chapter 2 update ! maaf klo sebelum nya banyak kesalahan penulisan kata-kata, terutama pertanyaan ttg satu nama asing yang nyasar di chapter 1, sebenarnya "akiharu" itu ichigo, tapi ntah apa sebabnya, nama ichigo malah ke ganti sama si akiharu *maaf ichigo, aku khilaf*, pokoknya makasih bwt para senpai yang udah ngasih kritik dan saran untuk kelangsungan hidup fict ini ..hontou ni arigatouuuuu ! sering-sering ngasih kritik dan kripik ya *plakkk* supaya saya tahu dan tempe*?* kesalahan saya dimana aja

DISCLAIMER : Bleach punya Tite Kubo-sensei seorang

PAIRING : ICHIRUKI

RATE : T

WARNING : Penuh dengan ke gajean, typo, OOC, abal, etc

EVERY AFTERNOON

CHAPTER II

ICHIGO POV

Sekarang aku berada di rumah rukia, ya..siapa yang menyangka kalau kesempatan ini akhirnya datang juga, dia menarik tanganku untuk mengajak ku masuk ke rumahnya…huwaaahh…aku merasa wajahku memanas..aneh..padahal cuaca agak dingin begini…yah..selain wajah yang terasa panas..aku juga merasa jantungku berdetak dengan kecepatan yang melebihi biasanya…hhaaah…aku tidak mengerti apa yang terjadi pada tubuhku sekarang ini

Rukia mengantar ku ke kamar mandi untuk membersihkan luka ku, selagi aku di kamar mandi dia mengambil kotak P3K entah dimana, karena aku sudah selesai membasuh lukaku, dan darah juga sudah berhenti mengalir, penasaran aku memperhatikan sekeliling rumah nya , rumah bergaya eropa yang unik, luas, nyaman dan sunyi….

Sunyi? Ya..rumah ini terasa sunyi sekali..apa hanya rukia seorang diri yang tinggal disini ? Ibunya dimana? Aku tidak melihat tanda - tanda orang lain di rumah ini selain rukia…tunggu…kalau memang benar hanya rukia sendiri disini..berarti aku hanya berdua dengannya ?

Gawat ! aku harus tidak boleh berlama – lama disini…bisa – bisa menimbulkan kesalahpahaman orang- orang !


"nah..ini obatnya"

Rukia muncul dengan membawa kotak P3K di kedua tangannya, membuyarkan lamunan ichigo "ah..sudah selesai ya? duduk saja dulu disana" ia menunjuk sofa yang berada di dekat meja yang diatas nya ada foto- foto dan vas bunga, mempersilahkan ichigo untuk duduk

"ba…baiklah..." ichigo duduk dengan ragu- ragu, kemudian rukia juga duduk di sebelahnya

"kemarikan tanganmu…biar ku obati" ujarnya sembari mengeluarkan plester, kapas, dan obat luka, dengan cekatan ia mengobati luka ichigo

Ichigo hanya tertegun melihat rukia . Ia diam seribu bahasa, menciptakan kesunyian yang membuatnya merasa aneh, jantungnya berdetak sangat cepat, sehingga mungkin rukia bisa mendengarnya

"nah sudah selesai..." rukia memecah kesunyian yang terjadi di antara keduanya "semoga bisa menutup lukanya" tambahnya lagi sambil tersenyum

"terima kasih banyak rukia" jawab ichigo, wajahnya sedikit memerah ketika menyebut nama rukia

"eh?...kau tahu nama- ku?" Tanya rukia

"eeeeh…itu…anu…karena aku sering melihatmu setiap sore di rumah ini, uuhmm..jadi aku bertanya pada tetanggamu, aku tidak bermaksud apa – apa kok, hanya sekedar ingin tahu nama mu saja, sungguh !" Ichigo berusaha menjelaskan sebisa nya agar rukia tidak salah paham akan dirinya

