May I Love You?"
a semi-canon Naruto Fanfiction
Disclaimer:
Naruto is Masashi Kishimoto
Story line this FF by:
Sukea Kwee
Warnings:
Typos, My First FF.
Author Notes :
Hai Semua! Salam Kenal ! Saya Sukea, a newbie di dunia per FFan (very-very newbie sebenernya). Ini adalah FF pertama saya. Maaf kalau alur ceritanya jelek atau banyak bgt rangkaian kata yang absurd. Saya dengan senang hati menerima jika teman-teman dan para senpai berkenan memberikan saran. Selamat membaca, hope you like it!
Chapter 2 - Hatake Kakashi
"Ini adalah informasi dari klan Hatake yang anda cari, Mizukage-sama." Ujar Ao sambil menyodorkan laporan yang terjilid rapih ke atasannya tersebut. Sama seperti Choujuro, Ao juga diangkat oleh Terumi sebagai salah satu asisten pribadinya.
"Arigatou, Ao." Ujar Terumi lembut seraya mengambil dokumen tersebut.
"Berdasarkan informasi yang saya dapat, Klan Hatake yang dikenal di dunia shinobi adalah Hatake Sakumo dan Hatake Kakashi. Klan Hatake merupakan klan paling akhir yang bergabung di Konohagakure. Selebihnya, saya tidak mendapatkan informasi lebih jauh asal usul klan tersebut." Lapor Ao singkat.
"Baiklah, Ao. Selebihnya akan ku baca di laporan yang kau berikan ini."
Terumi kemudian memasukkan laporan yang Ao berikan di laci meja dan melanjutkan kembali pekerjaannya. Namun Ao merasa ada yang aneh. Sebagai salah satu asisten Mizukage, tidak biasanya Terumi menyuruhnya melakukan hal seperti ini.
"Ano.., Kalau boleh saya tahu, mengapa anda ingin mencari tahu tentang klan Hatake, Mizukage-sama?" Tanya Ao peasaran.
Terumi sejenak menghentikan aktifitasnya dan menatap Ao.
"Aku akan ceritakan sesuatu padamu, tapi berjanjilah untuk merahasiakan ini dari siapapun." Ujar Terumi pelan.
Ao hanya mengangguk dengan tatapan penasaran.
"Aku dijodohkan oleh Kakekku dengan seorang pria dari Klan hatake." Jelas Terumi.
"APA? ANDA DIJODOHKAN?" Ujar Ao setengah berteriak. Ia kaget bukan main dengan apa yang barusan diucapkan oleh Terumi.
"Ao, tolong pelankan suaramu! Aku tidak mau ada shinobi Kirigakure yang tahu masalah ini."
"Aduh. Iya, maaf, Mizukage-sama. Tapi apakah ini benar?" Ujar Ao yang masih nampak tidak percaya.
"Iya. Maka dari itu aku memintamu untuk mengumpulkan informasi mengenai klan Hatake. Aku ingin tahu sebenarnya siapa laki-laki yang di jodohkan denganku." Jelas Terumi.
"Oia ini jadwalku untuk bertemu dengan pria itu. Aku mohon bantuanmu, Ao. Dan rahasiakan ini kepada siapapun." Lanjutnya
"Baik. Namun Karena perjodohan ini waktumu akan terkuras. Kumhohon anda jangan segan untuk memerintahkanku untuk membantu anda, Mizukage-sama. Oya, Apakah Choujuro juga tau hal ini?"
"Tidak, ia tidak tahu. Tolong rahasiakan hal ini juga dari Choujuro, ya. Ia sudah cukup stress membantuku menyusun rencana kerja tahun ini. aku tidak ingin tambah membebaninnya."
"Baik. Kalau begitu saya permisi dulu."
Sepeninggal Ao, Terumi mengambil dokumen klan Hatake yang disusun oleh Ao. Dokumen itu sangatlah tipis. Mungkin hanya sekitar 20 halaman. Terumi segera membuka dokumen tersebut. Di Halaman pertama tertulis biografi Hatake Sakumo atau yang dijuluki konoha no shiroii kiba. Beliau adalah ayah dari Hatake Kakashi. Tanpa membacanya, Mei kemudian membalik halaman selanjutnya untuk memastikan apakah ada seorang pria lain dari klan Hatake ini selain Kakashi. Ia terus mencari hingga halaman terakhir. Dan hasilnya pun nihil.
