II

.

Malam ini semua sibuk, sibuk berberes untuk menyiapkan apa saja yang akan dibawa ke Los Angeles. Mereka, anak-anak Ilichil jadwal disana.

Youngho keluar dari kamar untuk mengambil minum, acara beres-beresnya sudah selesai. Dia pribadi yang tidak rempong untuk membawa ini itu. Saat lewat ruang tengah ia melihat Ten yang sangat manja pada Taeyong, dia tak habis pikir, bahkan lelaki mungil itu rela mampir ke dorm Ilichil hanya untuk bermanja pada Taeyong. Mungkin dia tahu bahwa anak-anak Ilichil akan pergi ke LA. Lelaki tinggi itu menghela nafas, itu juga bukan urusannya sih, tapi lucu saja saat melihat keduanya.

Setelah minum dia pergi ke kamar lagi, melihat Taeil yang masih bingung mencari sesuatu.

Dan pelukan tiba-tiba Youngho layangkan pada Taeil yang sedang membelakanginya. Taeil itu mungil, Youngho jadi suka memeluknya.

"Mencari sesuatu hyung?"

"Ahh... bantal leherku belum ketemu." Memang tidak salah, Taeil mendesah. Di karenakan Youngho menyesap lehernya, tidak meninggalkan bekas. Hanya air liur, ewh.

"Pinjam milik Doyoung saja, ini sudah malam. Waktunya tidur." Masih terlihat berpikir, karena gemas Youngho langsung menggendongnya. Membawanya ke kasur langsung memeluknya erat dan menciuminya bertubi-tubi.

"Berhenti.. –haha, ok aku akan tidur Youngho –ahaha."

Taeil menangkup wajahnya, menelisik wajah tampan Youngho. Senyum manisnya berkembang, mencium bibir Youngho singkat lalu cepat-cepat membelakangi lelaki tinggi itu, dia malu luar biasa.

"Kemari hyung biar kucium dirimu!" Youngho semakin mengeratkan pelukannya dan mencoba menciumi Taeil sebisanya karena lelaki cantik itu mengeleng-gelengkan kepalanya bermaksud menghindari ciuman Youngho sambil tertawa kecil.

Namun kegiatan mereka berhenti karena adanya beban berat ditubuh keduanya.

"Appa dan eomma jahat tidak mengajakku tidur, huh!" Haechan mencoba memisahkan mereka berdua dengan menyusup diantara Taeil dan Youngho.

Taeil langsung memeluknya, mencium keningnya lembut dan mulai bernyanyi dengan tenang agar Haechan cepat tertidur. Selagi seperti itu, kedunya dipeluk Youngho erat, dan sang 'ayah' beberapa kali mencium kepala belakang anaknya.

–Paginya saat di bandara, anak-anak Ilichil sudah sibuk berjalan memasuki pesawat karena beberapa jam lagi ingin take off.

Youngho berjalan cepat, dia bisa kehilangan jejak Taeil, dirinya hanya ingin disamping hyung cantiknya itu. Senyuman mampir di wajah Youngho karena menemukan Taeil yang berkaus garis horizontal hitam putih, berjalan perlahan untuk mengejutkannya.

"Eh, Youngho?" lelaki tinggi itu hanya tersenyum lalu meletakkan tangannya pada bahu sempit Taeil. Dibawanya mendekat tubuh kecil itu, sedikit membagi kehangatan sebisanya lalu berbisik lembut pada telinga Taeil.

"Aku mencintaimu." Pipi lembut itu langsung merona merah sambil menahan senyum agar tidak kelepasan tersenyum lebar, tapi sepertinya tidak bisa. Berpikir bahwa dicintai rasanya sebahagia ini.

.

