Yosh, ketemu lagi dengan saia, Maharu P Natsuzawa-ugly doll-, sang author gajhe dari dunia ghoib! *?* Fiuuuh… akhirnya bisa apdeth juga… Niatannya sih mau apdeth seminggu setelah cerita ini ter-publish, tapi ternyata tidak seperti itu… =.='

Oke! Berhubung saia lagi males nge-PM, saia balas riviu-nya disini saja, ya :D *padahal gak pernah bales riviu*

Chrystha McDohl Suikogirl-san : Yosh! Ini telah di apdeth! Diharapkan riviu-nya lagi, yaa~

Cool Zero 1316-san : Hehe… Already update!

Ririn Cross-san : Sudah diapdeth! Douitashimashite… :D

Faika Araifa-san : Hehe… Punya kakak Yamato sama Akaba? Saia juga mau! *ngiler-ngiler GJ* ShinWaka? Sepertinya bisa, tapi kedua sejoli itu keluarnya agak lama, mungkin… =.='a Oke, sudah saia apdeth!

Yuri Manami-san : Yosh! Already update! :DD

Fitria-AlyssYouNightray-san : Hehe… Akaba jadi setan… *ngiler GJ* Oke, ini apdeth-annya!

Devilish Cutie-san : Hehe ini sudah apdeth! Yang One Thousand Nights segera apdeth! :DD Jangan lupa di-riviu, yaa *promosi mode : ON*

GreenOpalus-san : Telah di apdeth!

RisaLoveHiru-san : Hiruma emang lebih tua dari pada Mamori :DD cuman dia lebih tuanya hanya empat bulan… *ngarang abeees –plaak-* Oke! Makasih perbaikannya! Yosh! Ini apdeth-annya! Ditunggu apdeth-annya In Debt, yaa :DD

Azalea Yukiko-san : Oke, ini sudah apdeth!

mayumikarinzLoveWorld-san : Umm… Sayaka dan Nobu adalah OC saya. Sayaka itu nenek-nenek peramal, sedangkan Nobu itu salah satu dari bejibun pengawal kerajaan. Kurang jelas, ya? Maafkan daku –nampar muka sendiri-

Naara Akira-san : Gyaaaa! *ikutan tereak-tereak GJ* *ikutan nosebleed* Iya, Hiruma sama Akaba sodaraan dengan babe bernama Yuuya! Di fav? *nangis terharu* Makasihh!

Oke, sudah puas saia! *plaaak* Ini apdeth-annya readers! Diharapkan riviu-nya lagi! :DD

WARNING : GJ. Abal. Maybe misstypo. Sungguh N I S T A.


Ugly Doll ™ Present

An Eyeshield 21 Fanfiction

T-rated

Romance/Fantasy

Diamond Of Destruction

Second Episode

Seventeen Years Later

Disclaimer of Eyeshield 21 is Inagaki Riichiro-sensei and Murata Yuusuke-sensei

Story is just Crazy and Insane ™

-Maharu Phantomhive Natsuzawa-

Readers, enjoy my fic


17 years later

Deimon City, prefecture of Tokyo

Japan

Cahaya matahari yang cerah telah menyeruak masuk kedalam jendela besar milik kamar seorang gadis berambut hazel. Cahaya yang menyilaukan itu telah berhasil menembus tirai lavender yang menutupi jendela itu dan menyorot sebagian kecil wajah sang gadis yang terbungkus oleh selimut putih bersih. Walaupun cahaya matahari pagi ini berkilau dengan terangnya, sang gadis masih bergumul didalam selimutnya, tertidur pulas sekali. Dengkuran kecil terdengar dari mulut mungil sang gadis yang berwarna merah jambu mawar.

"Mamori… Mamori…" suara seorang pemuda yang khas dan berat terdengar di seberang pintu besar kamarnya. Pemuda ini terus mengetuk pintu sang gadis, namun belum ada tanggapan sama sekali dari si empunya kamar. Karena lelah mengetuk pintu terus, pemuda tersebut membuka pintu kamar Mamori dan mendapati gadis itu masih mendengkur dengan nyamannya di dalam selimutnya. Pemuda ini tersenyum, mendekati Mamori, dan menepuk halus pundak Mamori.

