Hari berjalan lambat seiring selesainya masa promosi album mereka yang terbaru, 'Mr. Simple'. Setelah malam sebelumnya, sekarang semua member menghabiskan waktu dengan jadwal masing-masing atau berpergian keluar.

Kim Ryeowook, vokalis utama Super Junior sedang menjelajahi dorm pagi itu. Kebanyakan member sedang pergi untuk mengikuti jadwal masing-masing dan sudah memiliki rencana sendiri-sendiri, sementara sang 'Eternal Maknae' hanya tinggal di dalam rumah dan menghabiskan waktu memasak dan menonton drama.

Ketika ia melewati kamar salah satu anggota, Ryeowook mendengar suara-suara dari dalam kamar yang ia lewati. "Oh, ada yang masih tinggal?" gumamnya sambil menatap gantungan kecil yang ada di depan pintu dan segera mengenali kamar itu sebagai kamar EunKyuMin. Sebelum Ryeowook membuka pintu, ia mendengar suara orang berbicara di dalam kamar.

"…Mungkin saja…Tapi jangan…,"

"Oh? Ada lebih dari satu orang?" I bergumam lagi dan mengangkat satu alis. Aneh, sepertinya tadi semuanya keluar, lalu kapan orang dua di kamar ini kembali? Ia tidak dengar apa-apa. Ia membuka pintunya dan mengintip kedalam, "Halo?"

Di dalam kamar itu, lebih tepatnya di atas ranjang dengan sprei hijau, Lee Hyukjae duduk bersila dengan bersandar di papan ranjang. Dancer it menatap lurus kepada vokalis group.

"Wook? Kenapa?"

Aneh, Ryeowook berpikir pada dirinya sendiri, tadi sepertinya ia sedang berbicara dengan orang lain.

"Hyung, aku kira kau sedang berbicara dengan orang lain?"

"Oh, err, yah! Tadi aku sedang menelepon seseorang. "

"Oh,"

Ryeowook hanya memantukkan kepalanya dan tersenyum, "Hyung, aku rencananya mau memasak sesuatu. Kau mau?"

Tentu saja, makanan gratis tanpa saingan adalah kelemahan seorang Lee Hyukjae, "Masih perlu ditanya, Wook? Ayo ke dapur sekarang!"

I meloncat dari ranjang dan menarik tangan pemuda yang lebih muda darinya itu dan keduanya berjalan ke arah dapur, Hyukjae memesan berbagai macam makanan yang ia mau dan Ryeowook hanya tertawa dengan perlilaku Hyung-nya.

Sang vokalis itu tidak pernah melihat bahwa telpon genggam Hyukjae sebenarnya berada di bawah meja tualet di kamar itu, yang terletak di seberang dari lokasi tempat Hyukjae duduk.


"Sial,"

Malam itu sebenarnya cuacanya sejuk dan cerah. Tak ada hujan selama 3 hari dan bulan bisa terlihat dengan jelas, benar-benar kondisi yang cocok untuk berkeluyuran malam-malam. Tapi Lee Hyukjae tidak berniat untuk berjalan-jalan.

Sebenarnya ia mengerti. Sebagai idols, jadwal mereka bertumpukan dan akan ada jarang sekali waktu bagi mereka untuk benar-benar berkumpul dengan orang orang yang mereka sayangi, mulai dari keluarga hingga kekasih.

Yang terakhir itu mungkin alasan kenapa ia ada di jalanan sekarang, hanya dengan jaket tipis meski itu sudah dekat musim dingin dan mengutuki seorang maknae.

Sebenarnya ia tidak keberatan bahwa beberapa anggota member memiliki kekasih masing-masing. Dan dalam itu, juga termasuk Kyuhyun dan Sungmin. Buktinya, ia rela menghabiskan hari-hari kosongnya hanya untuk membantu Kyuhyun mempersiapkan suatu kejutan romantis bagi Sungmin malam ini.

