UNORTHODOX LOVE

Disclaimer:

Semua character Harvest Moon dan heart eventnya itu punya Natsume.

Saiia cuma pinjem doang.

Skye duduk diatas batu besar di tepi Kolam Dewi sambil menopang dagu dengan tangannya. Jari-jari tangannya yang satu lagi terus bergerak-gerak cepat mengetuk batu tanda ketidak-sabaran. Mata hijaunya menerawang kekejauhan.

Uuhh… aku ingin bertemu dengannya lagi.

"Skye?" Jill yang duduk di sebelahnya menatap Skye heran. Tidak biasanya Skye bersikap seperti itu.

"Ya?"

"jadi?"

"Eh? Apanya?" Skye agak bingung dengan pertanyaan Jill. Jill menghela napas. "Dengarkan orang yang sedang bicara dong. Tadi aku tanya kenapa kau tidak datang ke pantai seminggu lalu. Aku menunggumu, tahu."

"Oh, itu. Ya, anggap saja aku lupa."

"Alasan apa itu," Jill memutar bola matanya sinis. "ya sudah aku pulang saja." Ia beranjak dari tempatnya.

"Ngambek, ya?" goda Skye. "jangan biarkan kemarahan menutupi kecantikanmu."

"Sayang sekali. Aku sudah nggak mempan dengan rayuan gombal begitu. Eh, tapi aku benar-benar harus pulang sekarang. Besok ada festival dan aku nggak mau terlambat bangun."

"Mm… Baiklah. Selamat malam, my dear. Semoga harimu indah besok."

"Dah…" dan Jill pun pergi.

Nah. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Skye melangkahkan kakinya ke rumah Daryll. Sempat ragu-ragu untuk masuk ke dalam saat tiba di depan pintu, tapi toh akhirnya Skye masuk juga dengan cara yang sama seperti minggu lalu.

Lagi-lagi ia menemukan Daryll tertidur di meja kerjanya. Skye menyipitkan mata karena silau oleh lampu-lampu aneh yang tidak hanya diluar tapi juga ada di dalam rumah. Ia mengendap-endap ke ruang bawah tanah dan melihat si Putri Duyung di bath tub-nya.

Wajahnya tertunduk lesu. Ia tidak menyadari kehadiran Skye. Skye lalu mendekatinya. "Merindukanku, Nona Manis?" Leia menoleh. "Skye! Kau datang!" wajahnya berubah ceria.

"Hehe. Sudah kuduga kau kesepian tanpaku."

"Eh... enggak kok! Maksudku tadi, untuk apa kamu kesini lagi?! Bukannya kamu bilang enggak akan datang lagi?!" Leia langsung pasang tampang jutek.

"Hmph… kan aku pernah bilang, aku adalah Pangeran Bintang yang dikirim untuk menemanimu yang sedang dalam kesendirian. Dan aku akan mencuri hatimu. Ingat?"

"Oh." Mukanya merona lagi.

"Jadi kamu benar-benar merindukanku ya? Mengingat wajah cantikmu yang sedih tadi…"

"Enggak!! Aku cuma… cuma…" Leia menyandarkan dagunya ke pinggir bath tub.

"Ya?" pancing Skye.

"Ah nggak apa-apa kok. Pulang sana."

"Ugh, ya sudah." Skye berjalan mendekati dapur. Ia mengambil bubuk kare dan rumput hitam yang ada di situ. "Oke. Aku ambil ini." Lalu ia pergi.

"Hei!!"

--

--

--next days--

Skye sedang di rumahnya. Memasak kare dengan variasi bahan yang bebeda tiap-tiap harinya. Ya, Skye memang selalu 'bereksperimen' dengan berbagai resep yang berbeda setiap harinya. Mencoba menemukan komposisi yang tepat. Mulai dari sayuran dari pertanian Vesta sampai daun teh herbal yang ia ambil dari rumah Lumina sudah dicobanya. Tapi tetap saja…

Karenya sudah jadi. Dibuat dari campuran Kare Pelangi dan bahan-bahan lainnya yang biasa. Tapi kali ini ia menambahkan Rumput Hitam. Ultimate Curry. Skye mengeluarkannya dari pot dan memakannya sesuap.

