Brain on Fire
Chapter 2: What Happen?
-.. Suara ku meninggi karena Richard mengusir ku..
"Tidak Jeon Wonwoo, aku tidak mengusir mu." Suara Richard halus.
"Bah! Sebaiknya aku pulang!" bentak ku ke Richard sambil membanting meja.
'Sial, aku akan resign dari pekerjaan ini!' batin ku.
"Jihoonie! Aku pulang!" teriak ku dari depan rumah.
"Ah, ne ne, aku memasak tteokboki, cepat kemari!" Ajak Jihoon pada ku.
Aku pun berjalan ke arah dapur, dan aku mendapati bebauan alkohol dari dapur.
"Astaga Jihoon! Kau mabuk lagi?!" suara ku meninggi karena marah.
"Tidak! Tidak, bukan aku, tapi pacarku, Soonyoung, dia duduk disana" Jihoon menunjuk ke arah sofa, dan benar saja, Soonyoung terkapar mabuk.
"Aish, kalian harus benar benar berhenti mabuk!" ucap ku.
Siang berganti malam, dan bulan telah bangun dari tempat persembunyian-nya
"Wonwoo, aku akan pergi bersama Soonyoung, kau tak apa ku tinggalkan sendiri?" Jihoon meng-gandeng tangan Soonyoung.
"Tak apa, silahkan pergi."
"Permisi, Wonwoo –shi" pamit Soonyoung pada ku.
Malam berganti Subuh.
'Astaga! Bebauan alkohol lagi.' Rasanya pusing sekali jika mencium bebauan hal yang sangat meng-gelikan tersebut.
Dapatku lihat didepan pintu Jihoon dan.. pacar barunya, Soonyoung berciuman!
"Astaga! Berhenti atau ku panggil sekuriti!" pekik ku terhadap mereka berdua.
Mungkin keberadaan ku bagaikan nyamuk oleh mereka, tiba tiba..
Aku terjatuh ntah karena apa.
"Wonwoo! Kau jangan main main! Bangun!" Nihil, panggilan Jihoon tak ku gubris, tiba tiba tubuhku kejang seketika ntah karena apa.
"Astaga! Bawa dia kerumah sakit!" tarik Jihoon ke Soonyoung.
"Kalian! Kenapa kalian tidak langsung menelfon ku!" Teriak ayah ku pada mereka berdua.
"..." Senyap, mereka berdua tidak berani mengatakan apapun.
"Apakah kalian kerabat dari Tuan Jeon Wonwoo?" tanya Dokter pada ku.
"Ah, ne ne, saya kerabat dari Jeon Wonwoo." Ayah ku berlalu mengikuti dokter tersebut.
"Anak anda, Jeon Wonwoo diduga mengalami Epilepsi, kami mungkin bisa menyembuhkan nya, Jeon Wonwoo mungkin bisa tinggal disini beberapa hari." Jelas dokter dengan name Tag Seungcheol itu.
"Baiklah, tapi, tanpa perkembangan, kami akan memaksa kalian untuk menyembuhkan anak kami."
Dan, inilah kehidupan ku yang baru, berbaring di ranjang Rumah Sakit, dan sekali sekali meneriakan untuk meminta kebebasan. Berminggu minggu aku berbaring dirumah sakit, namun nihil, tiada perkembangan yang terjadi pada tubuhku.
"Orang tua Jeon Wonwoo, kami akan membawa Jeon Wonwoo ke bangsal penyembuhan"
"Apa?! Kau mengatakan bahwa anak ku sakit jiwa?!" Emosi ayah ku Memuncak ntah karena apa.
"Kami menduga bahwa Jeon Wonwoo mengalami penyakit Bipolar, dan komplikasi Epilepsi, sebaiknya ia mendapatkan Treatment khusus di bangsal tersebut." Jelas dokter Seungcheol itu.
"Tidak! Kami akan memaksa mu untuk membawa anak kami ke rumah sakit yang lebih lengkap, biarkan kami dilapor kan polisi! Tapi kalian harus menyembuhkan anak ku! Tanpa penolakkan." Perintah ayahku-...
TBC
Sekian deh ceritanya. FF nya masih sepi sedih daku, jangan lupa Follow sama reviews FF ini ya, jangan ada silent reader, please.
