Title : Not Again
Author : Muzza Hero Cassiopeia
Cast : DBSK dan dapat bertambah sesuai kebutuhan cerita.
Genre : Romance dan sewaktu-waktu dapat bertambah.
Makasih banyak yang udah mau mapir di chap satunya. Makasih juga buat review nya.
Alur cerita ini murni dari imajinasi saya. Mohon maaf bila ada kesamaan baik itu cara penjabaran ataupun alurnya. Hal itu murni karena ketidak sengajaan. Langsung saja. . .
Check this out !
.
.
.
PART 2
Author P.O.V
Semua mata tertuju kepada kedua sosok yang berjalan di tengah lapangan sekolah. Ada yang menatap penuh keterkejutan, sinis, iri, curiga bahkan sampai terpana. Bagaimana tidak ? di tengah lapangan itu seorang Jung Yunho yang walau katanya ramah dan baik tetap saja dia tidak pernah memperlakukan seseorang seperti itu. Jung Yunho Kingka of Shinki School itu kini tengah membopong tubuh seorang namja yang kita tahu namanya Jaejoong si murid baru pindahan dari Jepang.
"Kyaaaaaa beruntung sekali murid baru itu merasakan pelukan dari pangeran kita."
"OMO ! Apa yang terjadi dengan mereka ?"
"Dasar murid genit, berlagak jatuh untuk mendapatkan simpati my Prince."
"Benarkah itu seorang Jung Yunho ?"
"Aishhh. .seharusnya aku yang menolong sicantik itu. Hah. .lagi-lagi aku kalah dari si Jung itu."
Ups. .tunggu dulu. Apa itu tadi keluhan dari seorang fans Kim Jaejoong. Astaga Kim, tidak di Jepang, tidak di Korea kau tetap saja mencuri perhatian orang. Belum juga sehari kau di sini, kau sudah membuat siswa Shinki memujamu. Sepertinya benar, wajah datar dan dinginmu itu tidak bisa menutupi pesona cantikmu.
"Sayang sekali, padahal seharusnya tadi Jaejoong yang menang. Kenapa dia harus terjatuh ? ahhh Jung Yunho kau memang no.1 di sekolah ini."keluh Seunghyun sambil menatap 2 makhluk yang menjadi perdebatan teman-temannya.
"Terjatuh ? kau yakin ?"sahut Yoochun dengan melemparkan pandangan mengejek dan seringaian kecil.
"Apa maksudmu ?"bingung Seunghyun.
"Astaga ! Jangan bilang. . . . "Seunghyun sengaja menggantungkan kalimatnya.
"Hahaha. .sudah berapa lama kau mengenal pangeran yang haus akan pencitraan diri itu ? semua akan dilakukannya untuk mendapat predikat baik dimata orang lain."
"Jung Yunho ! sungguh otak licikmu itu tak ada duanya."kesal Seunghyun tak jelas.
"Entahlah apa hubungan namja itu dengan Yunho. Sebelum pertandingan tadi dimulai, dia berbisik kepadaku 'Buat dia terjatuh dan nomor ponsel Yujin untukmu'. Oh gosh ! siapa yang tidak mau nomor ponsel yeoja semok itu. Aku hanya membuat namja itu jatuh dan taraaaa nanti sore aku akan kencan dengan Yujin."jelas Yoochun semangat sambil menunjukan ponselnya.
"Astaga Park ! apa di otakmu hanya ada yeoja saja ?"ucap Seunghyun dengan memutar kedua bola matanya malas.
Pritttt. . Pritttt. .
Suara peluit guru olahraga menghentikan gosip tidak penting diantara para murid. Mereka kembali berbaris rapi meskipun masih banyak diantara mereka yang menekuk mukanya.
.
.
.
UKS
Brak. .
Suara pintu yang dibuka membuat Han songsaenim menolehkan kepala sejenak dari laporan kesehatan para siswanya. Alisnya sedikit terangkat melihat kedatangan seorang Jung Yunho yang berjalan lurus didepannya tanpa menoleh ataupun menyapa. Yunho menyingkap sebuah tirai lalu menidurkan Jaejoong di atas ranjang dengan tidak bisa dibilang lembut. Bahkan sampai terdengar bunyi bruk ketika tubuh Jaejoong terhempas ke ranjang.
