.

.

.

The Fallen Star

.

By: thexothingy

.

Sehun Centric

.

Brothership

.

Family/Angst

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

3rd POV

.

.

.

.

.


Tiga minggu telah berlalu semenjak ia didiagnosis penyakit Spinocerebellar Ataxia. Dalam waktu 3 minggu terakhir ia merasakan penyakit yang menggerogotinya mulai membuat dirinya cepat lelah dari hari ke hari. Hanya kelelahan pada umumnya namun ia yakin kedepannya ia akan merasakan yang lebih parah dari ini.

.

Terkadang, tangannya tidak dapat ia gerakkan untuk menulis. Beruntung itu terjadi ketika ia sedang belajar di kamarnya, sehingga hyung nya tidak mengetahui hal itu.

.

Saat ini Pentas Sekolah sudah diadakan. Ia berada di belakang panggung dengan Jongin menunggu peserta lain yang berada diatas panggung untuk menyelesaikan penampilan mereka.

.

Sehun sedang duduk di salah satu kursi yang disediakan oleh pihak acara. Ia berdoa sambil memejamkan matanya. Berharap penyakitnya tidak menyerangnya ketika ia ia sedang menampilkan dance nya. Ia tidak ingin tiba tiba terjatuh seperti 5 hari yang lalu. Ketika ia sedang berjalan pulang bersama Jongin. Untungnya Jongin sigap menahannya.

.

Jongin yang melihat Sehun sedang memejamkan matanya segera duduk di sebelah Sehun.

.

"Kau tidak apa apa?"

.

"hm… aku gugup." Kai memegang telapak tangan Sehun. "Tanganmu dingin sekali." Ia berucap kemudian menggenggam erat dan menggosok kedua tangan Sehun dengan tangannya.

.

"Tak apa. Hyung juga gugup. Jadi ayo kita tampilkan yang terbaik untuk penonton." Ucapnya. Tak lama kemudian, giliran mereka untuk tampil di atas panggung. Mereka pun naik ke atas panggung dan menampilkan tarian mereka

.

Semua murid menonton dengan meriah. Kebanyakan adalah para siswi yang menjadi penggemar mereka. Para siswi berjerit histeris meneriakkan nama Sehun dan Jongin dengan kencang untuk menyemangati mereka.

.

Setelah selesai, tepuk tangan meriah diberikan oleh para murid yang menonton pertunjukan mereka. Sehun senang karena penyakitnya tidak muncul ketika ia tampil.

.

Ketika ia kembali ke belakang panggung. peserta lainnya juga tampil. Sehun merasa sedikit iri melihat peserta lainnya yang terlihat lebih baik dan energetik darinya.

.

Setelah Satu jam menunggu. Akhirnya nama nama pemenang untuk acara ini diumumkan.

.

"Dan pemenang untuk kategori Dance terbaik adalah... Jongin dan Sehun!" Tepuk tangan dan teriakan para murid sangat meriah ketika Sehun dan Jongin naik keatas panggung untuk mendapatkan penghargaan mereka. Mereka melihat semua saudaranya yang berada pada baris depan berdiri dan bertepuk tangan dengan bangga. Beberapa dari mereka ada meneriakkan namanya. Membuat beberapa murid lainnya menengok kearah mereka karena teriakannya yang sangat kencang.

.

"SEHUNIE KAU SANGAT KEREN!" Teriak Baekhyun

.

"HYUNG MENCINTAI KALIAN SEMUA!" Teriak Junmyeon

.

"KALIAN BERDUA ADALAH PANUTANKU!" Teriak Jongdae.

.

"JONGINAH AKU MENCINTAIMU!" Teriak Chanyeol sambil membuat tanda hati di tangannya.

.

Sehun hanya tertawa mendengarnya sedangkan Jongin merasa malu melihat kelakuan kakak nya yang absurd.

.

Kemudian mereka segera turun dari panggung dan mereka disambut oleh hyung nya yang menunggu mereka turun.

.

"Sehun-ah! Selamat!." Ucap Baekhyun yang langsung memeluk Sehun ketika mereka turun dari panggung. Semua kakaknya memberikan pujian kepadanya dan meninggalkan Jongin yang terlihat masam.

.

"Hei. Aku juga ikut tampil asal kalian tau." Katanya jengkel. Yang lain hanya tertawa mendengar gerutuan Jongin.

.

"Karena kalian berdua sudah tampil dengan baik, kami akan mengabulkan permintaan kalian. Kalian ingin sesuatu?" Ucap Junmyeon kepada dua maknae mereka.

.

"Bubble tea." Jawab Sehun tanpa pikir panjang.

.

"Yah! Kenapa bubble tea?! Pizza saja hyung!" Balas Jongin tidak terima dengan jawaban Sehun.

.

"Jongin hyung, aku ingin bubble tea."

.

"Aniya, Pizza!"

.

"Bubble tea!"

.

"Pizza!"

.

"Bubble tea!"

.

hyung nya yang lain pun hanya tertawa mendengar mereka berdebat.

.

"Bagaimana kalau kita membeli bubble tea setelah makan pizza?" Saran Minseok menengahkan Jongin dan Sehun yang sedang berdebat. Mereka pun setuju.

.

"Baiklah tapi sebelum kita berangkat ayo kita berfoto bersama terlebih dahulu." Ucap Chanyeol sambil memegang polaroid Sehun.

.

"Chanyeol hyung membawa polaroid ku?" Tanya Sehun.

.

"Tentu saja! Hari ini adalah hari yang spesial! Seharusnya kau membawa ini Sehunah."

.

"Nah sekarang ayo kita berfoto. 1...2...3" Ucap Chanyeol ketika saudaranya telah berada di posisi yang pas untuk berfoto. setelah kertas foto pertama keluar, Chanyeol menyuruh mereka untuk berfoto bersama lagi.

