REMAKE NOVEL
BY
SANTHY AGATHA
YOU'VE GOT ME FROM HELLO
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, and others.
WARNING!
GENDERSWITCH, Many typo(s)
IF YOU DON'T LIKE
.
.
.
DON'T READ!
.
.
.
CHECK THIS OUT!
Apartementnya masih berantakan, dia belum sempat merapikan pakaian dan beberapa barang pribadi yang baru dibelinya, sebuah televisi dan dispenser kecil. Untunglah apartement ini sudah menyediakan perabotan dasar seperti tempat tidur, sofa dan dapur. Baekhyun memutar bola matanya ketika menatap dapur itu, dia mungkin butuh berkunjung ke supermarket terdekat, mengisi bahan makanan di kulkas dan membeli beberapa peralatan memasak.
Tubuhnya lelah setelah perjalanan yang panjang dan dilanjutkan dengan mengurus surat-surat kontrak apartementnya, Luhan, yang kebetulan tinggal di Seoul ini sudah berbaik hati membantu mencarikan apartement yang siap pakai untuknya. Ya, Baekhyun memang berangkat ke sini karena usul dari Luhan, selain sebagai editornya, Luhan adalah sahabatnya, meskipun mereka kebanyakan berkorespondensi melalui email semata. Jadi, begitu Baekhyun menceritakan pengkhianatan Jongin dan rasa sakitnya, Luhan mengusulkan agar Baekhyun pindah sementara ke Seoul sampai hatinya tenang.
Dia hanya berpamitan kepada kedua orang tuanya, dan tidak mengatakan kepergiannya kepada siapapun. Tetapi lambat laun Jongin pasti akan mengetahuinya juga. Baekhyun mendesah pahit. Sekarang ingatannya akan Jongin dipenuhi rasa muak dan sakit hati.
Ah ya ampun. Lelaki. Baekhyun tidak akan pernah percaya laki kepada lelaki. Mereka semua adalah mahluk lemah yang tidak tahan godaan.
Ponselnya berkedip-kedip dan Baekhyun mengernyit, dia mengangkatnya ketika melihat nama Luhan di sana.
"Yoboseyo?"
"Aku sudah sampai rumah dan baru teringat." Luhan berkata, "Naskah bab tujuhmu sudah selesai dikoreksi, ada beberapa catatan kecil di sana, mungkin kau ingin melihatnya."
"Aku akan melihatnya nanti." Gumam Baekhyun lemah, menyandarkan tubuhnya di sofa, "Saat ini aku lelah sekali."
"Istirahatlah dulu. Kau tidak akan bisa menyelesaikan tulisanmu kalau kau sakit."
"Kenapa kau memikirkan tulisanku? Bukan aku?" Baekhyun tersenyum
"Karena sudah mendekati deadline dan kau baru sampai di bab tujuh, Baekhyun, novelmu banyak ditunggu-tunggu oleh penggemarmu, penerbit sudah mengejarku untuk kepastian penyelesaian novelmu." Luhan tergelak, "Tetapi bukan berarti aku tidak mempedulikanmu, sebagai sahabat aku mencemaskanmu, jangan banyak pikiran ya. Lepaskan semuanya dan biarkan hatimu tenang."
Mata Baekhyun berkaca-kaca. Menyadari bahwa hatinya sama sekali tidak tenang, "Gomawo Lu." Gumamnya serak sebelum menutup pembicaraan.
Matanya nyalang menatap langit-langit kamar. Mencoba melupakan rasa yang menyesakkan dada. Dia tidak akan bisa tidur malam ini, sambil menghela napas panjang, Baekhyun meraih jaketnya dan melangkah keluar dari apartementnya.
YGMFH
Setelah berjalan tanpa tujuan di sekitar kompleks apartemennya yang cukup ramai karena terletak di area pusat perbelanjaan, Baekhyun begitu saja memasuki cafe itu. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tetapi suasana tetap saja ramai.
Cafe itu terletak di pinggir jalan, di area yang dipadati pejalan kaki yang lalu lalang, suasananya sangat sejuk dan menyenangkan, karena dipenuhi oleh tanaman hijau yang ditata dengan indahnya, dengan dinding-dinding dari kaca yang memantulkan lampu jalan. Cafe itu buka 24jam. Dan Baekhyun langsung menemukan tempat yang cocok untuk duduk dan menulis. Dia duduk di sebuah sudut yang nyaman dan membuka buku menu yang ada di meja. Suasana cafe cukup ramai meskipun sudah malam, seakan-akan kehidupan terus berjalan di dalam sini.
Pada saat yang sama seorang pelayan, pria setengah baya mendekatinya dan tersenyum ramah kepadanya,
"Selamat malam, apakah anda ingin memesan sesuatu?"