"Hah. .ternyata kau masih sama. Bahkan satu-satunya posisi yang membuatmu menjadi nomor 1 sekarang membuatmu di posisi kedua. Dasar KEDUA !"ucap yunho penuh dengan nada ejekan.
". . ."masih seperti biasa, Jaejoong hanya memandang yunho dengan pandangan datar nan dinginnya.
"Apa sekarang kau jadi bisu, eoh ? tapi baguslah, aku tak perlu mendengar suara cemprengmu itu.
Setelah berkata demikian Yunho segera beranjak pergi dari ruang keseharan tanpa menyapa Han songsaenim. Jaejoong menutup matanya dan sedikit menghela nafas ketika tak lagi mendengar suara sepatu Yunho.
"Apakah kau baik-baik saja ?"suara lembut itu membuat Jaejoong membuka matanya.
". . ."Jaejoong hanya menganggukan kepalanya lalu bangkit dari tidurnya.
"Kalau kau merasa tidak enak badan kau bisa istirahat di sini."Han songsaenim segera menginterupsi perkataannya ketika mengetahui Jaejoong bangkit dari tidurnya.
"Nan gwenchana."sahutan pelan tersebut merupakan salam pamitan Jaejoong sebelum dia keluar dari ruang kesehatan.
"Ada apa dengan anak itu ? pandangannya begitu datar dan dingin. Seperti menyimpan beban yang begitu berat."gumam Han songsaenim ketika melihat punggung Jaejoong yang semakin menjauh.
"Jaejoong-ah apa kau baik-baik saja ?"sapaan pertama yang didengar Jaejoong ketika kembali masuk kedalam kelas.
". . ."Jaejoong hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan kembali ke tempat duduknya.
"Apakah ada yang terluka ?"tanya yang lain mendekati Jaejoong.
"Apakah kakimu terkilir ?"
". . ."lagi-lagi Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya lalu melipat tangannya di meja dan kemudian menyembunyikan wajahnya di sana.
"Apa dia bisu,eoh ?"tanya siswa yang lain berbisik.
"Hush jaga kata-katamu. Kalau terdengar Jaejoong dia bisa tersinggung.":
"Iya. .mungkin dia hanya belum nyaman dengan suasana di sini."
Bisik-bisik yang membicarakan dirinya itu tak membuat Jaejoong terusik. Dia sudah terbiasa akan gunjingan orang tentang dirinya. Tapi toh apa pedulinya ? ini hidupnya, orang-orang tidak tahu bagaimana dia menjalani hidupnya. Bairlah semua ini seperti biasanya. Biarkan dia menjadi seperti apa yang dia mau bukan menjadi seperti yang orang mau.
.
.
.
"Nado saranghae."
Kalimat itu adalah kalimat penutup percakapan Jaejoong dengan seseorang yang kini masih ada di Jepang. Dia meletakan kembali ponselnya ke atas meja lalu bangkit berdiri dan berjalan kearah balkon. Dipandanginya gemerlap malam kota Seoul yang indah. Pikirannya melayang jauh kembali ke masa kanak-kanaknya bersama seseorang yang kini kembali menghiasi harinya.
Flashback on
"Hahaha. .dasar cengeng, baru diambil pensil warnanya saja sudah menangis."tawa khas seorang anak kecil menggema diseluruh kelas.
"Hiks. .hiks. .umma. .appa. ."gumam anak kecil manis itu ditengah isak tangisnya.
"Hei apa yang kalian lakukan ?"
"Eh Yunho~ya. .ani kami hanya meminjam pensil bocah bisu ini."
"Kalau kalian memang ingin meminjamnya, pinjamlah dengan baik-baik. Dan jaejoong itu tidak bisu. Berhenti mengolok-oloknya."ucap namja tampan kecil yang ternyata bernama Yunho itu sembari mengambil pensil warna ditangan temannya.
