The Lullaby [Chapter 2 ]
Yo, minna ! O'genki desu ka ? KireiSasaki udah kembali lagi sama update ceritanya ! Ya, aku itu nggak tahu gi mana mahu explain tentang chapter yang kedua ini. Setahu aku deh, emm…. Di chapter ini tuh ada banyak konflik di antara Fang dan tunangannya, Boboiboy. Bagi aku mungkin chapter ini adalah chapter permulaan bagi ' penderitaan ' pasangan manis ini loh !
Inner KireiSasaki : Kukukuku … Aku pasti bikin kalian berdua menderita ! XD
Maafin aku yah kalau aku tu kejam bangat sama si Fang dan Boboiboy ! Kalau bisa sih aku mahu bikin sinetron deh bermula dari chapter kedua ini dan seterusnya ! XD
Okey, aku rasa lebih baik aku kabur duluan deh sebelum dikerjain sama Fang, Halilintar, Taufan, Gempa, Api dan Air … ( = ^_^ = ) Enjoy ya, para readersku sekalian !
Seperti biasa, Fang menongkat wajahnya dengan tangan sambil memandang ke luar tingkap. Dalam sela masa yang singkat, pasti ada desahan yang dilepaskan oleh pemuda yang menggemari warna violet itu. Hatinya hiba sewaktu mengingati kembali peristiwa yang terjadi sehari sebelum Boboiboy menyatakan hasratnya untuk mengakhiri apa pun yang bersangkutan dengan diri mereka berdua. Kini, otaknya hanya bisa memutarkan ' episode – episode ' duka tersebut. Bagaimana ia dengan Boboiboy bertengkar, perlakuan Boboiboy yang 'mengkhianati' kesetiaannya. Apakah mencintai gadis mungil yang bertopi oranye itu suatu dosa baginya ? Jika hal itu adalah sebuah kebenaran, ia menyesal kerna membiarkan tubuh dan perasaannya itu begitu mudah diracuni oleh tingkah laku sang gadis yang polos itu.
Kamu hanya mempermainkan aku,kan ?, omel Fang sendirian. " Cis ! Dasar … ARRRGGGHHHH ! " Tangannya yang sudah dikepalkan mendarat keras di atas permukaan meja. Dia kemudiannya mengacak – ngacak rambutnya lalu melangkah keluar dari kelas itu ke pohon yang terletak berdekatan dengan padang sekolah SMA Pulau Rintis. Jika waktu dulu, di situlah ia dan Boboiboy selalu 'kencan' ketika waktu persekolahan. Namun, buat sementara waktu ini, ia tidak mahu diganggu sama anak – anak yang lain, apa lagi kalo teman – teman dari kelasnya. Kelihatannya, cuma pohon itu yang cocok buat dirinya yang ingin 'bersembunyi.'
Fang melangkah lemah ke arah pohon yang besar itu dengan jiwa yang hancur luluh. Iris violet milik Fang terbuka dengan luasnya sewaktu dia mendapati sesosok tubuh mungil yang terbaring di bawah lindungan pepohon tersebut. Ia menatap wajah bidadari yang sedang melelapkan mata di depannya. Ia membungkukkan badannya untuk melihat wajah polos sang gadis dengan lebih dekat. Tiba – tiba, bulir – bulir air mata terjatuh dengan deras dari mata yang tertutup itu. Fang menjadi serba salah. Namun, rasa kasih yang tersisa di dasar hatinya yang paling dalam telah mendorong Fang menyentuh pipi sang gadis yang putih bagaikan salju itu demi menghapuskan air mata yang kian mengalir laju di pipi bidadarinya.
Apa aku ini sudah menyakitimu, Boboiboy ?
Jika iya, maafkanlah aku yang bodoh lagi menyebalkan ini …
Aku mungkin nggak bakal pernah bisa memilikimu lagi …
Aku janji bahwa aku nggak bakal mengganggu kitaran hidupmu lagi ….
