Chapter 2
Desclaimer: bukan milik saya
Rate: T
Warning: OOC. Alur berantakan. Typo.
NARUTO: GODS VS TITANS
.
.
.
6 years later.
Saat ini seorang remaja bersurai kuning tengah berjalan menuju akademi. Siapa yang tidak mengenal bocah ini.? Bocah yang selalu membuat onar, hyperactive, dan sedikit pintar-bodohnya banyak- benjalan dengan tenang. Bagi penduduk yang mengenal bocah itu pasti berpikir 'apa yang salah dengan bocah itu' karena kesehariannya yang selalu membuat onar. Tapi tidak hari ini. Ia tengah bepikir tentang ujian kelulusan genin yang sebentar lagi akan dia hadapi. Itu artinya ia akan segera menjadi seorang shinobi dengan pangkat genin.
Pikirannya terhenti ketika ia sampai di depan pintu kelasnya yang tertutup. Membuka pintu itu dengan perlahan
Kriieeett..
Hening.
Para siswa yang berada didalam kelas mengalihkan pandangan padanya.
"OHAYOU MINNA" teriaknya. Suarang cemprengnya menghilangkan suasana 'damai' di kelas itu.
'Cih satu lagi pengganggu datang' yah itu lah pikiran uchiha terakhir yang berada di konoha. Baginya sudah sangat mengganggu di kerumuni oleh fans girlnya. Ditambah lagi dengan bocah kuning berisik itu. Yah seperti biasa, dia tidak bisa mendapat ketengan yang ia ingin kan.
-skip-
Di sebuah training ground yang masih berada di halaman akademi para calon genin berbaris rapi untuk ujian yang akan berlangsung sebentar lagi. Beberapa meter di hadapan mereka terdapat sebuah tebing setinggi puluhan meter.
"Baiklah. Seperti yang sudah sensei beritahu. Ujian hari ini adalah berjalan di tebing tersebut. Persiapkan diri kalian" iruka memulai intruksinya yang berhasil mengambil perhatian seluruh calon genin disana. Chuunin itu kemudian menghirup nafas sejenak. Terlihat sedikit raut kekhawatiran disana. Ia mengkhawatirkan naruto yang mungkin tidak dapat lolos dalam ujian ini. Iruka sendiri sudah menganggap naruto sebagai adiknya, jadi wajar saja bila dia khawatir karena ia tahu betul bahwa naruto memiliki chakra yang melimpah dari darah uzumakinya dan terlebih lagi sesuatu yang tersegel dalam tubuh bocah pirang itu.
"Hahh.. baiklah untuk yang pertama uzumaki naruto"
.
.
.
Keesokan harinya. Ujian tahap kedua yaitu ujian ninjutsu. Hampir semua calon genin tersebut terlihat gembira, mereka terlihat semangat karena lulus ujian tahap pertama tentang control chakra. Yah hampir semua karena seorang anak disana terlihat murung. Tentu saja. Kemarin dia gagal dalam ujian tahap pertama. Ia hanya bisa memanjat setengah jalan sampai pijakannya retak karena terlalu banyak menyuplai chakra ke kakinya. Tentu saja uzumaki naruto yang dimaksud. Beberapa orang memang sudah menduga hal tersebut.
Naruto kemudian berdiri dari tempat duduknya yang berada dipojok ruangan. Matanya berkilat tajam penuh tekat.
"Aku tidak akan gagal dalam ujian ninjutsu. Jika aku gagal maka aku tidak akan lulus tahun ini. Akan kuperlihatkan sedikit hasil latihan ku selama ini. Yah sedikit saja. YOOSSSSHHH"
teriakannya di akhir kalimat membuat murid lain menatapnya heran. 'Ada apa lagi denganya'
Kriieet
Pintu terbuka memperlihatkan sosok yang mereka tunggu sejak tadi. Pandagan iruka kemudian menangkap naruto yang terlihat bersemangat
'Kurasa aku tidak perlu khawatir. Kegagalannya kemarin ternyata sudah dilupakannya' batin chuunin itu.