.

Mereka semua segera berkumpul untuk melihat hasil foto yang baru saja mereka ambil. Beberapa dari mereka tertawa melihat wajah saudaranya yang menurut mereka jelek.

.

"Chanyeol! kepala mu besar sekali. Aku jadi menyempil seperti ini."

.

"Itu karena kau pendek Baek."

.

"Apa kau bilang?! Dasar tiang listrik!"

.

"Jonginah kenapa kau terlihat gelap disini."

.

"Jongdae hyung aku tidak hitam!"

.

"Sehun. Kenapa kau tersenyum seperti ini?" Tanya Chanyeol sambil tertawa melihat ekspresi Sehun di foto.

.

"Aku? memangnya kenapa?"

.

"Kau tersenyum seperti ingin menangis. Kau seperti akan meninggalkan kami semua saja." Sehun terbeku sesaat sebelum membalas gurauan Chanyeol.

.

"Hyung. Apa maksudmu? Aku tidak akan meninggalkan kalian." Ujar Sehun sambil tertawa setengah hati.

.

"Aku tahu itu. Kau tak ingin meninggalkan diriku yang sangat tampan ini kan?"

.

"Ugh. Ku ingin muntah mendengarnya."

.

"Yah! Kyung. aku tidak berbicara denganmu."

.

Walaupun sebenarnya perkataan Chanyeol barusan ada benarnya juga.

.

Sehun akan meninggalkan mereka walaupun Ia tidak ingin.

.

.

.

.

2 bulan telah berlalu sejak pentas sekolah.

.

Sehun sedang berada di atap gedung apartment yang ia tempati. Ia saat ini sedang duduk di pinggir atap gedung itu sambil melihat pemandangan kota Seoul yang masih ramai walaupun jam telah menunjukkan pukul 12 malam.

.

Udara dingin yang menusuk maupun tingginya gedung disana tidak membuatnya takut.

.

Sehun berkutat pada pikirannya sambil kembali mengingat kejadian yang terjadi 7 jam yang lalu.

.

Saat itu ia sedang berjalan pulang ke apartement nya disaat tubuhnya kembali tidak bisa ia gerakkan. Tubuh sehun terjatuh di jalan dengan dagu yang terkena lebih dulu ke aspal yang keras.

.

Kebetulan jalanan yang ia ambil kebetulan sepi karena ia mengambil jalan pintas.

.

Ketika ia dapat membangunkan dirinya sendiri ia memegang dagunya yang perih dan melihat darah yang sangat banyak di tangannya itu. Bahkan darahnya menetes ke baju dan coatnya.

.

Dengan segera ia berjalan ke klinik terdekat untuk mengobati luka yang ia dapatkan.

.

Ia sebisa mungkin untuk menutupi darah yang berada di bajunya dan perban di dagunya namun dewi fortuna tidak berada di pihaknya karena Kyungsoo menyadari perban yang berada di dagunya.

.

"Apa yang terjadi dengan dagumu?!"

.

Tentu saja hampir semua kakaknya mengerubungi Sehun karena pekikan Kyungsoo. Beruntung Minseok, Yixing, Jongdae, dan Jongin sedang pergi untuk belanja kebutuhan makanan atau situasinya akan menjadi tidak terkendali.

.

"Sehun-ah, kau terluka lagi?!" Pekik Baekhyun

.

"Hyung, Aku tidak apa-"

.

"Kau melukai dagumu! apakah itu terlihat baik baik saja?!" Sehun tersentak mendengar bentakan Chanyeol.

.

Chanyeol terkadang tidak mengerti dengan jalan pikiran Sehun. Chanyeol tahu Sehun hanya ingin membuat mereka tidak terlalu menghawatirkan dirinya namun ini sudah diluar batas kewajaran.

.

Junmyeon menarik Sehun untuk duduk di sofa. Yang lainnya pun dengan segera duduk di samping Sehun dan Junmyeon.

.

"Sehunie apa yang terjadi? Ceritakan pada hyung." Ucap Junmyeon sehalus mungkin. Sehun ragu sesaat sebelum ia mulai menjawab.

.

"Aku... tersandung."

.

"... Itu saja?" Tanya Baekhyun. Ia sedikit memincingkan matanya. Tidak percaya dengan perkataan Sehun.

.

"Ya... Aku tersandung dan tak sengaja daguku terkena benda tajam." Jelas Sehun yang hanya menundukkan kepalanya. Tak berani melihat tatapan kakaknya itu.

.

Hening sesaat sebelum Chanyeol -yang duduk paling jauh dari Sehun- mendekati Sehun dan berjongkok di depannya. menyamakan tingginya dengan adiknya itu untuk menatap matanya.

.

"Benarkah hanya itu yang terjadi?"

.

"... Ya." Tatapan Sehun terlihat cukup meyakinkan bagi Chanyeol dan yang lainnya.

.

Namun mereka merasa ada sesuatu yang salah dengan sikap dan perkataan Sehun.

.

"Mian... aku sangat ceroboh akhir akhir ini..."

.

'dan karena aku terus membohongi kalian.' Lanjutnya dalam hati.

.

"Mungkin kau kelelahan sehun. Bagaimana kalau kau tidur sebentar? Aku akan membangunkanmu ketika kita makan malam." Ucap Kyungsoo menenangkan Sehun. Sehun pun setuju dan segera ia berjalan masuk ke kamarnya.

.

Meninggalkan empat orang yang saling memandang satu sama lainnya.

.

.

.

.

Sehun kemudian memeluk lututnya erat. Bukan hanya tadi ia terjatuh namun juga 1 bulan yang lalu. Untungnya kala itu Junmyeon menahannya saat mereka berada di supermarket.

.

Ia tahu kakak kakaknya curiga dengan dirinya. Ia bingung apa yang akan ia katakan ketika ia terjatuh lagi.

