Main Cast
• Byun Baekhyun
• Park Chanyeol
Other Cast
• Find it yourself
Gendre : Romance, Fluff, Comedy (a little bit).
Rating : Tentuin sendiri
DISCLAIMER : STORY BELONG TO AUTHOR, CAST SEUTUHNYA MILIK SM !
DON'T BE SIDERS !
WARNING : TYPO MENGHANTUI ANDA XD ! BAHASA CAMPUR SARI (?)
•
•
•
•
•
IT'S YAOI FICTION
•
•
•
- CHANBAEK STORY -
•
•
•
DON'T LIKE DON'T READ
STORY BELONG TO AUTHOR !
•
•
•
- HAPPY READING -
BAEKCHANNIE PRESENT
•
•
•
•
•
"PAPARAZZI IN LOVE"
Author POV
"Kenapa kita kesini? Bukannya masih setengah jam lagi kelas dimulai?" tanya Baekhyun sambil ikut duduk di samping Chanyeol.
Chanyeol tak menjawab dan ia hanya menaruh tasnya di atas meja lalu menidurkan kepalanya "Aku mengantuk, jadi tolong temani aku disini." jawabnya sambil memejamkan matanya dengan wajah menghadap kearah Baekhyun.
"Eh.. bukannya justru aku berada disini malah akan mengganggumu?"
"Sudah kau diam saja. Lagipula kau tak mungkin menggangguku."
"Cih, kau percaya diri sekali." Baekhyun berdecak sambil bergumam kecil.
"Kalau aku tak percaya diri pasti sampai saat ini aku tak mungkin menjadi seorang aktor yang digilai banyak perempuan." balas Chanyeol namun masih dengan mata terpejam.
"Yaa bukannya kau bilang kau mengantuk. Sudah sana tidur." ujar Baekhyun dengan nada sewotnya.
"Kau duluan yang menggangguku." balas Chanyeol .
"Yasudah kalau begitu aku pergi saja." Baekhyun berdiri namun dengan cepat Chanyeol menahan tangannya dan menariknya kembali duduk.
"Aku menyuruhmu untuk menemaniku bukannya pergi."
Baekhyun memutar bola matanya malas "Baiklah.. aku akan menemanimu disini." ucapnya mengalah sambil menyenderkan tubuhnya.
Tak membutuhkan waktu lama bagi Chanyeol untuk tertidur, Baekhyun yang awalnya sibuk dengan ponselnya akhirnya melirik begitu mendengar suara dengkuran halus dari Chanyeol. Ia mendekatkan wajahnya untuk melihat lebih dekat wajah yang ada di hadapannya.
"Dia pasti kelelahan gara-gara sibuk dengan kegiatan syutingnya." gumam Baekhyun dan tanpa sadar ia tersenyum kecil.
Ia kembali mengangkat wajahnya bersamaan dengan sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.
From : Kkamjong.
Bagaimana? Apa penyamaranmu berhasil?
To : Kkamjong.
Tenang saja, sejauh ini lancar.
From : Kkamjong.
Aku rasa penyamaranmu tak akan bertahan lama, apalagi dengan sikap liarmu itu. Kkk
"Aish orang ini, awas saja kau." Baekhyun berbicara sendiri sambil membalas pesan dari Jongin.
To : Kkamjong.
Yak awas kau. Liat saja nanti aku pasti bisa menyelesaikan misiku.
From : Kkamjong.
Hahaha.. aku akan menantinya, ah jangan lupakan kesepakatan kita Baekhyun hyung. Kkk
To : Kkamjong.
Arraseo, aku bukanlah orang yang suka melanggar janji. Walaupun kau orang yang paling menyebalkan tapi setidaknya kau sudah membantuku.
"Siapa itu? Kekasihmu?" Chanyeol tiba-tiba bersuara dan saat ini ia sedang mengintip kegiatan Baekhyun.
Dengan terkejut Baekhyun menoleh dan langsung menyembunyikan ponselnya "Astaga kau mengagetkanku."
"Sepertinya aku mengganggu kegiatanmu.. yasudah lanjutkan saja." tukas Chanyeol dengan wajah datarnya, iapun kembali menidurkan kepalanya di atas meja dan memejamkan matanya.
"Aku kira kau sudah tidur?"
"Bagaimana aku bisa tidur jika dari tadi ponselmu berbunyi terus."
"Mwo? Kalau begitu aku mengganggu tidurmu. Mianhe, kalau begitu aku keluar saja." Baekhyun memasang wajah tak enaknya dan berniat berdiri namun lagi-lagi Chanyeol menahannya.
"Aku tidak bilang kau mengganggu tiduku, maksudku ponselmu yang mengganggu tidurku." ujar Chanyeol sambil tetap memejamkan matanya dengan tangan yang masih menggenggam jemari Baekhyun.
