Main Cast : WonKyu/YeKyu
Other Cast : All Super Junior Members, Yoona SNSD (slight)
Genre : Romance, Hurt/Comfort
Rate : T-M (amannya author masukin M sekalian karena ada sedikit adegan kekerasan. Kali ini NO NC! Tapi bisa berubah sewaktu" tergantung mood author dan permintaan readers #plak)
#Chapter 1
-Kyuhyun POV-
Super Junior baru saja selesai tampil di salah satu acara musik. Saat ini kami sedang istirahat di ruang tunggu khusus. Ku edarkan pandanganku ke seluruh ruangan tapi aku tidak menemukan orang yang ku cari sejak tadi.
"Hyung, apa kau lihat Siwon hyung? Sejak kita kembali ke sini aku belum melihatnya." Tanyaku pada Yesung hyung yang kebetulan lewat di dekatku.
"Siwon? Tadi ku lihat Yoona-ssi memanggilnya. Katanya ada yang mau dibicarakan dengan Siwon. Ada apa, Kyu? Hei, apa kau sakit? Wajahmu pucat sekali." Kata Yesung hyung.
Yoona? Apa yang ingin dia bicarakan? Apa dia mau mengatakan perasaannya pada Siwon hyung? Ya, aku tahu kalau Yoona memang menyukai, ah tidak, lebih tepatnya mencintai Siwon hyung. Apa dia akan mengatakannya sekarang? Kalau iya…
"Kyu, hei kau melamun? Ada apa?" tanya Yesung hyung menyadarkanku.
"A-ah, ani hyung. Aku mau mencari Siwon hyung dulu." Ucapku lalu melangkah pergi meninggalkan ruang tunggu untuk mencari Siwon hyung.
Belum lama aku berjalan, ku dengar suara orang yang ku kenal. Ku tengok sedikit lorong yang ada di sebelah kiriku. Dan benar saja. Ada Yoona dan Siwon hyung di situ. Aku tidak langsung menghampiri mereka. Aku mau mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Saranghae, Siwon oppa. Aku sudah lama mencintaimu, tapi aku baru ada keberanian mengatakannya sekarang." Ucap Yoona dengan wajah tersipu.
Ternyata benar. Dia memang menyatakan perasaannya pada Siwon hyung.
"Tapi Yoona, maaf aku tidak bisa. Ak-"
Ucapan Siwon hyung terputus saat Yoona dengan tiba-tiba menciumnya, tepat di bibir. Saat melihatnya hatiku benar-benar sakit. Airmata mulai menggenangi mataku, tidak sampai terjatuh. Kemudian, hal itu terjadi. Hal yang ku takutkan terjadi.
Siwon hyung membalas ciuman Yoona dengan lebih intens. Hancur sudah hatiku. Orang yang benar-benar ku cintai dan juga mencintaiku, tega melakukan ini. Semudah itukah dia melupakan perasaannya padaku hanya karena pernyataan cinta dan ciuman dari seorang yeoja? Bahkan kami sudah melakukan lebih dari ciuman! Aku menyerahkan diriu seutuhnya untuk dia miliki dan sekarang dengan mudah dia membalasnya. Membalas ciuman yeoja itu.
Tak terasa airmataku mengalir bersamaan dengan suaraku yang lirih namun sepertinya cukup untuk di dengar oleh dua orang yang ada di hadapanku karena keduanya langsung menghentikan ciuman mereka dan menoleh ke arahku.
"Hyung…" ucapku sambil berjalan mundur saat melihat Siwon hyung mulai berjalan mendekatiku. Ku lihat Yoona yang hanya terdiam dan menundukkan wajahnya. Takut? Malu? Merasa bersalah? Hah, aku tidak peduli lagi.
"Dengarkan penjelasanku dulu, Kyu. Baby, hyung mohon dengarkan penjelasan hyung dulu. Ini tidak seperti yang kau pikirkan." Ucap Siwon hyung dengan wajah menyesal dan merasa bersalah?
Kau merasa bersalah hyung? Kalau kau tahu hal yang kau lakukan itu salah dan bisa menyakitiku kenapa kau melakukannya hyung? Kenapa?
"Tidak perlu, semua sudah jelas bagiku. Sebaiknya kita akhiri di sini, hyung. Terimakasih atas semuanya. Semoga kau bahagia dengannya…" ucapku dengan memaksakan senyum yang benar-benar terlihat palsu karena saat itu juga, setelah aku selesai mengatakan kata-kata yang sebenarnya tidak pernah aku inginkan untuk terucap, airmataku mengalir dengan lebih deras.