"hahaha…aku tak apa kok, aku juga sering melihat mu melewati rumahku" rukia tersenyum, senyum yang sangat manis, membuat wajah ichigo memerah seketika

Ichigo berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah, dia sedikit menundukkan kepalanya supaya wajahnya tak terlihat oleh rukia.."kalau begitu..perkenalkan,..aku kurosaki ichigo, kalau tidak keberatan, aku ingin berteman denganmu" ujarnya sambil tetap menunduk

"berteman dengan ku? Benarkah ? Tentu saja aku tidak keberatan…perkenalkan, aku kuchiki rukia" rukia juga memperkenalkan dirinya, "senang berteman dengan mu" ia kembali tersenyum riang "ngomong- ngomong Kurosaki, kenapa kau bisa jatuh dari pohon di rumah ku?" tambah rukia menanyakan penyebab jatuhnya ichigo dari pohon di rumahnya

"ah, sebenarnya waktu itu topi ku tertiup angin dan tersangkut di sana, jadinya aku berusaha mengambilnya…begitu" jelas ichigo, sebenarnya dia malu menjelaskan kejadian yang ia anggap memalukan itu, apalagi ia jatuh di depan mata rukia

"kalau begitu kau kan bisa memanggil ku untuk mengambilnya" ujar rukia lagi

"kulihat rumahmu sepi, kupikir tidak ada orang"

Rukia memperhatikan sekeliling rumahnya "hm…begitukah…rumah - ku memang sangat sepi sih"

"ngomong- ngomong soal itu, aku harus pergi sekarang", ichigo segera berdiri dari tempat duduknya, "tidak baik orang tak dikenal seperti ku berlama-lama di rumah orang lain, apalagi hanya berdua dengan seorang gadis" ujar ichigo sok gentle

"lho? Bukannya kita sudah saling kenal? Aku tahu namamu, dan kau pun tahu namaku" rukia membalas dengan jawaban polos

"eh…oo…oooh,,,iya y " ichigo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, terlihat ia sedikit malu *lagi? ichigo disini banyak malu nya ya*

Rukia hanya tertawa kecil melihat nya tingkah ichigo "tenang saja, selain aku, disini ada pelayan juga kok, tapi mereka sedang ada di taman belakang"

"oooh..begitu kah…" ichigo hanya mengangguk pelan tanda mengerti, "uhm…rukia…ah…aku boleh memanggilmu rukia saja?" tanya ichigo pada pemilik mata violet itu

"tentu saja kurosaki" jawab rukia "kalau begitu, aku juga boleh memanggilmu ichigo ?" tambahnya

DDDRRRRRRTTTT DRRRTTTT

sebelum ichigo sempat mengiyakan permintaan rukia, tiba-tiba ponsel ichigo bergetar, ichigo segera mengangkatnya

"halo?"

"rambut jeruk ! kau dimana? sudah hampir malam tahu! paman isshin bisa mengomel kalau kau pulang malam! kau tahu kan paman kalau marah super menyeramkan?" omel seseorang dari ponsel ichigo, ichigo langsung menutup telinganya. .. "aku tahu! sebentar lagi aku pulang kok" balas ichigo kesal

"ya sudah..daahh"

TUUT TUUUT

Ichigo hanya menghela nafas..ia menutup ponselnya kembali "ah…maaf..tadi sepupu ku menelpon"

"sepertinya kau di suruh pulang ya ?" tebak Rukia

"he…eh…begitulah…aku tidak boleh berkeliaran di luar sampai larut malam tanpa memberi tahu lebih dulu" ichigo hanya tertawa kecil "nah..kalau begitu aku pamit dulu" ia segera berdiri dan memakai tas dan topi nya

ichigo menoleh ke arah rukia "terima kasih atas pertolongan mu tadi" ucap nya sambil tersenyum

Rukia berdiri di sebelah ichigo, dan menatap mata coklat ichigo lekat-lekat "aku juga berterima kasih padamu, karena sudah mau menjadi teman ku dan mengobrol dengan ku" ujarnya