Memang ia tidak pernah mendengar mengenai klan Hatake. Klan dari Konoha tersebut memang tidak populer seperi klan Uchiha, atau klan Hyuuga. Terlebih lagi klan Hatake yang ia ketahui hanyalah Kakashi saja. Di dokumen yang Ao berikan pun tidak dijelaskan asal usul klan Hatake dan keterangan mengenai anggota lainnya yang merupakan keturunan dari klan tersebut. Tidak mungkin Ao asal-asalan dalam mengumpulkan informasi. Ia yakin bahwa Ao adalah shinobi yang paling berpengalaman dan berkompeten dalam hal tersebut. Bahkan pada zaman perang dunia shinobi ketiga, Ao merupakan salah satu pimpinan shinobi yang bertugas untuk mencari informasi tentang musuh. Jadi sangat kecil sekali kemungkinan bahwa ada informasi yang tertinggal dikumpulkan oleh Ao.
Namun hal tersebut tentu saja membuat Terumi makin penasaran. Siapakah sebenarnya seorang pria dari klan Hatake yang akan dijodohkan dengannya itu? Apakah Hatake Kakashi? Jika iya, tentu saja Terumi merasa sangat beruntung karena Kakashi adalah laki-laki yang selama ini telah menguasai hatinya. Tapi apakah benar Kakashi? Bagaimana bisa kakeknya menjodohkannya dengan orang nomor satu di Konoha itu? Tidak mungkin Kakashi menyetujui perjodohan yang hanya akan menghabiskan waktunya dalam urusan Hokage. Namun kalau bukan Kakashi, Siapakah pria yang dimaksud oleh kakeknya tersebut.
"Aah! Aku bisa gila memikirkannya!" Ujar Terumi dalam hati.
"Terima kasih, Mizukage-sama, anda telah bersedia untuk megambil alih shinobi geng Raiko." Ujar Kakashi .
Mereka kemudian bergegas meninggalkan penjara bawah tanah Konoha, dimana geng Raiko ditahan setelah ditangkap dari negeri Uap. Kakashi tak menyangka bawha kemunculnya Kibaku Ningen yang telah diatasi oleh Sasuke akan ada kaitannya dengan Kirigakure.
"Tidak perlu berterima kasih, Rokudaime. Mereka telah dilukai oleh masa lalu pada era Mizukage sebelumku, jadi memang sudah seharusnya mereka menjadi tanggung jawab Kirigakure." Jawab Mei.
Semenjak perjodohan yang diberitahu oleh kakeknya, Mei jadi merasa sedikit canggung ketika harus berduaan dengan Kakashi seperti ini. Dalam benaknya, ia masih penasaran apakah Kakashi adalah pria yang dimaskud kakeknya. Tapi kalau benar, mengapa Kakashi terlihat begitu santai seperti biasa. Seperti tidak terjadi apa-apa.
Di luar bangunan penjara, terlihat Shizune beserta Ao sedang menunggu atasannya masing-masing. Ao melapor bahwa pasukan Anbu Kirigakure telah siap untuk membawa shinobi geng Raiko dari Konoha.
"Sebaiknya besok saja kembali ke Kirigakure. Anda dan seluruh pasukan baru tiba petang tadi. Beristirahatlah dahulu di Konoha. Kami telah menyiapkan penginapan dan jamuan untuk Anda dan Shinobi Kirigakure." saran Kakashi
Terumi tertegun mendengar tawaran Kakashi. Terumi tentu tidak bisa menolak. Memang ia akui dirinya dan Shinobi lainnya masih lelah karena perjalanan jauh tersebut. Belum lagi mereka harus membahwa tawanan yang perlu di jaga ketat. Terumi merasa dirinya sangat dimuliakan oleh Konoha.