Cih. Sama saja. Selalu ada yang kurang. Tapi apa?

Skye mencoba mengingat-ingat percakapannya dengan Jill dulu. Sepertinya dulu Jill pernah mengatakan sesuatu tentang ini…

'Mungkin kau tidak membuatnya dengan cinta.' Ya. Itulah yang dulu dikatakannya.

Cinta, heh?

--

--

Skye berjalan melalui Forget-Me-Not Valley dengan tenang walaupun saat ini masih sore. Seingatnya hari ini ada festival di pantai, makanya jalanan sepi. Beberapa menit kemudian ia sampai di rumah Leia. Skye memasuki rumah itu dan mendapati Leia sedang sibuk di dapur—nice timing.

"Ternyata Putri Duyung bisa memasak juga, ya?" Leia menoleh. "Oh. Skye. Eh, tadi itu nyindir?!"

"Tentu saja tidak. Aku cuma memuji seorang Petri Duyung cantik jelita yang pandai memasak seperti dirimu." Skye tersenyum. Leia merona—lagi.

"Jadi, apa yang kau buat?" tanya Skye.

"Sashimi. Sebenarnya aku sendiri sudah bosan makan makanan yang terbuat dari ikan terus. Tapi apa boleh buat, aku cuma bisa membuat sashimi, grilled fish, dan semacamnya. Hhh…." Leia menghela napas, kelihatan jemu.

"Aku ada ide, mau aku ajari membuat sesuatu yang lain?" tawar Skye. Ia melihat-lihat bumbu dapur di rak. Jelas sekali apa yang dicarinya. Ia mngambil beberapa bubuk kare.

"Hei! Kok bubuk karenya cuma segini?"

"Ho… Seingatku kemarin ada maling yang mencurinya. Mungkin kau bisa meminta maling itu untuk mengembalikannya?"

"Ugh, oke, oke. Ini juga sudah cukup, kok." ucap Skye salah tingkah.

"Nah, master. Apa yang akan kau buat?"

"Hmm… maunya sih Kare Pelangi, tapi kalau bubuk karenya sedikit… Ya sudah, buat Kare Putih saja."

"Kare, ya. Aku belum pernah membuat kare sebelumnya. Susah nggak?"

"Gampang kok. Pertama…"

--

--

--Skye's house--

Skye berbaring telentang di kasur. Memandangi langit-langit. Memikirkan 'acara masak-memasak' tadi. Jari Skye yang teriris pisau dan kemudian entah bagaimana malah diakhiri dengan lempar-lemparan tepung. Memang kekanakan, tapi Skye menyukainya. Lalu, waktu karenya sudah jadi, kelihatan sangat berantakan. Tapi waktu Skye mencicipinya…

Itulah yang dicarinya selama ini. Kare itu benar-benar enak, terlepas dari penampilannya. Bagaimana mungkin sebuah Kare Putih bisa seenak itu? Padahal Skye sudah sering membuatnya. Tapi dulu setiap Skye membuatnya rasanya tidak pernah memuaskan.

Cinta, heh?

Skye buru-buru menepis pikiran itu dan kemudian tertidur…

--

--

--

--

--

--

--

hiya!!!! Akhirnya apdet juga. Woho… cepat, ya? *ditimpuk* Euh… iya iya… maafkan yah, apdetnya lama… baru selesai try out tau…

Hmm… apa kalian merasa chappie 2 ini pendek banget? Aku juga ngerasa gitu sih. Tadinya yang pas Skye ma Leia lagi masak-masak mau diceritain detailnya, tapi kehabisan ide. Terus sebenernya plot sampe tamat udah ada di kepala, tapi ada faktor males ngetik juga -_-; jadi tunggu aja chappie berikutnya!!! Mmm… ngomongin chappie selanjutnya… *liat kalender* Kyaaaa!!!!!! Minggu depan Latnas!!!! Huweee…. Kayaknya updet yang berikutnya bakalan lama, nih… hiks hiks….

Pokoknya readers sabar aja yah. Dan jangan lupa review~~~~