Rated, author, cast masih sama
Kesamaan cerita dan karakter mungkin sama diluaran sana dan saya sengaja, yang pasti ini murni dari otak saya. Percaya dech kalau kagak yaudah.
Kaisoo (walaupun moment nya secuil)
Chap 2 HEART
Dua buah Kolam renang yang luas dan kursi santai yang berjajar di pinggir kolam menjadi pemandangan utama saat Kyungsoo sampai, mata nya membulat lebih lebar dengan bibir yang terbuka, takjub, bukan hanya Kyungsoo tapi juga Kim Jongin yang berdiri di sebelah nya, namun hanya object mereka yang berbeda.
"Imut sekali" gumaman Jongin rupanya cukup ditangkap dengan baik oleh pendengaran tajam Kyungsoo, terbukti saat dia menolehkan kepala nya dan memadang bertanya kearah sang pemuda tan.
"Ah...iya aku Kyungsoo, apa benar kau ingin berenang? Pakaianmu seperti orang yang akan menghadiri jamuan makan malam saja"
"Sebenarnya memang begitu tapi lupakan saja disini ada yang lebih menarik"
"eh..." dan yang Kyungsoo rasakan terakhir kali sebelum menuju ruang ganti adalah sebuah belaian lembut di pipi kirinya.
Setelan jas hitam dan celana yang senada melekat di tubuh mungil Kyungsoo, dengan tenang dia memasuki hall Star hotel yang dia yakini sebagai tempat berlangsungnya pesta untuk launching pembukaan cabang baru bulan ini. Dari jarak beberapa meter dia dapat merasakan hawa keberadaan rekannya Sehun dan benar saja di sudut ruangan di depan jendela besar yang langsung menghadap ke langit kelam pemuda itu mengangkat gelas wine nya sebagai tanda penyambutan.
Kyungsoo bisa masuk kesini karena undangan Kim Jongin dan Sehun tentu saja menjadi penyusup yang handal, mengedarkan pandangannya untuk menemukan pemuda tan yang saat ini berbincang dengan presdir Choi Siwon dan istri nya Choi Sooyoung.
Sedetik Mata kelam Kyungsoo berubah warna dan tubuhnya menegang dengan raut wajah nya tetap datar dan seringai yang muncul di sudut bibirnya, karena sebuah tepukan di pundaknya lah dia menyadari bahwa hampir saja dia lepas kendali.
"Segera selesaikan dan jangan lengah" Sehun berjalan kearah meja tempat dimana Presdir Choi corp itu berdiri dan tanpa disadari oleh siapapun dia menyuntikkan sesuatu di tengkuk Choi Siwon. Erangan yang tercipta membawa orang-orang yang di dekatnya khawatir tanpa mengetahui penyebabnya dan menit berikutnya Choi Siwon segera meninggalkan area pesta dengan alasan pusing yang mendera.
Remang dan senyap Presdir Choi duduk di sofa yang disediakan president room Star hotel dengan sebelah tangannya memijit pelipis yang tiba-tiba berdenyut nyeri.
"Kyungsoo...kau masih ingat pak tua?" terkejut dan reflek merapatkan tubuh nya ke sofa besar yang ia duduki adalah reaksi awal saat Siwon menangkap sesosok seperti bayangan yang muncul di beranda kamar nya.
Secara otomatis pintu kaca yang memisahkan beranda dengan ruang utama itu terbuka dan sedetik seorang pemuda bermata bulat dengan iris semerah rubby berdiri dengan wajah menunduk dhadapannya, dekat tapi tak cukup untuk nya merasakan hangat nafas pemuda itu. Nyata nya Siwon hanya merasa dingin yang mencekam saat ingatan masa lalu nya berputar.
"Jika Ibu ku dan aku kau tolak kenapa istri kedua mu Kim Junhee dan putra nya kau terima dengan tangan terbuka?" Sebuah pisau yang berkilap muncul dari telapak tangan pemuda di hadapannya.
Crash
Pisau itu menancap di bahu Siwon dan dengan mudah dicabut kembali tak pelak darah berbau anyir menyeruak indra penciuman siapapun di ruangan itu. Siwon sadar bahwa dia berada dalam bahaya saat ini, namun entah kenapa tubuh nya seakan lumpuh jari-jarinya hanya sesekali dapat bergerak.
"Percuma, kau tak akan bisa bergerak bebas tuan Choi Siwon jadi diamlah!" berusaha keras Siwon meraih ponsel di saku celana nya dan hanya berbuah tusukan lain pada paha kirinya.
"SUDAH KUBILANG DIAM!" dan sayatan lain terbentuk di dada Choi Siwon oleh tarian pisau yang dilayangkan pemuda itu.
"Aku Kyungsoo tuan Choi, atau...haruskah kupanggil kau Ayah?" membelalak lebar Siwon benar-benar tak menyangka bahwa anak yang sekian lama telah mati bersama Ibu nya karena menenggak racun berdiri sehat di hadapannya saat ini, dan apa dia menyebut istri kedua nya? Juga Jongin putra keduanya?.
"Heran jika aku masih hidup? Sebentar lagi akan ku mulai pesta nya tapi bukankah lebih baik istri mu bersamamu eoh?" dan yang terjadi selanjutnya adalah pintu yang terbuka kasar dengan pemuda pucat yang membawa Choi Sooyoung yang terus meronta lalu menutup pintu itu kembali tanpa menyentuh nya.
