[Fake Lover] [YoonMin]

Author : Littlesugar

Tittle : Fake Lover Chapter 2

Main Cast : Min YoonGi a.k.a Suga (uke) – Park Ji Min a.k.a Jimin (seme)

Support Cast : Jeon Jungkook (Min Jungkook karena jadi adik Yoongi) – Kim Taehyung

Rate : T

Genre : Romance

Warning : Boy x Boy – typo bertebaran – cerita bisa jadi kurang menarik/?

Fanfiction ini terinspirasi dari Komik nya Mikase Hayashi – Fake Lover.

.

.

Happy Reading

.

.

oOo

Satu minggu telah berlalu. Semua seakan berjalan dengan mudah. Jimin mulai terbiasa dengan keberadaan Yoongi sebagai 'Pacar Bohongan'-nya, walau status pacar bohongan itu tidak siapapun yang tahu. Jika ada kesempatan untuk berdua mereka akan bicara, Yoongi orang yang tidak banyak bicara namun kini Jimin tahu jika sekali dipancing untuk bercerita, Yoongi akan terus berbicara dan terkesan sangat heboh. Tetapi itu membuat Jimin tertarik, entahlah seolah Jimin lupa dengan niat awalnya menjadikan Yoongi pacar bohongannya.

Aku ingin melupakan 'dia'.

Pada awalnya Yoongi dan Jimin hanya berani bertegur sapa dengan tersenyum, hanya sesekali bicara jika ada waktu yang tepat. Sampai ketika Jimin ingin berada lebih dekat dengan Yoongi. Jimin mencai Yoongi berniat mengajaknya makan siang bersama.

Kebetulan saat melewati kantin, Jimin melihat Yoongi disana. Walaupun hanya punggungnya karena Yoongi duduk menghadap kedua temannya, Jimin yakin itu pasti Yoongi. Yoongi terlihat sedang bersenda gurau dengan kedua temannya. Jimin menghela nafas, kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Yoongi.

Puk

"Yoongi."

Jimin menepuk pundak kanan Yoongi. Yoongi tersadar akan suara yang memanggilnya itu, Yoongi segera menoleh dan menemukan Jimin tengah tersenyum lebar. Seketika itu juga kedua sudut bibir Yoongi terangkat hingga menampakkan Gummy Smile-nya, semakin terlihat menggemaskan karena kedua matanya membentuk bulan sabit.

"Jimin!" Yoongi menatap Jimin girang, Jimin mendudukan dirinya disamping Yoongi. "Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Yoongi kemudian.

"Tentu saja makan siang. Apa lagi?" Jimin mendengus.

"Maksudmu... makan siang bersamaku?"

Jimin menghela nafas. Jimin melirik Yoongi yang tengah memandanginya dengan mata berbinar. Kenapa Yoongi bisa terlihat sebodoh ini sih, pikir Jimin.

Jimin mengangguk sebagai jawabanya, dan mengacak surai coklat Yoongi gemas. Yoongi tertawa senang namun kemudian mengomel karena tatanan rambutnya menjadi berantakan. Jimin tertawa kecil melihat tingkah Yoongi sembari melihat ke sekelilingnya, kali saja ada makanan yang enak untuk dipesan siang ini.

'Dasar bodoh, apa dia benar-benar menyukaiku? Bagaimana kalau dia tau apa yang sebenarnya aku lakukan?'

Walau sedang sibuk dengan mata dan pikirannya, Jimin menyadari sesuatu, tatap sepasang mata dihadapan Jimin seakan menusuk seperti pembunuh berdarah dingin. Jimin melihat seorang lelaki dihadapannya, ah, ia lupa jika Yoongi bersama kedua temannya tadi. Tapi ada apa dengan teman Yoongi ini? Lelaki bermata bulat dengan gigi kelinci yang menggemaskan itu memandangi Jimin seperti ingin membunuh, terasa aura hitam mengelilingi lelaki kelinci itu.