Yah, sampai ia sadar bahwa 'sesuatu romantis' itu harus dilakukan tanpa dia, teman satu kamar mereka. Alhasil, ia ditendang keluar dan sekarang disinilah dia.

Entah kenapa, Eunhyuk hanya tertawa sepanjang kejadian pengusiran tagis itu terjadi. Hyukjae sendiri ingin menggangu leader mereka dan minta untuk tukar kamar. Masa ia harus berbagi dengan sepasang kekasih dan menjadi 'obat nyamuk'?

"Ayolah," Eunhyuk berkata di pikirannya, "Bagaimanapun tadi itu lucu!"

"Apanya yang lucu? Ia bahkan tidak membiarkanku mengambil jaket…,"

Kedua kakak beradik itu mulai melakukan percakapan kecil, mulai dari topik-topik ringan higga kejadian-kejadian lucu ang terjadi dalam hidup mereka. Untung saja jalanan malam itu sepi, atau Hyukjae bisa mendapat lirikan aneh dari orang-orang yang melihatnya berbicara sendiri.

Di tengah bercerita soal perselisihan yang melibatkan tagihan telepon Heechul ke China dan tegihan Leeteuk ke area wajib militer, mendadak Eunhyuk menjadi diam/ Hyukjae mencoba memanggilnya bebrapa kali namun ia tidak menerima jawaban sama sekali.

Entah Eunhyuk tahu atau tidak, sepertinya ia tidak bisa melihat apa yang eunhyuk pikirkan kecuali Hyukjae mengatakannya padanya secara langsung. Mungking itu karena mereka hanya berbagi tubuh yang sama, dan Hyukjae mencoba untuk membagi perasaannya kepada saudaranya itu.

Dalam kesunyian malam itu, Hyukjae membiarkan pikirannya melayang. Pekerjaan dan jadwalnya, kapan terakhir ia menelpon keluarganya, apakah ia harus membawa anjing peliharaannya, Choco untuk pemeriksaan bulanan, bahkan hal-hal yang tak penting seperti cuciannya.

Dan entah bagaimana, kesunyian itu juga membuatnya teringat akan masa kecilnya. Masa ia pertama berjumpa dengan Eunhyuk.

Ia ingat akan teriakan, tangisan, kata-kata tajam dan menyakitkan dan semua tuduhan yang diberikan padanya. Malam itu dia mengetahui sebuah rahasia yang tidak pernah ia dengar, rahasia yang disembunyikan daripadanya oleh orang tuanya. Dan ia menyesalinya.

Bukan rahasia itu sendiri, tetapi dirinya. Hyukjae menyesali dirinya yang telah menyakiti seorang saudara yang ia tak pernah tahu ada.

Hyukjae menghela napas dalam-dalam selama ia mengulangi kejadian malam itu seperti rekaman yang rusak. Malam itu menjadi kutukan dan pemberian terindah baginya. Untuk Hyukjae, Eunhyuk adalah hal yang terbaik yang pernah terjadi untuknya. ia memiliki seorang teman, sahabat dan saudara.

Bagaimanapun, Eunhyuk juga menjadi sebuah rahasia gelap. Sebuah insiden yang tidak bisa ia kendalikan namun bagaimanapun tetap adalah kesalahannya. Itulah kenapa ia mau melakukan apapun asal Eunhyuk bahagia. Meskipun Hyukjae harus menjadi yang tersiksa, ia tidak keberatan sama sekali.

Di bawah lampu jalanan yang redup malam itu, bermula malam 20 tahun yang lalu, Lee Hyukjae memberikan hidupnya sedikit demi sedikit kepada orang lain yang bernama Lee Eunhyuk.

Kepada seorang adik yang nyawanya telah ia renggut.


Thanks semua yang suka! Oh ya, ini bahkan jadi Hyukhae. Aku nggak pernah suka Haehyuk TT. Terlalu aneh buat aku. Sorry.

Thanks for reading!