Setela itu aku berlari kembali ke ruang tunggu tanpa mendengarkan teriakan Siwon hyung yang memanggil namaku. Aku masuk ke ruang tunggu dan kurasakan seseorang memelukku dengan erat. Aku tahu siapa dia, Yesung hyung. Ku balas pelukannya dengan lebih erat.
"Ada apa, Kyu? Kenapa kau menangis? Apa terjadi sesuatu?" tanya Yesung hyung. Aku hanya diam sampai aku mendengar suaranya. Suara dia yang telah menghancurkan hatiku.
"Kyu, biar hyung jelaskan dulu." Ujar Siwon hyung dari belakangku.
"Yesung hyung, kumohon bawa aku pergi dari sini hiks..hiks.. Aku tidak mau pulang sekarang hyung. Jaebal hiks..hiks.. Bawa aku pergi dari sini." Ucapku semakin mengeratkan pelukanku pada Yesung hyung.
"Kangin-ah, aku bawa Kyunie pergi dulu. Kebetulan aku bawa mobil sendiri. Aku akan mengantarnya pulang ke dorm kalau dia sudah lebih tenang. Dan kau, Choi Siwon. Kita akan bicarakan ini nanti saat aku kembali.' Ucap Yesung hyung lalu membawaku pergi sambil tetap memelukku erat dari samping.
-End of Kyuhyun POV-
-Yesung Pov-
Setelah kukatakan pada Kyuhyun kalau Siwon sedang berbicara dengan Yoona, dia langsung pergi untuk mencari Siwon. Ah, kapan kau akan melihatku, Kyu? Melihat hatiku?
Sebenarnya aku ingin menyusulnya karena ku lihat wajahnya pucat tadi. Dan setelah aku menyebut nama Siwon dan Yoona dalam satu kalimat, ketakutan terlihat jelas dari wajahnya. Bukannya aku tidak tahu apa yang Kyuhyun pikirkan, hei aku ini biarpun aneh(?) tapi sangat peka dengan keadan member lain.
Aku tahu apa yang Kyuhyun takutkan akan terjadi. Tapi kuurungkan niatku untuk mengikutinya karena aku takut dia menganggap aku terlalu ikut campur urusannya. Yah, meskipun aku pernah menyatakan perasaanku padanya dan dia menolaknya, bukan berarti aku bisa seenaknya ikut campur dalam urusannya kan? Jadi ku biarkan dia pergi sendirian.
Hampir setengah jam aku menunggu Kyuhyun kembali, perasaanku sedikit tidak enak. Aku berniat mengambil ponselku dan menghubungi Kyuhyun saat kulihat sosok yang ku cari masuk ke ruang tunggu dengan wajah merah dan mata sembab dengan airmata yang masih mengalir deras. Ada apa, Kyu? Apa hal yang kau takutkan benar-benar terjadi?
Kudekati dia dan kuberikan pelukan ringan, hanya untuk menenangkan. Tapi kemudian kurasakan dia membalas pelukanku dengan sangat erat, seolah mencari pegangan untuk bertahan agar dia tidak terjatuh dalam jurang kehancuran. Tak lama Siwon muncul dengan wajah panic dan merasa bersalah?
Saat Siwon berkata akan menjelaskan semuanya, aku tahu kalau apa yang mungkin Kyuhyun takutkan terjadi di depan matanya. Kudengar Kyuhyun memintaku membawanya pergi sambil terisak. Karena tidak mau membuang-buang waktu akhirnya aku berpamitan pada Kangin dan membawa Kyuhyun pergi dari tempat itu.
Dan disinilah kami sekarang, duduk diam selama tiga jam di dalam mobilku yang ku parkir dekat dengan Sungai Han. Ah, tidak sepenuhnya diam. Kyuhyun masih saja menangis sejak tadi. Aku hanya bisa memeluknya dari samping. Kyuhyun bukan tipe orang yang akan mengatakan semuanya jika dia sendiri belum siap. Dan kurasa dia belum siap saat ini, jadi aku hanya membiarkannya menangis sampai dia merasa lelah dan puas.
Perlahan suara isak tangisnya mulai mereda. Sepertinya dia sudah mulai tenang.
"Sudah lebih tenang, Kyu?" tanyaku padanya.
"…"
Tidak mendengar jawaban darinya ku kira dia sudah tidur. Tapi kemudia kulihat tangannya bergerak meremas perutnya.