Mereka kemudian menuju ke ruangan yang biasa digunakan Konoha untuk menjamu tamu-tamu penting. Letaknya tak jauh dari ruang pertemuan yang biasa digunakan rapat lima Kage. Ruangan tersebut lumayan luas dengan pemandangan langsung ke taman. Di ruangan tersebut telah disiapkan berbagai hidangan yang istimewa layaknya menjamu tamu negara. Mereka menyantap hidangan sambil diselingi banyak pembicaraan. Kebanyakan pembicaraan mereka hanya mengarah ke Aliansi Shinobi atau hubungan diplomatik kedua negara tersebut.
Selesai menyantap hidangan, Shizune lalu mengantar Mei ke kamar tempatnya untuk beristirahat malam ini di Konoha. Sebelum meninggalkan Terumi, Shizune menyerahkan satu paperbag berisi Yukata beserta perlengkapannya. Shizune menjelaskan bahwa malam ini adalah festival Hanabi di Konoha dan jika Terumi berkenan, nanti akan ada Shinobi yang menemaninya untuk berkeliling. Shizune kemudian pamit undur diri dan memberi tahu Terumi untuk menghubunginya jika memerlukan bantuannya. Terumi sangat tersanjung sekali dengan perlakuan Konoha seperti ini.
Setelah Shizune keluar, Terumi bergegas membuka paperbag yang Shizune berikan. Isinya Yukata bermotif bunga sakura lengkap dengan hiasan rambut yang bewarna senada. Tak lupa sendal kayu cantik juga tersedia di dalam paperbag tersebut. Sesuai dengan seleranya. Terumi jadi bertanya-tanya, siapakah yang memilihkan Yukata untuknya ya? Seleranya sangat bagus. Terumi kemudian pergi membersihkan badannya dan mencoba mengenakan Yukata tersebut. Sejenak ia melihat dirinya di kaca dengan Yukata yang telah menempel di badannya. Ukurannya sangat pas dengan tubuh Terumi. Ketika sedang merias rambutnya, terdengar suara ketukan pintu di kamarnya. Ia bergegas membuka pintu dan betapa terkejutnya ia ketika ia melihat pintu adalah Tsunade.
"Ohisashiburi desu ne, Mizukage. Genki-ga?" Tanya Tsunade sambil memeluk Terumi hangat.
"Saya baik-baik saja, Godaime. Akhir-akhir ini kau sangat sulit ditemui, ya?"
"Hahahaha! Aku meneruskan kegiatanku sebelum menjadi seorang Kage. Dan ini aku baru saja tiba di Konoha. Mendengar kau sedang berkunjung, aku langsung bergegas kesini."Ujar Tsunade riang.
"Iya, Saya beserta Shinobi dari Kirigakure juga baru tiba petang tadi. Kami diminta menginap oleh Rokudaime. Dan aku menyetujuinya karena masih sangat lelah karena perjalanan jauh. Ku dengar hari ini adalah festival Hanabi di Konoha, ya? Shizune memberikan ku Yukata ini." Ujar terumi sambil menunjukan Yukata yang sedang dikenakannya.
"Benar. Oya! Bagaimana kalau kita berjalan-jalan sambil bercerita. Sudah lama, 'kan, kita tidak bertemu," ajak Tsunade dan langsung disetujui oleh Terumi.
Tanpa ditemani satu pengawalpun, mereka berjalan berkeliling Konoha. Di sepanjang jalan desa diramaikan dengan pedagang-pedagang yang dan diterangi lampion-lampion cantik. Para pedagang tersebut menjual omen, furin, atau makanan semacam takayoki, yakitori, okonomiyaki dan banyak lagi. Selain itu, festival juga diramaikan dengan berbagai permainan tradisional dan yang paling populer di Konoha adalah kingyo sukui atau menangkap ikan mas. Setelah puas berkeliling, Tsunade mengajak Mei untuk mengunjungi kediaman Klan senju. Rumahnya yang sangat besar. Letaknya pun tak jauh dari kantor Hokage. Rupanya Tsunade sudah menyiapkan berbagai macam hidangan dan Sake untuk mereka berdua. Mereka berbincang-bincang sambil minum-minum. Namun tentu yang paling banyak minum adalah Tsunade. Wajah mereka kemudian memerah karena terlalu banyak minum. Bicara Tsunade juga sudah semakin tidak jelas.
Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Seperti biasa, Kakashi dan Shizune menjadi orang terakhir yang berada di kantor Hokage meskipun di hari libur sekalipun. Setelah merapikan beberapa dokumen, mereka berdua pun bergegas pulang. Di tengah perjalanan pulang, mereka melewati rumah klan Senju yang ditempati oleh Tsunade. Shizune merasa aneh karena lampu di rumah tersebut menyala. Padahal seharusnya tidak ada orang disana karena sepengetahuan Shizune, Tsunade masih berada di luar Konoha. Karena khawatir terjadi sesuatu yang buruk, Shizune mengajak Kakashi untuk mengecek ke dalam rumah tersebut. Dan betapa terkejutnya mereka berdua menemukan Tsunade dan Terumi sudah tidak sadarkan diri dengan beberapa botol sake di atas meja.
"Astaga, Tsunade-sama! Kenapa anda seperti ini?" Ujar Shizune cemas seraya mencoba memapahnya.
"Hokage-sama, apakah anda bisa menghubungi shinobi lainnya untuk membawa Mizukage-sama ke kamarnya? Baterai ponselku habis, jadi aku tidak bisa menghubungi siapapun. Dan akan lebih baik Mizukage-sama kembali ke kamarnya. Karena saya khawatir shinobi dari Kirigakure akan Khawatir jika tidakmenemukan Mizukage-sama di kamarnya besok."Jelas Shizune.
"Biar aku saja yang membawa Mizukage-sama ke kamarnya. Apakah kau menyiapkan kamar untuknya yang berada di dekat kantor Hokage?".
"Ne. Maaf Hokage-sama saja jadi merepotkan anda."
"Tidak Shizune. Tapi apakah keadaan Mizukage-sama baik-baik saja?"
"Ne. Ia hanya terlalu mabuk."
Shizune pun memapah Tsunade ke kamarnya, diikuti Kakashi yang menggendong Terumi di depan dadanya. Kakashi meninggalkan rumah klan Senju tersebut dan berjalan langkah demi langkah hingga akhirnya sampai ke kamar tempat Terumi menginap. Kakashi merebahkan Terumi ke kasur dengan lembut dan menyelimutinya. Kakashi paham bahwa akan berbahaya meninggalkan sesorang yang tidak sadarkan diri dalam keadaan mabuk sendirian seperti ini. Namun tidak mungkin juga Kakashi harus berduaan dengan seorang wanita di kamar. Akalnya tidak menyetujui hal tersebut. Akhirnya Kakashi kemudian merapalkan segel di tangannya dan munculah sebuah bunshin yang serupa dengannya. Tanpa berkata apapun, Bunshin itu segera menghilang dari Kakashi.
Setelah bunshinnya menghilang, Pandangan Kakashi beralih ke Terumi yng telah tertidur. Wajahnya dihiasi pantulan cahaya sinar bulan dari celah jendela kamar. Hati Kakashi bedesir. Di lubuk hatinya ia memuji keindahan paras sang Godaime Mizukage. Sudah cantik, kuat, seorang Mizukage pula. Beruntung sekali Kiri mempunyai pemimpin yang sangat sempurna seperti dia. Kakashi terus memandangi sosok sempurna yang ada di hadapannya, sampai akhirnya suara langkah kaki menyentak kesadarannya. Munculah iryoonin cantik berambut merah muda yang sangat akrab dengannya. Haruno Sakura.
"Ada apa, Sensei? Kau masih tidak punya ponsel, ya, sehingga menghubungiku saja harus membuat bunshin dulu?" Tanya Sakura dengan Yukata musim panas masih melekat di badannya.
"Hehehe masalah ponsel aku belum membutuhkannya. Malam ini tolong kau menginap di sini, ya, tolong jaga Mizukage-sama yang sedang menginap di Konoha." Jelas Kakashi.
"Hah? Mizukage-sama?" Ada apa dengan beliau? Apakah beliau sakit?" Tanya Sakura cemas.
"Tidak. Ia hanya terlalu mabuk. Aku khawatir meninggalkan beliau sendirian disini."
"Baiklah kalau begitu."
Sakura kemudian memperhatikan wajah Terumi dan Kakashi bergantian. Sakura merasa ada sesuatu yang mengganjal dipikirannya mengenai situasi ini.
