Disclameir :

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

Cast : KYUMIN and Friends ^^

Chapter dua

.

.

.

Sungmin tengah asik menonton film kesukaannya Titanic dengan sekotak popcorn di tangannya. Lebih dari 20 kali tapi Sungmin tidak pernah bosan melihat film fenomenal itu.

Kyuhyun mendesah sebal. Ia menginap malam ini. Jam sudah menunjukan jam 11 malam, harusnya ia dan Sungmin sudah asik bergelung di kasur, berpelukan tak lupa bercumbu terlebih dahulu.

Tapi sekarang lihatlah. Bahkan Sungmin mengacuhkannya dari tadi. Menyebalkan. Pemuda itu sudah berusaha menarik perhatian Sungmin. Berdehem, pura-pura batuk, bertepuk tangan seakan ia tengah membunuh nyamuk, bernyanyi pelan. Hasilnya nihil.

Kyuhyun memiliki senjata terakhir dan ia akan mengeluarkannya sekarang.

Perlahan tapi pasti. Kyuhyun beringsut duduk menempel pada Sungmin. Tangannya melingkari perut Sungmin, memeluk kekasihnya dari samping sembari menuntun Sungmin untuk bersandar pada dadanya.

Satu tangannya meraih rambut Sungmin yang tergerai lalu menyingkapnya. Kyuhyun menyeringai ketika Sungmin tidak protes apapun. Kyuhyun mulai mengendus leher dan tengkuk putih Sungmin dengan mata terpejam, mencoba menikmati aroma tubuh Sungmin yang selalu membuatnya rindu.

Kecupan pertama berhasil mendarat sempurna, begitu pun dengan kecupan kedua. Kyuhyun terus mengecupi tengkuk gadis itu. Kyuhyun tersenyum dalam hati ketika merasa bulu kuduk Sungmin meremang. Mendapat reaksi seperti itu, kecupannya berubah menjadi jilatan dan gigitan kecil, ia dengan jelas mendengar Sungmin menggeram.

"Kyu~ aku sedang menonton" ujar Sungmin dengan suara tercekat. Jujur saja, hembusan nafas Kyuhyun di tengkuknya, membuat Sungmin merinding.

"Hm. Aku tahu" Kyuhyun menjawab masih dengan mengerjai area sensitif di leher Sungmin.

"Aku tidak bisa konsentrasi jadinya" Sungmin berusaha menjauhkan tubuhnya namun Kyuhyun memeluk perutnya erat.

Pemuda itu melirik, melihat pada layar TV kamudian terkekeh melihat adegan di mana Rose mengangkat tubuh Jack dari bangku kemudi mobil untuk berpindah tempat ke dalam mobil. "Biarkan Jack dan Rose bercinta dengan tenang" katanya.

"Itu bagian yang aku tunggu"

Kyuhyun menatap wajah kekasih cantiknya dengan mata membulat. "Kau mesum" katanya.

Sungmin mempoutkan bibirnya. "Aku tertular olehmu"

"Bagaimana jika kita mencoba seperti apa yang Jack dan Rose lakukan?"

Sungmin memincingkan matanya. "Apa? Bercumbu? Kau tadi melakukannya"

"Bukan itu" Kyuhyun menggeleng lalu mengecup pipi Sungmin. "Bercinta" lanjutnya.

"Se-sekarang?" jawab Sungmin gugup.

Kyuhyun menganguk antusias. Berusaha tidak berteriak, apakah Sungmin akan mengabulkan keinginannya.

"Hm. Sekarang"

"Dalam mimpimu"

Dingin! Kyuhyun serasa tertusuk dinginnya ucapan Sungmin. Padahal ia kira Sungmin akan menganguk mengiyakan. Cih! Dirinya tertipu. Poor batin Kyuhyun.

"Tidak apa-apalah. Walau hanya dalam mimpi" gumamnya miris.

Sungmin bisa kembali focus melihat film favoritenya. Menyandarkan tubuhnya didada Kyuhyun sedangkan pemuda itu menumpukan dagunya di kepala Sungmin.