.

'Apakah aku harus memberitahu mereka?'

.

terbesit di pikirannya namun Sehun menggeleng. Ia tak mau memberitahukan kondisinya kepada mereka.

.

Ia takut, suatu hari kakaknya akan lelah dengan dirinya yang tidak berdaya dan pergi meninggalkannya.

.

Ia tidak boleh memberitahukan mereka. Ia berencana akan meninggalkan mereka ketika ia menyelesaikan sekolahnya.

.

Sampai saat itu terjadi, Ia harus sebisa mungkin menutupi penyakitnya.

.

Tak terasa dirinya sudah meneteskan lagi air mata. ia semakin memeluk dirinya dengan erat dan mulai menangis terisak. Ia tak tahu apa yang ia tangisi.

.

Menangis karena keadaannya, atau

.

Menangis karena rencananya untuk meninggalkan mereka.

.

Tanpa Sehun sadari ada seseorang yang sejak awal mengawasinya dengan tatapan sendu di wajahnya.

.

.

.

.

"Ada apa?" Tanya Yixing kepada saudaranya setelah ia mengantarkan Sehun ke perpustakaan.

.

Sekarang adalah hari sabtu dan kebetulan Sehun meminta Yixing untuk mengantarnya ke perpustakaan. Yixing pun dengan senang hati melakukannya berhubung ia tidak punya pekerjaan.

.

Namun Chanyeol mengatakan untuk segera pulang setelah ia mengantarkan adik terakhirnya itu.

.

"Ini tentang Sehun." Ujar Chanyeol.

.

"Ada apa? Apakah mengenai kejadian kemarin sore?" Tanya Jongin.

.

Setelah Jongin dan yang lainnya selesai berbelanja mereka dikejutkan dengan cerita Chanyeol yang mengatakan bahwa Sehun terluka karena terjatuh.

.

"Kurasa.. Sehun menyembunyikan sesuatu dari kita." Ucap Baekhyun yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.

.

"Ya... Kita semua merasakannya. Ia menjadi lebih pendiam dari hari ke hari." Lanjut Kyungsoo.

.

"Ya.. Akhir akhir ini ia juga terlihat pucat." Ucap Yixing.

.

"Kurasa... Ia hanya kelelahan. Daya tubuhnya menurun karena cuaca yang dingin." Perkataan Kyungsoo membuat beberapa dari mereka sedikit tenang.

.

Walaupun Kyungsoo sendiri cukup ragu dengan ucapannya.

.

Mereka hening sesaat sebelum Junmyeon membuka suaranya.

.

"Apakah Sehun di bully di sekolahnya?"

.

"Kurasa tidak hyung. Aku hampir selalu bersamanya-"

.

"Ya, tetapi kau tidak tahu ketika tidak bersamanya bukan?" Minseok memotong perkataan Jongin.

.

Jongin pun bungkam. Perkataan hyung nya benar. Ia tidak tahu ketika Sehun menghilang dari radarnya.

.

"Kalian memiliki musuh?" Tanya Yixing.

.

"Ada... Kau tahu Himchan? Adik dari Yongguk?" Kata Chanyeol.

.

"Keparat itu mempunyai adik?!" Minseok tidak percaya musuh besarnya mempunyai seorang adik.

.

"Dan Zelo, ia berada di kelas sebelahku." Ucap Jongin.

.

"Cih! Cecunguk itu sudah mencari gara gara denganku ketika ia baru masuk sekolah." Ucap Jongdae sebal.

.

"Kurasa adik adiknya sedang mencari cara untuk membalaskan dendam Yongguk." Ucap Junmyeon.

.

"Kekanakan sekali mereka. Memangnya ada apa dengan si Yongguk ini?" Tanya Jongin.

.

"Aku dan Junmyeon pernah membuat Yongguk dan kawan kawannya masuk rumah sakit."

.

"APA?!" Mereka terkejut mendengar cerita Minseok.

.

Mereka bukan terkejut dengan kelakukan Minseok. Namun mereka tidak percaya kalau Junmyeon pernah membuat seseorang masuk rumah sakit.

.

Yang lain bergidik ngeri membayangkan Junmyeon yang dulunya seorang ketua orientasi siswa dan murid teladan di sekolahnya melakukan hal seperti itu pada orang lain.

.

Baekhyun, Chen dan Chanyeol diam diam membuat catatan di dalam pikiran mereka untuk tidak lagi melakukan prank pada Junmyeon.

.

"Kurasa... Kalian harus berhati hati dengan mereka." Ucap Minseok.

.

"Terutama kalian harus selalu bersama dengan Sehun. Kau tahu... Sehun tidak seperti kalian. Dia... terlalu baik." Lanjut Junmyeon.

.

Sehun memang pintar dalam pelajaran, Namun tidak dengan sosialnya. Ia bahkan tidak bisa membedakan antara ditemani dan dimanfaati oleh orang lain.

.

Mereka lalu menyudahi percakapan mereka

.

Walaupun masih ada yang terasa janggal di hati mereka.

.

.

.

.

"Jongin Hyung, Aku ingin ke perpustakaan." Ucap Sehun ketika bel istirahat pertama telah berbunyi.

.

"Memangnya ada tugas?" Tanya Jongin. Sehun terkekeh mendengar ucapan hyung nya itu.

.

"Hyung... perpustakaan bukan hanya untuk mengerjakan tugas." Ucap Sehun.

.

"Hmm.. Baiklah." Kemudian Sehun pergi dari kelas itu menuju perpustakaan.

.

.Ketika di dalam perpustakaan ia mencari seseorang ketika pandangan matanya tertuju pada seorang laki laki yang sedang duduk membaca buku.

.

"Zelo, Kau menunggu lama?" Tanya sehun ketika ia sudah duduk disampingnya.