"Emm, tapi kenapa sensei bisa berduaan dengan Mizukage-sama? Atau jangan-jangan..." Sakura menyimpulkan senyum aneh di wajahnya.
"Eeee! Ini tidak seperti yang kau pikirkan, Sakura. Ketika tadi diperjalanan pulang aku..."
Belum selesai menjelaskan, Sakura sudah memotong omongan senseinya tersebut.
"Sensei pasti habis berduaan dengan Mizukage-sama 'kan? Ah sudah jujur saja padaku, sensei! Ternyata benar Rumor para shinobi di desa kalau kalian berdua sedang berpacaran. " Tuduh Sakura asal.
Kakashi hanya menghela nafas mendengar ocehan murinya yang ternyata masih saja suka bergosip. Dan Kakashi sangat paham bahwa terus mengelak malah membuat Sakura makin menjadi-jadi. Sebelum tuduhan tersebut makin tidak berdasar, Kakashi kemudian pamit ke Sakura dan langsung menghilang dalam ala ninja.
Matahari mulai menampakkan jati dirinya di Konoha. Cahayanya mulai menyusup di jendela kamar Terumi menginap. Cahaya tersebut seperti mengelus syaraf-syarafnya dengan lembut kemudian membangunkannya. Kepalanya terasa berat. Terumi kemudian berusaha bangkit dan mencoba mengingat kejadian semalam. Terakhir ia memakai Yukata, lalu berjalan-jalan dengan Tsunade, minum sake, dan ia tidak bisa mengingat lebih lanjut. Terumi hendak bangkit dari tidurnya dan betapa terkejutnya ketika ia menyadari bahwa pakaiannya telah berganti. Ia ingat sebelumnya bahwa ia mengenakan yukata musim panas yang disediakan oleh Konoha. Kekagetannya pun terhenti sejenak ketika seorang wanita dengan warna mata hampir serupa dengannya berambut bewarna merah muda muncul dari balik pintu berjalan menghampirinya. Terumi mengenalnya, ia iryoonin berbakat Konoha selain Tsunade, yaitu Haruno Sakura.
"Sumimasen, Mizukage-sama. Saya sudah membuatkan segelas ocha hangat dengan madu. Silahkan diminum." Ujar sakura sambil menyodorkan segelas ocha tadi ke hadapan Terumi.
"Arigatou, Sakura." Jawab Terumi sambil meraih gelas tersebut dan menyeruputnya pelan. Rasanya segar sekali.
"Sakura, Kenapa aku bisa ada disini? Apakah kau yang menggantikan pakaianku?" tanya Terumi penasaran.
"Benar, Mizukage–sama. Menurut keterangan Kakashi-sensei, anda semalam mabuk berat jadi aku diperintahan untuk mengganti baju anda dan menemani anda semalaman." Jelas Sakura.
Terumi kaget ketika mendengar nama Kakashi disebut dari gadis muda di depannya, namun ia segera menyembunyikannnya.
"APA? Kakashi? Kenapa bisa ada Kakashi semalam? Kalau memang benar, berarti ia melihatku mabuk semalam, dong?" batin Terumi berkecamuk. Ia sungguh sangat malu jika Kakashi benar ada saat ia mabuk. Ia merasa wibawanya sebagai seorang Kage sekaligus seorang wanita sangat jatuh jika memang benar itu terjadi.
Melihat Terumi tak merespon, Sakura menjadi Khawatir.
"Mizukage-sama, apakah anda sudah merasa baikan? Atau kepala anda terasa berat?" Tanya Sakura cemas.
"Tidak, Sakura. Aku baik-baik saja. Hmm Tadi kau bilang Rokudaime yang menugasimu untuk menemaniku?"
"Ne, Mizukage-sama. Semalam Kakashi-sensei memanggilku kesini dan menugaskan aku untuk menemani anda."
"Kenapa bisa ada Rokudaime, ya? Seingatku terakhir aku diajak oleh Godaime Hokage ke rumahnya." Tanya Terumi dengan rasa penasaran yang kuat di dadanya.
"Maaf, Mizukage-sama. Aku tidak tahu mengenai hal itu. Kakashi sensei hanya memanggilku kesini kemudian menyuruhku untuk bermalam menemani anda." Aku Sakura dengan jujur.
