih untuk berteman denganmu" jawabku jujur
"baiklah! Ada yang harus kamu hindari saat dikantin nanti. Dilarang menatap Chullie walau dia adalah teman sekelas kita, Chullie adalah kekasih si penguasa Yunho, mereka dikabarkan jadian dua hari yang lalu. Kamu tadi lihatkan Chullie segera keluar saat jam istirahat tiba? Yunho pasti sudah menunggunya diluar" carita Wookie benar – benar membuatku kecewa karena ternyata Chullie sudah menjadi milik Yunho.
.
.
Suasana kantin menjadi hening saat aku masuk bersama Wookie. Semua mata yeoja menatap kearahku dengan ekspresi penuh kekaguman
"lihatlah Siwon-ssi! Semua mata tertuju padamu. Hal seperti ini jarang terjadi karena kejadian seperti ini hanya bisa dirasakan oleh Yunho" bisik Wookie pelan
"ingat Siwon-ssi! Tetaplah rendah hati jika kamu ingin selamat dengan handsome suit itu" peri Eunyhuk mengingatkanku dari dalam botol minum Batman yang aku bawa kekantin
"ayo kita ambil makan!" ajak Wookie menenteng tempat makan.
Karena jiwaku masih tetap milik Ma SIwon. Aku masih tidak bisa merubah kebiasaan burukku mengambil makan sebanyak mungkin karena semua itu gratis
"kau sudah lama tidak makan?" ejek Wookie saat melihat alas makanku
"ohh miane aku tadi melamun" aku segera mengembalikan sebagian makanan dari nampanku.
Wookie mengajakku duduk dibangku pojok jauh dari tempat Yunho and the gank juga Chullie yang duduk manis disampingnya.
Kami menikmati makan siang kami lalu seorang yeoja yang dulu adalah kekasih Yunho mendekatiku
"hai tampan! Boleh aku berkenalan denganmu?" yeoja bernama Goo Ahra itu menyapaku
"hai aku Choi Siwon!" aku mengenalkan diri
"oh aku Ahra! Kenapa namamu hampir sama dengan sijelek Boboho itu?" Ahra menghinaku
"mwo?" tanyaku dengan wajah kecewa
"ah lupakan yang pasti kau sangat jauh berbeda dengan sibau itu" Ahra terus menghinaku membuatku marah
"miane Ahra-ssi aku tidak tertarik untuk berteman dengan kau jadi tolong tinggalkan kami" aku mengusir Ahra karena telah membuatku emosi.
Tiba – tiba aku merasakan handsome suit ini mengerut dan membuatku sesak. Spontan aku tersedak karena rasanya aku seperti tercekik
"pabbo Siwon! Kamu harus ingat kamu harus tetap sabar dan rendah hati seperti kamu yang dulu" peri Donghae memberiku peringatan
"miane" jawabku menepuk dadaku
"Siwon-ssi gwencana?" Wookie mengkhawatirkanku
"gwencana" jawabku menarik nafas dalam
"sebenarnya yeoja tadi membeicarakan siapa?" tanyaku memancing kejujuran Wookie
"oh Ma SIwon teman sekelasku dulu. Dia siswa yang mendapatkan beasiswa hingga bisa sekolah ditempat elit ini. Dia siswa yang sangat jenius dan satu – satunya yang bisa menyaingi kecerdasan Yunho. Dia bernasib malang karena memiliki fisik yang sangat menyedihkan juga memiliki kebiasaan buruk membuat semua orang menjauhinya" jawab Wookie
"apakah kamu berteman dengannya? Dan apa sebenarnya kebiasaan buruknya itu" aku kembali memancing kejujuran Wookie
"aku tidak berteman dengannya karena satu alasan yang tidak bisa aku sebutkan, yang penting aku tidak pernah mengganggunya ataupun menindasnya seperti anak lainnya. Aku tidak bisa menyebutkan kebiasaan buruknya itu karena aku tidak ingin daftar orang yang menganggapnya aneh bertambah, kamu cukup tahu sebatas itu saja tentang Ma Siwon" Wookie menghabiskan makan siangnya.
Ternyata Wookie memang anak yang baik walau masih misterius kerena dia tidak menjelaskan alasan kenapa dia tidak mau berteman denganku.