.

"Aku baru saja sampai. Ada apa dengan dagumu Sehun?! Kau baik baik saja?" Pria yang dipanggil Zelo terkejut melihat perban yang berada di dagu Sehun.

.

"A-ku terjatuh"

.

"Haahh... Lain kali kau harus lebih berhati hati." Lanjutnya sambil mengusak surai rambut Sehun.

.

"Jaa.. sekarang tolong ajari aku materi ini. Aku tidak mengerti sehun-ah." Zelo langsung mengganti topik agar Sehun tidak canggung.

.

Kemudian Sehun pun mulai mengajarinya materi tersebut dan tertawa disela kegiatannya mengajar karena Zelo selalu bercanda dengannya.

.

.

.

.

10 menit kemudian

.

Jongin baru saja ingin memejamkan matanya ketika Ia tersentak mengingat percakapan dirinya dengan Hyungnya lusa kemarin.

.

'Astaga, kenapa aku bisa lupa?' Pikirnya. Kemudian ia segera mempercepat langkahnya menuju perpustakaan sekolah.

.

matanya memincing tidak suka ketika ia berada di depan pintu perpus dan melihat Sehun yang sedang mengobrol dengan Zelo.

.

'Zelo? Apa yang anak itu rencanakan'

.

"Yo, Jongin."

.

Jongin menoleh dan mendapati Chanyeol yang sedang berjalan kearahnya.

.

"Tumben sekali kau berada disini. Kau kerasukan apa sampai berada di gedung perpustakaan?" Tanya Chanyeol yang sudah berdiri di sampingnya.

.

Jongin pun hanya menunjukkan jarinya ke arah yang sedari tadi ia pandang. Chanyeol membelalakkan matanya terkejut melihat sosok adiknya yang sedang tersenyum bersama adik musuhnya itu.

.

.

.

.

Sehun menatap jengah pada dua sosok yang sangat ia kenal di depannya.

.

Sehun kaget ketika kedua kursi di depannya ditarik dan mendapati Chanyeol dan Jongin yang berada di depannya.

.

Mereka bilang kalau mereka ingin belajar dan bangku yang lain sudah penuh kecuali bangku Sehun. Sehun pun mengerti karena Chanyeol berada di kelas tiga dan akan mengikuti ujian kelulusan semester depan.

.

Namun ia memberikan tatapan tidak percaya pada Jongin yang notabene sangat anti dengan yang namanya buku dan perpustakaan.

.

Namun itu semua ia kesampingkan dan kembali mengajari Zelo tentang materi yang ditanyakan.

.

"Kau tunggu disini dulu ya, Aku akan mengambil buku lain untuk dijadikan referensi." Ucap Sehun dan segera ia berjalan ke arah rak buku yang cukup jauh dari bangkunya.

.

"Apa yang kau inginkan?" Ucap Chanyeol pada Zelo. Ia tidak ingin berbasa basi dengan sosok didepannya itu.

.

"Tidak ada. Aku hanya ingin berteman dengan Sehun." Ucap Zelo tenang. Tidak takut dengan tatapan tajam yang diberikan oleh kedua kakak Sehun di depannya.

.

"Kau pikir aku akan percaya dengan perkataanmu?" Desis Jongin.

.

"Temanku Jongin... Aku memang membencimu tapi aku tidak membenci Sehun." Ucapnya sambil tersenyum. Sedikit menyeringai membuat Jongin sebal melihat senyuman angkuh itu.

.

"Aku menyukai adik kalian." Perkataan Zelo tentunya membuat mereka berdua murka. Mereka berifikir Zelo sedang merencanakan sesuatu untuk Sehun.

.

"Tenang saja. Aku tidak akan mengecewakan kalian. Kakak ipar." Perkataanya membuat mereka berdua waspada. Chanyeol menutup bukunya dengan keras dan memandang Zelo dengan tatapan yang sulit ditebak.

.

"Aku tak tahu apa yang sedang kau rencanakan.

.

Tapi akan selalu mengawasimu, bocah tengik.

.

Dan jangan pernah dekati Sehun." kata Chanyeol memperingati Zelo.

.

Ketika Sehun kembali, Chanyeol langsung menarik Sehun keluar dari perpustakaan. Jongin mengikuti Chanyeol di belakang mereka. Ia kemudian pergi berjalan kearah gedung kelas 3.

.

Jongin ingin memberitahukan Baekhyun, Jongdae dan Kyungsoo perihal Zelo.

.

"Eh..? C-Chanyeol hyung?" Sehun terkejut dengan tarikannya. ia menoleh ke arah Zelo yang semakin menjauh dari pandangannya.

.

"H-hyung... lepass" Ucapnya ketika ia sudah tidak berada di gedung perpustakaan sekolah. Chanyeol pun melepaskan pegangannya pada tangan Sehun setelah mereka berada di koridor yang sepi.

.

"Chanyeol hyung, Kenapa-"

.

"Sudah berapa lama kau mengenalnya?"

.

Sehun merasa aneh dengan pertanyaan Chanyeol. Namun ia tetap menjawabnya.

.

"Sudah 2 bulan.."

.

"Jangan dekati Zelo."

.

"A-apa?! Tapi kenapa-"

.

"...Ia bukan orang yang baik." Chanyeol memutar otaknya untuk menjawab perkataan Sehun.

.

Tentu saja ia tidak mungkin memberitahukan adiknya jika Zelo sedang merencanakan sesuatu yang jahat padanya. Sehun tidak akan percaya padanya.

.

"tapi... Zelo orang yang baik padaku..."Gumam Sehun.

.

"Please, Percayalah padaku." Pinta Chanyeol.

.

Ia akan merasa bersalah jika Sehun tetap ia biarkan berdekatan dengan Zelo.

.