"Souka.." Ucap terumi dengan suara lemah
Tergurat sedikit kekecewaan di raut wajah Terumi karena ia tidak mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya. Ia kemudian kembali menyeruput segelas ocha masih tersisa di genggamannya. Gadis musim semi itu kemudian pamit undur diri dengan sangat sopan karena ia harus mengurus beberapa keperluan di rumah sakit. Terumi meng-iyakan-nya dan mengucapkan terima kasih pada Sakura karena ia bersedia menemaninya semalaman.
Sepeninggal Sakura, Terumi kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke Kamar mandi. ia membersihkan dirinya kemudian mengenakan baju cadangan yang selalu Terumi bawa saat beperpegian jauh. Rasa penasaran mengenai Kakashi masih bertahta di hatinya.
"Apa yang terjadi semalam pada saat aku mabuk? Kenapa bisa ada Kakashi?" Kalau memang Kakashi ada saat aku mabuk semalam, apakah aku meracau hal-hal aneh? Atau aku muntah? Atau melakukan sesuatu yang memalukan? Arggghhhh aku bisa gila!" Batin Terumi menerka-nerka.
Dari luar kamarnya, terdengar suara langit bergemuruh. Awan menggumpal dan menjadi gelap seketika. Terdengar pula rintikan air mulai berjatuhan menghujam tanah atap kamar Terumi. Semakin lama, rintikan itu semakin deras. Sepertinya hujan mengguyur Konoha di tengah musim panas. Terumi kemudian membuka jendela kamarnya untuk memastikan apakah itu suara hujan atau hanya firasatnya saja. Dan benar saja, udara dingin serta tetesan hujan yang turun dengan derasnya sudah membasahi jalanan serta bangunan di Konoha. Terumi kemudian sejenak melihat keadaan sekeliling melalui jendelanya tersebut. Di ujung jalan, nampak sesosok shinobi mengenakan mantel anti air bewarna putih dengan masker di wajahnya. Terumi seketika kaget dan mengenali siapa Shinobi tersebut. Terumi langsung menutup pintu jendeka tersebut sebelum shinobi itu menyadarinya keberadaannya.
"Astaga kenapa ada Kakashi?" Ujar Terumi kepada dirinya sendiri.
Melihat Kakashi barusan, ia jadi makin salah tingkah. Entah ia harus bersikap apa di depan Kakashi saat berpamitan nanti. Ia sungguh malu jika dirinya melakukan sesuatu yang memalukan saat a mabuk semalam. Terumi kemudian menyalahkan dirinya sendiri yang bisa-bisanya tidak terkontrol saat minum sake semalam bersama Tsunade. Padahal ia tahu bahwa ia tidak kuat terhadap alkohol. Tetapi kenapa ia malah minum-minum sepeti itu. dan kenapa para shinobi Kirigakure yang ikut ke konoha tidak menampakan batang hidungnya? Malah sama sekali tidak mencarinya. Terumi sangat kesal sekali. Kemudian ia merogoh is tasnya untuk mencari ponsel dan mengetik nama Ao di daftar kontaknya. Baru saja ia hendak menekan tombol memanggil, terdengar suara ketukan pintu di kamarnya.
"Jangan-jangan, itu Ao! Akan ku habisi dia karena tidak mencariku!" Dengus Terumi sambil berjalan cepat ke arah pintu dan membukanya.
"Ao! Kemana sa-...Eeeeeh?!" Kata-kata terumi terputus ketika melihat pria yang di hadapannya ternyata bukan Ao.
"Ohayou, Mizukage-sama. Apakah saya mengganggu istirahat anda?" Ujar pria berambut silver dengan masker yang menutupi setengah wajahnya. Rambut silver yang biasa tertata kaku ke atas sekarang nampak lemas karena ke hujanan.
"Ro...Roku...Rokudaime..?" Terumi gagap. Perasaannya kaget bercampur malu ketika bertemu dengan Kakashi. Terumi jadi salah tingkah. Ia sangat malu dengan Kakashi.
"Bagaimana keadaan anda, Mizukage-sama? Apa anda sudah merasa baikan?" Tanya Kakashi dengan ramah.