.
.
Kami kembali kekelas setelah menghabiskan makan siang kami. Dalam perjalanan kami dicegat gank Yunho tanpa Chullie disana
"hei anak baru! jangan mentang – mentang kamu punya wajah yang tampan lantas membuat kamu besar kepala dan memiliki keinginan untuk bersaing dengan uri Yunho" ancam Yoochung mendorong pundakku
"miane! Kami harus kembali kekelas" aku berusaha menghindar
"tunggu! Kamu pikir bisa dengan mudah lolos dari kami?" Changmin menarik tanganku
"apa yang kalian inginkan?" tanyaku mulai emosi
"pergilah keneraka hei anak TK!" Yunho merebut botol minum bergambar Batman itu lalu melemparnya ketengah lapangan.
Aku segera berlari untuk mengambil botol minum itu karena aku takut kedua periku terluka. Kejadian itu disaksikan hampir semua orang yang ada dilingkungan sekolah dan banyak dari mereka yang tertawa geli melihat aku panik membawa botol minuman yang pantas dibawa anak TK
"pulanglah pada eommamu! Bukankah sekarang waktunya kamu menyusu!" ejek Changmin berteriak disambut gelak tawa semua orang disana
"Siwon-ssi gwencana?" Wookie menghampiriku sepertinya dia mengkhawatirkanku
"gwencana" jawabku karena dulu kejadian seperti ini memang sering terjadi padaku.
"apakan botol minum ini sangat penting buatmu?" Tanya Wookie memandangi botol itu
"lebih dari apapun" jawabku membersihkan botol itu dari tanah
"aku yakin pasti botol minuman ini memiliki nilai historis buatmu. Aku punya satu rahasia dan akan aku tunjukan dikelas nanti" Wookie menghiburku
"apa itu?" tanyaku penasaran
"kamu akan tahu nanti" jawab Wookie mengajakku kembali kekelas.
.
.
"kemarilah!" Wookie mengajakku menuju bangkunya.
Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya
"ini benda yang sangat penting buatku" Wookie menunjukan sebuah kain perca seperti bekas selimut
"apa ini?" aku sangat penasaran dengan kain itu
"ini adalah sobekan dari selimut pertamaku semasa kecil, tanpa ini disisiku, aku tidak memiliki kepercayaan diri dan kenyamanan. Aku tidak bisa tidur jika tidak memegangnya" jawab Wookie malu – malu.
Aku tersenyum geli dibuatnya ternyata keanehan bukan hanya milikku melainkan Wookie juga memilikinya
"kita memang aneh Wookie-ah" bisikku tertawa geli
"benar kita memang aneh" Wookie ikut tertawa.
Pelajaran kembali dimulai, kali ini adalah pelajaran favoritku yaitu Fisika. Mr. Hankyung yang merupakan wali kelas Yunho adalah gurunya. Dia mulai membuka kelasnya. Dia memberikan kami soal yang lumayan sulit dimana semua teman sekelas tidak mampu memecahkannya
"apakah kalian memang separah itu? Dikelas 2-1 Yunho-ssi hanya 5 menit dan sanggup memecahkannya" Mr. Hankyung selalu membanggakan anak didiknya
"Siwon-ssi tunjukan kemampuanmu! Ini beda halnya dengan tetap rendah hati. Kamu harus menunjukan kalau kamu memang mampu" peri Eunyhuk memberiku semangat
"saya akan mencobanya!" aku mengacungkan jari telunjukku
"kamu anak baru yang bernama Choi Siwon itu?" Mr. Hankyung rupanya sudah mengetahui nama baruku
"nee" jawabku singkat
"silakan buktikan kemampuanmu" Mr. Hankyung menantangku.
Aku mampu memecahkan soal itu dalam waktu 4 menit, satu menit lebih cepat dari Yunho. Membuat semua teman sekelasku berdecak kagum.
"kamu ternyata hebat juga! Baiklah aku harus akui dikelas ini telah lahir rekor baru" puji Mr. Hankyung padaku
"duduklah karena aku punya soal yang lain buatmu" aku disuruh duduk kembali.