Yang paling enak saat ada jadwal di luar negeri adalah waktunya jalan-jalan, mereka bersembilan di bagi dua kelompok, Youngho bersyukur dia sekelompok jalan-jalan dengan Taeil. Awalnya ada perdebatan kecil, Haechan ingin jalan-jalan ditemani 'ibu'nya, tapi sepertinya anak ini berhasil dibujuk oleh Winwin karena manajer sedang tergesa-gesa juga. Dan ajaibnya anak itu mau mengikuti Winwin.

Kamera sudah sangat siap, Youngho tidak akan lupa. Mulai memotret tingkah aneh Taeyong sampai gaya sok keren Jaehyun semua dilakukan oleh Youngho. Mengambil potret Mark yang merajuk pada Taeyong secara diam-diam. Dia akan mengirimkannya pada Ten, lelaki Thailand itu pasti gemas sendiri melihat interaksi Taeyong dan Mark yang seperti ayah dan anak itu.

Sekiranya Youngho sudah beberapa kali membidik lensanya pada objek yang sama tapi view-nya berbeda.

Karena Taeil terlalu sibuk mengagumi jalanan Los Angeles sambil menikmati segarnya angin pesisir, jadi sulit untuk mengambil potretnya. Pasti pemuda cantik itu akan bilang begini, "Nanti ya Youngho, aku masih ingin melihat-lihat."

Mereka berlima berhenti dikawasan gedung pencakar langit, lebih tempatnya pada tempat parkir. Sedikit beristirahat disana.

"Ayo hyung, giliranmu!" paksa Youngho saat Taeil hanya diam sambil membawa kantong belanjanya.

"Aku kesulitan dengan gayanya."

"Lakukan senatural mungkin." Ucap Youngho tapi ia tidak bersiap membidik lensanya.

Jaehyun meluncurkan gerutuan untuk mereka berdua dan tanpa sadar Taeil menatapnya lalu tersenyum. Dengan sigap Youngho langsung mengambil potret Taeil. Pemuda itu langsung menoleh, "Youngho?"

"Iya, kenapa?" fokusnya masih melihat hasil bidikannya.

"Err.. sudah mengambil gambarku?" dibalas anggukan oleh Youngho. Taeil mendekat, itukan saat dirinya tertawa sambil melihat Jaehyun.

"Ih! Ganti pose Youngho!"

"Tidak-tidak, hyung sungguh manis disini. Seperti kue, aku suka." Taeil diam sejenak, ayolah Taeil, ini bukan kalimat keju ataupun sejenisnya. Cuma pernyataan biasa. Tapi kenapa dia harus merona sih?

Ciuman singkat mampir di pipi merona Taeil, siapa lagi kalau bukan Youngho. "Jika merona seperti itu, hyung jadi semakin cantik."

Oh jangan tanya bagaimana keadaan pipi Taeil, luar biasa meronanya. Mark yang melihat saja sampai menahan tawa. Taeyong hanya bisa geleng-geleng melihat keduanya, tidak dipungkiri dirinya juga suka kelepasan jika melihat Ten merona lucu.

"Doyoung hyung, seharusnya aku tukar dengan Haechan saja." –Jung Jaehyun, 2k18.

.

"Ingat jangan sampai terpencar!" ucap Taeil pada anak-anak Dream, minus Mark saat turun dari mobil van. Satu hari setelah pulang dari Los Angeles, dua sejoli ini beserta Yuta mengajak untuk nonton konser senior mereka, TVXQ. Mark masih merasa kelelahan, beda dengan Haechan yang energinya berlebih.

"Siap eomma!" teriak mereka, Yuta yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala. Anak-anak Dream memang ajaib.

"Tidak! Taeil eomma hanya milik Haechan dan appa!" teriak Haechan sambil meremasi kemeja denim Youngho, "Appa, katakan pada mereka kalau eomma hanya milik kita!" Haechan terus membujuk Youngho yang sepertinya tidak minat akan pembicaraan ini.