"Maaf. ."cicit anak-anak itu takut.
"Kalian pergilah ! jangan mengganggu Jaejoong lagi."
Setelah ketiga anak tersebut pergi Yunho berdiri disamping bangku seorang namja kecil yang menurutnya sangat lucu itu. Lihatlah pipinya yang tembam kini berwarna sedikit kemerahan. Bekas lelehan airmata dikedua sisi pipinya dan bibirnya di tarik sedemikian rupa khas orang yang menangis.
"Ini pensil warnamu."ucap Yunho sambil menyerahkan pensil warna dari tangannya.
". . ."namja cilik bernama Jaejoong itu masih menundukan kepalanya dan sesenggukan.
"Jangan takut mereka sudah pergi. Dan jangan menangis lagi, aku kan ada di sini."ucap Yunho sambil menghapus jejak airmata dipipi Jaejoong.
"Eh ?"Jaejoong dibuat terkejut dengan aksi bocah kecil bernama Yunho itu. Selama ini tidak ada yang seorangpun yang mau berbicara padanya. Dengan otak polos khas anak kecil tentu saja Jaejoong dibuat tercenung.
"Maukah kau berteman denganku ?"ucap Yunho mengulurkan tangan kanannya diiringi ringisan lebar yang menunjukan gigi putihnya.
Itulah awal pertemenan seorang Kim Jaejoong dan Jung Yunho. Walaupun mereka sudah sekelas sejak kelas 1 sekolah dasar namun baru hari itulah tepatnya dikelas 3 Jaejoong mendapatkan seorang teman.
"Jaejoong~ahhhh. .aku sekarang memiliki yeojachingu."cerita yunho heboh namun dengan sedikit berbisik.
"Ehm. ."balas Jaejoong yang masih fokus dengan buku bacaannya.
"Ya ! kau tidak mau tahu siapa yeojachinguku yang baru, eoh ?"
"Ada yang lebih penting dari itu Yun ?"cuek Jaejoong sambil membalik halaman bukunya.
"Astaga Kim Jaejoong hentikan sejenak kegiatanmu membaca buku itu. Sahabatmu ini sedang berbicara."kesal Yunho.
"Yun, aku tidak sepertimu yang memiliki otak jenius. Aku harus berusaha untuk mendapatkan nilai yang bagus."jelas Jaejoong setelah menutup bukunya.
"Apa kau kurang puas dengan peringkat kedua yang kau raih ?"
"Prestasiku itu kuraih dengan kerja kerasku Yun. Aku harus belajar sampai malam setiap harinya. Tidak sepertimu yang mendapatkan peringkat pertama tanpa harus bersusah payah. Apalagi sebentar lagi akan ada ujian kelulusan."
"Terserah kau saja. Nanti sore main kerumahku ya ?"
"Aku ada jadwal latihan Taekwondo yun."
"ASTAGA KIM ! bisakah kau luangkan waktumu sejenak untuk sahabat mu ini ?"
"Yun, aku ada ujian kenaikan tingkat hari ini. Kamu sih enak sudah mendapat sabuk merah, sedangkan aku masih ada di tingkat kuning."
"Dan sebentar lagi hijau."ketus Yunho.
"Ya doakan saja aku lulus ujian hari ini."
"Oh jaejoongieeeee. .kau pasti akan lulus, kau sangat berbakat di bidang ini."gemas yunho dengan rasa kesal.
"Tapi aku tak seberbakat kamu. Sebagai penggantinya aku akan bermain ke rumahmu akhir pekan nanti bagaimana ?"tawar Jaejoong.
"Aku sudah ada janji dengan Yuri."
Setelah berkata ketus seperti itu Yunho segera melesat keluar dari ruang kelas. Yah sejak 4 tahun yang lalu si ramah Yunho dan si Dingin Jaejoong memang bersahabat. Mereka selalu bermain dan belajar bersama. Namun entah mengapa, akhir-akhir ini Jaejoong sering menyibukan dirinya. Entah itu belajar di perpustakaan ataupun latihan taekwondo. Yunho seperti merasa kehilangan sahabat yang selalu menemaninya.
