Chapter 2

~oOo~

..."Baik semua. Ternyata tempat duduk kalian sudah diatur oleh Tsunade-Sama. Jadi, setuju tidak setuju, kalian harus tetap mengikuti perintah Tsunade-Sama."

"APA?!" Teriak semua berbarengan yg ada dikelas kecuali mereka berenam. (lagi)...

~oOo~

Notification :

"lalalalal" = Perkataan yang diucapkan secara langsung (tanda petik double)

'lalalalal' = Perkataan dalam hati (tanda petik single)

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate = T+ atau M (Gore, Lemon dll)

Pair = NaruHina

Warning

- Yang merasa masih kecil dilarang baca

- Abal

- AU

- Jelek

- Typo

- OOC

- OOT

- DLL


My Heart

...

"Sasami tidak setuju Sensei!" triak Sasami.

"Saya juga tidak setuju!" sambung murid yg lain.

"Saya juga Sensei!" sambung murid yg lain lagi.

"INTINYA, KAMI TIDAK SETUJU SENSEI...!" teriak semua orang yg ada dikelas kecuali mereka berenam. (dan lagi)

"Mendokusei.." gumam Shikamaru karena telah diganggu jam tidurnya.

"Hah..! Mau bagaimana lagi?! Ini perintah dari Tsunade-Sama..!" jawab Kakashi pasrah.

"Bagaimana ini Hinata?!" tanya Karin bingung.

"Aku juga t-tidak tau Karin-Chan." jawab Hinata kepada teman sebangkunya. "Kita berdoa saja pada Kami-Sama, semoga kita diberi yg terbaik oleh-Nya."

"Kali ini akan Sensei baca dengan cepat. Jadi, dengar baik- baik. Sasami dengan Hayate! Sasuke dengan Sakura! Kiba dengan Shion! Sai dengan Ino! Gaara dengan Matsuri! Shikamaru dengan temari! Lee dengan Karin! Naruto dengan Hinata! Bla...! Bla...! Bla...! Bla...! Baik semua langsung pindah keposisi kalian masing-masing"

"HAH...?!" pekik semua orang yg ada dikelas kecuali mereka berenam. (lagi dan lagi)

"A-apakah i-ini m-mimpi?!" gumam Hinata kaget.

"Ini bukan mimpi Hinata." jawab Karin dengan gelengan kepala.

"Hei, Hinata. Cepat pindah..! Ini tempat ku bukan?" ucap Lee yg membangunkan Hinata dari lamunannya.

Eh?! I-iya Lee-Kun." jawab Hinata kaget. "A-aku ketempatku dulu ya Karin-Chan.."

Hinata mulai menghampiri meja Naruto dengan jantung yg berdebar sangat kencang dan tak beraturan. Wajah Hinata pun kini terasa panas, keringat dingin mulai muncul di kening Hinata. Jika boleh meminta pada Kami-Sama, saat ini Hinata ingin diambil kesadarannya dan terjatuh di pangkuan Naruto. Ayolah, tak mungkin Kami-Sama akan mengabulkannya. Karena Kami-Sama punya jalan lain untuk Hinata..

"O-oh-ohayou N-Na-Naruto-K-Kun..?!" ucap Hinata gugup.

Secara tiba-tiba, Naruto menoleh ke arah kanan dan mendekatkan wajahnya ke sisi kiri wajah Hinata. Saat itu juga wajahnya Hinata merah semerah-merahnya. Jantungnya serasa berhenti memompa darah. Mata Hinata membulat sebulat-bulatnya.

CUP

Satu kecupan berhasil mendarat dengan mulus di pipi Hinata. Serasa bermimpi, namun bukan mimpi biasa. Jika ini mimpi, mungkin inilah mimpi yg paling indah bagi Hinata. Dan dia juga tak akan pernah meminta kepada Kami-Sama untuk dibangunkan dari mimipi ini.

"Eh?! N-Na-Naruto-K-Kun?!" sontak Hinata kaget apa telah dilakukan oleh Naruto.