"Mamori… ayo bangun. Ini sudah pagi. Kakak sudah menyiapkan sarapan, lho." ujar pemuda itu halus. Namun Mamori hanya mengulet singkat, dan kemudian terdengar suara dengkuran lagi dari mulutnya. Sang kakak menggeleng, kemudian berjalan kearah jendela besar bertirai lavender yang berkilauan tertembus cahaya. Sang kakak menyibakkan tirai tersebut, dan seketika sejumlah besar cahaya menyeruak masuk, membuat sang gadis mengerjapkan mata karena silaunya cahaya mentari. Sang kakak tersenyum melihat mata safir adiknya mulai terbuka, dan perlahan Mamori terbangun dari tidurnya.

"Umm… kakak? Ohayou… ini sudah jam berapa? Huaaaah…" ujar Mamori, mengulet sejenak, menguap, dan memberi salam pada kakaknya yang berdiri didepan jendela. Siluet kakaknya yang semula hanya bayangan manusia tinggi tegap, berubah menjadi sesosok pemuda berambut hitam kecoklatan yang liar, dengan senyum seribu watt-nya, dengan mata hitamnya yang mempesona. Tampan. Itulah satu kata yang bisa menggambarkan kakak Mamori, Yamato Takeru.

"Ini sudah jam setengah tujuh, Mamori. Aku sudah menyiapkan Asari Gohan1 dan Niku Jaga2 . Kakak juga sudah buatkan creampuff, lho. Mungkin tidak seenak punya Kariya, tapi lumayanlah. Ayo cuci muka dan sarapan. Tentu kau tidak mau terlambat sekolah, kan?" ujar Takeru lembut sambil membelai rambut Mamori lembut. Mamori tersenyum pada kakaknya, dan segera turun dari kasurnya yang besar.

Dan, begitulah. Anezaki Mamori sebenarnya bukan adik kandung Yamato Takeru. Semua orang tahu itu. Mamori hanyalah adik angkatnya. Atau adik asuhnya? Itu tidak masalah. Yang penting, Mamori menganggap Yamato adalah kakak kandungnya. Begitu juga dengan Yamato. Dia sangat menyayangi Mamori layaknya adik kandungnya sendiri. Namun ada satu rahasia yang belum diketahui oleh Anezaki Mamori. Yaitu bahwa dirinya seorang malaikat, atau lebih tepatnya setengah malaikat yang diturunkan ke Bumi karena dirinya dianggap membahayan Surga. Kejam memang, tapi itulah keputusan final yang diambil oleh Surga untuk menyelamatkan tanah mereka, juga salah satu penghuninya karena Mamori diduga merupakan reinkarnasi ratu terdahulu mereka, Makino. Sedangkan para iblis yang kejam mengincar reinkarnasi Makino untuk dibunuh, dengan begitu segel yang membuat mereka terkekang di Neraka yang dingin terpecah. Namun para Malaikat juga tidak bodoh. Mereka menitipkan Mamori kepada Yamato, yang dianggap kuat dan sanggup melindungi Mamori bila terjadi hal-hal yang dikhawatirkan.

"Yoshi! Sekarang aku juga harus siap-siap. Nanti bisa-bisa aku terlambat kuliah, lagi." Yamato beranjak pergi dari kamar adiknya yang megah, dan mulai bersiap-siap seperti Mamori.

___o0o___

"Huaaah… Niku Jaga kakak memang paling hebaaaat!" ujar Mamori kegirangan sembari melahap Niku Jaga original Yamato yang masih berasap. Yamato tersenyum simpul melihat Mamori memakan masakannya dengan penuh semangat.

"Hei, makannya jangan terburu-buru. Nanti keselek." kata Yamato, yang juga melahap Niku Jaga buatannya. "Umm… Tapi Niku Jaga buatanku memang enak, kok. Ketang dan dagingnya lembut sekali. Aku memang jenius…" ujarnya sambil mengamati kentang berasap yang berwarna kecokelatan sembari memuji dirinya sendiri.

"Kakak narsis! Tapi memang sih masakan kakak enak banget. Aku pengennya makan lebih banyak, tapi tidak bisa. Jam tujuh tepat nanti kami ada latihan pagi. Kalau sampai aku terlambat, aku bisa didamprat Hiruma-kun…" gerutu Mamori sambil memakan Niku Jaga. Dia memberi penekanan pada kata 'Hiruma-kun' sambil mengernyit jijik. Mungkin gadis ini sangat membenci sesosok manusia *?* bernama Hiruma.

"Hiruma-kun? Bukankah kau menyukainya?" ujar Yamato sambil tersenyum lebar, menggoda adiknya.

