"Akan kucium agar tidak sakit" Sehun berkata dengan tenangnya seolah itu hal biasa.
"Oke" Kai mengangguk setuju tanpa pikir panjang.
Sehun menuangkan alcohol pada kain pembersih untuk perlahan membersihkan luka Kai dan kulit sekitarnya dari tanah dan kuman.
"AKHS!" Kai mendesis cukup keras ketika perih menyerangnya.
CHU~ Sehun segera mendekatkan wajahnya dan membungkam bibir Kai.
Mata sayu Kai membulat sempurna.
Sehun perlahan melepaskan ciumannya.
"YAK! Kenapa kau cium bibirku! Itu first kiss ku!" Kai mendorong tubuh Sehun hingga terjatuh terlentang di ranjang. Kai segera menerjang Sehun dan menarik kerah Sehun kuat.
Tak dipedulikannya luka lututnya yang pastinya semakin perih dan berdarah makin banyak karena ia jadikan tumpuan diantara kanan kiri pinggang Sehun.
"Aku ingin" Sehun berkata dengan menatap lurus pada mata sayu Kai yang penuh dengan emosi. Dada Kai naik turun menahan emosi yang meluap.
-Childern Make a Child-
Pandangan mereka yang bertemu entah mengapa membuat tangan Kai yang terkepal di udara yang hendak menghajar Sehun berhenti kaku. Tubuh Kai benar-benar terasa kaku dan matanya yang sayu enggan berkedip.
Perlahan tangan putih Sehun terulur. Diusapnya pipi dan pelipis kanan Kai yang tidak terluka. Begitu perlahan sehingga membuat deru nafas kasar Kai perlahan melembut dan emosi itu hilang entah kemana.
"Kai" suara Sehun terdengar serius. Mata Sehun mengatakan segalanya pada Kai.
Dan tubuh Kai masih diam.
Sebelah tangan Sehun yang lain terulur untuk menarik tangan Kai yang terangkat dengan kepalan kuat itu. Diraihnya dan diletakkan tangan Kai itu di wajah dinginnya.
Kai merasakan betapa dingin kulit wajah tampan Sehun.
"my Kai" seolah tersihir akan setiap perkataan yang Sehun katakan, sebelah tangan Sehun kembali membelai pipi kanan Kai kemudian perlahan menuju tengkuk Kai. Membimbing Kai untuk perlahan mendekat.
Jarak tubuh mereka semakin dekat hingga dahi dan hidung mereka bersentuhan.
"Sehun" Kai memanggil nama namja tampan dengan julukan Prince Ice yang berada dibawahnya itu.
"Kai..My Princess" Sehun berbisik dengan suara beratnya.
Perlahan tangan Sehun turun menuju punggung dan pinggang ramping Kai. Perlahan mendorongnya hingga kini tubuh Kai benar-benar tertidur diatasnya dan hanya bertopang dengan kedua tangan Kai yang tertekuk dan bertumpu pada kedua sikunya.
"Sehun" Kai memanggil nama Sehun lagi dan pelukan Sehun di tubuhnya makin erat.
Jemari Kai meremat pundak seragam Sehun. Jantung Kai berdetak sangat cepat. Pipinya perlahan merona. Matanya menjadi sayu.
"Kai, kemarilah.." Sehun makin berat memanggil namanya. Memberikan sensasi tersendiri. Tubuh Kai bergerak dengan sendirinya untuk makin merendah. Sehun sedikit memiringkan kepalanya dan menyambut hangat bibir sexy Kai yang mendarat sempurna di bibir tipisnya. Rasa manis bibir Kai mampu membuatnya mabuk. Perlahan Kai melihat mata Sehun yang menutup. Kai menyusul dan membiarkan bibir mereka merasakan tanpa melihat.
Bibir Sehun perlahan bergerak untuk mengulum bibir penuh Kai. Dengan pasrah Kai membiarkan Sehun bermain pada bibirnya. Jemari Kai makin kuat meremat kerah dan pundak seragam Sehun.
Jemari Sehun naik dan meremat sekaligus mendorong Kai agar ciuman mereka semakin dalam.
CUP~ Sehun mengecup kilat bibir Kai lagi setelah ciuman panjang mereka terputus. Kai langsung ambruk di dada bidang Sehun, berusaha mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Bibir penuhnya memerah mengkilap makin menggoda.
BRUG!
Sehun segera membalik tubuh Kai sehingga kini Kai berada dibawahnya.
Sehun membingkai wajah cantik Kai dengan kedua tangannya. Menatap betapa cantiknya makhluk dibawahnya. Indah.. mata sayu itu selalu memerangkapnya.