"Ehem." Lelaki itu berdehem, membuat Yoongi menghentikan acara merapikan rambutnya dan melihat lelaki kelinci itu yang sedang memandangi Jimin.

"Ah, iya, aku lupa." Yoongi menjulurkan tangannya, menunjuk lelaki tinggi berwajah tampan dihadapannya. "Jimin, Ini Kim Taehyung, teman sekelas sekaligus sahabatku." Tangan Yoongi beralih pada lelaki kelinci itu. " Dan dia Min Jungkook, Adikku dari kelas 1-1, kelas akselerasi sama sepertimu. Dan Jungkook-ah, dia Park Jimin dari kelas 2-1, dia... ung." Tiba-tiba lidah Yoongi terasa kelu dan tidak bisa melanjutkan perkenalannya, karena ia takut apa yang akan terjadi jika Jungkook tahu Jimin adalah pacar, ah tidak, lebih buruk dari itu, ini Pacar Bohongan.

Jungkook mendelik pada kakaknya kemudian menatap Jimin lagi. Jungkook mencondongkan badannya kedepan, meneliti tiap inci wajah Jimin. Kemudian Jungkook mengembungkan pipinya dan menatap Jimin garang.

"Siapa kau?! Kenapa dekat dengan kakakku?"

Jimin menelan ludah melihat Jungkook dengan sorotan matanya yang tampak menyeramkan. Sampai kedua tangan Jimin berkeringat dan tenggorokannya terasa kering. Dia tau, soal Min Jungkook, yang mengidap brother complex pada kakak manisnya itu kan.

Yoongi menggigit bibirnya, ia takut Jimin akan menjawab apa saat ia lihat Jimin mulai membuka mulutnya. Keringat dingin mulai keluar dari pelipis Yoongi.

"A-aku..." Jimin kembali menutup mulutnya, Jungkook menunggu Jimin bicara. Yoongi memandang gemas pada Jimin, Taehyung yang sedari tadi hanya menjadi penonton sibuk dengan jus jeruk yang ia minum sembari memandangi ketiganya.

"P-..." Jimin menunduk dalam. "Pacar Yoongi!"

"!"

Brusssthh

Semua terkejut ketika Taehyung menyemburkan Jus Jeruk yang ada dimulutnya saat Jimin selesai dengan pengakuannya.

"Tae, kau kenapa?" Yoongi cengo melihat Taehyung yang kini tengah terbatuk-batuk karena Jus Jeruknya. Jungkook mengerti ada apa dengan Taehyung kembalik menatap sinis Jimin.

"Ti-Tidak, lanjutkan saja."

BRAK!

"BERANI SEKALI KAU MENJADI PACAR KAKAKKU?!" Jungkook hampir saja melayangkan salam manis dengan kepalan tangannya pada wajah Jimin jika Yoongi dan Taehyung tidak segera manahan tubuh Jungkook.

"A-Aku bukan pacar sebenarnya..." Jimin berusaha menjelaskan, namun ia takut dengan tatapan akan haus darah yang Jungkook siratkan dari kedua matanya.

"APA MAKSUDMU HAH?!" Jungkook kembali berteriak. Yoongi dan Taehyung sampai kewalahan menenangkan Jungkook jika sudah seperti ini.

"Aku hanya, pacar bohongannya Yoongi."

Seiring pengakuan dari Jimin itu berakhir, Jungkook terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka lebih tepatnya mungkin Jungkook sedang terkejut. Yoongi menahan nafasnya dan semakin mengeratkan tangannya pada baju Jungkook untuk kembali menahannya. Taehyung sama terkejutnya dengan Jungkook namun ia masih punya akal sehat, mungkin jika diberi kesempatan ia juga akan membunuh Jimin yang seenaknya menjadikan Yoongi apa? P-A-C-A-R B-O-H-O-N-G-A-N.