"E-eeeh! Bukan! Mana mungkin aku menyukai orang seperti dia? Orang yang suka menyiksa, kejam, berandalan, serampangan, jorok dan-" kata-kata Mamori terputus melihat senyuman Yamato semakin melebar. Matanya memandang Mamori dengan pandangan yang seolah ingin tertawa tapi juga skeptis. Wajah Mamori memerah seketika itu juga. Pipinya menggelembung bagai ikan buntal yang marah, dan membuang muka.

"Hu-huh. Kakak juga kan? Kakak menyukai Kak Karin, kan? Katamu dia gadis yang sangat cantik dan menarik…" ujar Mamori tak mau kalah. Namun reaksi sang kakak hanya tersenyum simpul seperti biasa.

"Ah, kalau begitu kau tidak menyangkal kalau kau menyukai Hiruma-kun, kan? Ha ha ha. Karin itu hanya teman baikku. Lagi pula dia pacarnya Taka. Mana mungkin aku menyukai pacar sahabatku, kan?" timpal Yamato, masih tersenyum simpul. Saat Mamori hendak membuka mulut untuk membalas perkataan kakaknya, Yamato menutup mulut Mamori dengan sepotong creampuff yang telah dipotong kecil-kecil. Sontak Mamori terdiam, mengunyah creampuff tersebut.

"Sudah cepat berangkat, sana. Ini sudah hampir jam tujuh. Katamu kalau telat datang latihan pagi kau bisa dimarahi Hiruma-kun." ujar Yamato. Mamori mengangguk, menyambar bento yang telah disiapkan oleh Yamato, dan segera memasang sepatu di kedua kakinya yang jenjang.

"Kak, mungkin nanti aku pulangnya terlambat. Aku ada rapat komite kedisiplinan sehabis pulang sekolah. Jadi jangan cari aku kalau pulangnya telat, yah. Ja, ittekimasu!" ujar Mamori semangat. Setelah mengecup pipi sang kakak, Mamori melesat pergi meninggalkan kediamannya yang besar dan bergaya Victoria. Yamato menggeleng-geleng pasrah, dan melambai kepada sosok adiknya yang berlari kearah jalan raya dengan penuh semangat.

"Itterasshai, ma cherie."

____o0o___

~Mamori POV~

07.15

American Football Field

Deimon Highschool

Morning Practice

Heee… jadi Kak Karin itu pacarnya Kak Taka? Aku baru tahu. Pasti kakak sakit hati, ya. Kasihan. Padahal kakak sangat tampan dan sangat baik. Kok ada saja orang yang tidak mau jadi pacar kakak, ya? Kalau misalnya aku bukan adiknya, aku pasti sudah naksir sama kakak. Tapi, masalahnya aku adalah adik kakak. Jadi rasa sayangku pada kakak hanya sebatas adik dan kakak biasa. Tak ada yang lain. Tapi, apa kata kakak tadi memang ada benarnya, sih. Hiruma-kun. Walaupun dia jahat, nekat, kejam, tak punya belas kasih, suka mengancam, keji, berandalan, dan segalanya yang kejam, dia sebenarnya hanya seorang laki-laki yang suka menutupi perasaannya sendiri. Itulah yang membuatku… well… betah? Setiap berada di dekatnya, selalu ada aura yang membuatku ingin terus berada disampingnya, ingin terus melindunginya. Eh, tapi aku tidak menyukainya, lho! Aku hanya menganggapnya sebagai manusia yang suka menyiksa! Walaupun dia sungguh tampan aku takkan menyukainya barang secuil! Tak sudi aku.

"DDRRRTTT! Kuso Mane, sedang apa kau bengong disana? Kemari, cepat! Kau menghabiskan waktuku." suara yang membahana di seluruh lapangan itu mengangetkanku, menyadarkanku dari lamunan aneh tentang kakak. Aku langsung tersadar dan kembali menghadapi kenyataan kalau aku sedang berada di lapangan American Football di SMU Deimon. Dan, Hiruma-kun memanggilku. Aku segera beranjak dari bench, dan menghampiri Hiruma-kun yang sedang berdiri di tengah lapangan sambil membawa riffle-nya yang kelihatannya sangat berat.