Adegan film itu sudah sampai dimana Rose dan Jack di kejar oleh tunangan Rose. Dengan melepaskan beberapa tembakan.

"Oh ya ampun, aku jatuh hati padamu Jack" kagum Sungmin. Tidak menyadari jika Kyuhyun mencebikan bibirnya. Bagaimana bisa Sungmin memuja pria lain di hadapannya?

"Kau tahu Kyu, ketika film Titanic . Leonardo masih berumur 23 tahun. Kyaaa~ tampannya. Ah! ketika ia bermain di film Romeo + Juliet disana ia masih terlihat sangaaaatt muda dan lebih tampaaaannnn"

Kyuhyun menangkup wajah Sungmin membuat gadis itu melihat padanya. "Aku tidak kalah tampan darinya. Dan jauh lebih muda dari Leonardo-mu itu. Ingat, dia sudah berkepala 4 sekarang. Sedangkan aku 25 tahun"

Sungmin mengulum senyum. "Tapi mukamu boros, hingga Eunhyuk mengira kau pria berumur awal 30"

Pahit!

"Walau mukaku boros. Aku tetap tampan" ucapnya pelan. Merasa lemas di ejek seperti itu. Oleh kekasihnya pula. Tapi apa iya wajahnya seboros itu?

Kyuhyun yang tengah melamun tersadar ketika merasa benda lembut yang sering ia kecup menyentuh bibirnya. Ia mengerjapkan matanya.

Sungmin tersenyum lebar. "Aku bercanda. Leonardo DeCaprio memang tampan. Tapi bagiku kau lebih tampan"

Jika Kyuhyun sebuah ice cream. Ia jamin, dirinya sudah mencair karena kata-kata Sungmin.

.

.

.

.

.

Sungmin memejamkan matanya semakin dalam ketika Kyuhyun menyesap bibirnya. Pemuda itu melepas kulumannya di bibir Sungmin dan beralih mengecup rahang gadisnya, berakhir dengan membuat kissmark di belakang cuping telinga Sungmin.

Setelah puas bercumbu. Kyuhyun membenarkan letak selimut yang menutupi tubuh mereka berdua yang masih lengkap berpakaian.

Mereka saling memeluk posesif satu sama lain. Kyuhyun menyentuh rahang Sungmin dan membuat gadisnya mendongak. Ia mengecup bibir Sungmin.

"Min"

"Hm"

"Menikahlah denganku"

Sungmin mentap kedua manik hitam kekasihnya. Terpancar niat tulus dan cinta disana. Kyuhyun bersungguh-sungguh dan Sungmin tahu itu.

Sungmin tidak ragu dengan cinta Kyuhyun untuknya. Ia pun ingin menjawab 'ya' tapi, ada satu hal yang menggangunya.

"Kenapa kau ingin menikah dengan ku? Apa agar kau bisa bercinta denganku?" kata Sungmin pelan.

Kyuhyun mencubit pipi Sungmin pelan membuat gadis itu melotot. Hey! Pipinya sudah chubby ia tidak ingin pipinya tambah melar karena cubitan Kyuhyun.

"Kau berpikir seperti itu?" Kyuhyun mengelus rambut Sungmin, mengecup kening gadisnya lalu menatap kedua foxy eyes yang menatapnya polos.

"Aku mencintaimu. Aku ingin hidup berdua denganmu. Kau wanita yang akan menerima benihku dan melahirkan anak-anak kita kelak. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku dan tua bersamamu. Dan dengan kejamnya kau bilang aku hanya ingin bercinta denganmu"

Kyuhyun mencubit pipi Sungmin lagi. "Nappeun yeoja. Walau memang benar bercinta denganmu adalah keinganku tapi itu bukan keinginan utamaku. Ada saatnya dimana kita tidak bisa melakukan itu dan hanya mampu berpegangan tangan ketika renta nanti"

Kyuhyun memeluk Sungmin membuat wajah kekasihnya terbenam dalam dada bidangnya. "Aish aku bicara berputar-putar. Intinya, aku mencintaimu. Aku ingin hidup berdua denganmu dalam bahtera rumah tangga. Aku suamimu, kau istriku"

Kyuhyun terkiki geli mendengar ucapannya sendiri. Tapi itu benar, impiannya dan ia ingin mewujudkannya. Menikahi Sungmin dan hidup berdua dengan gadis itu.

