Fandom : Tekken

Rate : T

Genre : Adventure, Hurt-Comfort

Main Chara : Jin Kazama

Disclaimer : Tekken © Namco, Destiny and Fulfilment © Satsuki the Game-Holic / Satsuki Kobayakawa, jika ada kesamaan di dalam cerita, saya mohon maaf karena ini tak disengaja. Ide langsung diambil dari gamenya.

Warning : AU (maybe), Gaje, OOC (?), Typo(s), Ga nyambung (?), de el el.

Summary : Heihachi tewas ? Jin tak percaya kalau Heihachi telah mati. Kazuya menghilang ? Walau menghilang, ia pasti akan muncul kembali di hadapannya. Perlahan, Devil Gene yang berada di dalam tubuhnya mulai mempengaruhinya. Namun, Tournament Tekken 5 akan diselenggarakan kembali, tanpa Heihachi. Jin, mempunyai rencana tersendiri.


Chapter 2, "Prologue"


-Yakushima, Jin's Home-

Pukul 20.15 ..

Lelah. Sangat lelah. Perjalanan dari hutan yang tak ia kenal telah berakhir selama 5 hari penuh. Walau penat, ia tak begitu membencinya, sebab ia punya hobi dari kecil yang cukup disukainya, yaitu jalan-jalan di hutan. Para penduduk sekitar rumahnya sempat melihat dia dengan tatapan aneh-seolah-orang-gila karena ia tak lagi memakai baju atasan-apalagi penampilannya sedikit kumal. Namun, ia tak memperdulikannya. Kini, kasur empuk dirumahnya telah menunggunya. Tak perlu membuang waktu lama, ia segera saja mengistirahatkan badannya.

Selang beberapa detik kemudian, matanya telah terpejam erat, menandakan ia telah terlelap ke dalam dunia mimpi...


-Jin POV-

"Gunakan kemarahanmu.."

Suara itu..

"Iya, benar ! Gunakan semua kebencianmu !"

Dia..

"Hahahaha ! Gunakan semuanya ! Maka kau bisa mendapatkan kekuatanku !"

Jangan katakan itu..

"Gunakan amarahmu dan dapatkan kekuatanku, Jin Kazama ! Maka kau bisa membunuh mereka semua dengan mudah !"

HENTIKAN !

...

Jantungku serasa berhenti berdetak. Aku terbangun. Keringat mengalir dengan derasnya di seluruh tubuhku. Nafasku terasa sedikit sesak, kali ini jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Kucoba kukendalikan emosiku, kuatur nafasku perlahan. Tato yang telah terbentuk sejak lama di lengan kiriku terasa berdenyut.

"Mimpi.. Buruk.."

Dia mulai mempengaruhiku.

Devil Gene.


Sejak aku terbangun jam 2 pagi aku tak bisa tidur kembali hingga sekarang, jam 5 pagi. Sejak kejadian berakhirnya Tournament Tekken 3, aku yang saat itu seharusnya sudah mati tapi Devil Gene di dalam tubuhku mulai bangkit, dan hampir membunuh Heihachi yang juga telah membunuhku-namun aku tak mati karena Devil Gene. Tapi sepertinya waktu itu aku hanya terlihat seperti 'melarikan diri' dengan bentuk Devil. Setelah itupun aku tak ingat apa-apa lagi.

Mencoba mencari sesuatu yang dapat menghibur, kuhidupkan TV-ku yang sederhana, hanya 32 inch. (?)

Lalu, mari kita lihat ada apa hari ini..

"...Iron Fist Tournament 5 kembali dibuka..."

Eh, apa katanya ?

Langsung saja, kuperbesar volume suaranya hingga cukup jelas perkataan host pembawa acara berita tersebut.

"Namun untuk kali ini berbeda. Tournament yang akan diselenggarakan sebulan lagi, berbeda penyelenggaranya. Dikabarkan penyelenggara Tournament sebelumnya, pemimpin Mishima Zaibatsu, Heihachi Mishima, tewas oleh ledakan misterius di kuil Hon-Maru, Kyoto, sekitar seminggu yang lalu.."

Raut wajahku berubah, kaget bercampur serius. (?)