"Baiklah kita akan segera memulai ujian kedua. Ikuti sensei"
Para murid mengikuti iruka dibelakang dalam diam. Mereka sudah tau mereka akan dibawa ke training ground kemarin. tentu dengan tujuan yang sama dengan kemarin. Ujian genin.
"Baiklah minna. Ujian kali ini kalian dituntut untuk menunjukkan kemampian ninjutsu terbaik kalian. Agar tidak ada kesalahan dalam penempatan kalian dalam tim nanti" iruka memulai ujian tersebut dengan menyampaikan informasi yang cukup penting bagi calon genin tahun ini.
Hari ini bukan iruka yang menilai mereka. Melainkan hokage. Tepatnya sandaime hokage. Ada tiga orang lain disana bersama sandaime. Mereka adalah tetua konoha. Danzo, koharu dan homura. Mereka berempat adalah rekan setim dalam bimbingan hokage pertama dan kedua.
"Cepatlah berbaris. Sandaime-sama ingin mengatakan sesuatu pada kalian" perintah iruka
"Ha'i" sahut bersamaan para calon genin tersebut.
Beberapa saat mereka terlihat sudah berbaris rapi menghadap sandaime dan tetua konoha.
"Ehem. Baiklah, seperti yang sudah kalian ketahui kalian akan melakukan ujian ninjutsu hari ini. Lakukan ninjutsu terbaik yang kalian mampu. Satu hal lagi, setelah kalian lulus ujian ini saya harap kalian memiliki tekad api konoha, tekad api konoha wajib dimiliki oleh setiap shinobi melindungi, kerja sama, dan kerja keras. Seorang shinobi wajib memiliki hal tersebut. Ingat itu baik-baik. Kalian mengerti.?" Sandaime menyelesaikan kalimatnya dengan sebuah pertanyaan.
"Ha'i hokage-sama" jawab mereka serempak.
"Baiklah sekarang silakan memulai ujiannya iruka" perintah hokage
"Baik sandaime-sama"
"Baikanlah minna kita akan memulai dengan hasil tertinggi ujian kemarin." Intruksinya
"Uchiha sasuke"
Uchiha bungsu itu maju kedepan. Ia menghadap keutara sedangkan siswa lainnya berada di belakanya.
Iruka, berada didekat hokage dan tetua di sebelah timur ada teriakan gaje dari para fans girlnya karena hokage mereka ada disana. Mereka cukup tau sopan santun rupanya. Bahkan bocah kuning yang biasanya paling berisik hanya terdiam dan hanyut dalam susana yang lebih serius. Hawa kegugupan juga bersarang dihati mereka. Sebenarnya ujian ninjutsu baru ada tahun ini. Dikarenakan konoha sedang dalam keadaan siaga. Itulah mengapa konoha mengadakan ujian ninjutsu ini. Untuk menghasilkan tentara yang lebih kuat. Setelah mereka jadi genin mereka setidaknya bisa melindungi diri mereka dari musuh saat berada di medan perang. Dan para siswa tau itu. Mereka dilatih sejak dini untuk meningkatkan kualitas shinobi konoha.
Kembali ke sasuke. Ia kini telah mengambil kuda-kuda dan melompat tinggi sedikit kebelakang sambil menggerakkan tanganya dengan cepat membentuk handseal. menghirup udara dan-
"Katon: goryuuka no jutsu"
Sebuah api besar berbentuk kepala naga meluncur dengan cepat menghantam sebuah pohon.
Tap
Sasuke mendarat dengan kedua kakinya dan
Duaaarrrr...
Bumm.
Seketika itu jutsu sasuke meledakan pohon itu dan menumbangkannya.
"Su-sugoi"
Setidaknya itulah pikiran para calon genin disana mengenai ninjutsu sasuke barusan.
"Seperti yang diharapkan dari seorang uchiha," ujar danzo memuji sasuke. Namun ada maksud tersembunyi disana. Tak ada yang menyadar hal tersebut. Wajah keriput itu sangat pandai menyembunyikan ekspresinya. Seakan dia telah terbiasa melakukannya.
