Ff ini khusus akakuro, gak suka? Gausah baca syip.

Hoho.

Warning : OOC , alur kecepetan, Typo(s), dbl.

.

.

.

.

.

Kuroko tetsuya, sejak kejadiannya menjadi guru privat dan pengasuh tetap ia lanjutkan untuk memenuhi biaya kehidupannya, tentu saja karena dia sekarang kelas 3 sma dia hanya memberi bimbingan kepada yang smp dan sd saja.

"oi kuroko!" panggil kagami taiga sahabatnya itu.

"ah kagami-kun kita sekelas lagi?" Tanya kuroko

"ya seperti itulah." Ucap kagami sambil memasuki kelas barunya bersama kuroko dan mengambil tempat duduk di belakang seperti biasa, tapi tiba tiba saja kagami berlari ke barisan paling belakang pojok dan mendudukinya.

"Kagami-kun itu tempatku."

"Kau kira bisa memanfaatkan tubuhku lagi supaya kau bisa bebas tidur gitu?"

"Iya." Jujur banget.

"ayolah aku juga ingin tidur bebas."

"itu tidak akan bisa, tubuhmu tidak akan terhalang tubuhku."

"yang penting di belakang."

Kuroko membuang nafasnya kasar dan menarik kursi di depan kagami dan mendudukinya, kuroko mengambil sebuah buku dari tasnya dan membacanya, hanya itu yang dapat ia lakukan dika sedang bosan di kelas selain tertidur.

"kuroko." Panggil kagami, kuroko pun membalikan badannya dan melihatnya dengan tatapan ada-apa. Kagami yang melihat cara kuroko membalasnya pun menghela nafasnya dan segera melanjutkan percakapan.

"Kata kelas 1 sekarang bakal ada kiseki no sedai."

"terus kenapa?"

"piker dong! Sekolah kita ini standar, kenapa mereka bisa masuk sini."

"ano, kiseki no sedai itu memangnya apa?" kagami yang mendengar pertanyaan itu keluar dari mulu kuroko dan wajah datarnya seketika jawdrop.

"mereka ini pinternya bukan main mereka dulu di bersekolah di smp teiko! Smp elite itu."

"oh."

"hanya oh!?"

"aku tidak tertarik dengan hal seperti itu." Kata kuroko dan kembali membalikan badannya dan membaca novel, kagami di belakangnya sedang menahan amarah untuk lempar kuroko pake kursi.

( 0 . 0 )

"akashicchi sekolah ini kecil dan tidak banyak muridnya, kenapa kita harus masuk sini sih?" Tanya seseorang berambut kuning.

"oi kise berisik banget." Kata seseorang berambut biru tua, kise itu nama seseorang tadi yang berambut kuning.

"heh~ kantinnya luas." Kali ini rambut ungu.

"Akashi apa sebenarnya tujuanmu menyuruh kita masuk sini nanodayo." Sekarang hijau.

Akashi yang ditanya midorima, pria berambut hijau itu menjawab hanya dengan senyuman.

"midorima kau ini aku tahu itu benda keberuntunganmu tapi bisa tidak kalau di simpan dulu." Kata aomine, yang berambut biru tua itu.

"tidak bisa nanodayo."

"ne midorimacchi kau membuat orang berfikir akan membunuh seseorang." Kata kise, tentu saja yang dibawa midorima saat ini adalah pisau dapur, siapa yang tidak takut jika seseorang terang terangan membawa pisau kemana mana.

'lihat itu kiseki no sedai!'

'ah mereka tampan sekali!' desas desus kiseki no sedai tidak berhenti sejak mereka berjalan di koridor sedaritadi.

"merepotkan disini berisik sekali." Ucap murasakibara tidak tahan karena setiap kemana pun mereka pergi pasti mereka menjadi pusat perhatian.

( T w T )

"kagami-kun upacara pembukaan sebentar lagi dimulai."

"GAAHH, munculah dengan normal." Kata kagami yang melihat kuroko tiba tiba ada di depan wajahnya, sudah lama dia tidak merasakan seperti ini.

" hai hai ayo pergi." Ucap kagami sambl berdiri dari tempati duduknya dan segera keluar dari kelas untuk bersiap siap upacara pembukaan di lapangan, saat sudah di lapangan kagami tidak bisa diam dan mondar mandir kemana mana membuat kuroko rishi.

"kagami-kun hentikan." Ucap kuroko akhirnya tidak kuat menahan emosinya, oh iya saat kuroko bilang itu dia sambil melakukan tonjokan pada perut kagami.