.
.
.
Masih seperti masa sekolah dasarnya, suasana sunyi tenang menjadi pilihan Jaejoong dalam melakukan aktivitasnya. Dan kali ini sang 'Ice Prince' kita ini tengah duduk santai dibawah mohon maple dengan sebuah buku yang menenteng apik dikedua tangannya. Penampilannyapun masih seperti biasa, sederhana namun mempesona. Hanya saja sekarang dia mengenakan sweater rajut yang sedikit tebal mengingat suhu awal musim semi yang sedikit dingin.
"Hey kau ! siapa namamu ?"sebuah suara mengusik ketenangan Jaejoong.
Jaejoong menengadahkan kepalanya untuk menatap seseorang yang mengusik ketenangannya. Dapat dilihatnya kini ada tiga orang yang berdiri di depannya. Matanya sedikit menyipit melihat name tag di dada kiri seragam mereka. Bukankah mereka sunbaenya ? sedangkan orang yang menegur tadi terlihat melongo ketika melihat wajah Jaejoong untuk pertama kalinya. Terpesona mungkin ?
"Ya kalian !"sebuah suara lain menginterupsi membuat semua orang menoleh kearahnya.
"Jangan ganggu Jaejoongie !"
"Ya bocah ! tidak sopan sekali kau pada sunbaemu !"
"Aku hanya akan sopan pada orang yang pantas aku hormati."
"Siapa namamu, eoh ? kau belum tahu siapa kami ?"
"Aku tidak tahu pasti siapa kalian berdua. Tapi aku tahu siapa kau."tunjuk Yunho pada orang yang berdiri tepat dihadapan Jaejoong.
"YA DASAR BOCAH TENGIK !"kesal dua orang yang tidak dikenali Yunho itu lalu berjalan cepat ke arah Yunho sambil melayangkan tinjunya.
Perkelahianpun tak dapat dielakkan. Mereka berdua adalah anggota geng yang disegani di sekolah ini yang berwajah yang tampan dengan jurus-jurus taekwondo yang tidak bisa dianggap remeh. Namun Yunhopun tak kalah hebat dari sunbaenya yang duduk di tingkat 3 itu. Diusianya yang masih cukup muda –tingkat 1 sebentar lagi dia akan meraih sabuk hitamnya. Jaejoong yang merasa perkelahian itu tidak seimbang segera berdiri dan berjalan menghampiri Yunho yang terlihat mulai kewalahan.
"Kau mau kemana cantik ?"sunbae itu menarik pergelangan tangan Jaejoong.
"Lepas !"ucap Jaejoong dingin saat menoleh pada sunbaenya.
"Kau cukup berdiam di sini dan. .AWW !"ucapannya terhenti ketika tangannya dipelintir Jaejoong sehingga genggamannya pada pergelangan Jaejoong terlepas.
Jaejoong memandangnya sekilas lalu melepas pelintirannya dan beranjak ke arah Yunho yang mulai terlihat kacau. Grep. .namun lagi-lagi ada yang mencekal tangannya. Segera dilayangkannya deathglarenya pada seseorang yang menyandang status sunbae itu.
"Calm down baby ! aku yang akan menghentikan mereka. Aku masih menyayangi temanku untuk mati ditanganmu."jelasnya sambil melepas pegangannya.
"Ya kalian berhenti."satu kalimat itu mampu menghentikan perkelahian 2 lawan 1 itu.
"Kau mengganggu kesenangan kami."
"Perkenalkan namaku Yihan dan mereka adalah kedua temanku Myung soo dan Mu won. Keahlian taekwondomu cukup bagus, siapa namamu ?"jelas sunbae yang ternyata bernama Yihan itu.
"Jung Yunho."jawab Yunho singkat penuh kekesalan.
"Astaga kawan, kalian baru saja membuat masalah besar. Kalian baru saja membuat memar putra dari pemilik sekolah ini."jelas Yihan menatap kedua temannya sambil tersenyum.