'Apa ? Jadi setelah aku tak jadi membunuhnya.. Dia.. Mati ?' batinku tak percaya, sama sekali.

"...Selain Heihachi, ada seorang lagi yang dikabarkan menghilang dari tempat kejadian. Tak tahu pasti bagaimana kronologinya, yang jelas ia adalah Kazuya Mishima, pemimpin G-Corporation.."

Begitu..

Kurasa kedua orang itu takkan mati semudah itu. Lihat saja, saat Tournament Tekken 5, mereka berdua pasti akan muncul dihadapanku. Aku yakin itu.

Kurasa, tak ada salahnya sekarang aku harus latihan mempersiapkan diri untuk Tournament. Dan, 'dia' pasti akan menantangku lagi, karena aku dan 'dia' sudah berjanji di Tournament sebelumnya.

-End of Jin POV-


-Normal POV-

Berambut merah seperti senja matahari sore. Memiliki muscular body namun tak sebesar seperti rivalnya. Dibalik jeruji besi Militer ia hanya bisa melatih kakinya, karena martial art yang ia pelajari hanyalah Taekwondo, namun walau begitu tangannya juga tak menganggur. Keringat terus mengalir, wajahnya begitu serius dengan latihannya. Berdarah asli Seoul, Korea Selatan.

Selang beberapa menit, tak diduga ada yang menjenguknya.

"Selamat Pagi, Hwoarang. Aku adalah orang dari kedutaan Korea. Kau dapat surat dari Duta Besar Korea, coba lihat." ucapnya seraya sambil memberikan secarik surat.

Pria yang biasa dipanggil Hwo atau Hwoarang tersebut menerima suratnya. Setelah membacanya, ia tak dapat mempercayai apa yang ia lihat. Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah orang yang menjenguknya tadi. Sebuah senyuman tersirat di wajahnya.

"Keluarkan aku dari sini, sekarang."


-Flashback, sekitar seminggu yang lalu di kuil Hon-Maru-

Mereka berdua tengah pingsan. Tak ada yang menyadarinya. Hingga akhirnya suara baling-baling Helikopter yang tak sedikit jumlahnya, akhirnya membuat mereka semua sadar.

"Uhh.. "

Kazuya terasa pusing di kepalanya, dan Heihachi hanya diam. Sepertinya Heihachi tengah berkonsentrasi dengan suara-suara Helikopter di luar sana.

Seperti dugaannya, robot Jack-4 datang, menghancurkan atap kuil dengan jumlah pasukan yang cukup banyak. Terlihat, para Jack-4 tersebut tengah meneliti data-data mereka dari wajah Heihachi dengan matanya. Seketika, seolah datanya cocok dengan target mereka, mata mereka berubah menjadi merah menyala.

"Siapa yang membawa mereka kemari ?" teriak Heihachi kesal.

Sekejap seperti sebagai penumpu berdiri, Kazuya memegang bahu Heihachi dan tersenyum singkat kearahnya. Dengan sigap, seperti seolah orang yang membenci-atau memang membenci-Heihachi menghindarkan bahunya. Sesaat, mereka saling memandang.

"Heaahh !"

Tidak lengah, Kazuya dan Heihachi menghancurkan Jack-4 yang menyerang mereka mendadak. Hanya dengan satu pukulan, Jack-4 tersebut sudah tumbang.

Mereka pun bersiaga, bersiap-siap dengan serangan selanjutnya.

"Ha !"

Serangan pertama dimulai Kazuya, dengan satu pukulan keras karena ia diserang seorang Jack-4, Jack-4 tersebut hancur dibagian perutnya yang berlubang terkena pukulannya. Heihachi tak kalah cepat, ia balik menyerang Jack-4 yang hampir menyerangnya.

Satu Jack-4 lain pun mulai menyerang Heihachi, namun Heihachi sudah tahu. Dengan kepala batunya (?) Jack-4 yang menyerangnya langsung ia dorong menjauh dengan sundulan kepalanya. Seolah memang diarahkan kepadanya, Kazuya dengan cepat menangkap kaki Jack-4 tersebut dan melemparnya kearah beberapa Jack-4 yang hampir menyerangnya.