Hokage hanya tersenyum melihat hal itu. Sepertinya ia akan mendapat beberapa rokkie tahun ini. Padangannya kemudian menuju kepada bocah uzumaki yang berada diantara para murid akademi. Ia kemudian tersenyum
'Kita lihat apa yang akan kau lakukan naruto-kun'
Setelah giliran sasuke selesai. Iruka memanggil satu persatu murid-miridnya.
"Haruno sakura"
"Nara shikamaru"
"Yamanaka ino"
"Hyuuga hinata'
"Inuzuka kiba"
"Aburame shino"
"...'
.
.
"Uzumaki naruto"
Naruto maju tanpa ragu sedikitpun ia yakin dengan kemampuannya. Mengambil beberapa kunai. Mengambil ancang-ancang bersiap untuk melempar.
Tentu saja semua yang ada disana sontak heran. Pasalnya ini adalah ujian ninjutsu. Tapi untuk apa naruto mengambil kunai.?
Pengecualian untuk sandaime. Bola matanya membulat sempurna
'Ja-jangan bilang di-diaa...'
Siuut..
Siuut..
Siuut..
Keenam kunai tersebut melesat dengan cepat, sampai belan meter hingga kunai tersebut berhenti memdadak seakan waktu berhenti.
" beluuummm selesaaaiii..."
Naruto menggerakkan tangannya seperti tengah mengangkat sesuatu.
Krak krak krak...
Sebuah pohon tercabut dari tanah beserta akar-akarnya terangkat keatas mengikuti arah gerakan tangan naruto. Tangan satunya lagi di arahkan kepohon yang tengah melayang. Sehingga kunai-kunai tadi yang lajunya terhenti segera berbelok keatas menuju pohon yang tengah melayang. Sangat cepat hingga menembus batang pohon tersebut. Seakan belum puas. Kunai-kunai tersebut terbang tak beraturan tetapi masih terus menyerang pohon itu hingga tercabik-cabik.
BUuummm.
Pohon kayu yang tak beraturan lagi bentuknya terhempas ketanah menimbulkan kawah yang cukup luas.
Tercengang.
Itulah yang ada di ekspresi hokage dan yang ada disana. Sebagian murid-murid disana menatap naruto dengan tatapan tidak percaya. Memang naruto tidak terlalu mencolok dalam hal kekuatan. Apalagi dalam pelajaran akademik. Tapi bisa dianggap kekuatannya dalam kategori sedang. Tapi yang barusan itu.? Heck.. chuunin pun akan langsung kalah dalam sekali serang.
"Na-naruto.." gumam iruka. Sadar dari keterkejutannya ia menatap sandaime yang memasang ekspresi serius.
'Kekuatan ini tidak pernah ada di dunia shinobi. Apa ini peninggalan minato atau jutsu rahasia clan uzumaki. Tidak. Bukan keduanya, jadi kekuatan apa ini.?' Bukannya bermaksud sombong, tapi ia di panggil sang profesor bukan tanpa alasan. Ia mengetahui hampir semua jutsu yang ada di dunia shinobi.
"Naruto.." panggil sandaime.
"Ha'i hokege-jiji" jawab naruto dengan dengan cengiran yang terpajang di wajah rubahnya itu. Ia sangat puas dengan jurus yang ia tunjukkan tadi.
"Jadi.. jutsu apa itu barusan. Dan apa selama ini kau menyembunyikan kekuatan mu.?" Hokage bertanya untuk memuaskan rasa penasarannya. Terlihat mereka yang berada disana juga merasakan hal yang sama.
"A-anoo ettoo. Aku tidak tahu hokage-jiji. Aku hanya melatihnya saja. Mengenai untuk menyembunyikan kekuatan ini kupikir ada bagusnya. Setidaknya ini akan menjadi kartu As ku dalam pertarungan." Jawab naruto jujur. Sebenarnya ia ingin berbohong. Tapi alasan yang masuk akal tidak ditemukan oleh otaknya yang pas-pasan. Jadi apa boleh buat. Lagi pula jika hokage tau sesuatu tentang kekuatannya, itu akan memudahkannya untuk mengusai kekuatan barusan.