Baekhyun mendongak menatap wajah yang ramah itu dan tersenyum, "Saya ingin steak yang ada di menu ini gumamnya pelan, lalu menatap pelayan yang membungkukkan tubuhnya dengan sopan setelah mencatat pesanannya dan melangkah pergi.
Baekhyun membuka laptopnya dan mulai menulis, tetapi baru beberapa detik dia mendesah. Novel yang ditulisnya adalah kisah romansa antara dua anak manusia yang saling mencintai. Baekhyun dulu sangat lancar menulis novel percintaan, kata-kata akan mengalir mudah dari jari-jarinya, membentuk rangkaian huruf yang membuaikan pembacanya, tetapi sekarang, setiap dia akan menulis kisah cinta, hatinya mencemooh, ingatan akan Jongin menyerbunya, membuat jemarinya kaku dan tidak bisa mengetikkan kisah romantis apapun. Ternyata menulis itu dipengaruhi oleh hati. Ketika dia patah hati, jemarinya menolak untuk menuliskan kisah cinta yang menyentuh hati. Jiwanya tidak percaya akan keindahan romansa, semua terasa palsu baginya sejak pengkhianatan Jongin kepadanya.
"Biasanya kalau aku susah mendapatkan inspirasi aku akan mendengarkan musik."
Suara yang maskulin itu mengejutkan Baekhyun dari lamunannya, dia mendongakkan kepalanya dan langsung bertatapan dengan sosok tampan yang begitu mendominasi ruangan, dengan pakaian serba hitam dan wajah klasik yang misterius.
Baekhyun mengernyitkan keningnya, menoleh ke belakangnya, tidak ada orang lain di dekatnya, jadi memang benar lelaki ini sedang menyapanya. Dia tidak mengenal lelaki ini, bagaimana lelaki ini bisa mengetahui bahwa dia sedang menulis?
"Para penulis biasanya datang ke cafe ini di malam hari, memenuhi setiap sudutnya dan berusaha mencari inspirasi." Lelaki itu tersenyum, "Maafkan aku tidak sopan menyapamu begitu saja." Dia mengulurkan tangannya, "Annyeonghaseyo, Aku pemilik cafe ini namaku Park Chanyeol."
Baekhyun tetap ragu, meskipun begitu, demi kesopanan dia menyambut uluran tangan lelaki itu,
"Ah, Annyeonghaseyo Chanyeol-ssi..." Baekhyun masih bingung harus berkata apa, "Aku Byun Baekhyun." Gumamnya pelan. Masih terpukau atas senyum ramah dan ketampanan lelaki di depannya.
"Oke kalau begitu, aku harap kau tidak bosan berkunjung kemari." Lelaki itu menganggukkan kepalanya lalu melangkah pergi.
Baekhyun masih terdiam, mengamati kepergian lelaki itu. Mungkin sudah budaya di cafe ini untuk ramah kepada para pelanggannya, pikirnya dalam hati.
Lelaki itu tampak baik, ramah dan sopan... tetapi kemudian ingatan akan Jongin menyerangnya dan membuatnya merasa pahit. Semua laki-laki sama di dunia ini, meskipun yang berpenampilan paling sempurna sekalipun.
YGMFH
"Dan dia sangat tampan." Baekhyun bercerita kepada Luhan sahabatnya, "Dia juga pemilik cafe yang indah itu."
Luhan mencomot roti bakar di piring Baekhyun, mereka sedang menghabiskan minggu pagi di apartemen Baekhyun, Luhan berkunjung untuk membantu Baekhyun merapikan tempat barunya,
"Cafe itu cukup terkenal di kota ini, sangat ramai karena menyediakan semua yang dibutuhkan. Di pagi hari kau bisa memesan menu sarapan yang lezat, dan di malam hari, barnya dibuka sehingga semua orang yang ingin bersantai bisa duduk-duduk di sana selama mungkin dan menikmati minumannya. Tapi dari ceritamu, pemilik cafe itu sepertinya masih muda."
"Masih muda." Baekhyun merenung, masih muda dan sangat tampan batinnya.
"Apakah dia sudah menikah?" tanya Luhan tiba-tiba.
Baekhyun tergelak, "Kenapa aku harus memperhatikan apakah dia sudah menikah atau belum?'
"Karena kau harus belajar melepaskan diri dari Jongin." Luhan mengedipkan sebelah matanya, "Pemilik cafe itu menyapamu, dan dia masih muda, siapa tahu dia juga tampan."
"Dia tampan." Gumam Baekhyun akhirnya.
"Nah! Mungkin dengan mencoba membuka lembaran baru kau bisa menyembuhkan lukamu."
"Tidak." Baekhyun mengernyitkan keningnya denga pedih, "Semua lelaki sama, Luhan. Mereka selalu bilang bahwa mereka adalah pecinta sejati. Tetapi di sisi lain mereka mudah berpindah hati."