"Kai.." setelah Sehun menyebut nama namja dibawahnya itu lagi segera ia raup bibir merah penuh itu. Ciuman yang pelan namun sedikit menuntut seperti ingin memiliki seutuhnya bibir sexy itu.
"Emh.." Kai mendesah karena ciuman Sehun yang semakin liar. Mata mereka terpejam dan saling meresapi. Namun Sehun segera memutus ciuman itu dan membuat Kai sedikit kecewa.
"Sehun" Kai menatap Sehun dengan penuh arti.
"Bukalah.. untukku, hanya untukku" Sehun mengecup ringan bibir Kai dan dijawab dengan anggukan pelan.
Sehun menuntun kedua lengan Kai untuk mengalung di lehernya.
CHU~
Sehun mencium dalam bibir indah Kai. Dikulumnya dan di kecupnya dengan penuh nafsu. Membuat Kai merasa berada di surga. Lidah Sehun menelusup diantara kedua bibir Kai. Perlahan bibir Kai terbuka, dengan segera lidah Sehun masuk dan bermain lihai. Suara kecipak salvia keduanya terdengar jelas. Tangan Sehun membelai rambut halus Kai, memberikan rasa rileks untuk Kai.
Jemari Kai meremat rambut Sehun, membuat Sehun makin terangsang dan bermain makin liar dalam mulut Kai.
"Eungmh~" lenguhan indah Kai kembali terdengar ketika lidah Sehun menyapu langit-langit mulut Kai. Tubuh Sehun makin rebah dan membuat Kai merasakan kehangatan.
"Anghm~" lenguhan Kai kini mendominasi seiring permainan lidah Sehun.
Puk! Puk!
Kai memukul ringan dada Sehun menandakan bahwa ia butuh untuk bernafas segera.
Dengan tidak rela Sehun memutus ciuman itu. Benang salvia menggantung masih menghubungkan kedua bibir mereka dan perlahan terputus. Bibir merah merekah Kai masih terbuka berusaha mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Dadanya naik turun memompa udara keluar masuk dengan cepat. Benang salvia menghiasi bibirnya. Sehun mengusap bibir Kai pelan dengan ibu jarinya. Dan menjilat jari itu kemudian.
"Manis. Manis sekali" Sehun tersenyum lembut. Jarak wajah mereka hanya satu kilan.
BLUSH~
Pipi Kai bersemu merah. Matanya menjadi makin sayu dan tidak berani menatap namja yang semakin tampan diatasnya kini.
CHU~ Sehun mengecup kilat bibir Kai kembali.
Setelah melepas ciuman itu, Sehun segera beranjak. Melepas dasinya, menali kuat pada kedua siku Kai yang sudah ditangkupkan.
"Sehun apa yang kau lak-" perkataan Kai terhenti. Mata Kai membulat sempurna memandang Sehun horror.
"Aku akan tetap melakukannya, my Sweety" Sehun menduduki perut Kai.
"Sehun, andwae! Please!" Kai menggelengkan kepalanya menatap Sehun dengan memohon.
"Tidak ada penolakan, chagiya" Sehun segera mendekatkan tubuhnya kembali.
"Akh! Hurt! Sehun!" Kai tak bisa menolak perlakuan Sehun karena kedua sikunya terikat. Pergelangan tangannya terlalu sakit untuk digerakkan dan perutnya di duduki oleh Sehun.
"Diam, atau ku cium lagi" Sehun mengancam dan membuat Kai sukses bungkam dengan menggigit bibir bawahnya sendiri.
Mata Kai sedikit menyipit merasakan perih.
"Tenanglah sedikit, aku tak bisa menempelkan perban di dahimu dengan benar. Sehun terlihat serius memberikan obat merah pada dahi Kai.
Ya, Sehun melanjutkan kegiatannya mengobati luka Kai setelah mencium ganas Kai.
"Akshh.." Kai merintih lagi ketika Sehun yang sudah memperban pelipisnya kini sedang membersihkan luka di pipinya dengan alcohol.
"Tahan" Sehun dengan telaten membersihkan tanah dari luka Kai dengan kapas steril yang diberi alcohol.
"Sakit~" Kai merajuk lagi ketika Sehun memberikan obat merah. Setelahnya Sehun memberi plaster bening pada pipi Kai.
Tubuh Sehun turun dan kini menduduki tulang kering Kai.
"yang ini mungkin lebih sakit, bertahalah" Sehun menuangkan alcohol pada kain steril yang baru dan mulai membersihkan lutut Kai yang kini terlihat maikin parah karena tadi digunakan untuk menumpu tubuh saat menerjangnya.