"Ya maksudku itu. Karena ponselku berbunyi terus, lebih baik aku keluar saja."
Chanyeol membuka matanya lalu ia menyentil dahi Baekhyun pelan.
"Aku rasa lebih baik kau diam saja. Mulutmu benar-benar tak bisa diam." ujar Chanyeol sebelum akhirnya ia membalik wajahnya hingga membelakangi Baekhyun "Dan aku tak menyuruhmu untuk pergi, kau tetap temani aku disini hingga jam masuk."
Sedangkan Baekhyun, ia hanya mencibir kesal dan memilih untuk mendengarkan musik melalui headsetnya.
Kelas hari ini berjalan dengan baik, secara perlahan hubungan Baekhyun dan juga Chanyeol sedikit lebih dekat dan ini benar-benar diluar dugaan Baekhyun. Namja mungil itu merapihkan tas selempangnya sedangkan Chanyeol dan juga Sehun sudah terlebih dahulu keluar dari kelas.
"Mianhe sepertinya malam ini aku tak bisa ke rumahmu. Managerku baru saja memberi tahuku kalau jadwal syutingku dimajukan malam ini." ujar Chanyeol dengan wajah malasnya.
"Arraseo, aku mengerti."
"Ah, lalu bagaimana menurutmu dengan mahasiswi baru itu? Kulihat hubungan kalian semakin akrab saja." tanya Sehun dengan wajah penasaran miliknya sehingga membuat Chanyeol tanpa sadar menoleh kesamping dan melihat Baekhyun yang saat ini tengah menggaruk kepalanya yang gatal.
"Dia benar-benar orang yang banyak bicara. Dari tadi dia terus saja membalas ucapanku." Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kembali menoleh kearah Sehun.
"Eyy.. kau sendiri juga sama. Dari tadi yang aku lihat kau terus saja melayani ucapannya, bahkan tak biasanya aku melihat kau banyak bicara ketika kelas tadi." goda Sehun sambil menyenggol lengan Chanyeol.
"Ck, sudah kubilang itu karena ia terus saja mengajakku bicara. Aku tak mungkin mengacuhkannya begitu saja." bela Chanyeol.
"Jinjja?" Sehun tersenyum menggoda dengan sorot mata jahil miliknya.
"Sehun, Chanyeol.. kalian masih disini? Aku kira kalian sudah pergi." Baekhyun menginterupsi pembicaraan keduanya.
"Ah, aku baru saja mau pergi. Kalau begitu annyeong Baekhee." Sehun tersenyum kecil sambil mengacak rambut Baekhyun.
Baekhyun mengatur kembali wignya dengan bibir yang sedikit dikecutkan, lalu ia menoleh kearah Chanyeol yang ternyata sudah berjalan menuju gerbang depan. Entah mendapat dorongan dari mana, Baekhyun ikut melangkahkan kakinya mengikuti Chanyeol.
"Chanyeol." panggil Baekhyun dan ia mengejar Chanyeol hingga ke parkiran.
"Ada apa ?"
"Ah tidak jadi. Lupakan saja." Baekhyun menggeleng sambil menunjukan senyuman manis miliknya dan lagi-lagi hal itu berhasil membuat Chanyeol tertegun selama beberapa saat "Kalau begitu aku duluan. Kau hati-hati dijalan" Baekhyun melambaikan tangannya lalu berjalan menuju gerbang depan namun baru tiga langkah Chanyeol sudah memanggilnya dan berjalan kearahnya.
"Aku akan mengantarmu pulang. Kau tunggu di halte depan, aku akan menjemputmu disana." bisik Chanyeol lalu ia langsung membalikkan badannya kembali ke mobilnya tanpa menunggu jawaban Baekhyun.
Baekhyun terkejut dengan perkataan Chanyeol barusan. Apa ia tak salah dengar? Chanyeol akan mengantarnya pulang? Tapi bagaimana mungkin Chanyeol semudah itu mengantar orang yang baru saja dikenalnya. Apa jangan-jangan Chanyeol salah mengira alasan Baekhyun memangginya tadi karena Baekhyun ingin diantar pulang. Ah tidak, itu tidak mungkin.
Baekhyun terlalu sibuk dengan pikirannya dan sehingga ia tak menyadari saat ini Chanyeol sudah berada di depannya sambil mengklakson mobilnya.
"Baekhee." panggil Chanyeol entah yang ke berapa kalinya dan kali ini berhasil membuat Baekhyun mengangkat wajahnya.
"Cepat naik, hari ini aku ada syuting iklan."
"Ah tidak usah, aku pulang sendiri saja. Kau duluan saja." tolak Baekhyun dengan halus.
