Well, baca aja deh... Lagi pusing...

Disclamer: Masashi Kishimoto


The Beginning

"Haruka-sensei, istirahat sebentar, ya!" pinta Aki.

Haruka menghentikan langkahnya. Ditatapnya ketiga muridnya yang sudah kepayahan.

"Belum lama jalan udah mau istirahat? Memalukan! Genki-san aja masih kuat jalan, kok. Perjalanan kita kan masih panjang," kata Haruka.

"Habis, nggak seperti biasanya, misi kali ini banyak gangguannya sih," keluh Ryutarou.

Memang, walaupun misi mereka adalah misi tingkat C —melindungi Genki-san dari perampok sampai ke desanya—, tapi banyak sekali gangguan yang mereka hadapi. Para perampok (baik perampok biasa maupun ninja) sebertinya bertambah beberapa kali lipat. Tapi sebenarnya Haruka justru senang. Setidaknya ia bisa unjuk kemampuan bertarungnya.

"Ini gara-gara Haru-nee! Mereka mengincar kita karena berpikir kalau kita hanya empat anak kecil yang lemah. Mereka sama sekali tidak menganggap Haru-nee sebagai jonin," kata Yoji.

Sebenarnya Haruka tahu kalau kata-kata Yoji benar, tapi ia tentu tidak mau mengakuinya.

"Itu kan karena kalian saja yang tampangnya lemah!" kata Haruka.

"Istirahat sebentar aja deh, Sensei," pinta Aki lagi. Ia kelihatan benar-benar lelah.

"Tapi nanti Genki-san telat sampai di desanya lho!" Haruka melirik Genki-san. Lelaki tua itu malah tersenyum.

"Saya nggak apa-apa, kok. Bukan perjalanan yang terburu-buru. Jadi, istirahat saja sebentar," kata pria tua itu.

Haruka menghela napas dan menatap ketiga muridnya yang kelelahan. "Ya sudah, kita istirahat 10 menit," katanya.

"Akhirnya istirahat juga," kata Yoji seraya menjatuhkan dirinya ke tanah.

"Huh, sepertinya kita tidak bisa cepat-cepat pulang ke Suna," keluh Haruka.

"Haruka-sensei ingin cepat-cepat kembali ke pekerjaan lama Sensei, ya?" tanya Aki polos.

"Hah?! Untuk apa? Aku kan sudah bilang kalau bagiku, itu bukan pekerjaan. Hanya sekedar formalitas. Aku ingin cepat-cepat kembali ke Suna supaya aku bisa dapat misi yang lebih menantang, tahu!" kata Haruka.

"Maaf ya, aku memang hanya merepotkan saja." Tiba-tiba Genki-san bersuara.

"Ah, maaf Genki-san. Bukan begitu. Aku tidak bermaksud..."

Genki-san tertawa melihat kepanikan Haruka. "Aku mengerti, aku mengerti. Aku juga hanya bercanda," katanya.

Haruka tersenyum. Tiba-tiba saja ia jadi teringat sang Kazekage yang ditakuti banyak orang. Ia baru menyadari kalau semalam ia memimpikan saat pertamakalinya ia melihat sang Kazekage sewaktu kecil dulu. Ada apa, ya? Mengingat Kazekage selalu membuatnya kembali mengingat hari yang menyebalkan itu...

Hai itu, Haurka akan diberitahu apa pekerjaan pertamanya sebagai seorang jonin. Haruka tentu sangat senang. Dengan hati berdebar-debar, ia pergi ke kantor Kazekage.

Ketika tiba di kantor Kazekage, yang dilihatnya hanya tiga bersaudara Temari-Kankurou-Gaara, anak-anak dari Kazekage terdahulu. Ah, dan Gaara adalah Kazekage yang sekarang, sang Godaime.

"Ohayo." Haruka memberi salam kepada ketiganya dengan agak gugup.

"Ohayo, Haruka-chan. Boleh kan aku memanggilmu begitu?" tanya Temari sambil tersenyum.

Haruka mengangguk ragu-ragu. Ia berpikir, apa tidak apa-apa? Rasanya tidak seharusnya orang-orang di hadapannya ini memanggilnya dengan panggilan akrab.