Mendengar pertanyaan Kakashi tersebut Terumi menjadi merasa bertambah malu. Ia sangat takut jika ia berbuat hal-hal yang memalukan saat semalam jika memang benar Kakashi ada disana.
"Aah.. Aku baik-baik saja, Rokudaime, hehehe" Jawab Terumi. Ia tidak berani menatap wajah Kakashi.
"Mari kita sarapan dulu?" ajak Kakashi.
Terumi berjalan beriringan dengan Kakashi ke salah satu ruangan yang ada dibangunan itu. Tempat makan yang berbeda dari sebelumnya namun tak kalah bagus dengan ruang jamuan makan kemarin. Di ruangan tersebut juga hanya tersedia satu meja dengan dua zakishi. Yang artinya hanya akan mereka bedua di ruangan itu. Perasaan campur aduk makin mejalar ke seluruh saraf Terumi. Dengan ragu, Terumi bertanya mengapa Shizune tidak ikut? Kakashi menjawab Shizune dan Shikamaru sedang menjamu shinobi Kirigakure di lain tempat. Kakashi mempersilahkan Terumi sarapan. Terumi berterima kasih dan segera melahapnya. Ketika menyantap sarapannya, Terumi masih tidak berani melihat ke arah Kakashi. . Tak ada pembicaaan diantara keduanya. Ketika nasi tinggal beberapa suap di mangkuknya, Kakashi membuka suara.
"Maafkan saya atas kejadian semalam, Mizukage-sama."
Suapan sumpit yang berisi nasi terhenti ketika mendengar Kakashi. jantung Terumi berdegup. Ia takut mendengar sesuatu yang sangat memalukan..
"A..A..ada apa, Rokudaime?" Tanya Terumi gagap. Jujur kata sependek itu pun sangat sulit kelar dari mulutnya saat itu.
"Maaf Mizukage-sama, saya hanya ingin menjelaskan ketika dalam perjalanan pulang dari kantor hokage bersama Shizune, saya melewati rumah Tsunade-sama dan melihat lampu rumahnya menyala. Karena khawatir, Shizune mengajakku untuk mengecek ke dalam rumah dan menemukan anda serta Tsunade-sama sudah tidak sadarkan diri. Jadi aku dan Shizune..."
Terumi takut sekali mendengar kelanjutan Kakashi. Ia takut tejadi hal-hal yang memalukan dirinya di hadapan orang nomor satu di Konoha tersebut.
"Maafkan aku, Rokudaime, karena aku merepotkanmu." Potong Terumi dengan kepala masih tertunduk. Jika ia mendongakan wajahnya, maka pasti Kakasi bisa melihat sembutrat merah di kedua pipinya.
"Tidak, Mizukage-sama. Saya yang seharusnya minta maaf. Semalam saya tidak bisa menghubungi shinobi Kiri karena batere ponsel Shizune habis, dan saya sendiri tidak mempunyai ponsel. Shizune mengusulkan karena sudah terlalu larut, lebih baik anda kembali ke kamar anda menginap karena kami yakin pasti Shinobi Kiri akan mencari anda. Sekali lagi saya minta maaf." Jelas Kakashi.
Ada sedikit kelegaan di Hati Terumi mendengarkan penjelasan dari Kakashi barusan. Setidaknya, ia belum mengetahui lebih detail kelakuannya selama ia dalam keadaan mabuk. Tapi tetap rasa canggung masih medominasi.
"Aaah... malah aku yang harus meminta maaf, Maafkan karena aku sudah merepotkan anda, Hokage."
"Tidak apa-apa. Syukurlah kalau anda sudah merasa baikan,"
"Cuaca sedang hujan, sebaiknya anda menunda kepulangan anda. Beristirahatlah terlebih dahluu di Konoha sampai hujan reda." Lanjut Kakashi
"Maaf sekali lagi saya dan Kirigakure merepotkan anda."
"Daijobu, Mizukage-sama. Shizune sedang dalam perjalanan ke sini, kebetulan ada beberapa hal yang mendesak yang perlu saya urus. Kalau begitu saya permisi dulu." Kakashi membungkukkan badannya kemudian beranjak dari zakishi.