"Ayo cepat naik." nada suara Chanyeol terdengar memaksa, dan Baekhyun kembali tenggelam dengan pikirannya..
'Mungkin ini akan menjadi kesempatan yang bagus bagiku untuk mengorek informasi yang lebih banyak.' –pikir Baekhyun-
"Yaa Byun Baekhee cepatlah." panggil Chanyeol dengan sedikit berteriak, dan akhirnya Baekhyun segera masuk ke dalam mobil, setelah itu namja tinggi itu menjalankan mobilnya pergi.
Ternyata Chanyeol tak mengantar Baekhyun pulang, ia malah membawa Baekhyun ke suatu rumah yang cukup besar. Chanyeol keluar dari mobilnya diikuti oleh Baekhyun yang saat ini tengah kebingungan.
"Kenapa kau membawaku kesini ?" tanya Baekhyun sambil berdiri di samping Chanyeol.
"Aku terlambat syuting. Aku akan mengantarmu pulang begitu pekerjaanku selesai." jawab Chanyeol sambil menoleh kearah Baekhyun "Ayo masuk."
Dan merekapun masuk kedalam rumah yang ternyata di dalamnya sudah berkumpul beberapa kru dan juga beberapa pemain. Chanyeol menyuruh Baekhyun untuk duduk di sebuah sofa yang berada di ruang tengah. Setelah itu Chanyeol menghilang entah kemana, yang jelas saat ini ia benar-benar merasa canggung dan juga asing berada di tempat ini.
Karena bosan menunggu ia berniat untuk melihat-lihat isi rumah tersebut sampai akhirnya ia tiba di teras belakang, ternyata Chanyeol sedang syuting di tempat itu. Baekhyun berdiri di dekat pohon yang di sebelahnya terdapat ayunan kecil, ia melipat kedua tangannya di depan dada dengan tubuh yang disenderkan di pohon dan kaki kiri yang disilangkan kedepan.
"Anak itu benar-benar berbakat menjadi seorang artis." gumam Baekhyun dan lagi-lagi tanpa sadar ia tersenyum kecil.
"CUT!" teriak sutradara mengakhiri scene yang berada di teras belakang.
Baekhyun menghela nafasnya kecil lalu berbalik berjalan masuk kedalam rumah, dan tanpa diketahui olehnya Chanyeol sempat menoleh kearahnya dan menatapnya selama beberapa detik.
Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam dan ponsel Baekhyun terus saja bergetar entah yang ke berapa kalinya, ia yakin pasti saat ini Luhan sedang mencarinya atau bahkan sedang marah-marah gara-gara Baekhyun bolos bekerja.
Matanya menangkap sosok namja mungil berjalan mendekati Chanyeol yang baru saja menyelesaikan syuting. Seketika matanya membulat terkejut melihat kedekatan keduanya, benar itu adalah Kyungsoo yang sedang memberikan minuman kepada Chanyeol dan keduanya bercerita dengan asiknya bahkan sesekali Chanyeol tertawa dan mengacak rambut Kyungsoo.
Sebuah pemandangan yang sangat langka, pasalnya selama ini tidak ada satupun foto-foto keduanya yang terlihat sangat mesra seperti ini. Mata Baekhyun semakin membulat begitu melihat Kyungsoo yang memeluk tubuh Chanyeol dengan mesra dan Chanyeol mengecup pipi namja mungil tersebut. Ingin rasanya Baekhyun segera mengambil kameranya dan mengabadikan moment ini, namun tentu saja ia harus menahannya karena ia yakin pasti masih ada berita yang lebih menghebohkan.
Chanyeol menghampirinya sambil tersenyum kecil, iapun mendudukan dirinya di samping Baekhyun sambil menyenderkan tubuhnya beristirahat sejenak.
"Itu bukannya Kyungsoo?" tanya Baekhyun dan hanya dijawab oleh anggukan kecil dari Chanyeol.
"Apa benar kalian hanya berteman dekat? Yang aku lihat tadi kalian justru terlihat sangat mesra."
Chanyeol membuka matanya lalu ia menoleh kearah Baekhyun. Bukannya menjawab, Chanyeol malah berdiri dan menggendong tasnya.
"Ayo pulang, ini sudah larut." ucap Chanyeol dengan nada dinginnya.
Chanyeol mengemudikan mobilnya dengan diam, Baekhyun merasa atmosfer diantara keduanya berubah, entah benar atau tidak namun ia merasa Chanyeol seperti tak senang jika ia mengungkit-ungkit tentang hubungannya dengan kedua orang itu.
Baekhyun turun dari mobil Chanyeol begitu mereka tiba di depan apartemen Baekhyun, namja imut itu langsung melangkahkan kakinya masuk sedangkan Chanyeol menatap punggung Baekhyun dengan tatapan yang tak dapat dibaca.