Namun tidak bagi Naruto. Sang pemberi kecupan tersebut langsung bersikap seperti biasanya. Seperti tidak terjadi apa-apa.

Untuk mengalih keterkejutannya yg tadi, Hinata segera duduk disamping kanan Naruto. Tanpa aba-aba, Hinata mengeluarkan buku baru yg kosong untuk segera mengikuti pelajaran yg akan dimulai setelah sesi tanya jawab wali kelas.

Sesi tanya jawab telah selesai. Kesimpulan dari sesi tanya jawab adalah terpilihnya ketua kelas dan staf-stafnya, pelajaran untuk kelas 2-A, kegiatan kerja kelompok, dll. Dan inilah susunan kepemimpinan di kelas 2-A. Yg menjadi ketua kelas Shikamaru, wakil ketua Temari, bendahara Sakura dan Ino, sekretaris Karin dan shion. Stafnya antara lain, kesehatan Sasami dan Kojiro, kebersihan Naruto dan Hinata, keterampilan Gaara dan Lee, dll.

Selesai dengan jam sesi tanya jawab bukan merupakan kesempatan bagus bagi Hinata untuk lepas dari perhatian Naruto. Bahkan, dari jam sesi tanya jawab, hingga jam terakhir akan berakhir, Naruto tetap saja memandangi Hinata. Serasa dipandangi oleh lelaki yg berada disampingnya, akhirnya Hinata memberanikan diri untuk melihat kearah Naruto berada.

Yg benar saja, dari tadi memag benar Naruto memperhatikan Hinata. Sekilas mata saphier biru bertemu dengan mata amnesthy.

"A-ada a-apa N-Na-Naruto-Kun?!" tanya Hinata yg langsung menundukkan wajahnya.

Yg ditanya hanya diam tak bergeming sedikit pun. Saat ini mungkin wajah Hinata sudah memerah karena terus diperhatikan oleh Naruto dari tadi. Saat itu Hinata tak tau lagi apa yg harus dilakukan. Ingin kabur, mana bisa. Sedangkan saat ini Hinata seperti mati rasa. Serasa kaki, tangan dan lainnya, tak bisa digerakkan sedikit pun.

'O-oh K-Ka-Kami-Sama...' walupun di dalam hati, Hinata pun masih saja berbicara terbata. '...t-tolong a-aku!'.

"Naruto! Bisakah kamu menjawab soal di depan?!" perintah Anko yg melihat naruto tidak fokus terhadap pelajaran yg sedang berlangsung.

Sekejab Naruto langsung menghadap depan dan berdiri. Diliriknya Hinata melalui ekor mata yg sedang menundukkan kepalanya. Langsung saja Naruto menuju depan kelas dengan gaya dinginnya yg membuat semua perempuan disana semakin menggemari Naruto sebagai idola di SHS Konohagakure. Ya, memang Naruto merupakan salah seorang yg menjadi idola di sekolahnya. Bahkan Naruto juga mempunyai teman yg notabennya adalah idola di sekolahnya. Di antaranya ada Sasuke (teman masa kecil Naruto), Gaara (teman Naruto pada saat di desa Sunagakure), Sai (teman terdekat kedua Naruto).

Sesampainya di depan papan tulis, naruto mengambil spidol di tempatnya dan langsung menulis jawaban di papan tulis. Semua tercengang setelah Naruto menjawab soal dari Anko kurang dari satu menit. Padahal soal yg diberi Anko merupakan soal yg susah bahkan sangat susah jika tidak dipelajari dengan teliti.

"Hah...!" Anko hanya mendesah melihat semua muridnya melihat naruto dengan tatapan kagum. "Baiklah Naruto, kembalilah ketempatmu. Baik anak-anak, kerjakan soal di papan tulis ini sampai jam pelajaran berakhir".

"BAIK SENSEI!" seru semua berbarengan yg ada dikelas kecuali mereka berlima dan Anko.

Naruto langsung kembali ketempatnya dan duduknya. Dan lagi-lagi, Naruto memandangi Hinata lagi. Masih dengan perasaan yg bercampur aduk antara senang dan gelisah dari tadi dipandangi oleh Naruto, Hinata memberanikan diri lagi untuk bertanya.