Entah apa yang Zelo rencanakan namun ia merasakan hal yang buruk akan segera terjadi.

.

"...Oke."

.

.

.

.

"Sepertinya mereka tidak percaya padamu." Ucap seorang laki laki yang tiba tiba saja duduk disamping Zelo.

.

"Tidak apa apa. Himchan Hyung."

.

"Asalkan Sehun percaya padaku. Yang lainnya dapat kuatasi." Lanjutnya.

.

"Kau percaya diri sekali."

.

"Tenang saja. Rencanaku pasti berhasil." Ucapnya sambil menyeringai.

.

"Kutunggu tanggal bermainnya. Adikku sayang."

.

Tanpa mereka sadari. Kyungsoo berdiri di belakang rak buku yang berada di belakang meja mereka. Kyungsoo mengepalkan tangannya hingga menjadi putih. Ia merasa marah karena percakapan mereka berdua.

.

.

.

.

Hari ini adalah hari jumat. Biasanya ia mempunyai kelas menari dengan Jongin setelah ia menyelesaikan sekolahnya pukul setengah tiga sore. Namun karena Minseok melarangnya minggu ini untuk beraktifitas berat ia tidak bisa mengikuti kelas itu dengan hyung nya.

.

Semua itu karena luka yang ia dapati di dagunya.

.

Sehun menghela nafasnya. Ia kemudian berjalan pelan menuju gerbang sekolah sendirian. Ia ingin cepat cepat pulang kerumahnya karena tiba tiba saja ia merasakan pening yang cukup mengganggunya.

.

"Sehun!"

.

Sehun menoleh dan mendapati Zelo yang berjalan kearahnya.

.

"Ah.. Zelo!" Seru Sehun. Ia mencoba tersenyum walaupun ia menahan rasa pusing dikepalanya.

.

"Kau pulang? Tidak biasanya sendiri. Dimana kakakmu?" Ucap Zelo.

.

"Jongin hyung ada kelas menari sedangkan yang lainnya ada kelas sore karena berada di tingkat akhir." Jelas Sehun.

.

"Begitu rupanya... Bagaimana kalau kita pulang bersama?" Saran Zelo.

.

Sehun tahu ia sudah berjanji dengan Chanyeol untuk tidak mendekati Zelo. Namun dirinya tak bisa menolak permintaan orang di depannya.

.

Lagipula Zelo hanya menemaninya pulang. Bukan mengajaknya pergi jalan jalan.

.

"Baiklah." Jawab Sehun. Kemudian mereka berjalan pulang bersama.

.

Tanpa mengetahui ke empat saudaranya yang memandang tak suka ke arah Zelo.

.

.

.

.

Chanyeol, Jongdae, Baekhyun, dan Kyungsok berjalan dengan pelan mengikuti Sehun yang berjalan dengan Zelo.

.

Kelas sore mereka dibatalkan hari ini dan mereka berencana untuk mengajak Sehun pulang bersama.

.

Namun mereka kalah cepat dengan Zelo.

.

Awalnya Jongdae ingin menarik Sehun menjauh dari pria itu namun Kyungsoo menahannya.

.

"Lebih baik kita mengawasinya terlebih dahulu sehingga kita mempunyai bukti yang konkret agar Sehun percaya." Ucap Kyungsoo pada Jongdae.

.

Dan disinilah mereka. Membuntuti adiknya yang sedang berjalan bersama Zelo.

.

Mereka menatap tidak suka kearah Zelo yang suka merangkul Sehun. Bahkan dengan kurang ajarnya tangan Zelo merangkul pinggang Sehun layaknya seorang kekasih.

.

"Apakah Zelo berencana untuk memacari Sehun?" Geram Baekhyun.

.

"Untuk apa ia melakukan itu?" Tanya Kyungsoo.

.

"Tentu saja untuk mempermainkan Sehun." Balas Jongdae. Jengah melihat pemandangan di depannya.

.

Chanyeol yang sejak awal sudah kesal menjadi marah mendengar saudara kembarnya bercerita yang tidak tidak.

.

Tidak memperdulikan rencana awal mereka. Dengan segera ia mendekati Sehun yang tengah berdiri di depan apartemen mereka

.

.

.

.

"Terima kasih Zelo sudah menemaniku pulang." Ucap Sehun.

.

"Tak masalah... Sampai bertemu minggu depan Sehun." Kemudian Zelo berjalan menjauh dari depan apartemen mereka.

.

Ia berjalan menuju apartemennya dengan pelan karena pusingnya yang makin menjadi namun seseorang dengan tiba tiba menarik tangan sehun berjalan masuk kedalam lift.

.

"Chanyeol hyung?!" Pekiknya ketika ia melihat sosok kakaknya yang sedang menarik dirinya.

.

Suasana mencekam di dalam lift yang hanya berisi mereka berdua. Sehun tahu Chanyeol marah karena ia melihat dirinya bersama dengan Zelo dan Ia mengabaikan janji nya untuk tidak mendekati Zelo lagi.

.

Setelah lift itu sampai di lantai tempat ia tinggal. Chanyeol kembali menarik tangan Sehun hingga masuk ke dalam apartemen mereka.

.

"H-hyung?" Bisik Sehun. Ia merasa tubuhnya melemas.

.

"Sehun?! Kau baik baik saja?!"

.

Chanyeol mengurungkan niat awalnya ingin memarahi Sehun ketika pandangannya melihat wajah Sehun yang sangat pucat.

.

Tangan Chanyeol beralih ke dahi Sehun.

.

"Omo! Sehun tubuh mu panas." Ia kembali memegang tangan sehun yang tadi ia tarik dan merasakan tubuhnya yang juga memanas.

.

Chanyeol merasa bersalah karena ia menarik Sehun tanpa menyadari kalau Sehun sedang sakit.

.