Dialah Hiruma Youichi. Pria paling kejam se-Deimon. Bukan, mungkin se-Jepang. Rambutnya dipotong spike. Rambutnya dicat berwarna keemasan. Tangannya dan lengannya panjang dan luwes. Tingginya rata-rata namun berat badannya seimbang dengan tinggi badannya. Tubuhnya kekar dan berotot karena selalu membawa senjata api yang berat-berat. Mungkin memang dia terkesan biasa kalau kau belum melihat matanya. Tapi pendapatmu tentang Hiruma-kun langsung berubah bila kau melihat matanya. Matanya sangat indah. Mata yang jarang dimiliki oleh orang Jepang. Mata yang sama denganku, mata yang didapatkan jika kau blasteran. Jika mataku biru cerah, mata Hiruma-kun hijau. Hijau yang sangat mempesona. Seolah kau akan terhisap kedalamnya. Hijau yang bagaikan hutan. Hijau yang menyimpan misteri. Juga hijau yang dalam, meninggalkan kesan kuat pada orang yang menatap matanya langsung. Hijau yang membuatmu sulit bernafas. Hijau yang berkilau bagai emerald. Ya, mata hijau Hiruma-kun-lah pusat gravitasinya. Semua orang yang memandang mata Hiruma-kun akan berkata kalau pemuda ini pria yang tampan dan lembut. Karakter seorang Hiruma Youichi akan terasa berbeda jika kau menatap matanya.

"Ada apa? Teriak-teriak begitu. Bisa lebih sopan sedikit, tidak sih? Aku kan punya nama." gerutuku. Hiruma-kun mencibir sambil memandangku jijik. Tuh, kan? Dia menyebalkan! Walaupun dia sangat keren dengan mata hijau emerald-nya, tetap saja dia pria paling menyebalkan di Deimon!

"Cepat kau bawa lemon madu sialan-mu itu. Aku sudah haus. Kurasa anak-anak sialan itu juga sedang butuh manisan darimu." ujarnya santai sambil menunjuk kerumunan mayat yang menggunung. Aku mengerjapkan mata kaget, kemudian melancarkan death glare pada Hiruma-kun.

"Ini semua kan gara-gara dirimu! Kau menyuruh mereka lari lapangan sebanyak seratus kali dengan di kejar Cerberus. Mereka jelas kelelahan! Kau jahat!" ujarku sambil marah-marah. Hiruma-kun mengangkat sebelah alisnya, dan menyeringai.

"Temperamenmu buruk sekali, Kuso Mane. Tidak cocok dengan wajah kalemmu. Cepat sana ambil lemon madu-nya!" sindirnya. Aku mengernyit menanggapi sindirannya. Dasar keji!

"Huh. Iya-iya. Kubawakan lemon madu khusus untukmu, Tuan Hi-ru-ma!" ujarku ketus dan berlari masuk kedalam clubhouse dan mengambil lemon madu yang sudah didinginkan didalam kulkas. Huh. Dasar tukang perintah! Setelah aku membawa dua toples lemon madu, aku berlari kembali ke lapangan. Aku menyodorkan satu toples pada Hiruma-kun, dan satu toples yang lain pada anak-anak.

"Huhee~~ Realive, maaax!" Monta berteriak penuh semangat setelah menghisap lemon madu. Yang lain juga melakukan hal yang serupa seperti Monta. Tiba-tiba mereka semua menjadi semangat kembali dan mulai tertawa-tawa. Melihat mereka kembali bersemangat, aku tersenyum lebar. Syukurlah, berarti mereka tidak mati. *?*

"Ke ke ke. Kau juga makan lemon madu itu, sana. Kau pasti capek karena kebanyakan marah." ujar Hiruma-kun tepat di telingaku. Kemudian dia berlalu begitu saja sambil menepuk pundakku. Aku menatap punggungnya keheranan. Sepertinya dia juga kecapekan. Hmm… aku kesana tidak, ya? Siapa tahu dia membutuhkanku. Tapi aku mengurungkan niatku karena aku melihat lemon madu yang begitu menggoda. Aku mengambil satu buah lemon dan mulai menghisapnya. Enaaak…

___o0o___

17.17

Clubhouse Deimon

After afternoon practice

"Hei, kuso mane? Bisa kau belikan aku permen karet? Sekalian beli lap pel buat ruang klub." pinta Hiruma-kun (baca : perintah) setelah aku selesai beberes. Aku menghela nafas kesal.

"Kalau cuma permen karet bisa kau beli sendiri kan? Kalau lap pel biar aku bawa dari rumah. Masih banyak lap pel baru dirumah." ujarku ketus. Hiruma-kun mendecakkan lidah.

"Aku tak mau merepotkanmu! Cepat sana beli! Ini uangnya! Kembaliannya jangan kau gunakan buat beli creampuff, ya!" nekatnya, memberiku selembar uang seratus ribu Yen, dan kembali sibuk menghadapi laptop-nya. Aku hanya bisa mengelus dadaku, memperingatkanku untuk tidak mengamuk. Baiklah. Kalau begini aku memang harus menuruti perkataannya.