"Jika kau memang ingin menjadikannya kartu Asmu kenapa kau tunjukkan pada kami.?" Hokage itu agak bingung dengan cara berpikir naruto. Rasa bingungnya terhapus dengan-
" sebenarnya hokage-jiji. Aku tidak menguasai ninjutsu elemen karena sangat susah untuk mengontrol chakraku. Bahkan berjalan di bidang vertikal pun sangat susah bagiku." Ucap naruto agak sedih di akhir kalimatnya.
"Hal itu memang wajar naruto. Seorang uzumaki muda sepertimu memiliki chakra seperti seorang kage. Dan uzumaki dewasa bahkan bisa menyamai jumlah chakra seekor bijuu. Tidak hanya dirimu semua uzumaki sangat jarang menggunakan ninjutsu dalam pertarungan. Mereka cenderung menggunakan kenjutsu dan merupakan master fuinjutsu yang mengerikan. Bahkan hanya dengan fuinjutsu mereka bisa memanggil shinigami" hiruzen menceritakan sedikit tentang alasan naruto tidak bisa menguasai ninjutsu. Dan garis besar tentang kekuatan seorang uzumaki.
'Glukk..'
Para calon genin disana hanyak meneguk kasar air liur mereka mendengar kata shinigami.
"Jadi begitu hokage-jiji. Apa aku juga bisa memanggil shinigami untuk bertarung.?" Jawab polos naruto.
"Haah.. tentu saja bisa. Tapi tidak sekarang." Ucap hiruzen. Matanya kemudian berkilat tajam.
"Tapi semua jutsu hebat disertai dengan resiko yang besar juga. Memanggil shinigami berarti kau menyerahkan nyawamu untuk disegel kedalam perutnya" lanjut hiruzen. Dia berharap naruto tidak akan berniat menguasai jutsu tersebut setelah mengetahui resiko yang terkandung dalamnya.
"Ku-kurasa lebih baik menjauhi shinigami. Yah itu lebih aman ntuk nyawaku" ungkap naruto gugup. Ia tidak ingin mati muda, lebih baik cari aman saja. Tapi dia tidak sadar. Menjadi seorang shinobi harus siap mati. Dan tentunya shinigami akan mengintaimu terus menerus.
"Baikah minna-san. Cukup untuk hari ini. Datanglah besok ke akademi seperti biasanya. Besok akan saya umumkan siapa-siapa saja yang lulus, disertai pembagian tim. Ok kalian bisa pulang sekarang." Dengan itu iruka menyelesaikan ujian hari itu.
Para calon genin itupun bubar berniat pulang kerumah masing-masing.
Kembali kerombongan hokage dan iruka.
"Ini daftar biodata Siswa dan laporan saya mengenai ujian tahap pertama kemarin sandaime-sama" ucap iruka kepada pemimpin ketiga desa daun tersembunyi itu.
"Hm. Terima kasih iruka. Datang lah besok ke kantor hokage sebelum berangkat ke akademi." Intruksi sandaime.
"Ha'i hokage-sama" dengan irupun iruka berbalik dan meninggalkan para veteran tua itu di training ground.
'Uzumaki naruto.. menarik' salah seorang yang tinggal disana menyeringai tipis
.
.
.
. Tbc
Hallo.
Saya kembali dengan chapter 2.
Chapter ini masih termasuk prolog tentang memperkenalkan kekuatan dari naruto. Akan ada beberapa orang nanti yang memiliki kekuatan seperti naruto.
Untuk typo maksih yang udah ngingatin. Saya ngetiknya pkai hp jadi akan ada banyak typo dalam penulisan saya. Untuk meminimalisir nya jdi saya ceck sebelum mengupdatenya. Yah walaupun masih ada yang terlewat.
Untuk kejadian kedepannya apa ada saran.? Sekalian mohon untuk review. Karena review reader-san membuat ku semngat. Lebih banyak review maka lebih cepet update nya.
jumlah wordnya akan saya usahakan bertambah di tiap chapternya. Ini masih prolog jdi masih pendek.
Initinya JANGAN LUPA REVIEW.
Reyrhuszack out