"Sudahlah Haechan, eomma tidak keberatan." Ucap Taeil mencoba menenangkan Haechan yang sepertinya ingin saling jambak dengan Jaemin maupun Jeno.

"Tapi aku keberatan eomma, huh!"

Yuta mulai kesal disini, "Ok anak-anak, kita masuk sekarang sebelum aku menendang kalian satu persatu." Ucapnya membuat anak-anak Dream mengikutinya, Yuta sangat tidak baik saat marah.

Taeil hanya tertawa kecil, begini kan lebih baik sedari tadi. Pandangannya kini tertuju pada Youngho, dia diam sedari tadi lho. Taeil tersenyum sambil menghampirinya, merangkul tangan panjang itu. "Youngho kenapa hm?" Taeil mendongak sambil memamerkan senyum manisnya. Tinggi Youngho itu keterlaluan tahu.

Namun dirinya tersadar bawah ini ruang publik, jadi langsung melepas rangkulan tangannya. Semoga saja tidak ada yang melihat tadi, harapnya penuh keyakinan.

"Kenapa dilepas? Ayo lakukan lagi hyung, kau tadi benar-benar manis tahu." Youngho balas menatap Taeil sambil menggoda dengan senyum menyebalkannya.

"Ishh.. berhenti menggodaku Youngho!" bukannya merasakan lenganya dipeluk kembali tapi ditepuk oleh Taeil, tapi Youngho tidak merasakan apapun. Youngho cuma tertawa kecil, kekasih mungilnya ini sungguh menggemaskan. Dia tidak memeluk, tapi semakin menempel pada Youngho.

"Boleh cium?" dan Taeil terkejut, "Sini ku hajar dulu." Kekehan Youngho makin menjadi.

"Ok lupakan. Ayo kita masuk!" ajak Youngho untuk masuk ke tempat konser, karena mereka lumayan tertinggal jauh oleh Yuta dan anak-anak Dream. Taeil cuma mengikutinya sambil menyamai langkah lebar Youngho, sambil mencuri pandang wajah tampan Youngho. "Kenapa hyung?" Youngho balas menatapnya.

Tanpa diduga, Taeil mencium dua jarinya lalu meletakkan bekas ciuman di jari itu ke pipi Youngho setelahnya langsung berlari masuk ke stadion. Ini modal nekat tahu, mangkanya Taeil langsung berlari.

Youngho cuma bisa tertawa sambil memegangi pipinya yang terkena ciuman tak langsung dari kekasih mungilnya. Taeil itu sungguhan manis, boleh tidak sih Youngho menggigitnya?

.

.

.

Finish.

.

.

.

a/n:

Hai aku kembali :3 entahlah ini aneh, menurutku. Maaf ini tidak terlalu fluff. Aku jadiin series ya :3 tapi update kalo ada ide :'3

Aku gemas tahu waktu lihat Youngho ngusap sudut matanya Taeil di fan party. Aku ambyar, tolong :')

Maafkan apabila buat chap depan rating naik :'v ada unsur 21+, kinky, terus ada fetish dikit soalnya :'v padahal aku masih 19 begayaan pake 21+ :'v oh iya lupa, pastinya pwp :3 tapi aku gk janji buat update secepatnya :"3

Salahin aja Taeil ya, lehernya di teaser chain yang pertama minta dinodai tahu :"v Youngho juga gitu, hm...

Siapapun tolong aku, fetishku sama biceps kumat lagi gara-gara Yuta :')

Terus turut berduka cita buat korban bom 3 gereja surabaya, semoga diterima disisi-Nya, amin.

Padahal aku kalo mau main kadang-kadang sering ngelewati dua gereja diantaranya :"

Terima kasih untuk:

Alpheratz3100 (seperti permintaan anda, ku jadiin series soalnya aku juga gemas) | TaeTae-Track | saturdae night | KookieL | kimionjung (aku ikut senang kalo mood anda langsung naik gara-gara ini) | Ryuka Zu

Review?