Belum sempat aku duduk karena aku baru sampai ditempatnya Chullie, handsome suit ku mengerut memberiku peringatan saatnya aku memberi makan kedua periku. Aku terjekut dan panik lalu kebiasaan burukku kembali keluar
Oink
teriakku membuat Chullie kaget menatapku aneh. Aku kembali berjalan membuka tasku mengeluarkan kotak susu cair dan mengambil botol minumku lalu aku berlari keluar tanpa pamit pada Mr. Hankyung.
Aku berlari menuju toilet untuk mencari pojok ruangan dan menyanyika lagu Tiga Beruang sambil menari dan memasukan cucu cair kedalam botol minuman itu. Lega rasanya karena aku tidak terlambat melakukannya. Kedua periku berterima kasih padaku karena telah memberi mereka makan. Lalu aku kembali kedalam kelas
"Siwon-ssi! Apakah kamu tidak belajar sopan satun disekolahmu yang dulu?" Mr. Hankyung menegurku
"miane! Mungin karena belum terbiasa dengan makanan kantin tadi perutku sakit sekali Mr" aku beralasan sambil berbohong
"apakah saat ketoilet kamu harus membawa tempat minummu yang aneh itu?" Mr. Hankyung mengejekku dan aku tidak sanggup menjawabnya karena aku sudah kehabisan kata – kata untuk terus berbohong
"kembalilah duduk!" Mr. Hankyung bersikap sinis padaku.
"apa kamu baik – baik saja?" Tanya Chullie berbisik tanpa menorah kebelakang
"gwencana, aku hanya sedikit sakit perut" jawabku pelan.
.
.
Jam pelajaran sudah selesai aku dan Wookie pulang bersama berjalan menuju halaman sekolah
"Siwon-ssi dimana rumahmu?" Wookie menanyakan alamat rumahku.
Aku jawab seadanya rumah dimana Ma Siwon yang menyedihkan itu tinggal
"berarti kita searah. Kamu ikut aku saja! Sebentar lagi sopirku datang menjemput" tawar Wookie
"jika itu tidak merepotkanmu" jawabku.
Saat menunggu sopir Wookie datang, Chullie melintas dihadapanku bersama Yunho dengan mobil mobil mewahnya membuat hatiku panas.
Ternyata menjadi tampan itu banyak sekali kesulitannya, aku harus melakukan hal – hal konyol dan banyak yang harus aku hindari. Awalnya keinginanku menjadi tampan adalah aku ingin mendapatkan cintanya Chullie tapi percuma saja karena Chullie sudah menjadi milik Yunho.
Rasanya aku sudah tidak menginginkan ketampanan ini lagi dan kembali menjadi Ma Siwon yang bebas dulu walau banyak penindasan dan penghinaan yang aku dapatkan tapi aku lebih merasa nyaman menjadi Ma SIwon.
.
.
.
"aku pulang!" teriakku saat tiba dirumah
"oh uri Siwonnie sudah pulang!" eomma menyambutku genit sekali, dia berdandan ala penyanyi
"eomma! Apa yang eomma lakukan?" protesku
"bagaimana penampilan eomma? Cantik bukan" eomma mengedip- kedipkan matanya membuatku ingin muntah
"iya tapi ada apa?" aku mengerutkan dahiku
"mulai besok eomma akan datang saat kamu makan siang! Kamu tidak perlu makan dikantin lagi karena eomma akan membuatkan makan siang istimewa untukmu" eomma benar – benar membuatku pusing
"wae? Makanan disana kan gratis eomma" keluhku
"kamu tahukan eommamu ini sudah lama menjanda! Eomma sedang merasakan jatuh cinta pada gurumu yang bernama Mr. Hankyung. Eomma jatuh cinta pada pandangan pertama saat mendaftarkan kamu kesekolah itu" kali ini eomma benar – benar membuatku mual dan ingin muntah
"aku pusing eomma! Lakukan apa yang ingin eomma lakukan" aku berlalu menuju kamar karena lama – lama aku bisa stress dengan tingkah laku eomma yang semakin aneh.
.
.
.