"Ohhh kau ternyata yang bernama Jung Yunho yang dibicarakan para wanita di sekolah ini. The Next Jin Yihan. Seseorang yang dibilang akan menjadi pangeran selanjutnya di sekolah ini."sahut Myung soo.
"Dan kau pasti si Ice Prince Kim Jaejoong."sahut Mu won.
"Tentu saja kawan, siapa lagi namja pemilih wajah menawan dengan tatapan dinginnya."sambung Yihan dengan menatap Jaejoong terpesona.
"Ah baiklah. .Yunho, Joongie selamat bergabung dengan kami."ucap Yihan diiringi dengan senyum yang menawan sebelum beranjak pergi diikuti kedua temannya.
"Apa mereka sudah gila ?"tanya Yunho bingung.
"Dia hanya mengagumi kehebatan Taekwondomu."sahut Jaejoong.
"Apa itu sakit ?"tanya Jaejoong khawatir.
'Tentu saja sakit. Kekuatan pukulan mereka benar-benar sebanding dengan badan mereka yang tinggi tegap."
"Ayo ke ruang kesehatan, biar kuobati lukamu."
"Ani. .ini tidak sebegitu sakit, hanya sedikit nyeri saja. Jja duduklah aku ingin menceritakan sesuatu padamu."ajak Yunho yang sudah mendudukan dirinya di bawah pohon.
". . ."Jaejoong hanya diam namun ikut duduk disebelahnya.
"Aku jadian dengan Hyekyo. Ah akhirnya. . ."
Seperti biasa Jaejoong hanya akan menjadi pendengar yang baik ketika Yunho mulai menceritakan kekasih barunya. Mereka baru saja masuk sekolah baru, namun Yunho sudah mendapatkan kekasih yang baru lagi. Jaejoong sudah hafal dengan sifat Yunho. Yunho hanya mampu bertahan paling lama 1 bulan, itupun kalau beruntung. Bahkan dulu Yunho pernah menjalin hubungan hanya sampai 12 jam hanya karena yeojachingunya datang terlambat dikecan pertama mereka.-_-
Flasback off
"Jaejoong ahhhhhh !"lengkingan suara membuat suasana berisik di kelas terhenti seketika.
Semua orang memutar matanya jengah ketika melihat makhluk pengganggu yang kini masuk kedalam kelas mereka. Semua siswa sudah cukup mengenal dengan Kim Junsu pemilik suara cempreng namun anehnya merdu ketika bernyanyi.
"Ya Dolphin kesasar jangan membuat berisik di kelasku."seru Yoochun kesal yang hanya di tanggapi dengan dengusan kesal Junsu.
"Jae apa kakimu sudah lebih baik ?"
"Ehm. ."
"Baiklah jadi mimpiku semalam yang harus menggendongmu kemana-mana tak perlu terjadi."ucap Junsu yang membuat kedua alis Jaejoong terangkat.
"Mohon perhatian sebentar teman-teman."seru ketua kelas di depan menghentikan sejenak aktivitas di dalam kelas.
"Seperti yang kita ketahui jika hari ini adalah puncak perayaan ulang tahun sekolah ini. Maka dari itu 30 menit lagi kita semua diminta kumpul di aula untuk mengikuti lomba terakhir yang diadakan."
"Sudah seminggu ini sekolah mengadakan beberapa kegiatan untuk memperingati ulang tahun sekolah. Hanya saja kemarin memang sedang tidak ada jadwal perlombaan dan hari ini adalah puncak perayaannya. Seperti biasanya hari ini kita dibebaskan dari kegiatan di dalam kelas. Namun sebagai penggantinya kita harus mengikuti jalannya perlombaan terakhir. Setelah itu biasanya kita akan makan bersama. Ah ya tahun lalu kelas ini yang menjadi juara umumnya. Kurasa tahun inipun akan sama dengan perolehan nilai sementara ditambah Yunho yang akan mewakili kelas ini dalam perlombaan seni nanti."jelas Junsu pada Jaejoong.
"Yunho ?"tanya Jaejoong meyakinkan.