Tapi…..
My dear, apa kau tahu ?
Bahwa aku tu bakal selalu ada disampingmu sampai kapan pun …..
Kerna aku nggak tega melihat kamu terluka sendirian …...
Fang mengelus perlahan surai perang halus Boboiboy. " Maafin aku ….. ," ucapnya dengan suara yang perlahan lalu ia segera menutup matanya serta mengangkat wajahnya ke langit biru yang cerah pada hari itu. Suasana yang menyenangkan itu telah membawa pemuda beriris violet itu menelusuri semula kejadian yang paling dibencinya. Peristiwa yang menghancurkan hidupnya.
[ Flashback ]
Ia pulang terus ke rumah selepas singgah sebentar di Kokotiam Tok Aba. Jeritan marah Boboiboy benar – benar membuatkan anak laki – laki itu kaget. Benar – benar kaget … Fang kemudiannya menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur miliknya. " Huuh … Kamu cemburu ya, Boboiboy ? Tapi sama Ying ? Nggak ada rasionalnya di sana ….." Fang akhirnya beranggapan bahwa Boboiboy mungkin hanya kelelahan gara – gara jadual rutinas yang tidak kalah dengan jadual rutinasnya Fang. Untung saja para alien udah kapok dibanting sama Boboiboy dan teman – teman super heronya yang lain. Jadi, mereka sekarang udah nggak mengganggu penduduk Pulau Rintis lagi dan hal ini menyebabkan jadual rutinas pahlawan Pulau Rintis itu punya gap waktu yang di kira lumayan panjang deh.
" Udah, pulang saja, Fang ! Aku tidak membutuhkan kamu ! Aku bisa melakukan semua ini sendirian dan aku itu nggak sakit tahu ….. aku itu N – G – G – A – K SAKIT ! "
" Huu – h … ," desah Fang yang masih coba menenangkan fikirannya. " Aku mahu mandi," kata Fang dengan singkat. Ia pun berinjak pergi dari kasurnya menuju ke kamar mandi. " Aku harus memberinya masa ….. Semoga kau baik – baik saja ….. Boboiboy ….." Dengan itu, Fang pun menundukkan wajahnya dengan mata yang tertutup sambil mengamati aliran air mandian dingin yang jatuh di kepalanya.
( Time skip )
" Pagi, Fang ! ," tegur gadis berkerudung merah jambu, Yaya. " Oh, kamu Yaya ….. Pagi ….. ," balas Fang kembali. Yaya kemudiannya duduk di meja yang terletak di sebelah Fang. " Loh, kok kamu yang duduk di meja ini ? Ini kan tempat duduknya Boboiboy…," tanya Fang yang keheranan. " Eh, emangnya Boboiboy nggak bilang sama kamu ? ," tanya Yaya kembali. " Apa ? " Fang memandang Yaya dengan wajah datarnya itu. " Dia bilang sama aku bahwa dia itu mau tukarin tempat duduknya di meja aku ….." Kedua – duanya terdiam buat seketika. " Apa – apaan sih sama anak itu ? ," tanya Fang dengan sebal. " Aku juga nanyain dia deh. Katanya, dia tu mahu belajar matematika sama si Ying …..," lanjut Yaya lagi. " Emangnya aku ini nggak bisa ajarin dia matematika ?! Kenapa sih sama Boboiboy ? Kok dia terus – terusan bikin aku kayak gini ?! Apa aku udah menyakiti hatinya ? " Yaya bisa melihat rona merah pucat yang timbul di wajah putih pemuda itu kerna menahan amarahnya. " Fa …. Fang ? Kamu sama Boboiboy lagi punya masalah ? ," tanya Yaya secara waspada. Fang pula sudah membuang mukanya ke luar jendela sambil membentak Yaya. " Bukan urusanmu ! Jadi, nggak usah pernah ikut campur ! "
( Time skip – Gara – gara sang Author kekurangan ide. Maaf ya ….. =3= )