"wahai peri keluarlah! Aku ingin menceritakan keluhanku" aku memanggil kedua periku untuk keluar
"toink" peri Eunhae keluar dan berdiri dihadapanku
"sejak kapan eomma bertemu Mr. Hankyung?" tanyaku cemberut
"saat dia mendaftarkan kamu" jawab peri Donghae ringan
"kenapa menjadi tampan tetap saja membuatku susah? Aku masih saja menjadi bahan tertawa teman – teman sekolah. Wajah tampan ini masih tidak bisa membuat Chullie tertarik padaku" keluhku memandangi bayangan dari cermin
"baru dapat kesulitan seperti itu kamu sudah mengeluh" peri Eunyhuk menatapku kecewa
"bukan begitu peri! Aku pikir dengan memiliki penampilan dan identitas baru, maka hidupku akan berubah" aku membela diri
"tidak ada orang yang sempurna didunia ini Siwon-ssi! Jika kami menghapus kebiasaan burukmu itu seperti kentut dan cegukan babimu, maka kau terlalu sempurna. Sama halnya dengan jika kami merubahmu menjadi anak orang kaya maka kau akan lupa betapa hidup ini tidaklah mudah" peri Donghae menjelaskan
"saranku kau jalani saja hidupmu sekarang apa adanya, setidaknya kini kau memiliki wajah yang sangat tampan dan memiliki eomma yang sangat cantik. Petiklah hikmah dari semua peristiwa yang terjadi" peri Eunyhuk berkata bijak.
.
.
.
Saat bersekolah kembali tiba. Seperti biasa aku memakai bus kota untuk bisa sampai disekolah, sepertinya hanya aku saja yang memakai transportasi umum sementara murid yang lainnya memakai mobil pribadi yang mewah..
.
.
Aku sudah sampai didepan gerbang sekolah. Dari jauh aku mendengar suara klakson mobil yang sangat berisik mengganggu kuping. Aku tengok kearah suara itu, ternyata mobil mewah Jung Yunho and the gank akan segera melintas.
Aku minggir karena males mencari masalah dengan kelompok penguasa itu. Aku melihat Chullie didalam mobil mewah Yunho. aku lihat Chullie begitu anggun dan cantik didalam mobil itu.
Saat mobil itu melintas dihadapanku, Yunho menghentikan mobilnya lalu berbicara padaku
"aku tidak pernah kalah dari siapapun. kau hanya beruntung saat memecahkan rekorku mengerjakan pelajaran Mr. hankyung. akulah raja disekolah ini dan akulah pemilik yeoja tercantik dikelas ini" Yunho tanpa ragu melumat bibir Chullie dihadapanku
Chullie tampak berontak dan tidak menyukai apa yang sudah Yunho lakukan. yunho tidak menggubris kekecewaan Chullie dia melajukan kembali mobilnya menuju tempat parkir VVIP
.
.
"yaa anak baru! lihatlah reklame ini! sebuah audisi untuk pemilihan calon top model Korea 2012. cobalah untuk mengikuti audisinya! kau memliki fisik yang nyaris sempurna dan wajah yang sangat tampan" ketua siswa memberitahuku
"apa untungnya buatku jika aku mengikuti audisi semacam itu?" tanyaku karena aku tidak tertarik untuk mengikutinya
"kau akan dikontrak menjadi model selama setahun kedepan dan tentu saja mendapatkan bayaran bulanan ditambah bonus jika kau mendapatkan job pemotretan juga memperagakan busana" jawabnya dan membuatku tergiur unuk mengikutinya
"agensi yang akan kau ikuti adalahh agenci yang sama dimana top model cantik bernama Jaejoong menjadi salah satu artisnya" tambahnya lagi membuatku sedikit tertarik karena sudah lama sejak Jaeejong tampil menjadi bintang iklan dan model sejak saat itu aku menjadi penggemarnya.
"jaeejong?"
"nee Jaejoong. apa kau tertarik untuk ikut? tanyanya
"akan aku pikirkan terlebih dahulu" jawabku mulai membayangkan artis idolaku
'haaa babboo! kau coba untuk mengikuti saja audisi itu! jika kau berhasil kau akan bisa mendapatkan uang yang banyak'
tbc
anneyeong! gimana ama chapter 2 nya? udh dapet belum kesan komedinya?
gumawao buat reader yg udh mau review
mdh"an para silent reader mau bertobat dengan memberikan review kalian diff komedi vai LOL
ttep baca yah dan selalu kasih review kalian buat vai author yang kantanya ngeyel :D
paypay muaaach