"Hanya permen karet? Tidak sekalian kopi?" tanyaku pada Hiruma-kun yang sedang asyik dengan laptopnya. Hiruma-kun menggeleng.

"Hanya permen karet. Aku sedang tidak mau kopi."

"Yakin?"

"No doubt."

"Beneran?"

"I said no doubt! So shut up your fucking mouth and go!" aih, malah marah-marah. Mana marah-marahnya pakai bahasa Inggris lagi.

"Ok, then. Don't blame me if I don't buy a coffee for you, 'kay?" kataku menyakinkannya. Hiruma-kun mengangguk. Ya sudah. Dari pada nanti dia lebih marah dari sekarang, lebih baik aku pergi.

"Ittekimasu, Hiruma-kun. Jaga rumah *?* ya."

"Hn."

____o0o____

Oke, semua sudah lengkap. Permen karet sugar free, dua lap pel, dan dua onigiri isi tsunamayo. Yup. Saatnya kembali ke clubhouse. Habis ini masih ada rapat strategi dengan Hiruma-kun sih. Jadi belum boleh pulang. Hah, untung aku sudah bilang sama kakak untuk tidak mencariku. Kalau aku tidak bilang, mungkin kakak akan khawatir dan ujung-ujungnya nanti aku kena marah. Kakak kalau marah mengerikan sih.

Hmm… sudah hampir malam. Mungkin aku akan melewati jalan pintas saja, biar lebih dekat. Gang didekat sini memang agak gelap, tapi biarlah. Dari pada nanti Hiruma-kun marah-marah lagi gara-gara aku pulangnya telat? Heran deh orang itu. Bisa-bisanya dia suka marah begitu. Aku salah sedikit, marah. Aku terlambat sedikit, marah. Aku marah sedikit, dia tambah marah. Menggelikan.

"Hmm… nee-san… kenapa jam segini masih keluyuran?" tiba-tiba suara berat seorang pria menghantuiku. Dari belakang, kudengar beberapa suara pria yang berdecak kagum sambil tertawa-tawa dan berbisik-bisik. Bulu kudukku berdiri. Aku merasakan sebuah hawa dingin yang membuatku ingin berlari. Namun aku tak bisa bergerak. Kakiku terdiam kaku begitu saja. Pria-pria itu mendekatiku. Pria-pria yang mengerikan. Lebih mengerikan dari pada Hiruma-kun. Piercing-nya dua kali lipat lebih banyak dari pada piercing Hiruma-kun. Siluetnya yang tinggi besar membuatku takut.

"Hmm… nee-san yang sangat manis. Kita apakan dia? Blasteran, lho. Jarang-jarang 'kan kita punya koleksi gadis blasteran?" kata pria yang lain. Aku bergidik,

"Minggir kalian semua. O.. Os-san mau apa? Uang?" tanyaku gemetar. Os-san tersebut menyeringai, memamerkan gigi-gigi jeleknya yang busuk, Aku tambah bergidik.

"Uang? Kau bilang uang, nee-san? Hah. Uang sudah punya. Kita punya bermiliar-miliar Dollar. Yang kami minta adalah kau, nee-san yang manis?" ujarnya sambil mencolek pipiku. Aku hanya bisa terdiam sambil memejamkan mataku. Saking takutnya, aku merasakan bulir-bulir air mataku terjatuh. Aku menangis.

"Lho? Jangan menangis, nee-san. Kami tidak akan membunuhmu. Kami hanya akan mencicipimu. Tidak buruk, kan?" katanya. Aku semakin histeris. Rasanya aku ingin minta tolong, tapi suaraku tidak keluar. Os-san tersebut mendekatku, aku merasakan tangannya membelai rambutku. Kemudian tangannya turun merayapi wajahku. Aku bergidik ketakutan. Air mataku semakin deras. Aku tak berani membuka mataku. Kemudian kurasakan tangannya melepas jas seragam Deimon yang berwarna hijau segar. Dia mendengus.

"Hmph. Kita mendapat stok yang bagus! Kulitnya sangat mulus dan cantik. Lekuk tubuhnya juga indah! Coba kau lihat dadanya. Pasti kita akan kebanjiran pelanggan." ujarnya penuh kemenangan. Jangan. Aku jangan dibawa ke Okiya!