"heh, aku hanya penasaran dengan kisedai." Ucap kagami dengan nada bicara yang sedikit kesal, tentu saja setelah di tonjok oleh kuroko.

"kisedai?" Tanya kuroko.

"kiseki no sedai, aku hanya menyingkatnya."

"apa itu kiseki no sedai." Setelah mendengar jawaban kuroko kagami lagi lagi jawdrop padahal baru tadi pagi ia jelaskan bahkan mungkin baru sekitar 10-15 menit dan dia sudah lupa? Sebenarnya bagaimana kuroko bisa hebat dalam bidang akademik.

"itu baru kujelaskan tadi pagi!"

"ah yang katanya pinter pinter itu?"

"IYA!" ucap kagami berteriak membuat banyak perhatian tertuju padanya.

'dia kenapa berteriak'

'lihat dia berbicara sendiri'

Mereka menjadi topic pembicaraan kali ini, atau mungkin hanya kagami? Karena kuroko memiliki hawa keberadaan yang tipis bahkan ada yang mengira kagami sedang berbicara sendiri. Baru hari pertama masuk padahal pengen berlagak sebagai senpai yang keren tapi kagami malah sudah kena hujatan.

"selamat kagami-kun."

"apanya yang selamat!?" dia akan mencatat untuk membalas kuroko nanti, karena sekarang para guru sudah keluar dan upacara sudah dimulai.

( . - . )

Upacara pun selesai dan mereka kembali ke kelas masing masing, kagami pun tidak sabar untuk membalas perbuatan kuroko tadi.

"Kuro—"

"tetsuya!" eh siapa itu yang memanggil kuroko menggunakan nama depannya? Bukannya kuroko hanya dekat dengan kagami?

"haizaki-kun." Lupa. Haizaki. Haizaki teman kuroko dari kecil dan terlihat jelas sekali kalau haizaki jatuh cinta pada kuroko, tapi ya namanya kuroko dia tidak peka, dan haizaki memutuskan untuk seperti ini saja dulu, dia ingin tetap bersama kuroko.

"wah kau sekelas lagi dengan bakagami?" Tanya haizaki pada kuroko dengan sedikit meledek.

"bakagami katamu?!"

"ah hai hai gomen, kau berisik seperti biasanya kagami." Ucap haizaki pada kagami, oh iya haizaki itu orang paling ngeselin yang pernah kagami kenal, kalau dia bukan teman kuroko mungkin saja dari kelas satu sudah musuhan.

"hai, aku sekelas dengan bakagami-kun lagi."

"kau juga!?"

"HAHAHAH" haizaki tertawa keras, kagami sudah mengambil ancang ancang untuk memukul wajah mengejek haizaki tetapi kuroko cegah

"sudahlah masuk ke kelasmu haizaki-kun, kita juga masuk." Kata kuroko dan mereka pun kembali ke kelasnya.

( - w - )

"kuroko titip susu ya." Kuroko pergi keluar sebentar sebelum periode pertama dimulai untuk membeli minum.

Dia pun berjalan keluar kelas sendirian dengan sedikit cepat menuju arah mesin minuman yang berada di koridor lantai 1, malas sih soalnya dari lantai 3, tapi apa boleh buat dia sedang ingin minum karena pagi ini dia berbicara banyak dengan kagami.

Sampai disana ia segera memasukan uang dan membeli 2 susu, satu untuk dirinya satu untuk kagami, tiba tiba saja ramai, ah kisedai sedang berjalan di koridor, kuroko menancapkan sedotannya pada minumannya dan menyedotnya sedikit.

Dia sengaja diam dulu sebentar untuk melihat kisedai yang dimaksud kagami tadi pagi, saat kisedai mulai mendekati tempat kuroko berdiri dia menatap satu satu, ah seperti pelangi saja rambut mereka, kiseki no sedai memang unik, hingga sekarang sedang hamper melewati kuroko.

"Lama tidak berjumpa tetsuya sensei."

Eh?

.

.

.

.

.

%%

YOSH, chap 1 posted! Huhu gomen kalau banyak bahasa yang gak baku, itu emang style nulisku gitu hehe, btw

Arigatou zizie-akakuro ! : pendek soalnya itu prolog heheh, dan iya kuroko disini pinter!

Ohiya kayanya jarak 3 tahun kelebaran jadi aku ubah beda 2 tahun gapapa lah ya heheh!

Don't be sider please.

%%