"Ya. .dia adalah pemenang lomba seni tahun lalu. Gerakan dancenya sungguh sangat memukau, bahkan semua orang memberikan standing applause diakhir penampilannya. Sebenarnya tidak hanya dance saja yang dilombakan, ada juga yang menampilkan solo vocal ataupun akustik. Kka ! semua sudah menuju aula, kita harus mendapat tempat duduk di depan."
Hiruk pikuk mulai terdengar dari dalam aula Shinki School. Terlihat Junsu dan Jaejoong duduk dideretan bangku no.5 dari depan. Seperti siswa yang lain Junsu terkadang menjerit heboh melihat penampilan para siswa yang meliuk-liukan tubuhnya di atas panggung. Namun tak jarang pula aula menjadi sunyi senyap ketika alunan suara merdu mengisi ruangan.
Jangan salah, meskipun Shinki School hebat dalam akademiknya, bidang non akademikpun tak kalah hebatnya. Namun lagi-lagi Kim Jaejoong hanya menampilkan wajah datarnya.
"Baiklah ! Ini dia yang kita tunggu-tunggu, kalian tahu siapa selanjutnya ?"MC di depan mulai berbicara.
"JUNG YUNHOOO !"jawab seluruh siswa.
"Siapa ?"pancing sang MC menarik perhatian.
"JUNG YUNHOOO !"
"Baiklah marilah kita sambut penampil terakhir kita, KING OF DANCE. .JUNG YUNHOOO !"
Seketika itu juga aula menjadi riuh. Para siswi-siswi bertetiak histeris menantikan performance dari pangeran pujaan mereka. Namun ada yang aneh di sini, setelah ditunggu sekitar 3 menit sang idol tidak juga muncul. Yang semakin membuat bingung adalah kembalinya sang MC di atas panggung.
"Mianheyo. .adalah sedikit kesalahan teknis yang membuat prince kalian semua tidak bisa tampil. Kami dari panitia memberikan dua opsi pada kelas yang diwakili oleh Yunho. Kalian akan menampilkan performance yang lain atau kalian didiskualifikasi ?"
Sontak pengumuman dari MC membuat aula menjadi ricuh. Kekecewaan para fans Yunho yang tidak bisa melihat performance sang idol dan kegelisahan siswa kelas Yunho. Mereka sungguh tak siap jika harus menampilkan sesuatu tanpa persiapan.
"Kim Jaejoong akan bernyanyi !"seruan Junsu menghentikan ricuh di aula sesaat.
"Baiklah dimana orang yang bernama Kim Jaejoong itu ?"
Junsu segera menunjuka orang yang ada di sebelahnya. Semua mata kini menatap bingung pada Jaejoong. Tentu saja bingung, Jaejoong baru sampai di sekolah ini kemarin dan belum mengenal banyak siswa di sini. Jaejoong segera melempar deathglare terhebatnya pada Junsu yang hanya dibalas ringisan pelan oleh Junsu. Baru saja Jaejoong ingin mencekik Junsu namun tanganya di tarik oleh dua orang untuk ke atas panggung.
Semua siswa dikelas Jaejoong meneriakan nama Jaejoong ketika namja itu diseret dua orang yang ia ketahui sebagai teman sekelasnya. Jaejoong menatap kesal kearah dua orang itu ketika sudah di atas panggung. Kedua temannya itu hanya meringis pelan sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada seolah mengatakan 'please' lalu segera kembali turun dari panggung. Jaejoong menatap kearah kursi penonton dimana teman-teman sekelasnya mengatupkan kedua tanganya didepan dada juga sambil bergumam 'please''. Jaejoong hanya mampu menghela nafasnya sedikit kasar.
"Aku butuh sebuah kursi dan guitar."ucap Jaejoong pelan yang dibalas dengan teriakan terimakasih dari teman-temannya.
Suara petikan guitar pertama Jaejoong sedikit menarik perhatian para penonton. Semua teman sekelas Jaejoong menatap penuh harap pada Jaejoong. Jaejoong mulai menikmati permainan guitarnya. Dia memejamkan matanya seraya menggoyangkan kepalanya mengikuti irama petikan guitar.