Author POV end
Jongin POV
"Yak Kim Jongin bangun." seseorang menepuk pipiku dengan sedikit kasar, aku hanya mengerang kecil lalu membalikkan badanku dan menarik selimutku.
"Yak Kim Jongin, cepat bangun." kali ini aku merasakan pipiku semakin ditepuk dengan keras.
"Wae?" jawabku dengan malas dengan mata yang masih sepenuhnya terpejam.
"Ayo cepat bangun, aku butuh bantuanmu sekarang." tukasnya dan kuyakini ini adalah suara Baekhyun hyung, dan kali ini ia beralih mengguncang lenganku.
"Aku masih mengantuk hyung, nanti saja."
"Yak ayolah Jongin."
Aku tak menghiraukan ucapannya dan berusaha kembali kealam mimpiku.
"YAK KIM JONGIN AYO BANGUN!" tiba-tiba ia berteriak di telingaku sehingga berhasil membuatku terkejut dan berbalik.
"Aish nanti saja hyu—HWAA KAU SIAPA?" sontak aku berteriak terkejut dan langsung menutupi tubuh toplessku, pasalnya yang ada di hadapanku saat ini adalah seorang yeoja imut dan juga cantik berambut panjang .
"Aish bodoh ini aku Baekhyun, apa kau tak mengenaliku?" tukasnya dengan sedikit kesal.
Aku membelalakkan mataku terkejut tak mempercayai apa yang dihadapanku adalah seorang Byun Baekhyun yang kukenal.
"Kau Baekhyun hyung?" tanyaku memastikan sambil mengucek mataku.
Ia memutar bola matanya malas lalu melepas wignya "Apa ini masih kurang meyakinkan untukmu?" tanyanya masih dengan nada yang sama.
"Tapi kenapa kau berpenampilan seperti itu? Kau benar-benar tak serius ingin menjadi seorang perempuan kan?"
"Tadi Chanyeol tiba-tiba saja datang ke apartemenku, jadi aku langsung cepat-cepat menyamar. Ia berniat mengajakku kerumah temannya tapi aku beralasan kalau hari ini aku sudah ada janji dengan teman lamaku dan menyuruhnya untuk menurunkanku di depan rumahmu." jelasnya sambil berdiri dan membuka lemari pakaianku.
"Lalu kenapa kau tak menolaknya dari awal?"
"Tiba-tiba saja ia sudah berada di lobby dan menyuruhku untuk menemuinya karena katanya ia ingin mengatakan sesuatu.."
"Boleh aku pinjam bajumu? Pagi ini aku berniat untuk menemui Luhan hyung." lanjutnya dan ia berbalik menatapku yang masih terduduk di tempat tidur.
Aku hanya mengangguk lalu beranjak dari tempat tidur, aku mengambil wig panjang miliknya lalu menghampirinya. Aku membalikkan badannya dan memakaikan wig tersebut ke kepalanya, aku tersenyum kecil sambil mengelengkan kepala kagum.
"Kau benar-benar cantik hyung dan aku yakin banyak namja yang akan tergila-gila padamu. Seandainya saja kau benar-benar seorang yeoja aku yakin saat ini pasti aku akan menjadi salah satu fans beratmu." ujarku dengan sedikit menggodanya.
Ia memutar bola matanya malas lalu kembali melepas wignya.
"Kau tidak tahu betapa merepotkannya berdandanan seperti ini..."
"Ah sudahlah lebih baik aku segera mengganti pakaian." lanjutnya lalu berjalan menuju kamar mandi dengan membawa beberapa potong pakaian milikku.
Aku hanya terkekeh kecil lalu mengenakan t-shirt abu-abuku, setelah itu tak lama kemudian ia keluar dengan pakaian yang berbeda. Aku hanya tersenyum kecil kearahnya.
"Lalu bagaimana caramu melewati kedua orang tuaku?" tanyaku sambil menatapnya.
"Untungnya mereka sedang keluar, jadi Jung ahjumma yang membukakkan pintu untukku." jelasnya sambil mengatur rambut merahnya di cermin.
"Lalu bagaimana reaksinya?"
"Awalnya dia menyangka kalau aku adalah yeojachingumu tapi aku sudah menjelaskan padanya kalau aku ini Baekhyun. Sepertinya kau harus menyuruhnya untuk tutup mulut untuk tak mengatakannya pada ayahmu."
Aku hanya terkekeh kecil lalu menuju kamar mandi untuk membasuh wajahku dan juga menyikat gigi. Setelah itu aku keluar dan mendapati Baekhyun hyung yang sedang berbicara dengan seseorang yang berada di seberang telpon.