"Kau tidak bisa terus-terusan seperti itu, Baekhyun. Masih banyak lelaki di luar sana yang berjiwa baik dan setia." Luhan menghela napas panjang, "Seperti pemilik cafe yang tampan itu, dia tampaknya baik, dan dia menyapamu, berarti dia ada perhatian kepadamu."
"Andwae." Baekhyun menggelengkan kepalanya sambil terkekeh, "Mungkin itu memang sudah menjadi ciri khas cafe itu, bersahabat dengan pelanggannya, bahkan pelayannya pun ramah-ramah." Tatapan mata Baekhyun lalu berubah serius, "Aku tidak ingin membuka hatiku untuk lelaki manapun, Luhan, aku sudah dikecewakan dan bagiku semua lelaki itu sama, mereka adalah pengkhianat."
Baekhyun meyakini kata-katanya. Pengalamannnya dengan Jongin sudah membuktikan semuanya. Dia tidak akan pernah percaya kepada laki-laki lagi, apalagi lelaki yang luar biasa tampannya seperti pemilik cafe itu kemarin. Lelaki setampan itu pastilah pemain perempuan, karena dengan ketampanannya dia bisa mendapatkan banyak perempuan yang dengan sukarela mau bertekuk lutut di bawah kakinya.
YGMFH
Tetapi malam itu Baekhyun tidak bisa tidur lagi, dia sudah mencoba berbaring tetapi hanya berguling bolak-balik di atas ranjang. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan keluar. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tetapi kawasan tempat tinggalnya cukup aman dan ramai untuk keluar di malam hari.
Lagipula Cafe itu terletak begitu dekat, di seberang kompleks apartemennya...
Tanpa terasa Baekhyun sudah berjalan ke sana, memasuki cafe itu. Pelayan setengah baya yang sama yang menyambutnya,
"Anda ingin pesan apa?" lelaki itu menyapa dengan ramah ketika Baekhyun duduk di pojok yang rindang dengan dekorasi taman yang menyejukkan.
Baekhyun tersenyum, "Tidak, malam ini aku ingin kopi."
"Apakah anda akan bergadang untuk menyelesaikan pekerjaan anda?" pelayan itu melirik ke arah laptop yang diletakkan Baekhyun di mejanya.
Baekhyun terkekeh, "Aku seorang penulis dan aku dikejar deadline."
"Penulis?" Pelayan itu tampak tertarik, "Penulis novel?"
Baekhyun menganggukkan kepalanya, "Ya. Novel percintaan."
"Ah." Pelayan itu terenyum penuh arti, "Saya sudah menduganya, itu sesuai dengan penampilan anda yang lembut."
"Terimakasih atas pujiannya." Gumam Baekhyun sambil tertawa, mulai membuka laptopnya di atas meja itu, "Mungkin aku akan di sini sampai pagi."
"Anda tidak tidur?"
"Pekerjaanku kan penulis, aku bisa begadangan semalam dan tidur besok pagi." Baekhyun tergelak, "Semoga di sini diperbolehkan duduk sampai malam."
"Tentu saja." Pelayan itu mengedipkan sebelah matanya, "Asal anda terus mengisi cangkir kopi anda setiap dua jam, anda boleh duduk di sini selamanya." Candanya sambil tertawa, "Saya akan mengambilkan pesanan anda, dan karena sepertinya anda akan menjadi pelanggan kami, anda boleh memanggil saya Donghae."
Baekhyun tersenyum menanggapi keramahan pelayan itu, "Kamsahamnida, Donghae-ssi." Gumamnya lembut.
YGMFH
Hampir pukul tiga pagi dan Baekhyun masih menulis di sudut yang sama, dia sedang menulis adegan sedih, perpisahan antara dua tokohnya karena kesalahpahaman, dan itu sesuai dengan perasaannya sekarang, karena itulah jemarinya mengalir lancar.
Tiba-tiba ponselnya berkedip-kedip, membuanya mengernyitkan kening.
Siapa yang meneleponnya pagi-pagi begini?
Diambilnya ponselnya dan wajahnya memucat ketika melihat nama yang tertera di sana.
Jongin...
Baekhyun meletakkan ponsel itu di meja dan membiarkannya. Tetapi ponsel itu terus bergetar tanpa henti, begitu mengganggunya. Baekhyun mendesah kesal, mood menulisnya langsung hilang begitu saja melihat nama Jongin di layar itu.
Dan meskipun dia sudah berusaha mengabaikannya, ponsel itu terus menerus bergetar tak tahu malu, seolah Jongin tidak akan menyerah sebelum dia mengangkatnya.
Akhirnya setelah menghela napas panjang, Baekhyun mengangkat ponsel itu.
"Ada apa Jongin?" gumamnya kesal.