Dentingan bel pada waktu akhir pelajaran membuatkan anak – anak yang berada dalam kelas di SMA Pulau Rintis meloncat kegirangan. Fang menunggu teman – teman sekelas untuk pergi dari kelas itu. Kini, cuma tinggal Fang dan Boboiboy yang menghuni kelas yang sudah kosong itu. Sang gadis manis yang menyadari akan hal itu cuba memasukkan buku – bukunya ke dalam tas miliknya dengan secepat yang mungkin. Boboiboy berlari keluar dari kelas tersebut. " Boboiboy, tunggu aku ! Boboiboy ! ," teriak satu suara di belakang kelas. Gadis itu makin mempercepatkan langkahnya tanpa rasa ingin tahu apa yang terjadi di sekitarnya manakala Fang pula sedang mengejar sosok manis itu. " Boboiboy ! ," panggil Fang lalu mencapai tangan bakal tunangannya. " Lepasin aku ! Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu ! ," marahnya. " Kenapa kamu bikin aku begini, dear ? Aku mohon, bilang aja ke aku ….. Apa salahku ? Aku pasti berusaha untuk menebus kesalahan – kesalahanku itu …. Aku mohon …. ," rayu Fang pada Boboiboy dengan lembut. Boboiboy kemudiannya dipeluk erat sama Fang tetapi sayang, pelukan tersebut tidak berbalas. Beberapa menit kemudian …..
GEBUK !
Fang rebah di lorong laluan sekolahnya gara – gara didorong keras oleh Boboiboy. " Boboiboy ! ," panggilnya kembali. Malangnya, gadis itu sudah pergi jauh meninggalkannya sendirian di lorong sekolah yang sunyi itu. Iris violetnya kelihatan redup. Sewaktu dia cuba untuk berdiri setelah terjatuh ke lantai lorong laluan sekolah, Fang menemui sekeping foto di lantai dan ia mengambilnya. Wajah kaget Fang sewaktu dia melihat foto itu terus berubah segera menjadi datar. Dia pun memasukkan foto itu ke dalam tas dan berlari laju meninggalkan lorong tersebut.
¬ Di Kokotiam Tok Aba ¬
Dua orang gadis manis yang singgah di toko Kokotiam Tok Aba terus mengambil tempat duduk masing – masing di depan konter lalu menegur Boboiboy seperti biasa. " Hai, Boboiboy ! ," ucap seorang gadis yang berkerudung merah jambu dengan seorang lagi gadis yang berkaca mata bundar dengan ikatan surai ponytail yang kelihatan di sisi kiri dan kanan kepalanya secara bersamaan. " Oh, Ying, Yaya ! Kalian mahu minum apa ? ," tanya Boboiboy kepada kedua temannya itu. " Kami mahu Special Iced Chocolate Tok Aba ! ," kata Ying dengan girang. " Iya. Bentar ya …. ," balas Boboiboy. Setelah menyiapkan pesanan minuman, Boboiboy meletakkan dua gelas kaca yang berisi Special Iced Chocolate Tok Aba di meja di mana Ying dan Yaya sedang duduk. Kemudian, dia teringatkan sesuatu.
" Oh, ya ….. Kenapa aku nggak lihat Gopal hari ini ya ? Biasanya dia ikut kalian, kan ? ," tanya Boboiboy. " Aku dengar dia sakit loh ….," bilang Ying. " Eh ? Parah nggak ? " Yaya mula memutarkan bola matanya. " Nggak deh. Tu gara – gara dia nggak mau dengarin nasihat aku. Kalian tahu apa yang dia bikin dengan kamarnya ? Dia tukarin semua objek yang ada di dalam kamarnya dengan kuasanya menjadi es krim. Mujur aja aku ada di rumahnya pada waktu dia pingsan itu kerna aku sama dia perlu nyiapin tugasan kelompok yang diberi pak guru. Aku jugak nggak tahu deh apa yang bakalan terjadi kalo aku nggak ada pada waktu itu ….." Ying dan Boboiboy hanya menggeleng – gelengkan kepala mereka setelah mendengarkan kisah yang diceritakan Yaya.