"Dan bagusnya lagi, tampaknya dia masih segar. Dia masih perawan!" terdengar suara gumam yang penuh kemenangan. Jangan. Kalian mau apakan aku? Aku mau diapakan? Aku kembali bergidik saat tangan Os-san tersebut membuka dasiku, kemudian tangannya melepas kancing seragamku satu-persatu. Aku sudah tidak tahan. Aku tidak mau! Aku… aku… Hiruma-kun, tolong aku!

Saat itulah kurasakan ada seseorang yang menyambarku. Tangan besar dan lekuk-lekuk ototnya sangat kukenal. Aroma mint ini…

"Jangan dekati dia!" suara berat yang sama sekali tidak kukenal menyeruak masuk kedalam gendang telingaku. Saat aku merasa aman untuk membuka mata, ternyata aku sudah berada didalam pelukan seseorang. Siluet orang ini sangat kukenal. Rambut spike pirangnya, telinga elf-nya, piercing hitam yang menyala di kegelapan, aroma tubuhnya, bahkan lekuk-lekuk tubuhnya sangat kukenal. Hiruma-kun!

"Gyaaa! Tanganku!" aku mendengar suara Os-san tersebut berteriak kesakitan. Tangannya terluka parah karena sabetan. Darah yang mengucur banyak sekali.

"Hi…Hiruma-kun?" tanyaku sambil sesenggukan. Orang itu memalingkan mukanya kearahku. Ya, dia memang Hiruma-kun. Namun dengan sedikit keganjilan. Matanya berwarna merah darah. Bukan warna hijau segar yang kusuka. Dia tersenyum kearahku, kemudian membetulkan seragamku yang berantakan.

"Dasar. Komite kedisiplinan tidak boleh memamerkan dadanya seperti itu!" ujarnya sambil tertawa ringan. Aku tersenyum walaupun air mata masih deras mengaliri kedua mataku. Hiruma-kun menghapus air mataku, dan menepuk kepalaku pelan.

"Kau tunggu disini, kuso mane. Biar aku yang membereskan mereka."

"Hn."

Dan sesuatu terjadi. Hiruma-kun menatap mereka tajam. Auranya berubah menjadi hitam pekat yang menyakitkan. Giginya yang tajam menjadi taring, dan kukunya berubah menjadi cakar. Di kedua punggungnya terlihat samar-samar sebuah sayap berwarna hitam seperti kelelawar. Kemudian dia menggeram.

"Jangan coba-coba kau dekati dia!" ujarnya dengan suara yang sangat berat, sarat akan kemarahan. Aku tertegun. Hiruma-kun marah sampai seperti ini?

"Ma…makhluk apa kau?" tanya Os-san itu ketakutan sambil masih memegangi tangannya yang penuh darah. Hiruma-kun menyeringai kejam.

"Aku? Hmm. Aku seorang iblis, you fucking pervert."

-TEBECE-

Hiaaa~~~ GJ maaax! –membenturkan kepala ke tembok- uh… entah mengapa jadi cerita mesum… =.="a

Oke, saia akan jelaskan beberapa makanan yang saya sebutkan tadi!

1. Niku Jaga

Lauk yang terbuat dari daging sapi dan kentang yang dibumbui dengan rempah-rempah dan sake. Agak mirip kari *kari Indonesia* tapi tidak ada kuah. Ada resepnya sih dirumah. Kalau mau coba bikin bisa minta resep-nya sama saia via PM. *emang sapa yang mau minta?*

2. Asari Gohan

Nasi goreng, atau lebih tepatnya chahan *nasi goreng ala China* yang didalamnya berisi asari atau kerang. Author sangat benci makanan ini karena rasanya GJ dan aneh. Terutama asari-nya. Kalau nasinya mah enak banget. Asarinya bikin muntah, euy! Nasinya dibumbui oleh rempah-rempah hingga rasanya menjadi sedemikian rupa enaknya.

3. Tsunamayo

Isi onigiri. Berupa tuna kalengan yang dicampur dengan mayones dan garam serta merica. Habis itu dimasukkin kedalam nasi onigiri, deh. Saia sudah coba buat nih onigiri tsunamayo, dan rasanya yahud! Mau minta resepnya? PM!

Oh, ya. Os-san itu sebuatan buat om-om.

Okelah, mungkin untuk chapter selanjutnya molor lagi. Dan One Thousand Nights, seperti biasa tak bisa apdeth kilat. Sori… m(_ _)m

Yak, di harapkan riviu-nya! XD