"Eh, sebentar malam? Baiklah kebetulan pagi ini aku berniat menemui Luhan hyung."
"..."
"Ne, Gomawo Kris."
Ia menutup ponselnya dan berbalik kearahku setelah itu ia melemparkan jaket kulit milikku dan dengan sigap aku menangkapnya.
"Tolong antar aku ke tempat kerjaku. Aku sudah terlambat." ujarnya dengan ekspresi wajah datar.
What? Apa-apaan ini, ia sudah seenaknya saja menerobos masuk kamarku, mengganggu tidurku, meminjam bajuku dan sekarang ia memintaku untuk mengantarnya?.. Aish orang ini benar-benar merepotkan.
"Ck, kau ini merepotkan sekali hyung." tukasku menyuarakan isi hatiku.
"Kau pelit sekali, Lagipula apa salahnya kau membantu hyungmu yang baik ini." rayunya sambil memasang tatapan puppy eyesnya.
Aku memutar bola mata malas, ini adalah salah satu kebiasaan Baekhyun hyung.. Ia akan merajuk manja seperti saat ini dengan tangan yang ditangkupkan kedepan sambil memasang tatapan puppy eyesnya. Dan aku akui ekspresinya saat ini benar-benar terlihat menggemaskan. Aku yang sudah terlanjur kebal tentu tak semudah itu luluh begitu saja.
"Tatapanmu tak berguna hyung. Aku sudah bosan melihatnya." ujarku malas lalu melempar jaketku diatas tempat tidur.
"Ck, sepertinya aku harus mencari cara baru untuk membuatmu luluh dan mau menuruti permohonanku." ia berdecak kesal sambil mempoutkan bibirnya.
Aku hanya terkekeh kecil lalu mengacak rambutnya gemas. Walaupun umur Baekhyun hyung dua tahun lebih tua dariku, tapi terkadang ia terlihat seperti seorang anak yang umurnya berada lima tahun dibawahku. Aku bahkan sudah menganggapnya layaknya hyung kandungku sendiri, aku akui sikapnya yang kadang-kadang pemaksa, galak, dan suka seenaknya sendiri.. seringkali membuatku kesal dan malas. Tapi dibalik itu semua ia adalah sosok hyung yang baik dan juga perhatian. Yang jelas semua sikap yang ditunjukkan olehnya itu tergantung kondisi hati dan juga moodnya.
Ia bahkan pernah sekali menendangku dan juga melempariku dengan buku gara-gara selama seharian penuh aku terus saja menggodanya, dan sengaja membuatnya kesal. Tapi anehnya setelah kejadian itu aku semakin bersemangat membuatnya kesal atau sekedar menggodanya.
"Baiklah, karena aku sedang baik hari ini jadi aku akan mengantarmu."
Ia tersenyum senang hingga memamekan eyesmile miliknya, lalu ia merangkulku dan mencubit pipiku dengan keras.
"Akkh.. sakit hyung." aku berteriak sambil memegang pipiku yang sakit, ia benar-benar mencubitku dengan keras dan aku yakin pipiku saat ini benar-benar merah.
Ia hanya tertawa jahil kearahku dan berjalan keluar kamar.
Jongin POV end
Author POV
"Aku sedang di rumah Sehun, nanti sore saja aku kesana." ujar Chanyeol sambil memainkan psp milik Sehun.
"Tidak bisa Chanyeol, kau tidak tahu bagaimana sulitnya aku mengatur pertemuan kalian. Pokoknya siang ini kau harus menemuinya." ujar Tao diseberang sana yang merupakan manager Chanyeol.
"Ck, sudah berapa kali kubilang jangan memanggilku seperti itu."
"Aku berbicara padamu sebagai managermu, jadi jangan harap aku akan memanggilmu hyung. Pokoknya sejam lagi aku akan kerumah Sehun."
Tao memutuskan panggilannya secara sepihak, Chanyeol berdecak kecil lalu menaruh ponselnya diatas meja.
"Kerjaan lagi?" tanya Sehun sambil menaruh kaleng minuman dan juga cemilan di lantai.
"Begitulah, Tao menyuruhku untuk menemui salah satu desainer yang akan bertanggung jawab untuk acara fashion showku nanti." jawab Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.
"Yasudah turuti saja."
Chanyeol menghentikan permainannya lalu menyenderkan tubuhnya di sofa, ia membuka minumannya dan meminumnya.
"Terkadang aku ingin kembali merasakan kehidupan normalku, jujur saja aku bosan dengan semua kepopuleran yang saat ini kudapatkan." ujar Chanyeol dengan suara yang agak sedikit dikecilkan.
Sehun menghela nafas lalu menepuk pundak Chanyeol "Memang ada saatnya kau merasa bosan dan lelah dengan keadaanmu sekarang. Tapi percayalah baik aku ataupun penggemarmu,tetap akan selalu mendukungmu."