Wajah ichigo kembali menampilkan sedikit semburat merah "oooh..bagus lah kalau begitu, aku juga ikut senang" ia sedikit memalingkan wajahnya yang merah, kemudian mereka berdua menuju pintu rumah rukia

"baiklah…aku pamit..sampai jumpa lagi rukia" ujar ichigo berpamitan sekali lagi dan melangkahkan kakinya keluar dari halaman rumah rukia

"ichigo " panggil rukia sebelum ichigo sampai di depan pagar rumah nya "uuhmm…lain kali kau mau mampir kerumahku lagi?"

Ichigo yang mendengar nya serasa tak percaya, ia tak menyangka kalau rukia memperbolehkan nya untuk datang ke rumahnya sekali lagi, padahal ichigo berpikir kalau ia tak akan dapat kesempatan mengobrol panjang lebar seperti tadi dengan rukia, ichigo segera mengiyakannya dengan mantap "setiap sore saat aku latihan, aku akan mampir kerumahmu !"

Rukia tersenyum senang, demikian pula dengan ichigo, ia merasa hatinya penuh dengan kebahagian pada sore itu

TEITO ACADEMY

"jadi…akhirnya kau berhasil berbicara dengan rukia?" Tanya matsuru sambil membuka bungkus roti melonnya

Ichigo yang duduk di sebelah matsuru hanya tersenyum sumringah "hehehe begitulah" ia segera mengambil 2 bungkus roti strawberry dan 2 bungkus roti coklat juga sekaleng kopi susu yang di jual di kantin

Matsuru kaget melihat 4 bungkus roti yang di beli sepupunya itu "rakus" komentarnya singkat, terus mengunyah roti melonnya

Ichigo yang mendengar nya hanya cuek "sedang masa pertumbuhan" jawabnya

Siang itu murid- murid SMP di teito academy sedang istirahat makan siang, begitupun ichigo dan matsuru, mereka duduk bersebelahan sambil asyik menyantap makanan masing-masing

" lalu, apa yang kau lakukan selanjutnya?" matsuru membuka kembali pembicaraan yang terhenti tadi

Pemuda berambut oranye itu menatap matsuru heran "lakukan apa?"

Matsuru balik menatap ichigo "tentang rukia, selanjutnya kau mau bagaimana?"

"bagaimana? Aku hanya ingin berteman akrab dengannya" jawab ichigo bingung karena pertanyaan matsuru tadi

Matsuru merebut kopi susu ichigo dan meminumnya "lupakan pertanyaan ku tadi"

"heii. . ! kopi susu ku !" teriak ichigo berusaha mengambil kembali kopi susunya dari tangan matsuru

"yaaaa…nanti ku belikan yang baru" ujar matsuru santai, ia bangkit dari tempat duduknya dan menuju mesin penjual minuman

Ichigo terus menyantap roti nya yang belum habis dari tadi, tiba- tiba seseorang menepuk pundaknya arah belakang "yo..kurosaki!" sapa nya

Ichigo pun menoleh kebelakang "Hisagi-senpai!" seru ichigo, Hisagi Shuuhei adalah murid kelas 3 dan juga ketua klub atletik, ia sudah banyak meraih medali emas dan atlet kebanggaan Teito academy

Hisagi ikut duduk di sebelah ichigo "bagaimana persiapan mu untuk turnamen nanti?" Tanya hisagi

"yah…sebenarnya aku belum siap seratus persen, karena sampai sekarang aku belum bisa melampaui waktu yang di peroleh renji, mungkin aku tak punya harapan untuk menjuarai turnamen kalau aku tidak mampu untuk menjadi yang tercepat" jawab ichigo, ia memandangi bungkusan roti nya dengan pandangan lesu