Jongdae, Kyungsoo dan Baekhyun kemudian masuk ke dalam apartemen mereka. Disaat itu pula Sehun kehilangan kesadarannya dan terjatuh kearah Chanyeol yang untungnya dapat menahan beban Sehun.

.

"Sehun?!" Mereka berlari kearah Sehun yang pingsan di depan mereka.

.

"Chanyeol. Kau bawa Sehun ke kamarnya. Aku akan menyiapkan kompres untuknya." Ucap Kyungsoo. Chanyeol pun segera menggendongnya dan membawa Sehun ke kasurnya dengan Baekhyun yang mengekorinya. Kyungsoo dan Jongdae mempersiapkan kompres untuk Sehun

.

Vivi yang awalnya senang melihat sehun menjadi sedih ketika mendapati majikannya sedang sakit. Anjing putih itu duduk di samping Sehun yang sedang pingsan sambil menjilati wajahnya yang mengeluarkan keringat.

.

Baekhyun mengambil pakaian yang nyaman untuk Sehun dan mengganti pakaian seragam Sehun bersama Chanyeol.

.

Chanyeol mengelus surai rambut Sehun pelan. Seharusnya ia lebih peka dengan kondisi Sehun yang sedang menurun.

.

"Chanyeol." Panggil Baekhyun yang telah menaruh pakaian seragam Sehun ke tempat pakaian kotor.

.

"Ya?"

.

"Apakah kita harus menutupi badan Sehun dengan selimut yang tebal? Agar panasnya cepat keluar?"

.

"Bukankah ia akan mati kepanasan jika kita memberikan selimut tebal padanya?"

.

"Lalu apakah kita harus membuat dirinya bertelanjang dada? Agar panasnya cepat hilang?"

.

"Bagaimana jika Sehun kedinginan dengan suhu ruangan ini?"

.

"Percakapan bodoh apalagi yang kalian bicarakan disaat seperti ini?" Ucap Kyungsoo yang sejak tadi mendengar percakapan saudara kembarnya itu. Chanyeol dan Baekhyun hanya tersenyum dengan bodohnya mendengar ucapan Kyungsoo.

.

Kemudian Kyungsoo mengambil kain yang sudah ia basahi dengan air es dan mengusap wajah Sehun. Lalu menaruh kain itu di dahinya ketika dirinya sudah selesai membasuh wajah Sehun.

.

"Aku akan menjaga Sehun." Ucap Chanyeol.

.

"Baiklah." Ucap yang lainnya dan segera meninggalkan ruangan.

.

.

.

.

Satu Jam kemudian.

.

Sehun membuka matanya perlahan dan mendapati Chanyeol yang sedang mengusap rambutnya pelan.

.

"Sehunie? Kau baik baik saja? Apa kau merasa sakit? Pusing?" Tanya Chanyeol bertubi tubi ketika melihat Sehun membuka matanya.

.

"Hyung... mian.." Ucap Sehun pelan. Chanyeol kaget mendengar Sehun meminta maaf padanya.

.

"Aniya.. Aku yang seharusnya meminta maaf Hunnie." Chanyeol memegang kain yang berada di dahi Sehun. Ia kembali membasahi kain itu dengan air es yang berada di baskom dan menaruh lagi di dahi sehun.

.

"A-aku sudah berjanji pada hyung... tapi-" Ucapan Sehun terhenti ketika Chanyeol menaruh telunjuknya di depan mulut sehun.

.

"Kau tidak perlu meminta maaf Sehun. Bagaimana kalau kita lupakan saja?"

.

"...Baiklah." Sehun berpaling ke arah kirinya dan mendapati Vivi yang sedang tertidur di sampingnya.

.

"Vivi sangat menghawatirkanmu tadi. Ia tidak mau beranjak dari posisinya." Sehun tersenyum dan mengusap kepala Vivi.

.

Awalnya ia ingin bangkit dari tidurnya namun pusing nya kembali membuat kepala Sehun sakit. Ia dengan reflek memegang kepalanya yang berdenyut.

.

"Akh!"

.

"Sehun?! Kau tidak apa apa?"

.

"uhm... pusing." Chanyeol kembali menidurkan tubuh Sehun di kasurnya.

.

"Lebih baik kau tidur lagi." Ucapnya. Sehun pun kembali memejamkan matanya.

.

"hyung..?" Panggil Sehun yang masih memejamkan matanya.

.

"Ya?"

.

"Usap kepalaku lagi." Chanyeol terkekeh mendengar sifat manja sehun yang keluar ketika ia sakit. ia kemudian kembali mengusap surai kepala Sehun.

.

"Baiklah aku akan mengusapnya sampai kau tertidur pulas."

.

"Sampai aku terbangun." Chanyeol tertawa mendengarnya namun ia mengiyakan permintaan Sehun.

.

"Baiklah anak manja. Sampai besok pagi."

.

Usapan pelan Chanyeol mengingatkannya dengan usapan yang biasa ayahnya berikan padanya ketika ia ingin tidur.

.

Ia tiba tiba merindukannya sosok ayahnya.

.

Usapan pelan Chanyeol membuatnya terlena hingga ia kembali tidur dengan nyenyak.

.

.

.

.

Chanyeol menarik tangannya dari kepala Sehun. Ia tidak ingin mengusik tidur sehun yang terlihat sangat nyenyak.

.

Ia mengedarkan pandangannya kelantai dan mendapati buku pelajaran dan novel yang berserakan di lantai. Ia mengambil buku buku itu dan menaruhnya di tempat yang aman.

.

Chanyeol menyusun buku buku itu dengan rapih namun ketika ia mengambil buku terakhir ia membelalakkan matanya melihat amplop coklat yang menyembul dari bawah kasur.

.

Bukan amplopnya yang membuatnya terkejut namun tulisan yang tertulis di amplop itu.