"Kyu? Kyunie, kau kenapa? Kau sakit? Hei, jawab hyung." Ujarku panic melihat Kyuhyun yang sama sekali tidak menjawab pertanyaanku dan malah semakin meremas perutnya.
"Sa-kit, hyung. Neomu appo~" ucapnya lirih. Benar-benar terlihat kesakitan.
Kusandarakan dia dengan perlahan di kursi mobil yang sudah sedikit ku mundurkan agar dia bisa sedikit berbaring. Segera kubawa Kyuhyun ke rumah sakit karena takut terjadi sesuatu yang gawat padanya.
-End of Yesung POV-
-Author POV-
Yesung segera membawa Kyuhyun ke rumah sakit Seoul. Sesampainya di rumah sakit Kyuhyun langsung dibawa ke ruang UGD untuk diperiksa. Hampir satu jam dokter melakukan pemeriksaan membuat Yesung semakin panik dan cemas, takut terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa Kyuhyun. Karena terlalu panik dan cemas, Yesung sampai tidak menghubungi member lain di dorm yang mungkin sudah cemas menunggu mereka belum juga kembali.
Satu jam lebih limabelas menit akhirnya dokter keluar dari ruang UGD tempat Kyuhyun di periksa.
"Bagaimana keadaannya, Uisa? Dia baik-baik saja kan? Apa yang terjadi padanya? Dia benar-benar kesakitan tadi." Tanya Yesung dengan kepanikan luar biasa.
"Kyuhyun-ssi mengalami pendarahan kecil dan hampir saja keguguran. Meskipun begitu tetap saja membahayakan nyawanya melihat kondisi fisiknya sedang rendah." Ucap dokter yang menangani Kyuhyun.
"K-keguguran? A-apa maksud Uisa? Tolong jelaskan secara lengkap." Mendengar perkataan dokter itu Yesung menjadi semakin panik.
"Ya, Kyuhyun-ssi saat ini sedang mengandung dan usianya baru dua minggu. Jadi masih sangat rentan dengan keadaan yang membuat fisik dan mentalnya yang sedang buruk. Sebaiknya jangan buat dia terlalu lelah dan banyak pikiran. Jaga pola makannya agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kyuhyun-ssi akan dipindahkan ke kamar rawat biasa, kau bisa menjenguknya disana. Saya permisi dulu." Ucap sang dokter lalu meninggalkan Yesung yang kini hanya bisa diam karena terlalu shock dengan perkataan dokter tadi.
Saat suster membawa ranjang Kyuhyun keluar dari UGD, Yesung tersadar dari alam pikirnya lalu menghubungi Kangin untuk memberi kabar tentang keberadaan mereka dan kondisi Kyuhyun sambil mengikuti suster yang membawa Kyuhyun ke ruang rawatnya.
"Yeoboseo, Kangin-ah. Apa Siwon ada disana?"
"…"
"Bagus! Jangan beritahukan sedikitpun pada Siwon tentang apa yang aku katakana ini. Segera datang ke rumah sakit Seoul, ajak yang lain dan jangan sekalipun kau beritahu tentang ini pada Siwon."
"…"
"Aakan kuberitahu nanti. Sekarang cepat kalian datang kemari dan bawa pakaiaan Kyuhyun setidaknya untuk seminggu kedepan."
"Ne, aku tunggu di ruang 407. kyuhyun di rawat di ruang itu."
"…"
"Ne, annyeong."
"Awas kau Choi Siwon. Kau sudah pernah kuperingatkan untuk tidak menyakiti Kyuhyun atau terima akibatnya. Kita lihat apa setelah ini Kyuhyun masih mau menerimamu di sisinya." Ucap Yesung pelan sambil memandang wajah pucat Kyuhyun yang saat ini terlihat lebih pucat dan lelah.
TBC
Annyeong! Author balik lagi dengan FF baru ini. Mianhae untuk yang mungkin menunggu kelanjutan "Destiny Path" untuk skrg author blm bsa publish karena masih ada kemacetan ide (kl ada yg mau nyumbang saran blh tuh :p)
Oke… Gmn dgn FF ini? Sesuai dengan keinginan kah? Semoga suka untuk chap pertama ini. Author dgn gilanya ngetik FF ini dr jam 12 mlm gara" lg semangat dgn jdwl kuliah baru yang hari dan jamnya tdk memberatkan author hahahaha
Jd… Author harap readers bsa menghargai usaha, semangat, dan niat author kali ini dengan memberikan review sebanyaknya utk chap pertama ini.
Last but not least,
Mind to R n R?
Mrs. Drakyu ^^