"Begini Haruka-cham, kami sudah memikirkan mengenai tugas pertamamu sebagai seorang jonin." Temari terdiam sejenak lalu menatap kedua adiknya. Haruka ikut-ikutan menatap keduanya. Dilihatnya Kankurou menatapnya sambil tersenyum sementara Gaara memandang ke arah lain dengan wajah malas.

"Kami memutuskan..."

"Kalian yang memutuskan, aku tidak!" Tiba-tiba Gaara memotong perkataan Temari.

"Ya. Aku, Kankurou, dan beberapa orang lainnya," Temari menatap Gaara, "memutuskan bahwa tugas pertamamu sebagai seorang jonin adalah menjadi pelindung Kazekage."

"APA?!" Haruka tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak. Baginya ini sama sekali tidak masuk akal. "Kenapa?" tanyanya bingung.

"Begini, Haruka-chan, kami memutuskan hal ini dengan berbagai pertimbangan," kata Temari.

"Tapi..."

"Ini tugasmu, suka atau tidak." Temari tiba-tiba menjadi tegas, membuat Haruka tidak berani membantah.

"Oke, karena ini hari pertamamu bertugas, lebih baik kalian ngobrol-ngobrol dulu supaya saling kenal. Aku dan Kankurou harus pergi karena ada misi yang harus kami selesaikan. Gaara, baik-baik dengan pekerjaanmu, ya! Jya ne!" Temari mengacak-acak rambut Gaara sebelum menghilang bersama Kankurou.

"Sial, mereka semakin seenaknya padaku." Haruka mendengar Gaara menggerutu seraya merapikan rambutnya yang berantakan. Merasa diperhatikan, Gaara berbalik menatap Haruka.

"Ada masalah?" tanyanya dengan nada dingin.

Haruka tiba-tiba merasa tidak dapat mengontrol dirinya lagi. "Ugh, masa bodo kau Kazekage atau apa! Kuberitahu saja ya, aku tidak suka pekerjaan ini! Lagipula sejak awal aku tidak setuju kalau kamu menjadi Kazekage. Kenapa aku harus melindungi kamu, orang terkuat dan yang paling ditakuti di Suna?! Ini sih artinya aku tidak punya tugas!" Haruka menumpahkan semua perasaannya pada anak laki-laki berambut merah itu.

"Biar bagaimanapun, protes padaku pun percuma. Bukan aku yang berwenang dalam hal ini," kata Gaara cuek. Matanya sibuk mempelajari berkas-berkas di hadapannya.

"Kau kan Kazekage!"

Gaara menoleh ke areah Haruka dan memandangnya dengan tatapan jengkel. "Kau pikir Kazekage dapat berbuat seenaknya?"

"Tapi ini kan masalah kecil!"

"Ya, masalah kecil yang kau besar-besarkan. Kalau kau ingin protes, sampaikan saja pada Temari-neesan. Keluhanmu itu mengganggu tahu!"

Haruka menatap Gaara yang kembali menyibukkan diri dengan kertas-kertasnya. Haruka merasa kesal sekali hari itu. Ia ingin sekali protes. Tapi melihat reaksi Temari sebelumnya, ia yakin kalau ia tidak akan berhasil. Akhirnya ia hanya bisa duduk sambil mengawasi Gaara yang sibuk bekerja.

"Sensei, sudah waktunya melanjutkan perjalanan." Aki menyadarkan Haruka dari lamunannya.

"Oke! Ayo berangkat!" Haruka mengacungkan tinjunya ke udara dengan wajah bersemangat.

"Kodomo," celetuk Yoji.

"Apa katamu?!" Haurka menatap Yoji dengan tatapan membunuh.

"Yoji cuma bercanda kok, Sensei. Ne, Yoji?" kata Ryutarou cepat. Yoji segera mengiyakan.

"Sensei, sebaiknya kita cepat-cepat melanjutkan perjalanan sekarang," tegur Aki.

Haruka menoleh ke arah Genki-san yang tersenyum geli seraya menatap mereka. Haruka menghela napas. "Baiklah. Kali ini kau kumaafkan. Awas kalau kau mengulanginya!" Haruka sempat mengancam Yoji sebelum memimpin kelompokny kembali melanjutkan perjalanan.

Tsuzuku


Review please... Maaf cuma segini, yaph..