.

Rumah Sakit Seoul National University

.

Nama Pasien: Oh Sehun

.

Jenis: CT Scan dan MRI

.

Bagian: Spesialis Saraf

.

Tanggal pemeriksaan: 6 Agustus 2017

.

Dengan tangan gemetar Chanyeol mengambil amplop coklat itu. Pikirannya berkecamuk sambil melihat tulisan itu.

.

'Spesialis... Saraf?

.

Tiga bulan yang lalu?'

.

Dada Chanyeol terasa sesak membaca tulisan yang berada di amplop coklat yang ia pegang.

.

'Apakah ini yang selama ini ia sembunyikan?'

.

Dengan perasaan yang berkecamuk dan penasaran, Ia membuka amplop itu.

.

Kakinya merasa lemas melihat hasil foto yang menampilkan bagian otak dan tubuh adiknya. Kemudian ia mengambil kertas putih yang terselip diantara hasil scan tersebut.

.

Dengan tangan gemetaran ia membaca tulisan di kertas itu.

.

Hati Chanyeol mencelos setelah selesai membaca tulisan di kertas putih tersebut.

.

Sehun sakit parah.

.

Dan dirinya tidak mengetahui hal itu.

.

Ia kemudian mengambil ponsel yang berada di saku celananya. Ia butuh keterangan lebih lanjut di internet tentang penyakit yang diderita Sehun.

.

Spinocellebelar Ataxia adalah penyakit yang menyerang otak kecil dan tulang belakang dan menyebabkan gangguan pada syaraf motorik. Penderita akan kehilangan kendali terhadap syaraf-syaraf motoriknya secara bertahap dan mematikan. Awalnya penderita hanya akan merasa lunglai saat berjalan, lalu penderita akan sering terjatuh, tidak bisa menggapai barang dalam jarak dekat, penderita ingin bergerak tetapi tidak bisa bergerak, penderita ingin bicara tetapi tidak bisa bicara, tetapi penderita tidak kehilangan kecerdasannya dan tetap mengerti akan keadaannya.

.

Ataxia memiliki gejala-gejala seperti Pergerakan terhambat (tiba-tiba jatuh tanpa sebab, tidak bisa menjaga keseimbangan, dll) , Pergerakan terhenti secara tiba-tiba, tidak bisa mengendalikan syaraf motorik tubuh seperti menulis, mengetik, atau mengikatkan tali sepatu, Masalah dengan kemampuan bicara, Nystagmus (gerakan mata yang tidak terkoordinasi), Masalah dengan menelan, Kehilangan koordinasi otot, tangan lengan, dan kaki.

.

Untuk saat ini belum ada pengobatan yang efektif bagi penderita Ataxia. Penderita ataksia mungkin memerlukan terapi fisik untuk membantu membangun kekuatan otot dan meningkatkan mobilitas. Terapi okupasi membantu pasien belajar melakukan tugas-tugas harian dan terapi wicara membantu seseorang meningkatkan kemampuan bicara. Tongkat atau alat bantu berjalan mungkin saja diperlukan. Begitu pula dengan alat bantu komunikasi yang membantu pasien berbicara lebih baik.

.

Air mata Chanyeol keluar ketika ia selesai membaca kalimat tersebut. Ia kemudian beralih memandangi Sehun yang tertidur dengan nyenyak di kasurnya.

.

'Sehun... Bagaimana bisa selama ini kau menyembunyikan ini semua dari kami?"

.

Chanyeol kemudian berjalan keluar dari kamar Sehun.

.

Dengan membawa amplop coklat yang berada di tangannya.

.

.

.

.

Chanyeol berjalan kearah saudara nya yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka semua sedang mengobrol seperti biasanya hingga Minseok melihat Chanyeol yang berjalan ke arahnya.

.

"Chanyeol? Bagaimana kead- Hei, kenapa kau menangis?" Minseok segera berlari kearah Chanyeol yang terlihat kacau.

.

Minseok mengusap air mata Chanyeol dengan tangannya. Saudaranya yang lainpun berjalan mendekat kearahnya.

.

"Chan... Ada apa?" Pandangan Minseok beralih ke tangan Chanyeol yang menyodorkan amplop besar berwarna coklat padanya.

.

Minseok kemudian mengambil amplop itu dan hatinya mencelos ketika melihat tulisan di luar amplop coklat yang terlihat jelas dimatanya.

.

Dengan cepat ia mengambil isi kertas yang berada di amplop itu dan Minseok kemudian menatap Chanyeol dengan pandangan tidak percaya.

.

"C-Chanyeol... Katakan padaku kalau kau sedang bercanda saat ini." Chanyeol hanya menggeleng pelan dengan air mata yang masih keluar dari matanya.

.

Junmyeon pun mengambil kertas yang sedang Minseok pegang. Saudaranya yang lain pun dengan segera mengerubungi Junmyeon.

.

Mereka memastikan penglihatan mata mereka sebelum mereka membaca ulang tulisan di kertas itu.

.

Junmyeon hanya terdiam membeku membaca tulisan di kertas yang ia pegang saat ini. Sedangkan beberapa saudaranya yang lain mulai menitikkan air mata ketika selesai membaca tulisan tersebut.

.

"Inikah... yang Sehun sembunyikan?"Gumam Junmyeon. Yang lainnya pun hanya terdiam. beberapa menangis. Berkutat pada pikirannya masing masing.

.

.

.

.

Sehun terbangun karena ia merasa haus. Ia melihat ke arah jam wekernya dan waktu menunjukkan pukul 7.30 malam. Ia mengerucutkan bibirnya ketika ia tidak mendapati Chanyeol yang tidak ada disisinya ketika ia bangun.

.

Pusingnya sudah lebih baik daripada sebelumnya dan badannya sudah tidak sepanas tadi sore.