Neul ttokgateun haneure
Neul gateun haru
Geudega omneun-gotmalgoneun
Dallajin-ge omneunde
Bait lagu pertama yang dinyanyikan Jaejoong sangat menarik perhatian penonton. Hal ini terbukti dengan keadaan aula yang sunyi senyap dengan semua mata yang tertuju pada Jaejoong. Sungguh diluar dugaan, suara Jaejoong begitu merdu bahkan sampai membuat bulu kuduk berdiri. Jaejoongpun terlihat begitu menghayati permainan guitar dan lagu yang ia nyanyikan.
Nan utgoman sipeunde
Da ijeundeusi
Amuir-anin deut geuroke
Useumyo salgopeunde
Geuriwo geuriwoso
Geudega geuriwoso
Meil nan honjasoman
Geudereul bureugo bullobwayo
Bogopa bogopaso
Geudega bogopaso
Ije nan seupgwanchorom
Geudea ireumman bureuneyo
Oneuldo
Nan bonenjur-aratjyo
Da namgim-obsi
Anijyo anijyo nan ajik
Geudereul motbonetjyo
Geuriwo geuriwoso
Geudega geuriwoso
Neil nan honjasoman
Geudereul bureugo bullobwayo
Bogopa bogopaso
Geudega bogopaso
Ije nan seupgwanchorom
Geudea ireumman bureuneyo
Oneuldo
Haruharuga jugeul gotman gateunde
Ottoke heyaheyo
Saranghe sarangheyo
Geudereul sarangheyo
Maljocha mot-hagoso
Geudereul geuroke bonenneyo
Mianhe mianheyo
Ne mari deullinayo
Dwineujeun ne gobegeul
Geuden deureul su isseulkkayo
Sarangheyo
.
.
.
Pukul 5 sore Jaejoong baru keluar dari perpustakaan sekolah. Sudah menjadi aktivitas Jaejoong untuk mengisi waktu setelah pulang sekolah dengan membaca atau mengerjakan tugas di perpustakaan. Ditengah lorong sekolah yang ia lewati ia melihat 3 orang yang berjalan mendekatinya dari arah yang berlawanan.
Ketiga orang tersebut semakin dekat dengan Jaejoong dan dapat Jaejoong lihat ketiga orang itu adalah Yoochun, Yunho dan Seunghyun. Namun yang sedikit aneh adalah seringaian kecil Yunho dan sebuah ember yang di bawa Yunho di tangan kanannya. Belum sempat Jaejoong menganalisa apa yang mereka lakukan tiba-tiba saja ember itu sudah berada di atas kepala Jaejoong membuat basah sekujur tubuhnya.
"Ini hadiah dariku atas kemenanganmu dalam perlombaan seni tadi Kim. Kuucapkan selamat telah berhasil mencuri posisiku."ucap Yunho sambil menyeringai.
". . ."
"Kuingatkan satu hal padamu Kim ! Jangan macam-macam di sini kalau kau ingin ketenangan dalam hidupmu."
Ancaman Yunho hanya dibalas tatapan datar oleh Jaejoong. Bahkan Yoochun dan Seunghyun berdecak sebal melihat reaksi Jaejoong. Baru kali ini mereka bertemu dengan orang yang berani melawan seorang Jung menggertakan giginya menahan amarah menghadapi Jaejoong yang tidak bisa diancam ini. Namun sesaat kemudian Yunho menyungingkan sebuah seringaian pada Jaejoong. Yunho sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Jaejoong lalu berbisik di telinga kiri Jaejoong yang dibalas lirikan tajam dari Jaejoong. Sebelum pergi Yunho berdesis pelan tepat didepan wajah Jaejoong.
"Dasar Gay MENJIJIKAN."
TBC
Bagaimana ? puaskah atau mengecewakankah ?
masih butuh banyak kritik dan sarannya untuk perbaikan cerita. .
Maaf untuk sedikit kesalah pada summary kemarin. .seharus di summary itu yang berbicara adalah Jaejoong. .Mianhe. .
ditunggu sekali kritik dan sarannya