"Baekhyun, akhirnya." Suara Jongin terdengar lega di seberang sana, "Aku datang ke rumahmu dan orangtuamu bilang bahwa kau pergi keluar negeri. Kau kemana?"
"Sudah bukan urusanmu lagi kan?" jawab Baekhyun dingin.
"Astaga Baekhyun. Sebegitu kejam nya kah kau padaku? Apakah kau pergi meninggalkan Tokyo gara-gara aku?"
Kenapa pula Jongin harus bertanya? Tentu saja Baekhyun melakukannya karena Jongin, dia sudah muak bahkan untuk mengetahui bahwa dia menghirup udara yang sama dengan laki-laki itu, karena itulah dia pindah.
"Aku rasa apapun alasanku adalah urusanku." Baekhyun bergumam, "Dan aku harap kau tidak menggangguku lagi."
"Baekhyun... sayang... dengarkan aku... kau pindah kemana sayang? Orangtuamu tidak mau memberitahukan kepadaku, dan aku mencemaskanmu."
"Aku baik-baik saja." Baekhyun menguatkan hatinya, merasakan matanya berkaca-kaca, lalu langsung mematikan ponselnya.
Dia terpekur cukup lama di depan laptopnya, menatap hampa kepada tulisannya yang masih setengah jadi. Saat ini yang dia lakukan adalah membuat kisah tragedi, dengan akhir yang tragis dan memilukan untuk tokoh-tokohnya, kisah menyedihkan yang sama seperti yang sekarang dia alami.
YGMFH
Chanyeol memperhatikan Baekhyun dari dalam ruang kerjanya. Tentu saja Baekhyun tidak menyadarinya, ruang kerja Chanyeol terletak di lantai dua, di atas tangga dengan kaca yang gelap yang di desain satu sisi, dimana Chanyeol bisa dengan leluasa mengawasi seluruh bagian cafe miliknya dan orang dari luar tidak akan bisa melihat menembus ke dalam.
Chanyeol tidak pernah merasakan ketertarikan seperti ini pada perempuan manapun. Tetapi semalam, ketika kebetulan dia sedang berdiri di tempat ini, tempat yang sama, mengawasi cafenya, dia melihat perempuan itu masuk, menatap keraguan perempuan itu, dan entah kenapa ada sesuatu yang mendorongnya untuk mendekati perempuan itu.
Padahal penampilan perempuan itu sederhana, dia mengenakan celana jeans panjang dan kemeja warna polos yang membungkus tubuhnya yang mungil. Tidak ada yang istimewa dan heboh dari penampilannya, rambutnya dikuncir kuda sekenanya, dan perempuan itu tidak berdandan, tetapi Chanyeol tetap saja tidak bisa melepaskan pandangannya dari perempuan itu.
Bahkan kemudian dia tidak bisa menahan diri untuk menyapa perempuan ini, ingin melihat lebih dekat. Chanyeol tidak pernah menampakkan dirinya di depan pelanggan. Dia selalu bersembunyi di balik dinding kaca gelap yang misterius, hanya Donghaelah yang dipercayanya sebagai tangan kanannya. Chanyeol memiliki jaringan cafe dan hotel di seluruh kota ini, tetapi Garden Cafe adalah favoritnya, tempat inilah satu-satunya dari seluruh tempat yang dimilikinya yang membuatnya merasa nyaman.
Dan kemudian dia menemukan perempuan ini, perempuan yang langsung merenggut hatinya, ketika berucap halo dan menyambut uluran tangannya, lalu mengatakan namanya. Baekhyun. Chanyeol mencatat nama itu dengan penuh rahasia, jauh di dalam hatinya yang kelam.
TBC
HEYO! GIMANA CHAPTER INI? PENDEK YA? SENGAJA NI:v BAHAHA. REVIEW DULU YANG BANYAK NANTI AKU PANJANGIN DEH /ga. CHAPTER DEPAN PANJANG KOK.. INI HANYA PERMULAAN/?
OIYA BANYAK YANG TANYA SEBELUMNYA BAEKHYUN ITU TINGGAL DIMANA.. BAEKHYUN ITU TINGGAL DI TOKYO TADINYA, TAPI DIA ASLI KOREA KOK. CUMA TINGGALNYA DI TOKYO/?
TERUS AKU MAU MINTA SARAN NIIIH.. MENURUT KALIAN YANG COCOK JADI KEMBARAN CHANYEOL ITU SIAPA? TOLONG YA BERIKAN SARAN KALIAN PADAKU^^
THANKS TO:
[ KarlinaAmelia ; Tania3424 ; ArlaParkBaek ; Kaisooship ; ByunViBaek ; neli a ; baekby ]
SO, SEE YOU NEXT CHAPTER!
AND
MIND TO REVIEW?:3
Kamsahamnida^^ /bow