" Dasar foodaholic … "
" Pfft …"
Ketiga sahabat itu pun tertawa pulas terutamanya Boboiboy. Senyuman lebar yang terukir di wajahnya langsung menghilang apabila dia melihat sosok pemuda tinggi yang berkaca mata yang berbingkai ungu yang semakin mendekati dirinya. " Ikut aku ," arah Fang. Boboiboy hanya mendiamkan diri dan menuruti saja arahan daripada sang pengendali bayang. Tangan halus Boboiboy dicengkam dengan kuat oleh Fang. Dia membawa Boboiboy ke sebuah pohon yang besar lalu memerangkap gadis itu di antara kedua tangannya.
" Boboiboy ….. Selama ini, aku ini apa sih pada kamu ? Cuma tunangan murahan kamu ya ? Atau laki – laki sialan yang merusakkan hidupmu ? ," tanya Fang dengan nada suara yang dingin.
" ….."
" Jawab aku, Boboiboy ! Kenapa kamu tega bikin hidupku terumbang – ambing begini ? Ini apaan ?! ," hambur Fang yang sudah hilang kesabarannya. Dia mengeluarkan foto yang ditemuinya dari tas ungu itu. Foto seorang laki – laki yang sedang memeluk Boboiboy sambil mengelus rambutnya yang kecoklatan itu. Mereka kelihatan begitu bahagia dan Fang sama sekali tidak dapat menerima kenyataan tersebut.
" Bukan urusanmu …"
" Siapa dia ?! ," bentak Fang.
" DIA ITU PACAR BARU AKU, PUAS ?! "
" ... ! ..."
" Gini aja, Fang. Aku minta …..Kita putuskan hubungan kita dan batalkan saja soal pertunangan itu ….."
Foto yang dipegang Fang terlepas dari genggaman tangannya lalu mendarat di kaki Boboiboy. Bagaikan ditusuk sama pedang halilintar, Fang terus membatu di depan Boboiboy. Apa semua yang dengarinya barusan tadi adalah benar ?
" Aku pikir ….. Kamu benar – benar menerima aku seadanya, Boboiboy ….. Aku pikir ….. Kamu bakal menjadi satu – satunya pendamping hidupku ….. Aku mengerti ….. Aku ini cuma anak yang nggak punya apa – apa … Malah kedua orang tuaku sendiri ninggalin aku di rumah panti asuhan saat aku masih kecil … Masa aku juga perlu kehilangan kamu juga ? Apa dosa aku sama kamu, Boboiboy ? ," kata Fang. Iris violet miliknya sudah mulai membasah kerna air matanya yang kian banyak tertahan. Tanpa ragu – ragu lagi, Boboiboy menyeringai dengan tajam.
" Dosa kamu ? Segala yang telah kamu lakukan ke aku selama ini ! Kamu pikir aku ini anak bego yang gak bisa mikirin masa depan, hah ?! Apa yang aku bisa peroleh sama orang kayak kamu ! Kamu tu terlalu bodoh untuk menyadari bahwa apa yang aku lakukan hanya acting aku semata – mata ! Nih, ambil ! Dasar bego ! " Boboiboy melemparkan cincin pertunangan yang ada di jarinya tepat ke wajah Fang. Tanpa membuang waktu, gadis itu mengangkat kaki menuju ke tokonya semula. Fang memerhatikan gadis itu yang semakin menghilang dari pandangannya dengan iris violet yang paling redup. " Aku mengerti, dear ….. Aku ….. Akan pergi …. Semoga kamu selalu bahagia dan baik – baik saja …." Fang mengutip cincin yang dibaling oleh Boboiboy sebelum mengsummon harimau bayangnya yang besar. Dia mencapai punggung harimau tersebut lalu memanjatnya. Dia duduk di atas punggung hewan tersebut. Beberapa saat kemudian, Fang mengarahkan agar hewan itu mengantarnya pulang ke rumah.