"hei…semangatlah, kau itu pelari berbakat sekolah kita" hisagi menepuk pundak ichigo lagi, berusaha menghibur "kalau kau tidak bisa mengalahkan Abarai, bukan berarti kau tidak cepat"

Ichigo menatap burung-burung yang asyik hinggap di jendela kantin "yaah..kuharap begitu, aku harus berlatih ekstra keras untuk melampaui nya, sulit memang mengimbangi pelari tercepat di seluruh SMP seperti renji" balasnya sambil terus memperhatikan hewan bersayap itu

"menang memang penting, tapi kau juga harus menjaga kesehatan tubuh, jangan sampai kau cedera atau kelelahan di pertandingan nanti karena terlalu banyak berlatih untuk mengalahkan abarai" hisagi memberi sedikit nasihat pada junior nya itu

Ichigo hanya tersenyum menanggapinya "aku tahu kok senpai, terima kasih atas nasihatmu"

"yah, sama-sama, nah..aku harus ke ruang musik sekarang, sampai nanti di ruang klub, kurosaki" hisagi beranjak dari tempat duduk nya, sepertinya ada pelajaran musik di kelas nya siang ini

Ichigo pun memutuskan untuk kembali ke kelas saja, karena bel tanda masuk sebentar lagi berbunyi, tapi sebelum itu ia memutuskan untuk mencari matsuru yang tak kunjung menampakkan dirinya lagi setelah membeli minuman, ichigo hanya menghela nafas mengingat sifat sepupunya yang suka menghilang entah kemana itu.


Di ruang ganti klub, ichigo, renji, hisagi dan anggota klub lainnya mengganti baju olahraga mereka yang sudah basah oleh keringat dengan baju seragam karena latihan telah usai

"haaaaaaah…aku benar-benar capek" keluh renji yang sedang memasang kancing seragam nya " latihan hari ini benar-benar melelahkan"

"apanya yang melelahkan, dari tadi kau hanya mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali putaran, setelah itu kau malah santai-santai di bawah pohon seenak mu" timpal kira izuru, teman akrab renji sejak kecil dan juga atlet lompat tinggi di klub atletik

Renji mendengus kesal mendengar ucapan kira "panas tahu, mana bisa latihan, tanya saja ichigo, pasti dia merasa kepanasan juga" renji menunjuk ichigo yang hendak mengambil botol minuman di dalam lokernya, ichigo yang kaget karena namanya di bawa-bawa dalam percakapan dua sahabat itu hanya mengangguk tanda ia setuju dengan renji, renji yang melihat anggukan ichigo lagsung berseru keras pada kira "lihat ! ichigo saja setuju denganku, dia juga kepanasan sepertiku!"

"dia beda denganmu, biar panas tetap tekun berlatih, tidak sepertimu yang malas-malasan begitu" balas kira sengit

"sudah sudah, kalian berdua hentikan" hisagi mencoba menghentikan perdebatan renji dan kira sebelum terjadi hal yang tidak-tidak karena sifat mereka yang sama-sama emosional

Ichigo menggelengkan kepalanya melihat dua orang yang adu mulut tadi, namun diam-diam ia merasa iri dengan renji yang walaupun malas berlatih, renji tetap menjadi yang tercepat, tidak sepertinya dirinya yang berlatih sekeras apapun, hanya bisa menjadi yang nomor dua, tapi ichigo langsung menepis pikiran nya tadi dan segera beranjak pulang

"aku duluan ya, sampai besok" ichigo melambaikan tangan nya sebelum ia benar-benar keluar dari ruang ganti

"sampai besok juga" balas anggota lain bersamaan

TSUZUKU

akhirnya selesai, maaf klo singkat, soalnya bikin nya ngebut, dan lagi-lagi saya nangis ngeliat fict yang makin aneh ini

makasih banyak buat yang ngereview, mohon review nya lagi yang berisi kritik dan saran

oh iya, ichigo di chapter awal memang masih kelas 2 SMP, tapi ntar lanjut pas dia udah SMA

Please RnR