Chanyeol melirikkan matanya dengan tatapan aneh "Ada angin apa kau tiba-tiba berkata sok bijak seperti itu? Kau berkata seolah-olah kau ini adalah namjachinguku." tanya Chanyeol sambil berpura-pura bergidik.
"Aish sudahlah. Tak ada gunanya aku berbicara seperti itu padamu." Sehun mendelik lalu mendorong tubuh Chanyeol.
Chanyeol hanya terkekeh kecil lalu kembali melanjutkan permainannya.
Sejam kemudian pintu kamar Sehun diketuk dari luar sehingga membuat sang pemilik berdiri dan membuka pintu.
"Tuan, ada seseorang yang mencari tuan Chanyeol. Ia sedang menunggu di depan." jawab maid tersebut sehingga membuat Chanyeol menoleh lalu berdiri.
"Baiklah kamsahamnida ahjumma, nanti aku akan menemuinya." tukas Chanyeol sambil memakai topinya.
Chanyeol berjalan menghampiri Sehun yang masih berdiri di depan kamarnya. Ia menepuk pundak lelaki berkulit albino tersebut.
"Aku pulang dulu." dan Sehun hanya mengangguk.
"Ah, apa kau berniat mengundang Baekhee di acaramu nanti?" tanya Sehun sehingga membuat Chanyeol membalikkan badannya.
Chanyeol hanya mengedikkan bahunya dengan bibir yang dilengkungkan kebawah "Ntahlah, liat saja nanti." tukasnya singkat lalu kembali berjalan menuju pintu depan.
Malam harinya Kris berkunjung ke apartemen Baekhyun, ia membunyikan bel apartemen namja imut tersebut dan tak lama kemudian Baekhyun membukanya.
"Lama sekali kau membuka pintunya." ujar Kris mengikuti Baekhyun masuk.
"Aku sedang mandi tadi." jawab Baekhyun sambil menyikat giginya dan kembali masuk kedalam kamar mandi, tak lama kemudian ia kembali dengan handuk kecil yang berada di kepalanya.
"Untuk apa kau membawa ini semua?" tanya Baekhyun sambil membuka tas yag dibawa oleh Kris.
"Itu baju ganti untukmu selama sebulan. Kebetulan selama sebulan ini aku ada job, pakaian-pakaian buatanku ditunjuk untuk menjadi sponsor acara fashion show nanti."
"Woah.. jinjja? Aigoo sepertinya namamu semakin terkenal saja. Chukkae Kris." Baekhyun tertawa kecil lalu duduk dihadapan Kris.
Kris hanya tertawa kecil lalu mengangkat kakinya diatas meja "Datanglah. Aku mengundangmu secara eksklusif."
"Kau tahu aku Kris, aku tak berminat dengan acara yang seperti itu. Dan lagi pasti Luhan hyung tak akan mengijinkanku."
"Wae? Aku mengundangmu bukan untuk meliput acara fashion showku, tapi sebagai tamu khusus. Ayolah Baekhyun, kali ini saja."
"Ck, waktunya masih sebulan lagi Kris.. aku tidak janji apakah aku bisa menghadirinya atau tidak. Apalagi akhir-akhir ini aku semakin sibuk." jelas Baekhyun sambil menghela nafasnya.
"Baiklah, aku tak akan memaksamu. Tapi aku benar-benar mengharapkan kau datang."
Baekhyun hanya mengangguk kecil sambil menunjukan senyuman manisnya sehingga membuat Kris berdehem dan mengalihkan pandangannya.
"Aku haus, bisa tolong ambilkan aku minum." pinta Kris.
"Ambil sendiri." jawab Baekhyun dengan acuhnya lalu menyalakan televisi.
"Yaa, aku ini tamu. Setidaknya ambilkan minuman untukku. Gara-gara harus mengantar baju gantimu aku sampai rela menaiki tangga darurat." protes Kris dengan wajah tak terima miliknya.
"Mwo? Bukannya ada lift?"
"Liftnya rusak, jadi untuk malam ini liftnya tidak bisa digunakan."
Baekhyun hanya mengangguk lalu kembali memalingkan tatapannya kearah televisi.
"Yak ambilkan aku minuman." perintah Kris dengan sedikit menendang meja.
"Ambil saja sendiri. Seingatku setiap kali aku berkunjung ke rumahmu, kau tak pernah menawariku minuman. Bahkan yang ada kau justru menyuruhku untuk membuatkan minuman untukmu." balas Baekhyun masih dengan gaya acuhnya.