Melihat semua perlakuan Kakashi yang sangat lembut membuat Terumi semakin menyukainya. Dan entah mengapa, semua perlakuan Kakashi terasa sangat berbeda. Ia merasa Kakashi lebih hangat dibanding ketika ia berkunjung dengan Kage lainnya. Kakashi juga terasa lebih dekat. Semua perlakuan Kakashi selama Terumi menginap di Konoha menumbuhkan keyakinan di hatinya bahwa pria dari klan Hatake yang akan dijodohkan dengannya adalah Kakashi. Dengan segumpal keberanian dalam dadanya, ia akan coba menanyakannya langsung kepada Kakashi.
"Rokudaime!" panggil Terumi.
Seketika Kakashi berbalik dan menatap Terumi.
Kemudian pandangan mereka saling bertemu.
"...'
Terumi melihat sorot kedua mata Kakashi. Sorot mata yang kosong. Sama seperti sorot mata Kakashi biasanya. Terumi menyesal. Ia terlalu cepat memutuskan sesuatu dan terlalu percaya diri, padalhal ia sudah tahu bahwa Kakashi memang terkenal sangat embut dan sopan ke pada siapapun. Sepertinya perasaan sukanya terhadap Kakashi telah membutakan hatinya.
"Ada apa, Mizukage-sama?" tanya Kakashi
"Ee.. maaf, lain kali saja. Saya akan mengunjungi Ao."
Hari yang dijadwalkan itu tiba. Hari pertama ia akan mengikuti perjodohan yang diatur oleh kakeknya. Ia sudah tiba di sebuah restaurant mewah di negara ombak yang telah direservasi oleh Kakeknya. Kakeknya memang benar-benar niat untuk menjodohkannya. Kakeknya mereservasi sebuah ruangan khusus di restaurant yang sangat terjaga privasinya dengan pemandangan langsung ke laut. Sungguh sangat saja kakeknya tidak sekaligus menyediakan gaun untuk ia kenakan. Akan makin menyebalkan jika kakeknya juga melakukan hal itu.
Hari ini ia tidak berdandan khusus. Ia hanya mengenakan dress hitam biasa dengan make up tipis. Tatanan rambutnya juga tidak istimewa, ia hanya mengikat seluruh rambutnya ke belakang. Untuk apa ia harus repot-repot ke salon untuk perjodohan yang nantinya juga akan ia batalkan. Toh, kakeknya juga tidak melihatnya sekarang. Selama di perjalanan menuju ke sini, Terumi sudah merangkai kata-kata untuk pria yang akan di jodohkan dengannya agar pria tersebut juga dapat menolak perjodohan itu. Ia sangat berharap agar pria tersebut juga tidak setuju dengan perjodohan ini.
Terumi kemudian membuka clutch putih yang ia bawa dan mengeluarkan ponselnya. Ia mengirimkan pesan singkat ke Ao yang sedang menunggu di luar restaurant agar terus memantau seluruh staff Mizukage di Kirigakure dan merapihkan rencana kerja yang telah dirapatkan kemarin. Setelah pertemuan ini, Terumi ingin langsung bekerja. Terumi ingin Memanfaatkan perjalanannya untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Kage. Ia telah membawa laptop dan berkas-berkas penting yang dibutuhkan.
Lima menit telah berlalu. Terumi kemudian mendengar dari kejauhan suara langkah kaki yang semakin mendekat. Mendengar suara langkah kakinya, Terumi menyimpulkan bahwa langkah tersebut merupakan langkah seorang laki-laki.
akhirnya pria itu datang juga, untung tidak terlambat. Semoga pertemuan ini berlangsung cepat" Batin terumi.
Beberapa saat kemudian munculah seorang pria tinggi berbadan tegap mengenakan Tuxedo hitam di ruangan tersebut. Terumi mengalihkan pandangannya ke sosok pria itu. Terumi Kaget bukan main ketika melihat wajah pria tersebut yang sangat tidak asing baginya.
"Ro..Roku...Rokudaime?"
Author Notes : Terima kasih banyak buat readers yang udah baca FF ku yang aneh dan amburadul ini :') i hope you enjoy it.
untuk GreenRedApple746-san, IzumiReina-san, dan Tectona Grandis-san,terima kasih banyak reiewnya ;')