Sedangkan Sungmin?

Bisakah seseorang memberi Sungmin obat pereda detak jantung. Karena jantungnya berdenyut tidak normal. Kata demi kata yang keluar dari mulut Kyuhyun membuatnya kelimpungan. Tubuhnya seakan tidak mempunyai tulang. Segaris air mata mengalir dari sudut mata Sungmin. Sayang Kyuhyun tidak melihatnya.

Sungmin sangat bersyukur Tuhan telah mengirimkan Kyuhyun untuknya. Sungguh, ia mencintai pemuda itu.

"Min" panggil Kyuhyun.

"Ne Kyu"

"Menikahlah denganku"

Sungmin mendongak kembali menatap manik hitam Kyuhyun. Sungmin melempar senyum manis level 3 nya. "Marry me. Mr Cho"

Kyuhyun tidak bisa menahan letupan kebahagiannya. Ia langsung menerjang bibir Sungmin. Memagutnya dengan penuh semangat seakan pagi tidak akan lagi menjelang.

Beberapa menit, hingga Sungmin hampir pingsan kehabisan nafas barulah Kyuhyun melepas pagutannya. Pemuda itu memeluk Sungmin sembari berguman terima kasih.

"Kyu.. lepas sesak"

Kyuhyun tidak mendengar rengekan Sungmin. Ia masih bahagia. "Kyuhyun"

Hah! Sungmiin bernafas lega karena kali ini Kyuhyun melepas pelukannya juga. Gadis bergigi kelinci itu menatap sebal kekasihnya.

"Dengan satu syarat"

Psssttttt...

Kyuhyun melemas mendengar penuturan Sungmin. "Syarat?" katanya dengan wajah tertekuk. Perasaannya sekarang seperti, ia akan menuju klimaks tapi di tengah jalan hasratnya langsung hilang.

Sungmin menganguk imut. "Kita akan menikah, setelah kau mapan dan sukses dalam pekerjaan"

"Itu butuh waktu cukup lama"

"Yup. Jadi mulailah dari besok. Aku mendoakanmu"

"Bagaimana jika kita menikah dulu. Baru aku akan bekerja"

"Kau ingin aku di nafkahi ayahmu begitu?"

"..."

"Ya sudah. Lupakan untuk menikah. Aku tidak berniat menikah dengan pria yang tidak bertanggung jawab dan pengangguran"

"Aniyo. Akan ku lakukan"

.

.

.

.

.

Brak

Cho Hangeng hampir terjungkal dari kursi kerja ketika pintu ruang kerjanya di buka dengan cara kasar. Untung saja ia tidak mempunyai penyakit jantung.

Pria setengah abad itu menatap heran pada putranya. Tidak biasanya Kyuhyun datang ke kantornya. Malahan termasuk langka pemuda itu menginjakan kaki di Cho Corp ini.

"Ada apa Kyu? Tumben kau kesini" tanya Hangeng.

Kyuhyun melempar pantatnya di kursi berhadapan dengan ayahnya. "Appa" panggilnya.

"Eoh?"

"Beri aku pekerjaan"

.

.

.

.

.

TBC

Hai chingudeul chapter 2 is up..

Eottoke?

Aku mau ucapin terima kasih buat teman2 yg udah meluangkan waktu buat baca ff sederhana ini maaf g bisa ucapin satu2 tapi review kalian udah tersimpan di hati #alay#.

Aku memang bikin ff ini ga akan konflik berat kok :) dan memang ff ini drabble jadi maaaf bgtt ga bisa di panjangin lagi...

Untuk masalah update aku usahain 5 hari ya.. jadi mungkin untuk chapter 3 hari rabu ya? Y pokoknya 5 hari heheh...

Sekali lagi makasih banyakkkkk 3 3 3

See next chapterrrrr #bow