Alhasil, beberapa Jack-4 yang terkena lemparan tubuh Jack-4 oleh Kazuya, tumbang sekejap, serta Jack-4 yang dilempar tadi itu hancur membentur patung Buddha emas. Tentu saja, patung tersebut ikut hancur.

"Huh ?"

Kazuya merasakan sesuatu. Mendadak, Jack-4 muncul dari atap yang hancur dan menyerangnya. Kazuya tidak lengah, ia segera meluncurkan pukulan keras menghadap ke atas ala Mishima Fighting-Style andalannya. Tak tinggal diam, Heihachi pun menendang jauh Jack-4 yang telah di pukul keras oleh Kazuya.

Berbagai macam serangan mendadak dari Jack-4 pun terus berdatangan pada Heihachi. Namun, untuk seorang Heihachi ini bukanlah hal sulit. Sigap, cepat, dan keras. Berbagai pukulan-tendangan keras telah menumbangkan semua Jack-4 yang ada di kuil tersebut.

Ternyata tak berakhir disitu. Jack-4 yang dikirim dari Helikopter dalam jumlah banyak terus berdatangan. Heihachi nampak mulai kelelahan.

Ia lengah. Tak disangka, Kazuya mencengkram erat kepalanya dan melemparnya ke arah kumpulnya para Jack-4, dan sekejap Heihachi telah dikerubuti bak mangsa yang siap dilahap harimau.

"Heh.. "

Tak mau berlama-lama, Kazuya pun pergi meninggalkan Heihachi dengan melompat ke lubang dinding kuil.

Sedangkan Heihachi ?

Ia sekarang telah ditahan dengan ditindih oleh Jack-4 dengan jumlah banyak.

"Awas kau, Kazuya ! Kubalas kau nanti !" geram Heihachi.

Ingin melepaskan diri, namun gagal. Cengkraman Jack-4 yang terlalu banyak sangat menyusahkannya.

Sedetik kemudian, sebuah Jack-4 datang dan berdiri menghadap Heihachi. Heihachi tersentak, tak disangka ternyata Jack-4 di depannya..

Kepala Jack-4 yang berada di depan Heihachi berubah menjadi bom waktu, dan dimulai hitung mundur dari 3 detik.

"Cih !"

3..

2..

1..

Sebuah ledakan besar pun terjadi. Dalam sekejap, kuil tersebut telah habis termakan api ledakan oleh Jack-4.

...

Seorang pria yang sepertinya paruh baya tengah berdiri tegap menyaksikan ledakan besar tersebut. Berambut tipis berwarna putih seperti botak. Memakai kacamata hitam yang selalu ia pakai kemanapun. Bekas luka yang membentuk X di wajahnya, entah ia dapat darimana, menjadi ciri khas dirinya.

Ia pun menombol sesuatu yang mirip seperti Headshet tanpa kabel di telinganya, lalu menginformasikan sesuatu kepada seseorang di seberang sana.

"Heihachi Mishima.."

"..Ia telah mati.."

Tiba-tiba sebuah Jack-4 menyerangnya, namun karena ia lihai terutama ia adalah Ninjutsu, seorang dari Intellegent Agent, dengan mudah ia hancurkan robot tersebut dengan kedua pisau yang selalu terpasang siap di pinggang belakangnya.

-End of Flash Back-

To be Continued ..


A/N : Akhir kata, akhirnya chap 2 berakhir. Kok rasanya lebih singkat, ya ? Yang namanya Prologue memang seperti ini. Maaf kalau singkat (banget), nanti di chap 3 mungkin lebih panjang. Merasa seperti De Ja Vu ? Ini emang sebagian besar diambil dari gamenya. Maaf banget, kalau ini makin gaje. Untuk awal-awal mungkin emang mbulet (?), tapi insyallah di chap-chap berikutnya ga bakal bulet lagi.

Nah sekarang, mari bales Review :

Dari Another-of-Me :

Wah makasih, ya..

yah ini memang Jin bermaksud menghilangkan Devil Gene dari tubuhnya, tapi tetap saja..

rasanya tak mungkin, yah.

Anyway, Chap 2 update !

Dari Van Handhixaz :

Iya, maaf ya waktu itu ga sempet ngecek lagi. #nangis (?)

makasih udah ripiu, chap 2 telah updet !

- R n R -