"ARGH! SEHUN!" Kai menjerit perih. Untungnya kaki Kai didudukinya, jika tidak ia pastikan dirinya tidak akan selamat dari tendangan Kai.
"Tahan, baby" Sehun lebih perlahan membersihkan tanah dari luka Kai namun perih itu masih saja terasa membuat Kai menangis.
"Hiks-Sehunnie-hiks" Kai terisak lirih. Sehun beranjak lalu melepas ikatan dasinya dari kedua siku Kai, mendudukkan Kai. Lalu kembali mendudukkan dirinya di tulang kering Kai.
GREP!
Sehun memeluk tubuh Kai lalu menaruh kedua tangan Kai dibahunya.
"Gigit dan remas bahuku jika kau merasa perih" Sehun mengorbankan bahunya demi Kai. Kai hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di perpotongan leher Sehun.
Sehun kembali membersihkan kedua lutut Kai. Setelahnya diberinya obat merah.
"Akh!" kini giliran Sehun yang memekik kecil. Merasakan gigi Kai yang serasa tertanam dibahunya.
"Hiks-Hunnie maaf, hiks" Kai sesenggukan menahan perih.
"Tidak apa, kau lebih sakit" Sehun mengusak rambut halus Kai kemudian memberi perban pada kedua lutut Kai.
"Sudah, sekarang berikan kedua pergelangan tanganmu yang terluka" Sehun melepaskan gigitan Kai pada pundaknya. Diraihnya jemari lentik Kai lalu dibaliknya hingga pergelangan tangan dekat telapak tangan Kai itu terlihat jelas. Beberapa luka sayatan merah dan beberapa berdarah karena goresan kerikil. Tentusaja kulit halus lembut Kai amat tipis dan sensitif. Sehun tahu itu.
"Appo!" Kai merasa perih untuk kesekian kalinya ketika pergelangan tangannya dibersihkan dengan alcohol. Sehun mengecup kilat bibir manis Kai lalu melanjutkan memberikan obat merah pada luka Kai. Terakhir ia lilitkan perban pada kedua pergelangan tangan Kai.
"Sudah" Sehun mengusak pucuk kepala Kai lalu beranjak turun dari ranjang untuk menempatkan kembali kotak obat ke tempat semula.
Kai menatap Sehun dengan sebal.
"Jangan menatapku seperti itu. istirahatlah, tidur sekarang" Sehun kembali masuk dan menutup tirai pembatas.
"Tidak mau" Kai bersikeras.
"Aku tiduri mau?" Sehun menawarkan asal.
"Mwo? Dasar Hentai!" Kai langsung tidur membalik tubuhnya namun_
"Awww!" Kai menjerit ketika lukanya tak sengaja tertekan karena tidur terbalik.
"Makanya, tidur itu yang benar" Sehun kembali naik keatas ranjang lalu membantu Kai untuk tidur terlentang.
"Sudah, gomawo" Kai menatap Sehun.
"Sebentar, angkat sedikit kepalamu" Sehun menyuruh Kai.
"Ish! Oke-Oke" Kai jengkel. Padahal ia sudah ingin tidur.
SRETT..
Sehun menidurkan dirinya dan meletakkan lengannya dibawah tengkuk Kai.
PUK!
Sehun segera menarik Kai untuk merebahkan tubuhnya kembali sehingga berbantalkan bahu dan lengannya.
BLUSH..
Pipi Kai merona.
"Tidurlah yang nyenyak, hm?" Sehun memiringkan tubuhnya sedikit menunduk untuk melihat wajah Kai yang bertambah imut.
"Tampan.." tanpa sadar Kai bergumam melihat wajah Sehun dari dekat yang terlihat semakin tampan.
"Hm?" Sehun mendengarnya.
"Ani. Kajja tidur" Kai segera memejamkan matanya.
SEET..
Sehun memeluk pinggang Kai dan menggeret tubuh Kai untuk semakin mendekat.
Mata Kai terbuka lagi menatap heran.
"Apa sudah hangat? Apa nyaman?" Sehun bertanya sambil mengecup dahi Kai yang tertutupi poni.
"Ne" Kai balas memeluk Sehun dan sebelah kakinya melingkar di pinggang Sehun.
"Tidurlah" Sehun membelai punggung Kai.
Kai mengangguk dan perlahan memejamkan kedua matanya.
Dengkuran halus terdengar di telinga Sehun menandakan Kai sudah bermimpi.
"Saranghae" Sehun mengecup kembali bibir merah penuh Kai lalu tertidur menyusul.
-TBC-
Disini romantis sekali, dan mereka pelukan gitu.. hehe
Review please