"APA KAU BILANG BRENGSEK?!" Teriak Jungkook dan Taehyung bersamaan. Jungkook semakin memberontak minta dilepaskan dan Yoongi kini menahan dua orang. Jimin mulai merasa sangat takut ia beranjak dari tempat duduknya.

"BERHENTI KIM TAEHYUNG! MIN JUNGKOOK! BIAR AKU JELASKAN NANTI!"

.

.

Fake Lover

.

.

"Hhhh."

Terdengar suara helaan nafas berasal dari bibir tipis seorang namja manis yang tidak salah lagi pasti lah Min Yoongi. Yoongi menatap Adik manisnya, Jungkook yang kini tengah duduk diatas tempat tidurnya dengan mengembungkan kedua pipinya. Menggemaskan namun sikapnya berlebihan, pikir Yoongi.

"Jungkook."

"Hn?" Jawab Jungkook tanpa menolah pada Yoongi. Yoongi tersenyum kecil lalu mendudukan dirinya disamping Jungkook.

"Hyung ingin menjelaskan yang tadi, dengan Jimin."

Jungkook menoleh, menatap dengan tajam pada Yoongi. Yoongi berbalik menatap Jungkook dengan datar kemudian mengusap wajahnya kasar.

"Maaf, Hyung tidak menceritakannya padamu. Sejak awal musim panas tahun lalu, pertama kali bertemu Jimin, Hyung sudah menyukainya. Hari itu..."

Flashback on

Yoongi PoV

"Taehyung, kepalaku pusing."

Saat itu upacara tengah berlangsung, aku yang memiliki tubuh lemah ini sudah pasti akan merasa pusing setiap kali berdiri terlalu lama. Aku memegangi lengan baju Taehyung dengan erat. Taehyung dengan sigap menahan pinggangku agar aku tidak terjatuh.

"Ayo ke Ruang Kesehatan. Kau sangat pucat Yoongi."

Terimakasih karena keberadaan Taehyung sangat membantuku. Ia terus menggenggam erat tanganku hingga aku berbaring diatas tempat tidur. Aku ingin sekali mengucap terimakasih tapi bibirku benar-benar tidak bisa digerakkan dan kepalaku terasa sangat berputar. Samar terdengar nama Taehyung dipanggil seseorang dari balik pintu Ruang Kesehatan. Taehyung berpamitan padaku sebelum setelahnya ia beranjak dari tempat duduk disamping tempat tidurku.

Aku menatap langit-langit Ruang Kesehatan, sudah terlalu sering aku terus berada disini karena terlalu lemah. Saat aku berusaha memejamkan mata yang ku rasakan sakit dikepalaku semakin menjadi, aku terus menarik rambut depanku berusaha mengurangi pusingnya.

"Jangan kau tarik rambutmu seperti itu."

Suara seseorang. Dari sampingku?

Aku menoleh, mendapati seorang lelaki dengan dasi akselerasi mengulurkan tangannya yang memegang sebuah kompres dingin. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena pusing sialan ini. Tapi satu yang aku ketahui, namanya, dari name tag diseragamnya, Park Ji Min.

"Gunakan ini untuk mendinginkan kepalamu setelah itu tidur yang nyenyak." Ia menyimpan kompres itu diatas dahiku, rasanya nyaman dan dingin. Aku sedikit melirik pada Jimin, ia mendudukan dirinya ditepi tempat tidur disamping tempat tidurku.

"Tidak perlu takut kalaupun kau tertidur sampai besok, aku akan disini haha." Jimin terus memandangiku, dengan cengiran lebar diwajahnya. Sangat tampan.

Aku ingin membalas tawanya namun rasa pusing dikepalaku seakan memaksa agar aku menutup kedua mataku dan setelah itu aku benar-benar tertidur. Saat terbangun, aku sedikit kecewa kalau yang disampingku bukan Jimin lagi tapi Taehyung. Namun satu hal yang aku mengerti setelah itu aku menyukai senyuman lebar Jimin, menyukainya, pada pandangan pertama.