Kris hanya berdecak kesal lalu berdiri dan sengaja berjalan memutar untuk menghalangi pandangan Baekhyun sehingga membuat namja imut itu berdecak kesal. Tak lama kemudian Kris kembali dengan membawa gelas yang berisi minuman. Ia langsung menidurkan badannya di sofa, sedangkan Baekhyun sama sekali tak menghiraukan Kris dan tetap asik dengan kegiatannya.
Kris membuka matanya lalu menoleh kearah Baekhyun yang berada di sampingnya, ia menyuruh namja imut itu untuk memijit pundaknya yang pegal.. awalnya Baekhyun menolak dengan seribu macam alasan namun setelah sempat beradu mulut akhirnya dengan terpaksa namja imut itu menuruti permintaan Kris dengan tak henti-hentinya mencibir kesal.
Pukul 11 malam Kris pulang dari apartemen Baekhyun, tentu saja sebelumnya ia sempat tertidur di sofa namun akhirnya Baekhyun membangunkannya dan menyuruhnya untuk pulang.
Keesokan harinya tanpa diduga olehnya tiba-tiba saja Chanyeol sudah berada di depan apartemennya. Baekhyun yang sedang asik dengan tidurnya dengan terpaksa harus segera bergegas ke kamar mandi dan berdandan layaknya perempuan yang baru saja bangun, bahkan ia sempat menginjak selimutnya sendiri dan membuatnya terjatuh saking tergesa-gesanya.
"Pagi Baekhee." sapa Chanyeol setelah 10 menit lamanya ia menunggu Baekhyun membuka pintu apartemennya.
"Ada keperluan apa kau datang pagi-pagi seperti ini?" tanya Baekhyun dengan ekspresi layaknya orang baru bangun.
"Aku hanya ingin mengantarkan sarapan untukmu. Kebetulan tadi aku habis jalan-jalan pagi di sekitar sini jadi kupikir sebaiknya aku membelikanmu sarapan." jawab Chanyeol sambil tersenyum kecil.
Baekhyun hanya menghela nafasnya lalu menyuruh Chanyeol masuk, setelah itu ia menyuruh namja tinggi itu duduk di sofa ruang tengah sementara ia kembali ke kamarnya dan bergegas untuk mencuci mukanya. Tak lupa ia mengecek penampilannya sebelum ia kembali ke ruang tengah.
"Kau sudah sarapan?" tanya Baekhyun dan hanya dijawab oleh gelengan kecil dari Chanyeol.
"Aku tak terbiasa sarapan."
"Lalu kenapa kau sampai repot-repot segala membawakan sarapan untukku?"
"Aku hanya ingin membelikannya untukmu. Lagipula anggap saja itu sebagai ucapan terima kasihku karena sudah menemaniku syuting kemarin malam."
Baekhyun mengangguk kecil lalu tersenyum "Baiklah, kalau begitu kau harus sarapan bersamaku pagi ini."
Chanyeol berniat untuk menolak namun dengan cepat Baekhyun langsung memotongnya "Aku tak menerima penolakan."
Maka akhirnya namja tinggi itu menuruti permintaan Baekhyun untuk sarapan bersama. Pada awalnya suasana hening menyelimuti keduanya namun akhirnya Baekhyun memutuskan untuk mengajak Chanyeol berbicara siapa tahu ia bisa saja mendapat info baru mengenai namja yang ada di hadapannya.
"Jadi, bagaimana rasanya menjadi seorang artis yang memiliki banyak penggemar? Pasti mengasyikkan." tanya Baekhyun sambil mengunyah makanannya dan menatap Chanyeol.
Namja tinggi itu hanya mengedikkan bahunya "Ada saatnya aku merasa lelah dengan semua ini dan ingin kembali merasakan kehidupan normal. Tapi begitulah, disatu sisi aku berat meninggalkannya. Karena bagaimanapun juga aku tak ingin mengecewakan penggemarku dan orang-orang yang selama ini selalu mendukungku."
"Pasti lelah setiap hari kau harus berpura-pura terlihat baik-baik saja didepan penggemarmu?"
"Itu adalah konsekuesi yang harus kujalani. Aku harus tetap bersikap professional di depan semuanya." jawab Chanyeol sambil menganggukkan kepalanya.
"Kau benar, kau harus siap dengan semua resiko yang ada termasuk dengan gosip-gosip yang menimpamu"
Chanyeol hanya melirik kearah Baekhyun dengan tatapan yang sepertinya hanya diketahui oleh Chanyeol seorang, ia hanya berdehem kecil untuk menanggapi perkataan Baekhyun
Baekhyun menghela nafasnya lalu menopang kepalanya "Ternyata menjadi seseorang yang terkenal itu tidaklah mudah. Padahal dulu aku berpikir menjadi seseorang yang terkenal itu mengasyikkan."