Semua terjadi begitu cepat, Sehun yang membawa Sooyoung lalu melempar nya kelantai degan keras hingga dahi nya berdarah, mata wanita itu mengalirkan airmata dan meraung memohon pengampunan. Siwon yang kini di penuhi sayatan di sekujur tubuhnya akibat perbuatan Kyugsoo turut berbaring di lantai yang penuh dengan darah.
"Aku tak akan membuat kematian kalian mudah" nada bicara yang begitu dingin dengan wajah datar namun siapapun tahu jika mata itu menyalak dipenuhi kebencian dan dendam.
Perlahan Kyungsoo meraih rambut Sooyoung menjambaknya kasar membuat wanita itu berdiri di atas tumpuan kakinya yang lemah, "kumohon lepaskan aku, akan kuberikan segalanya", "jika aku menginginkan suami mu mati apa kau akan memberikannya?" dan sebuah anggukan lemah memancing tawa sinis dari Sehun pria yang menyelamatkannya dulu yang berdiri di sudut ruangan dengan tenang.
Siwon menitikkan air mata nya dalam diam, dia sadar jika istri nya tak sesetia itu maka dia pasrah sekarang. Dimulai dengan sayatan melintang yang sengaja dibuat perlahan oleh Kyungsoo di leher Sooyoung sehingga membuat jeritan kesakitan memekakkan telinga, menusuk perut datar nya lalu mencabutnya dan menusuk kembali di tempat berbeda. Kyungsoo tersenyum samar saat menyadari wanita itu telah mati seiring dengan lelehan darah yang terciprat di sekujur tubuhnya.
Dengan enggan Kyungsoo memotong lengan kanan Sooyoung dan kaki kirinya sebatas lutut lalu melemparnya keluar beranda, tersenyum puas saat melihat Siwon yang menahan rasa sakit karena luka sayatan yang terbuka lebar membuat Kyungsoo semakin bernafsu menyiksanya.
"Akan kugunakan tanganku sendiri kali ini, jadi.." Kyungsoo segera membuang pisaunya dan ditangkap Sehun dengan cekatan, menunduk kearah Siwon lalu membisikkan bahwa dia ingin Siwon memohon seperti Ibu nya dulu, namun sebuah belaian di pipinya membuat dia mematung.
Tak masuk akal jika Siwon bisa bergerak walau hanya sedikit harusnya obat itu benar-benar melumpuhkan seseorang. Kyungsoo frustasi karena wajah nya disentuh dan dia merasakan kehangatan di atas kulit dinginnya, dia tak ingin sedikitpun rasa itu menghampiri, rasa yang pernah sempat dia rasakan dulu bernama kasih sayang.
"hentikan!" Siwon menatapnya sayu, dengan cepat dia menusuk kan kuku nya yang tajam di kedua bola mata itu bergantian dan Siwon hanya membungkam mulutnya rapat. Kyungsoo membabi buta menancapkan kuku nya di tubuh atas Siwon hingga dagingnya terkoyak dan terkadang menempel pada sela jari nya saat Kyungsoo mencabut nya walau untuk kembali mencabik tubuh itu.
Hal terakhir yang dia yakini adalah dia belum benar-benar lega, menghembuskan nafas sekali dan dengan yakin dia mencabut jantung yang masih berdetak lemah dari dalam rongga dada tubuh di bawahnya dengan tangan kosong, dan pintu ruangan kembali terbuka kasar saat seorang pemuda tinggi berkulit tan menatapnya nyalang.
"Kyungsoo apa yang kau lakukan?" lirih Kim Jongin menyuarakan isi hatinya, memberanikan melangkah masuk dengan tubuh bergetar hebat saat orang yang dia sukai bersimbah darah dengan sebuah jantung di tangan kanannya juga dua sosok tak bernyawa yang dia kenali.
"Ini yang kulakukan" dengan seringai puas Kyungsoo meremas jantung di tangan nya hingga hancur lalu berjalan mendekat kearah Jongin yang berdiri mematung, Jongin yakin dia merasakan benda kenyal dan basah tetapi juga berbau anyir telah menempel di bibirnya tadi, namun yang dia temukan adalah kesunyian serta pintu beranda yang terbuka lebar.
"Lupakan dan jangan mencariku Kim Jongin!"adalah kalimat terakhir yang dia dengar dari pemuda yang telah mencuri hatinya beberapa saat lalu dan dia benar-benar tak yakin apa akan menuruti kalimat itu atau tidak.
Semua orang tahu dendam akan kenangan masa lalu akan menghantui hingga seseorang membalaskannya, sayangnya tak semua mengerti kenangan akan timbul pada proses nya. Dan apapun itu jika hati telah tertutup kelembutan dan cinta tak akan pernah sampai, kapanpun...
- END -
NB mengucapkan terimakasih yang banyak atas orang-orang yang sudah eksis dengan klik follow fav dan meluangkan waktu untuk komeng, saya terhura kawan. Untuk NP tercintah berhasilkah saya menistakan Kyung? Tapi katanya dia gak mau baca ni epep gegara Kyung yang serem, pokoknya bow buat kalian semua dah salam cintah dari saya...
Biarkan misteri tetap menjadi misteri dan silahkan berimajinasi dengan pikiran kalian semua mengenai hal-hal yang tidak saya jelaskan, saya suka yang gantuuuung.
Kemungkinan sequel entahlah habis ini kan first fic about Kaisoo. OK see ya...