Flashback end

"...dan setelah itu, Hyung terus membuntutinya, tanpa sepengetahuanmu. Hyung terus memperhatikannya dan Hyung semakin suka. Hyung tidak menceritakannya padamu karena Hyung takut kejadian yang lalu terjadi lagi." Yoongi mengerucutkan bibirnya dan memainkan ujung piyamanya, Jungkook melirik Yoongi. Apa aku membuat Yoongi Hyung takut? Jungkook menatap wajah Yoongi.

"Kemudian, seminggu yang lalu saat aku masuk ke Ruang Kesehatan lagi, aku bertemu Jimin dan Jimin mencari seseorang untuk menjadi pacar bohongannya. Karena aku menyukainya, jadi, aku ingin menjadi pacar bohongannya." Yoongi menunduk dalam, takut Jungkook akan berteriak lagi.

"Kau bodoh sekali Yoongi Hyung, pantas saja kau tidak masuk kedalam kelas akselerasi."

Yoongi menengadah dan menatap sinis pada Jungkook, menyebalkan, kenapa tiba-tiba menyindir masalah tingkat kelas. Jungkook tersenyum lebar kemudian memeluk Yoongi dari samping.

"Menyebalkan! Ini masalah berbeda, kenapa mengungkit masalah tingkat kelas huh? Memang kenapa kalau Hyung bodoh?" Yoongi menjitak kepala Jungkook gemas dengan kedua mata penuh api(?).

Jungkook mengaduh kesakitan dengan suara tangis yang dibuat-buat, membuat Yoongi terkekeh. Kemudian berbalik memeluk Jungkook.

"Maaf Hyung, sepertinya sikapku membuatmu takut. Tapi aku benar-benar marah kalau kakakku ini dijadikan pacar bohongan, seenaknya saja."

"Tidak apa-apa, Hyung bisa mengatasinya karena Hyung menyukai Jimin. Jadi kau hanya perlu mengawasiku sesekali dan beritahu ini pada Taehyung tentunya." Yoongi mengelus punggung Jungkook dengan lembut.

Mendengar nama Taehyung, Jungkook jadi ingat sesuatu. Jungkook melepas pelukannya dan menatap kedua mata Yoongi dengan pandangan yang serius. Yoongi mengedip bingung.

"Apa Hyung tidak menyadari sesuatu?"

Yoongi menggeleng. Jungkook menghela nafasnya, sudah tahu jika Kakak nya ini benar-benar tidak akan menyadarinya.

"Taehyung Hyung."

"Ada apa dengannya?"

"Dia menyukaimu, Hyung."

.

.

Fake lover

.

.

Di waktu yang sama dan tempat yang berbeda. Taehyung memandangi langit malam dari balkon kamarnya. Pandangannya terlihat penuh pengharapan, menatap beribu bintang dilangit. Taehyung memejamkan kedua matanya, meremas dada kirinya yang terus terasa sakit mengingat kejadian dikantin sekolah tadi.

"Yoongi."

Setetes airmata turun mengaliri pipi Taehyung.

"Aku menyukaimu."

—To Be Continued—

Maaf ya disini kayanya OOC banget mereka, tapi aku berusaha buat mereka pake sifat aslinya, insyallah deng. Lihat aja dichapter selanjutnya deh :3

Thanks for review

|Diradesfi26|tifagyeomi97|PumpkinEvil|dhantieee|sugarlight| |bearinluv|gitARMY|vkrowling|Yeri LiXiu|min bulgogi|jungie noona

.

.

Special thanks for PumpkinEvil . makasih mamah udah baca ff-ku ini haha.

.

.

Sekian dari littlesugar.

Jangan lupa sebelum back dari ff ini Review nya dulu ya :D

Gamsahamnida! /pyeong/