Chanyeol menghentikan makannya lalu menatap Baekhyun "Itu semua tergantung bagaimana caranya kau menjalaninya."
Baekhyun menganggukkan kepala sambil mengecutkan bibirnya, setelah itu ia kembali ke posisinya semula lalu berdiri.
"Ayo bantu aku membersihkan ini semua." perintah Baekhyun sambil menyusun beberapa piring yang kotor.
Chanyeol mengangkat alisnya "Kenapa aku harus ikut membantumu?" tanya Chanyeol.
"Kau juga ikut makan, jadi setidaknya bantu aku membereskan piring-piring ini." jawab Baekhyun dengan nada sewotnya.
"Aku tidak mau. Kau saja, lagipula siapa yang memaksaku untuk ikut sarapan bersamamu?"
"Yak Park Chanyeol, apa kau setega itu melihat seorang yeoja membersihkan semua peralatan makan ini sendirian?"
"Itu sudah tugasmu. Lagipula aku ini adalah seorang artis jadi tak seharusnya aku berkutat dengan hal-hal seperti itu."
Baekhyun memutar bola matanya malas lalu memberikan piring-piring tersebut ke tangan Chanyeol. "Jangan berlebihan Chanyeol. Aku hanya menyuruhmu untuk membantuku mengangkat piring-piring ini ke dapur."
"Aku tidak mau. Aku ini adalah tamu" Chanyeol berkata dengan acuhnya lalu kembali meletakkan piring-piring itu di meja makan
"Yaa jangan pikir kau ini adalah artis lalu aku akan memperlakukanmu dengan cara istimewa..shireo. Pokoknya kau harus membantuku membereskan ini semua."
"Shireo, kau saja yang membereskannya. Atau nanti saja, aku ingin beristirahat sebentar."
"YAK PARK CHANYEOL ! AISH."
"Wae? Kau keberatan?" balas Chanyeol masih dengan nada suara yang sama namun dengan sorot mata jahil.
Hey ayolah kemana sikap Baekhyun dan juga Chanyeol yang tenang seperti tadi. Sepertinya keduanya benar-benar tidak tahan berlama-lama bersikap seperti itu. Nyatanya saat ini Baekhyun tangah meneriaki Chanyeol dengan suara melengkingnya agar namja tinggi itu mau membantunya, sedangkan yang satunya malah menanggapinya dengan nada acuh yang tentu saja semakin membuat Baekhyun kesal.
"Aish sudahlah.. lebih baik kau pergi saja." tukas Baekhyun kesal sambil mendorong tubuh Chanyeol keluar.
"Yaa yaa.. aku ini tamu, tak seharusnya aku diusir dengan cara seperti ini." protes Chanyeol sambil berusaha menghidar dari Baekhyun.
"Apa peduliku.. ini apartemenku, jadi aku berhak mengusirmu dengan cara apapun." balas Baekhyun dengan nada kesal dengan bibir yang dikecutkan.
Chanyeol hanya terkekeh lalu mencubit pipi Baekhyun gemas, usahanya untuk menggoda Baekhyun berhasil dan kali ini ia benar-benar tak tahan melihat ekspresi wajah Baekhyun yang terlihat lucu.
"Aigoo.. kau sungguh menggemaskan. Baiklah tuan putri aku akan membantumu." tukas Chanyeol sambil tersenyum lalu ia mengacak rambut Baekhyun.
Chanyeol akhirnya berjalan menuju meja makan lalu membawa beberapa piring kotor tersebut ke dapur, sedangkan Baekhyun ia merasakan wajahnya memanas dengan pipi yang kini tengah bersemu merah, tubuhnya seperti baru saja tersengat listrik yang membuat jantungnya berdegup cepat. Bagaimana tidak, wajah Chanyeol barusan benar-benar sangat dekat sehingga membuatnya dapat melihat setiap lekukan wajah yang berada di hadapannya dengan jelas, ditambah dengan senyumannya yang ntah sejak kapan menjadi salah satu senyuman yang mampu membuat jantung Baekhyun selalu berdetak tak karuan.
"YAK BYUN BAEKHEE SAMPAI KAPAN KAU AKAN BERDIRI DISITU." teriak Chanyeol dari dapur sehingga membuat Baekhyun menoleh dan berjalan kedapur.
TBC
a/n : Haloo semuaaaaa... huaahh saya ga nyangka respon kalian bagus semua. Hehehe akhirnya Paparazzi In Love chapter 2 selesai juga.. gimana? Ada yang kurang?
Oiya yang nungguin kelanjutan OMOR sabar yah, saya tetap bkalan ngelanjutin kok hehehe
Gomawo yang udah bela-belain review,follow and favorite ^^
RnR juseyo.. ^^
Keep support and love Paparazzi in Love
With love
Baekchannie