"N-Na-Naruto-Kun, a-ada a-apa d-dari t-tadi m-memandangiku t-te-tet-terus?!" tanya Hinata gugup dan sangat gugup.

Sekali lagi Naruto melakukan hal yg akan bisa membuat Hinata pingsan ditempat, membuat wajahnya memerah yaitu mendekatkan wajahnya ke sebelah kiri wajah Hinata. Hinata tak tau lagi apa yg harus dilakukan jika sudah begini. Yg dia bisa lakukan hanya lah berdoa pada Kami-Sama supaya tak akan terjadi hal yg tidak diinginkan.

"Kau terlihat cantik hari ini, Hinata-Chan".

Suara bariton yg terdengar oleh Hinata adalah suara yg sangat asing di dengar oleh sang pendengar itu sendiri. Suara yg mungkin akan membuat semua orang akan bartanya-tanya 'suara siapakah itu?!'.

'Blush'

Wajah Hinata pun sangat merah dari yg sebelumnya. Saat itu juga Hinata membelalakkan matanya karena tidak percaya akan suara yg sangat berat akan menyapa gendang telinganya. Suara yg sungguh terdengar sangat asing di telinganya, tak ada dalam kamus pendengarannya, tak pernah terlintas dalam benak Hinata akan mendengarkan suara bariton itu.

'B-benarkah i-itu suara N-Naruto-Kun?!' pertanyaa itu saja yg dapat Hinata pikirkan dalam benaknya.

"A-ar-arigatô N-Na-Naruto-Kun." ucap Hinata dengan suara pelan, bahkan sangat pelan. Tapi Naruto masih bisa mendengarnya.

Namun ada perasaan yg mengganjal di dalam hati Hinata walaupun dia sudah di puji oleh Naruto. 'Apakah Naruto-Kun sudah punya kekasih?! Apakah Shion-Chan kekasih Naruto-Kun?!' hanya pemikiran itu yg terus berdengung dalam pinkiran Hinata.

'Greb'

Tiba-tiba tangan Hinata digenggam oleh Naruto.

"Eh?!" pekik Hinata yg mulai sadar dari lamunannya.

Saat ini Hinata merasakan wajahnya lebih panas dari yg tadi. Namun tangan nya kali ini serasa 'hangat', walaupun hanya genggaman tangan dari sang pujaan hati. Mungkin ini adalah suatu keajaiban yg telah datang pada dirinya, mungkin saja ini juga pertanda bahwa dia di izinkan oleh Kami-Sama supaya lebih dekat dengan pujaan hatinya. Hinata berharap ini tak akan berakhir dengan cepat...

"Ehemm" . . .

.

.

.

TBC


A/N :

Okeh ketemu lagi dengan Author yg tidak tampan, tidak tinggi, tidak kekar. Saya sengaja untuk update chapter 2 dipercepat, karena saya akan tidak buka dumay sekitar 2 mingguan. Saya gak mau ngomong banyak (kan diketik), cuma cukup me-review fic sederhana saya supaya menjadi yg lebih baik.


Sesi Tanya Jawab :

UchiSaki Hasa:
Disini, Naruto itu sifatnya dingin ya? iya dong
Ini Fic cinta segitiga antara Hinata-Naruto-Shion ya? sebenarnya bukan segitiga, Shion mendekati Naruto karena ada maunya
Kapan Chapter keduanya di publish? 11 Mei

Gomen kalau banyak nanya :D tak apa, malu bertanya sesat dijalan

NE
wah nih cerita nya keren author,ak suka naruto ny yg pendiam n cool gtu,jrang2 kan ad fict yg naruto ny kyk gni
mhon di lanjutin y author makasih ya, dan untuk dilanjutin tenang aja, ini dilanjutin

dan terima kasih kepada :

UchiSaki Hasa, , NE, Itanatsu, june25, nanaleo099,Pain Tendou

Terima Kasih

Rubianto