.

Ia dengan segera berjalan kearah dapur untuk mengambil minuman. Setelah dahaganya sudah hilang ia kembali berjalan ke kamarnya.

.

Namun di pertengahan jalan ia melihat kakak kakaknya yang sedang berada disofa. Beberapa dari mereka sedang mengarahkan pandangannya ke TV dan sisanya sedang menundukkan kepala mereka. Terlihat sedang memikirkan sesuatu.

.

Sehun tanpa mencurigai sedikitpun berjalan kearah mereka.

.

"Hyung!" Sapaan Sehun membuat mereka semua membeku. Mereka melirik dan terkejut melihat Sehun yang sedang berjalan kearah mereka.

.

Mereka semua memalingkan wajah mereka ketika melihat senyum Sehun yang terlihat di wajah adiknya itu.

.

Sehun menyadari atsmosfer aneh yang berada disekitar hyung nya. Ia mengambil tempat duduk yang masih kosong di dekat kakaknya.

.

Biasanya kakaknya akan bertanya tentang keadaannya. Namun kali ini mereka hanya diam. Situasi ini sangat aneh menurut Sehun.

.

"Hyung! ada apa?" Tanya Sehun, mencoba untuk mencairkan suasana.

.

Namun hanya keheningan yang menjawab Sehun.

.

'Apakah aku melakukan kesalahan?' Pikirnya.

.

"uhmm... Hyungdeul.. Kenapa diam saja?"

.

Ia masih tetap tidak mendapat jawaban dari mereka.

.

"Apakah ada sesuatu yang hyung sembunyikan dariku?" Tanya Sehun.

.

Hening selama beberapa detik sebelum Minseok menghampirinya dan memegang kedua pundaknya.

.

"Seharusnya kami yang menanyakan itu padamu. Adakah sesuatu yang KAU sembunyikan dari kami, Sehun?"

.

Sehun stagnan. ia sangat mengerti maksud dari pertanyaan Minseok. Namun pikiran itu ia tepis.

.

"H-hyung... Apa m-maksudmu?" Ia mencoba senatural mungkin untuk menutupinya.

.

"Jangan mengelak dari kami Sehun. Kami sudah mengetahuinya..." Untuk pertama kalinya pertahanan Minseok runtuh dihadapan Sehun. air mata minseok sudah mengucur deras dari matanya.

.

Disaat itu juga Chanyeol datang dan memberikan sebuah amplop coklat yang tidak asing dimata Sehun.

.

Sehun membelalakkan matanya. Ia skakmat. Sudah tidak ada lagi yang bisa ia tutupi.

.

"Sehun, Bagaimana bisa kau menutupi ini semua dari kami selama 3 bulan?!" Sehun dapat melihat kesedihan yang terpancarkan dimata Chanyeol.

.

"H-hyung.. K-kalian tidak perlu khawatir... Ak-aku bai-"

.

"Bagaimana bisa kau baik baik saja ketika kau menderita penyakit seperti ini, Sehun?!" Potong Jongdae. Ia sudah menangis ketika Minseok bertanya kepada Sehun.

.

"Kau tahu apa yang membuat kami sakit hati?! Kau tidak memberitahukannya pada kami... Kapan kau akan memberitahukan kami? Pada saat dirimu tidak bisa bergerak?! Tidak bisa berbicara?! JAWAB AKU SEHUN!"

.

Sehun tersentak mendengar bentakan Junmyeon. Ia tidak menjawab namun Junmyeon menunggu Sehun untuk menjawab pertanyaannya.

.

"H-hyung... A-aku..." Sehun tidak bisa menjawab pertanyaannya dan ia membiarkan isakannya menjawab pertanyaan Junmyeon.

.

Baekhyun segera berlari dan memeluk Sehun dengan erat.

.

"Sehun... tularkan penyakitmu padaku agar kita menjalaninya bersama."

.

"B-Baekhyun hyung..." Ia hanya bisa melesakkan wajahnya di dada Baekhyun. Membiarkan tangisannya teredam disana.

.

Hati mereka terasa seakan hancur berkeping keping. Dari semua orang yang ada di dunia ini kenapa harus adik mereka? Sehun adalah anak yang sangat baik. Tidak seharusnya ia mendapatkan penyakit yang seperti ini.

.

"J-Jangan khawatir Sehunie. Penyakit itu pasti dapat disembuhkan." Ucap Yixing. Sehun menggeleng dengan keras. Tangisannya semakin keras mendengar itu. Ia tahu penyakit ini tidak dapat disembuhkan.

.

Dan itu membuatnya hancur.

.

Mereka juga mengetahui bahwa penyakit sehun tidak dapat disembuhkan dan itu membuat mereka takut memikirkan bahwa mereka akan kehilangan Sehun.

.

"Sehun-ah... berhentilah menangis.." Ucap Jongin sehalus mungkin. Tangannya mengelus surai adiknya itu. Sedih melihat adiknya yang menangis.

.

"Jangan memikirkan apapun saat ini Sehunie... Hyung akan selalu bersama mu..." Kata Kyungsoo. Khawatir dengan kondisi adikknya saat ini.

.

Mereka harus memikirkan kondisi Sehun. Tidak baik untuk membuatnya stress dengan kondisi yang seperti ini. Apalagi Sehun baru saja terkena demam.

.

"Kami akan membantumu, Sehun...

.

.

Percayakan ini semua pada hyung."

.

.

.

.

.

TBC


Author's Note

.

Huft.. akhirnya selesai juga.. sepertinya FF ini bakalan lebih dari 5 Chapter :(

.

Apakah alurnya kelambatan? kalau terlalu lambat next time aku akan mencoba untuk mempercepat alurnya.

.

Jangan lupa untuk Review FF ini.

.

Terima kasih sudah membaca 3