I love your—
ii Bangs and Whines (hunhan; dorm-life)
Blitz menerangi berkali-kali dan para member exo berlagak cool. Para fan-site master berupaya keras untuk tidak melukai diri mereka sendiri dalam dempet para penggemar dan suara shutter kamera yang saling bersahutan, memekakkan telinga. Sebagian besar dari member memakai kacamata untuk sekedar menutupi mata lelah mereka melihat ratusan—ribuan?—gadis berkumpul dan berusaha menggapai mereka.
Luhan kira Sehun akan mengeluh kepadanya tentang hal ini setelah mereka sampai di ruang tunggu untuk keberangkatan pesawat pulang ke Korea Selatan. Namun Sehun tampaknya sudah bisa mengerti dan berhenti untuk mengeluh tentang keramaian setiap mereka di bandara, jadi member yang termuda itu hanya menghela nafas tapi ia sama sekali tidak mengeluh—Luhan berpikir itu cukup mengagumkan bagi lelaki semuda Sehun.
Pesawat berangkat setengah jam lagi dan ruang tunggu ini—untunglah—cukup sepi.
Sementara Kris dan Minseok sedang mengobrol dengan manajer—meninggalkan Jongdae dan Tao yang akhirnya trolling bersama, Baekhyun yang kelihatan sangat kelelahan sudah bersandar di bahu Chanyeol untuk tidur sebentar. Yixing juga, tertutup topinya, tidur dengan tangan menahan kepala, sementara Junmyeon di sebelahnya melamun.
Di sisi yang lain, Sehun sedang merapikan tasnya agar ia bisa memasukkan hoodie kedalamnya. Di sebelahnya ada Luhan yang mendengarkan musik sambil mengayunkan kaki, menunggu Sehun selesai dengan kegiatannya. Ia memperhatikan paspor Sehun yang ada di pangkuannya, dengan foto yang terjulur keluar, memperlihatkan Sehun dengan wajah super datarnya—Luhan tertawa kecil.
"Waeyo?" tanya Sehun. Ia sudah selesai memasukkan hoodiedan sekarang sedang menutup botol air mineral yang barusan diminumnya.
"Tidak… Fotomu ini, wajahnya datar sekali," Luhan menaruh paspor itu kembali ke tangan Sehun.
"Hm, hm, sudah biasa dibilang begitu," balas Sehun. Wajahnya kian datar dan Luhan hanya menghela nafas pasrah. Ia baru menyadari rambut Sehun sudah kembali seperti biasa, coklat dengan poni yang terlihat halus dan tidak kaku. Bahkan saat kepalanya menoleh, poni itu berdesir. Luhan paling senang melihat rambut Sehun yang seperti ini.
Sehun mulai menguap dan memejamkan matanya saat Luhan mendapat ide jahil. Ia mendekat ke arah Sehun dan meniup poninya, menyebabkan helaian itu bergerak serentak tak beraturan, dan membuat Sehun memejamkan mata lebih erat dan memundurkan wajahnya—reaksi yang sungguh-super-manis-sekali dan Luhan mengikik.
"Hyung…" kata Sehun, meminta yang lebih tua berhenti menjahilinya.
"Mianhae," jawab Luhan lembut sambil membenarkan poni Sehun dan tersenyum. Ia membiarkan Sehun memejamkan mata sambil menggenggam tangannya, namun Luhan merasa ingin menyebul poni Sehun lagi. Maka pelan-pelan ia memajukan wajahnya dan—
"Fuuuh~"
"Euuung, hyung~ neomu pigeonhaeyo~" rengek Sehun seraya memejamkan matanya lebih rapat dan bibirnya yang sedikit mengerucut , alisnya mengernyit, dan suaranya jadi seperti bayi yang hampir menangis karena tidak ingin diganggu. Luhan merasa Sehun manis sekali dengan suara benar-benar seperti maknae ini dan ia cepat-cepat memeluk Sehun dengan erat sebelum member termuda itu merengek lagi.
"Mianhae, Sehun-a… Aku hanya ingin melihat Sehun-ku yang manis. Maaf, maaf…" katanya, sambil tersenyum, sedikit merasa bersalah.
"Eung," bisik Sehun dan Luhan membiarkan kepala Sehun rebah di bahunya. Ia menepuk-nepuk puncak kepala Sehun dan sebelum itu, memberikan kecupan di kening. Sehun segera tertidur setelah mendapat tempat paling nyaman kedua setelah rumahnya—yaitu bahu Luhan dan lengan Luhan yang memeluknya erat.
Luhan tersenyum. "Sehun-a, saranghae," bisiknya, dan ia tidak tahu itu langsung masuk ke alam bawah sadar Sehun dan membuat tidurnya jadi lebih nyaman dengan senyuman dalam diam.
-xoxo-
end
*bangs : poni
*whine : rengekan
*fan-site master : pemilik suatu fanbase, misalnya polarlight (baekhyun), 9493 room (kaid.o)
*shutter : tombol di kamera yang buat ngambil foto
*neomu pigeonhaeyo : aku sangat lelah
Author's babbling :
Halo~
Duh malu banget sama drabble yang ini nggak tau napa. failure duh. tapi juga nggak tau kenapa masih dipublish hahaha. btw saya lagi kaku gara2 momen kaisoo yang kyung threw a heart-shaped fingers ke jongin hua sementara jongin di depannya senyum lebar gitu huwa. rasanya mau mati. /malahcurhat
btw saya nggak tau ruang yg dibuat nunggu pesawat mau take off tu apa haha /slapped
Oke itu aja. review ya?