( Time skip- Aduuuuh …. Kok bisa panjang sampai kek gini ? XD )
Fang masuk ke kamar tidurnya bersama harimau bayang. Punggungnya tersandar pada pintu kamar yang tertutup rapat. Dia mengacak – ngacak surai ungu miliknya sehingga berantakan. Setelah itu, dia melihat semula cincin mantan bakalan tunangannya.
" Hahaha ….. Dasar, anak manja ! "
" Fang …. Kamu tahu nggak ? Aku tu mahu kamu selalu ada di sampingku ! Aku tu … Suka bangat kalo kamu yang megang tangan aku. Tangan kamu hangat deh ! "
" Jangan pernah tinggalin aku ya ? "
" Fang ! ….."
" Fang ! ….."
" Fang ! …"
" CUKUP ! KAMU PEMBOHONG ! KAMU BILANG KE AKU BAHWA JANGAN PERNAH TINGGALIN KAMU, TAPI SEKARANG INI APAAN ?! KENAPA ? KENAPA ? TEGANYA KAMU BOHONGI AKU ! ," jerit Fang dengan frustasi dan langsung melemparkan cincin itu. Dia sudah capek, dia sudah muak, dia sudah lelah dengan semua masalah yang melanda dirinya. Fang akhirnya merebahkan tubuhnya dan mengalas kepalanya pada punggung harimau bayang. Dia mengelus perlahan kepala hewan tersebut seolah – olah harimau itu sebuah boneka mainan anak kecil. " Aku udah nggak punya apa – apa lagi ….. 'Harta' aku yang paling berharga udah ….." Fang memeluk erat harimau bayangnya sambil mencoba untuk melelapkan matanya yang masih bersisa dengan air mata.
So close, so far
I'm lost in time
Ready to follow a sign
If there was only a sign
The last goodbye burns in my mind
Why did I leave you behind
Guess it was too high to climb….
Give me a reason
Why would you want me to live and die ?
Living a lie …..
You were the answer, all that I needed
To justify ….
Justify my life …
Author's Note
Waduh, waduh ….. Selesai juga chapter 2 akhirnya ! Bisa mati aku mahu nyiapin chapter ini ….. ( -.-" ) Tapi enggak apa – apa kok ! KireiSasaki rela kok demi para readersnya yang setia ! XD Oh, ya. Fanfic ini bakal dilanjutin lagi mugkin sehingga chapter yang keempat yang berkemungkinan dijadikan mungkin slow dikit kerna aku lagi busy kerjain assignment – assignmentku yang banyaknya kayak Gunungnya Everest loh ! XD For your guys information, puisi yang kalian baca di akhir chapter ini tuh aku ambil dari sebuah lagu yang nggak punya title di Youtube. Apa pun, kalo kalian mahu dengarin full songnya, kalian taipin aja, " Most beautiful sad song_video for a broken heart." Maafin aku juga kerna mungkin adanya typo atau apa pun kata bicara yang menyinggung hati yang membaca fanfic aku ini dan juga maafin aku kerna aku nggak bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik gara – gara aku ini bukannya rakyatnya Indonesia deh. Jadi siapa pun yang mungkin nggak ngerti apa yang aku tulis, bisa nanyain aku loh ! Dan jika ada di antara kalian yang mahu bantu aku belajar bahasa Indonesia juga bisa, kok. Kalian mention atau tegur aja kesalahan yang dibikin dalam fanfic yang bakal aku tulis. Jutaan terima kasih juga pada para readers yang sudi membaca karya mini aku ini ! Hontouni arigatou gozaimashita ! ^_^
Boboiboy dan kawan – kawan belongs to AnimostaStudio
This fanfic belongs to me.
Please Review and Read ! ( = ^_^ = ) -KireiSasaki
